Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 115


__ADS_3

Mas Hardi menyuapi dengan telaten , tiap kali mulut ku memberi isyarat akan rasa mual dari dalam perut , Mas Hardi segera berhenti menyuapi lalu mengelus punggung ku pelan sampai aku merasa nyaman baru kembali mengarah kan sendok ke mulut , menyuapi hingga bubur satu mangkuk habis .


Belum juga turun isi di dalam perut kembali keluar dan kali ini aku gak sempat turun ke kamar mandi , beruntung ibu siap kan plastik begitu lihat gelagat wajah merah ku . Mas Hardi memijat tengkuk lembut sembari mencium ujung rambut ku .


" Kalau setiap makanan dikeluarin lagi seperti ini , terus dapet asupan gizi nya darimana "


Gumam Mas Hardi dengan nada khawatir .


" Kalau orang hamil awal - awal muntah terus hal yang wajar , semakin bertambah umur kehamilan muntah nya bakal berkurang "


Jelas Bunda memberi pengertian.


" Mas.. Mas , perasaan kalian nikah sudah belasan tahun ya , Ka Emil hamil juga sudah yang keempat ini , lah ko masih kaya orang yang belum punya pengalaman isteri hamil "


Ucap Hana, menggeleng kan kepala melihat raut khawatir Kaka nya terlihat jelas di wajah .


" Kalau aku sih gak heran Na' , Mas Hardi seperti itu , lah wong kehamilan Ka Emil yang sebelum nya terutama pas hamil Zarra Dia nya gak peduli sama isteri nya ko , Dulu tuh Zarra sampai mau diminta sama Tante Alina waktu baru lahir ,gara - gara Ayah nya setengah nerima anak nya , heran aja hamil sekarang jadi lebay perhatian nya "


Cibir Hanie , Mas Hardi menatap adik nya tajam dengan wajah kesal .


" Mulut kalian ember banget sih , mau aku sumpal sama kaos kaki pengawal di depan ? "


Hardik Mas Hardi kesal .


" Ye..!, yang kita omongin kenyataan kali , kalau sewot berarti kerasa kan emang gitu "


Balas Hanie bernada tinggi sembari berjalan keluar kamar .


Mas Hardi mengambil bantal disebelah ku di lempar ke arah pintu , beruntung nya Hanie bisa menghindar hingga tak Bu Busampai terkena lemparan Mas Hardi .


Ibu mengelus perut ku lembut .


" Astagfirullah..., jangan di tiru ya Nak "


Bisik Ibu ke calon cucu nya di dalam perut .


" Mas belajar kontrol emosi kenapa , kebiasaan kalau marah lempar - lempar barang , nanti kalau anak - anak ngikutin


jejak Papah nya gimana, dikit - dikit emosi terus lempar barang " Gerutu ku kesal .


Mas Hardi menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal meredakan kemarahan nya . mendudukan diri di samping ku yang rebahan di atas tempat tidur .


" Mah kita ke klinik sekarang aja ya ?, biar dapat obat untuk menghilangkan mual "


Ajak Mas Hardi dengan raut khawatir .


" Nanti sore aja Mas , aku masih capek sekali ingin tiduran lagi " Balas ku dengan nada lemah .


" Ya sudah tidur aja dulu "


Mas Hardi menata bantal sampai terasa nyaman untuk ku berbaring , memijat kening ku lembut dengan sesekali mencium kening , pipi , hidung dan dagu ku gemas . hingga aku kembali terlelap . Mas Hardi sendiri pada akhir nya ikut terlelap di samping ku .


--------------------------------------------------


Sore hari nya kami pergi ke klinik ibu dan anak langganan keluarga Prasojo di kota kami , begitu sampai kami di sambut hangat tanpa menunggu antrian kami diminta untuk masuk ke ruang Dokter Olivia spesialis kandungan .


" Selamat sore nyonya, Tuan Hardi apa kabar "


Sapa sang Dokter tersenyum ramah .


" Sore Dokter Alhamdullillah seperti yang Dokter lihat " Balas Mas Hardi tamah .


" Tadi siang saya dapat laporan dari Dokter Anita jika hasil tespack Nyonya Hardi positif, boleh saya tahu kapan terakhir Nyonya Haid ? " Tanya Dokter Olivia dengan senyum ramah.


" Haid terakhir tanggal lima belas April Dok "


Balas ku masih dengan badan lemah .


" Baik..., silah kan berbaring dulu Nyonya "


Pinta Dokter , Mas Hardi memapah dan membantu ku naik ke atas pembaringan .

__ADS_1


Seorang perawat melumuri perut ku dengan gel bening , Dokter menempel kan alat pendeteksi janin di atas perut ku , mengarah kan kami untuk melihat layar monitor .


" Lihat ini Tuan , Nyonya.., di monitor ada tiga titik janin, yang menandakan bayi Anda kembar tingga , dari detak jantung nya Alhamdullillah kondisi sehat semua " Jelas Dokter pelan , aku melongo di buat nya , anatara bahagia , takjub dan bingung sendiri, punya anak kembar dua saja repot sekarang kembar tiga , gak kebayang rame nya rumah nanti .


" Alhamdullillah.., rumah kita bakal meriah nanti " Ucap Mas Hardi takjub , terpancar jelas kebahgiaan di wajah nya .


Setelah perawat membersihkan gel di perut ku , Mas Hardi mengangkat tubuh ku mendudukan kembali ke kursi di depan Dokter .


" Kehamilan Nyonya Emil sudah memasuki minggu kelima , ini saya resep kan vitamin dan penguat janin untuk memperbaiki tumbuh kembang janin dalam rahim , untuk sementara Nyonya jangan terlalu banyak aktifitas , dan pemeriksaan sebaik nya rutin setiap bulan " jelas Dokter Olivia menyerah kan resep ke Mas Hardi .


" Baik Dokter , terimakasih " Balas Mas Hardi dan aku bersamaan .


Mas Hardi memeluk ku erat menuntun keluar ruangan menuju ruang apotik untuk menebus obat dan vitamin , sampai di loby klinik kami dikejutkan oleh kehadiran Ayah dan Bunda yang duduk manis di bangku ruang tunggu .


Ayah kemudian mendekati Dokter Olivia yang menyambut nya dengan ramah .


" Selamat Tuan Han , Calon cucu Anda kembar tiga " Ucap Dokter tersenyum ramah .


Ayah dan Bunda tersenyum sumringah dengan takjub nya , Bunda mengelus perut ku lembut .


" Terimakasih Dok..! Mohon bimbingan untuk menantu saya kedepan nya merawat cucu saya dalam kandungan nya " Ucap Ayah masih dengan wajah ceria nya .


" In Syaa Allah Tuan , terimakasih atas kepercayaan pada klinik kami dan kepada saya khusus nya " Balas Dokter Olivia dengan mode hormat .


Lima menit kami menunggu di ruang apotik , Ayah berulang kali mengucap syukur .


" Jos gandos kamu Har, Ayah aja di kasih nya kembar dua sudah bahagia banget kamu dapat tiga sekaligus , bakal rame rumah kita "


Ucap Ayah menepuk bahu Mas Hardi ringan .


" Kamu harus lebih perhatian sama isteri mu Har , hilangin emosian nya , hamil kembar tu gak mudah apalagi ini tiga sekaligus "


Bunda menatap Mas Hardi yang memeluk ku duduk di kursi tunggu .


" Nyonya Emilia "


Panggil seorang asisten apoteker, Ayah dan Bunda beranjak mendekat bersama .


Sapa manager apotik tersenyum ramah .


" Selamat sore Pak Budi apa kabar "


Balas Ayah ramah .


" Alhamdullillah baik , selamat Tuan mau nambah cucu " Balas nya kemudian .


" Terimakasih Pak Budi , Alhamdullillah generasi Prasojo bertambah lagi "


Seloroh Ayah dengan senyum bahagia nya .


Setelah Bunda menerima satu kantong kresek kecil obat dari asisten apoteker kami beranjak keluar klinik .


" Mas mampir di depan sebentar , aku pengin singkong keju " Pinta ku manja .


" Jangan beli di pinggiran jalan gini Mah ! kotor kena debu jalanan ,kalau pengin singkong keju kita mampir mall aja beli di outlet dalam mall atau pesen via telefon aja biar diantar ke rumah " Sergah Mas Hardi .


" Tapi aku pengin nya yang di depan pinggir jalan itu Mas " Rengek ku .


" Kotor itu , lagian sedang merebak virus ,kita gak bisa memastikan kebersihan penjual kaki lima beda sama yang di outlet mall "


Jelas Mas Hardi pelan .


" Ini mau nya adek dalam perut " Rengek ku tak mau kalah .


" Heemm ya sudah , tapi gak boleh makan banyak - banyak ya " Dengus Mas Hardi kesal, menuruti kemauan ku .


Mas Hardi menepikan mobil nya, beranjak turun membeli singkong keju yang tetiba saja sangat ingin kunikmati , bawaan bayi kali ya , tapi ko mau nya yang merakyat banget .


Beberapa menit kemudian .


" Nih Mah !, ini masih panas baget baru matang , Papah sengaja meminta yang baru di ambil dari penggorengan biar lebih bersih dibanding yang sudah di pajang di etalase "

__ADS_1


Jelas Mas Hardi .


Kuraih kresek putih dari tangan Mas Hardi.


* Hem bilang nya gak boleh makan banyak tapi ini beli sampai tiga porsi * Gumam ku tersenyum tak mengerti .


" Terimakasih Pah " Ucap ku dengan binar senyum bahagia .


Mas Hardi mengalihkan pandangan ke arah ku, menepuk pipi ku lembut .


" Apa sih yang enggak buat kamu sayang , nyawa pun aku serah kan untuk mu seorang "


Ucap Mas Hardi dengan gaya lebay nya .


" Iddiiihhh.., mulai pandai ngeggombal receh "


Balas ku merona merah mendengar gombalan dari nya .


" Gombal receh tapi kamu suka juga kan , tuh rona merah mu bukti nya , jadi pengin makan sepuas nya malam ini " Seloroh Mas Hardi menggoda ku .


" Makan apa bang ! Nasi goreng spesial telur ? " Goda ku .


" Makan Emil spesial gunung kembar yang nambah padat , mumpung lagi hamil semua nya jadi lebih padat ..hhmmm... " Balas nya dengan mimik mesum . ku pukul lengan nya ringan , Mas Hardi terkekeh bahagia .


" Dasar mesum ..!, sudah fokus nyetir , bahaya tahu pegang kemudi dengan pikiran kotor "


Ku buang wajah ku memandang keluar jendela tuk menghindari Mas Hardi memandang wajah ku yang kian memerah .


* Duh ini jantung gak bisa diajak kompromi banget , nikah sudah belasan tahun juga , di gombal dikit masih bergetar aja " Bathin ku kesal dengan diri sendiri .


" Kalau mbayangin sama isteri sendiri enggak kotor lah Mah , bukan mesum juga "


Mas Hardi meraih tangan ku di taruh nya di atas resleting nya yang menonjol .


" Gak tahan pengin cepet sampe rumah "


Bisik nya mendesah lembut .


" Hem ... kamu tuh gak ada puas nya sih Mas, makanya anak mu banyak "


Ku remas milik nya yang memadat .


" Aauuuwww... Mah ! , ampun deh , nanti muncrat di sini gimana ?! " Wajah Mas Hardi memerah putus asa , ku tarik tangan ku dengan seringai kemenangan .


" Tanggung jawab ya ! Sampai rumah ku lahap habis kamu ," Ancam nya pelan .


" Kalau bisa.., kan ada Bunda sama Ayah , di rumah rame juga , mana bisa langsung masuk kamar terus gituan " Balas ku menggoda .


" Mampir di rumah kita yang sedang di renov aja ya Mah, malam kita baru pulang , di sana kan cuma ada yu inah sama mang karto "


Ucap Mas Hardi dengan kerling nakal nya .


" Pengin di gerebeg sama orangtua mu Mas, kaya gak tahu Ayah sama Bunda aja ! "


Mas Hardi menggaruk rambut nya putus asa.


Meraih tangan ku , di taruh nya di atas resleting celana nya , meminta tangan ku untuk tetap di sana sementara Dia fokus memegang kemudi .


"****Bersambung..


------------------------------


Maaf ya puasa... jangan di bayangin kelakusn Hardi nanti ada yang batal hahahaaa..


jangan lupa minta like setelah membaca


yang punya poin lebih jangan pelit sodaqoh ya... syukur sih ada yang kasih lebiih


yang mau bantu share ke lain nya terimaksih yang tak terhingga


salam sayang selalu..😘💕💕💕**

__ADS_1


__ADS_2