Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 67


__ADS_3

Hari ini aku berangkat ke kantor diantar Mas Hardi di lepas dengan senyum bahagia kedua kelurga kami . Sepanjang perjalanan tangan Mas Hardi tak pernah lepas menggenggam tangan ku, sampai di parkiran mobil saat Lukman hendak membukakan pintu untuk ku Mas Hardi melambai memberi kode untuk menjauh, Lukman hanya berdiri terpaku menatap perlakuan Mas Hardi kepada ku, membuka pintu mobil, mengulur kan tangan membantu ku keluar dari mobil dan mencium kening ku lama, setelah aku cium tangan nya Mas Hardi berlalu masuk ke dalam mobil nya melaju keluar kantor sembari melambaikan tangan tersenyum manis . Semua yang ada di halaman parkir menatap tingkah nya dengan berbagai perasaan mereka.


" Eheemmm romantis nya suami Ibu .., mau deh di kasih satu yang seperti itu " Ujar Nadia yang berdiri di samping Lukman , Ku balas dengan senyuman sembari berjalan masuk diikuti oleh karyawan lain .


" Gak nyangka ya Big bos seperti Pak Hardi ternyata bucin abiiiss " Ucap yang lain .


" Wajar lah ya .., Bu Emil nya juga punya kualitas ko, sudah cantik , baik , cerdas plus rajin ibadah lagi lelaki mana juga yang gak akan Bucin punya isteri seperti itu " Celetuk Pak Tyo pegawai paling senior di kantor ku .


" Ehheemmm... , mau sampai kapan gosipin orang.., ayok kumpul breafing dulu kita bahas peraturan dari kantor pusat sehubungan ada nya isue wabah corona " Perintah ku membuyar kan obrolan diantara mereka .


" Baiikkk . Bu... " Balas mereka serentak .


Hari ini ada yang berbeda dari kantor kami, semua karyawan menjalankan aktifitas pelayanan dengan menggunakan masker, sarung tangan karet tak terkecuali ofice boy dan para satpam, setiap pengunjung sebelum masuk akan dipindai suhu tubuh nya dengan alat serupa pistol mainan kiriman dari kantor pusat , di beri hand sanitizer di tangan mereka dan duduk dengan jarak berjauhan, jika biasa nya satu deret kursi panjang bisa di isi enam sampai tujuh orang, sekarang hanya boleh diisi oleh dua orang saja di ujung kiri dan ujung kanan .


Aku menatap jalan nya pelayanan yang masih saja padat di hari kedua minggu pertama pemerintah mengumumkan anjuran lock down , berdiri di sudut customer care yang sibuk melayani nasabah dan kasier yang terus bersentuhan dengan uang . Sejam aku berdiri mengamati kaki ku terasa pegal ku putus kan untuk masuk ke dalam dan naik ke ruangan ku meneliti berkas yang sempat kutinggal kan karena cuti sehari kemarin .


Tiiiinngggg !!!


Baru saja aku duduk di kursi kerja ku sebuah notifikasi Whats Up masuk dari Suami ku .


# Mah..!! , jangan lupa siang ini aku jemput, kita makan siang di kantor ku.. Love you.. junior juga dapat jatah ya..! 😘😘#


Aku tersenyum menggeleng kan kepala menatap pesan dari nya .


************


Tiiiiinnnnggg.. !!


Notifikasi whats up dari suami ku .


# Mah Papah tunggu di lobi atas #


Ku lihat arloji ku baru pukul 11.40 WIB, Mas Hardi sudah datang menjemput . Kutata berkas yang belum selesai ku periksa seluruh nya , kumasukan ke dalam lemari meja, ku raih tas di atas meja lalu beranjak keluar .


" Mbak Nadia kalau ada yang cari saya bilang sedang keluar " Pamit ku pada asisten .


" Baik Bu .." Balas Nadia membungkukan kepala hormat .


Ku hampiri Mas Hardi yang duduk menyilang kan satu kaki nya dengan pandangan sibuk ke arah layar ponsel nya .


" Eheeemm.. sibuk bang " Canda ku dengan nada semanja mungkin .


" Eeehhh..., Mah..! , maaf lagi fokus sama nilai saham jadi gak lihat Mamah datang "


Mas Hardi berdiri meraih tangan ku mencium lembut lalu menggandeng turun ke lantai bawah menuju mobil nya yang terparkir di area parkir khusus karyawan .

__ADS_1


" Bu Emil...!! " Sapa seseorang dari area parkir, ku edar kan pandangan ke arah sumber suara . Ku lihat Pak Taruno salah satu klien pemilik pabrik baja ringan berjalan tersenyum ke arah ku .


" Eh.., Pak Taruno apa kabar " Sapa ku ramah .


" Baik... Bu.. , eemmm maaf seperti nya saya kenal.., ini pak Hardiman kan., Direktur utama Prasojo contruction ? " Balas Pak Taruno membulat kan mata , tersenyum ramah, menjulurkan tangan ke arah Mas Hardi yang hanya di abaikan saja.


Ku cubit pinggang Mas Hardi kesal dengan keangkuhan nya .


" Aaauugggg... sakif Mah ! " jerit nya pelan menatap ku penuh tanya . Ku lihat Pak Taruno mwngerut kan kening mendengar panggilan Mas Hardi kepada ku .


" Ahhh .., maaf Pak Taruno kenal kan ini suami saya.., iya benar nama nya Pak Hardiman dari prasojo grup " Balas ku ramah .


" Wah.. Bu Emil sudah menikah to , saya kira masih gadis .., hilang deh kesempatan saya "


Canda Pak Taruno yang langsung di balas dengan tatapan tajam oleh Mas Hardi, memeluk erat pinggang ku untuk menunjukan kekuasaan nya , kucoba tuk tersenyum menghilang kan rasa malu yang menyelimuti perasaan ku atas perilaku Mas Hardi .


" Maaf kalau tidak ada kepentingan mendesak karena saat ini sudah masuk jam istirahat, tolong jangan menjadi penghalang buat kami " Balas Mas Hardi dengan suara berat tanpa basa basi . Aku mengerut kan kening tak mengerti dengan apa yang ada dalam hati dan fikiran Mas Hardi .


" Ahhh.., iya silah kan Pak Hardi.., maaf saya sudah mengganggu waktu isteri Anda "


Balas Pak Taruno sembari tersenyum ramah.


" Eheem.. syukur kalau Anda menyadari "


" Maaf ..pak Taruno..., mari kami duluan.! " Pinta ku tulus dengan seulas senyum simpul.


" Monggo Bu Emil.., hati - hati di jalan "


Balas Pak Taruno ramah tersenyum menatap ku lembut .


Mas Hardi menarik tangan ku, membuka pintu mobil untuk ku , setelah aku duduk Dia beranjak memutar membuka pintu lalu duduk di balakang kemudi, mobil melaju pelan keluar area kantor setelah sampai di jalan raya melaju kencang membelah kota, sempat ku lihat dari kaca spion Pak Taruno masih menatap lekat ke arah kami hingga mobil keluar area kantor .


" Susah nya punya isteri cantik dan menarik, gak bisa bikin hati tenang, dimana aja selalu ada lalat yang ingin hinggap " Sungut nya kesal sendiri.


" Apa sih kamu Mas ., yang kaya gitu aja pake emosi, orang Pak Taruno cuma bercanda ko "


Balas ku tak mengerti dengan sifat nya .


" Aku tuh laki - laki Mah, aku tahu dari cara Dia pandangin isteri ku .., kalau Dia punya rasa sama kamu.., jadi orang gak peka banget sih ..!! " Balas nya kesal menatap tajam ke depan .


" Ya enggak gitu juga Mas, itu cuma perasaan mu saja, kalau semua klien laki - laki, semua nasabah laki - laki dan semua tetangga laki - laki yang baik ke aku terus kamu persepsikan mereka suka sama aku dengan tanda kutip..?!, terus bagaimana aku harus bekerja ,


bagaimana aku akan bersolisiasi dengan mereka..?!, hilangin overprotektif mu sikap parno mu bisa gak sih ?!! " Ucap ku kesal, ku buang pandangan keluar jendela .


Mas Hardi hanya diam saja tak membalas perkataan ku sepatah kata pun, dalam sesaat hening tercipta diantara kami . beberapa menit kemudian mobil memasuki area perkantoran Pt. Arrahman Hidaya Contruction Mas Hardi memarkir kan mobil di sebelah kiri bangunan kantor . Membuka pintu keluar dari mobil dan beranjak membukakan pintu untuk ku, meraih tangan dan membantu ku turun .

__ADS_1


Suasana kantor agak sepi karena memasuki waktu istirahat sebagian besar karyawan keluar mencari makan, hanya ada Andi dan Nurma di dalam kantor . Mas Hardi memeluk erat pinggang ku naik ke atas masuk ke dalam ruangan nya lalu mengunci nya dari dalam.


" Maafin Papah Mah.." Bisik Mas Hardi pelan.


Aku diam tak membalas nya .


" Mamah benar aku memang takut..., sangat takut kehilangan Mamah lagi dan aku tak bisa melihat Mamah dan orang lain saling berpandangan dengan tersenyum seperti saat tadi " Jelas nya , meraih dagu ku di hadapkan ke arah wajah nya .


" Takut boleh Pah, tapi jangan berlebih gitu.., kalau kamu biar kan perasaan mu terus seperti itu, lama - lama kamu malah jadi sakit jiwa " Ucap ku pelan dengan hati - hati .


Mas Hardi menatap ke dalam mata ku, Dia menetes kan airmata.


" Pah.. ko malah nangis sih..?! " Tanya ku tak mengerti dan sedikit cemas .


" Jangan pernah tinggalin Papah..Mah , aku tak sanggup kehilangan mu " Mas Hardi memeluk ku erat , menyusup kan wajah ku ke dalam dada bidang nya .


" Janji ya Mah ?! " Pinta Mas Hardi dalam .


" In Syaa Allah " Balas ku pelan .


Mas Hardi mengangkat tubuh ku, di bawa nya masuk ke dalam kamar yang ada dalam ruangan kerja nya, tubuh ku di baring kan pelan di atas tempat tidur , menutup pintu kamar nya dan aktifitas memuaskan junior berlangsung di siang nan terik .


Nafas saling berpacu dan memburu , keringat membasahi di sekujur tubuh meski Ac kamar dalam mode dingin , kami merengkuh nikmat duniawi berkali - kali hingga lelah terasa dan tubuh terkapar lemas .


" Terimakasih cinta " Bisik nya lembut di telinga memain kan anak rambut ku .


" Kembali kasih " Balas ku tersenyum manja. Mas Hardi mencium bibir ku gemas .


Usai mengeringkan keringat sehabis tempur, kami membersih kan diri di dalam kamar mandi bersama saling menggosokan daki di punggung . Mas Hardi mengangkat tubuh ku yang masih terbalut handuk sedada di bawa ke kamar dan mengenakan baju ku dalam keadaan Dia pun masih mengenakan handuk yang melingkar di pinggang nya .


* Semoga kemesraan dan kebersamaan kami tak kan berakhir cepat, semoga Tuhan memberi kami kesempatan lebih panjang setidak nya sampai usia kami menua *


Do'a ku dalam hati ..


Usai membantu ku mengena kan baju Mas Hardi berganti mengenakan baju dengan meminta aku yang memakai kan dengan tingkah manja nya . Lalu menarik ku keluar untuk makan siang di resto yang telah di reservasi tiga jam sebelum nya .


-------------------------------


Hallo readers ku terimakasih tuk yang masih setia meluangkan waktu membaca karya ku hingga kini .


Jangan lupa tinggal kan kesan dengan Like , Vote dan point untuk semangat author berimajinasi


Yang pengen lebih deket pengen tahu kapan author akan up.. yuks gabung di grup chat author tinggal klik chat yang ada di laman karya author ini ya ..Di tunggu kedatangan nya.


Love you all😘😍😍

__ADS_1


__ADS_2