Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 86


__ADS_3

Erza menarik nafas , memejam kan mata lalu menghembius kan nya pelan , aku tahu Dia pasti masih syok dengan pengakuan kembar adik ipar ku Hana dan Hanie .


" Kalau Ayah sih gak masalah ya jika salah satu puteri Ayah menikah sama putera nya almarhum Mas Hasan, tapi salah satu saja !


Dan Erza sendiri yang berhak menentukan siapa yang di pilih, yang gak di pilih harus ikhlas menerima keputusan ! " Jelas Ayah di luar dugaan kami yang ada dalam ruangan .


" Ka Erza punya ku.., kamu sebagai adik harus ngalah Nie ! aku sudah lebih dulu suka dari waktu Ayah pertamakali ngenalin keluarga Ka Emil ke kita, cuma aku gak berani minta di jodohin , soal nya kan Ayah sudah nentuin yang mau di jodohin itu Ka Hardi sama Ka Emil " Jelas Hana setengah menekan adik nya untuk mengalah.


" Gak bisa begitu ya ! Emang cuma kamu aja yang suka Ka Erza dari ABG, aku juga jatuh cinta pada pandangan pertama dari awal di kenal kan sama Ayah ko ! " Balas Hanie gak mau kalah.


Dan mereka adu mulut berdua , Erza memilih pamit dari hadapan kami, melangkah masuk ke dalam rumah mengambil kunci mobil lalu beranjak pergi entah kemana .


Begitu juga Ibu memilih pamit ke keluarga Mas Hardi dan beranjak masuk ke rumah di sebrang .


" Kalian itu kaya gak ada lelaki lain aja , satu lelaki di rebutin seperti itu , lihat itu Erza nya memilih pergi ! Jadi perempuam itu tahan harga tahu ! Gak semua lelaki suka wanita yang terlalu terbuka seperti kalian "


Ucap Mas Hardi kesal .


" Hayuh Mah ke kamar aja istirhat ! " Ajak Mas Hardi menarik tangan ku naik ke atas masuk ke dalam kamar .


" Huh !! Ngandalin anak cowok sendiri lahir duluan keenakan keinginan nya langsung terkabul " Gerutu Hanie menumpah kan perasaan nya .


" Haduh kalian juga aneh - aneh saja, lelaki di luar sana banyak ko malah suka sama saudara ipar dan ini kompakan lagi ! Ko iso dua - dua nya suka sama satu orang "


Gerutu Ibu sembari menggeleng kan kepala .


Ayah hanya terdiam menerawang entah apa yang apa yang ada dalam fikiran nya .


" Pah mbok jangan terlalu keras sama kembar " Protes ku saat berada dalam kamar .


" Loh aku begitu kan biar mereka sadar "


Balas Mas Hardi .


" Tapi perempuan itu lebih suka dengan perlakuan halus daripada di kasari seperti tadi " Ucap ku pelan .


" Memang kamu bolehin kalau satu diantara mereka menikah sama adik mu Mah ?! "


Mas Hardi menatap ku mencari kejujuran dari jawaban ku .


" Kalau memang sama - sama suka sih gak papa , kan yang mau jalani juga mereka , cuma masalah nya dua nya suka semua mungkin itu yang membuat Erza terjekut "


Balas ku lagi .


Aku menguap , rasa lelah menyergap ku, sebenar nya aku sudah ingin istirahat sedari pulang sidang hanya karena Ayah dan Bunda ingin bertanya banyak hal ke Mas Hardi , aku urung kan niat niat ku .


Aku baringkan tubuh ku di atas tempat tidur, Mas Hardi seperti biasa ikut berbaring di samping ku, mengelus kening ku lembut memeluk ku dan terlelap bersama .


****************


Hingga jam delapan malam Erza belum pulang, tak juga memberi kabar, Ibu yang cemas berulang kali meminta Eksan menghubungi kaka nya , namun Erza mengabaikan semua pesan dari nya pun tak mau mengangkat telefon dari adik nya .


' Za ! Kamu dimana tolong kabari Mbak ! jangan buat Ibu cemas ' Aku mencoba mengirim pesan kepada nya .


' Aku di proyek Mbak sama Pak Fajar '


Balas nya beberapa detik kemudian, lalu mengirim foto aktifitas nya di sana sekarang ini .


' Kamu gak pulang Za ?! ' Tanya ku lagi.


' Aku mau nginap di sini nemenin Pak Fajar yang nglembur kejar target , tolong sampai kan sama Ibu ' Balas nya .


' Oh ya sudah hati - hati ya Za ! Kalau ada sesuatu kabari Mbak ' Pinta ku .

__ADS_1


' In Syaa Allah ! Mbak jangan beritahu yang lain Eza di sini ya ! Kecuali Ibu bilang juga untuk merahasia kan πŸ™ ' Pinta Erza dengan emotion memohon .


' Oke ! Don't Worry ' Balas ku


' Terimakasih Mbak ' Balas nya.


' It's oke Za ! πŸ˜„ ' Balas ku dengan Emotion untuk nya tidak perlu khawatir .


Usai mengakhiri pesan dengan Erza aku melangkah turun menemui Ibu di rumah sebrang untuk mengabari keberadaan Erza agar Ibu tak merasa cemas .


" Assallamuallaikum " Salam ku begitu aku masuk rumah .


" Waallaikumsalam.. " Balas Ibu dan Eksan diikuti oleh Daffa yang asik main dengan Eksan .


Aku menghambur ke Ibu yang sedang rebahan di atas tempat tidur, aku peluk Ibu lalu Ibu mencium kening ku .


" Erza ada di proyek sama Pak Fajar , Ibu gak usah cemas , kata nya malam ini menginap di sana " Jelas ku pelan agar tak sampai terdengar dari luar .


" Alhamdulillah syukur lah Ibu cemas dari tadi gak bisa di hubungi ' Ucap Ibu pelan ada nada getir dari suara nya .


Ku sodor kan ponsel ku menunjukan chating ku dengan nya dan foto - foto.yang di kirim Erza . Aku perhatikan Ibu menatap sendu.


" Dari dulu kalau sedang marah yang bisa nenangin ko cuma kamu " Ucap Ibu sendu.


" Setidak nya masih ada.keluarga yang di percaya Dia Bu ! , mungkin karena aku kaka perempuan dan Erza cuma punya satu kaka perempuan " Hibur ku .


" Mil.., Ibu kudu piye iki, lah ko dadi ngene ( Mil Ibu harus gimana ini , lah ko jadi begini )


" Ucap Ibu menerawang .


" Emil juga gak ngerti Bu ! Lah ko kembar bisa gitu ya padahal tahu Erza adik ku berarti kan saudara nya juga " Balas ku mengigit bibir .


" Tapi kalau memang Erza suka salah satu diantara mereka gimana Bu ?! " Selidik ku mencari tahu perasaan Ibu .


Tanya Ibu gamang .


" Ibu ko mikir nya sampai situ ?! " Balas ku dengan senyum kecil gak mengira dengan jalan fikiran Ibu .


" Assallamuallaikum.. Adek Mamah mana ?! " Suara Mas Hardi dari arah ruang tamu


" Tu..! cama uti " Balas Daffa acuh masih asik mengutak utik lego dengan om nya .


" Sana bayi tua mu kehilangan , gak pamit apa kamu nya ke sini " Tanya Ibu .


" gak Bu hehehee " Balas ku tertawa kecil .


Mas Hardi masuk menghampiri ku .


" Betah banget di sini Mah ! " Sapa Mas Hardi saat melihat aku masih asik tiduran di samping Ibu .


" Bosen sama kamu terus Pah ! " Seloroh ku.


" Oohhh gitu..! Ya udah aku pulang aja ! "


Balas nya dengan wajah cemberut .


" Iddiiihhh... gitu aja ngambek ! " Balas ku dengan nada ku buat seperti kesal .


" Jalan Yuk ! Cari angin segar " Ajak nya .


" Adek ikut... !! " Sergah Daffa .


" Bu jalan - jalan Yuk cari angin segar "

__ADS_1


Ajak ku .


" Mau jalan kemana tuh lihat sudah jam berapa ?! Sudah malam begini ko mau jalan - jalan, nanti masuk angin " Balas Ibu .


" Cari sekoteng Bu ! buat angetin badan "


Balas Mas Hardi ramah .


" Ya sudah sana kalian aja berdua " Balas Ibu.


Aku dan Mas Hardi keluar rumah diikuti Daffa yang menggelayut manja dalam pelukan ku .


Mas Hardi mengeluarkan mobil dan meluncur pergi keluar dari kompleks .


" Kita mau kemana Pah ?! " Tanya ku setelah mobil melaju di jalanan yang sepi .


" Jalan - jalan aja Mah ! Suntuk di rumah terus, nanti kalau urusan dengan pengadilan ini sudah selesai kita kembali ke kota asal aja yuk Mah ! Gak enak tinggal di daerah sepi begini " Mas Hardi mendesah seperti ingin melepas kan beban dalam bahu nya .


" Lah terus rumah yang kita tempati itu gimana Pah ?! " Tanya ku .


" Biar di pake Fajar aja, Dia kan masih tinggal bareng mertua nya, nanti kantor di sini biar fajar yang handle, kita ke sini nya berapa bulan sekali aja , Andy mau aku tarik ke pusat lagi , terus rumah depan itu mau aku lepas aja " Jelas Mas Hardi .


" Aku ingin mengubur semua kenangan pahit selama di sini " Ucap nya lagi .


" Kapan kita pindah Pah ?! " Tanya ku menatap Mas Hardi dari samping yang sedang fokus menyetir, ku lihat wajah nya sendu penuh dengan beban .


" Secepat nya setelah ada keputusan dari pengadilan " Balas nya .


" Terus masalah dengan perusahaan Hartawan gimana ! " Tanya ku pelan .


" Mamah gak usah mikirin itu ! Semua sudah di urus sama Ayah dengan kroni nya "


Balas nya datar .


" Pah !! Diam - diam Ayah menakutkan juga ya ! " Ucap ku pelan berhati - hati , takut Dia tersinggung .Ku belai Daffa yang tertidur di pangkuan ku .


" Menakutkan yang gimana Mah ?! " Tanya Mas Hardi melihat ke arah ku sesaat .


" Eeemmm ... itu setiap kali ada yang ngusik kita ko bisa menghancur kan mereka sampai bisnis mereka benar - benar lumpuh total "


Jawab ku sangat hati - hati .


" Ooohhh..., itu toh.. ! Ya saking sayang nya sama kamu , maka nya kalau ada yang ngusik kehidupan kita Ayah lakuin itu, menurut Ayah rumput dan benalu harus di cabiut hingga ke akar nya biar gak tumbuh lagi " Jelas nya , memperlambat laju mobil menatap ku, di genggam nya tangan ku lembut .


Mobil kami berhenti di sebuah area pujasera yang agak sepi tidak seperti waktu - waktu sebelum nya. Kami mampir di warung sekoteng , memesan beberapa bungkus untuk di bawa pulang dan membeli kacang rebus yang masih mengebul untuk teman cemilan .


Mobil kami kembali melaju membelah jalan yang sepi setelah pesanan kami selesai di buat. Sesampai di rumah ternyata Agus , Pak Rt dan dua orang tetangga lain sedang berbincang di halaman rumah Mas Hardi .


Beruntung nya aku tadi beli sekoteng di lebih kan dan lagi di rumah cuma Bunda sama Ayah yang masih terjaga , di rumah sebrang pun cuma Ibu dengan Eksan.


Aku bagi sekoteng dan kacang rebus untuk teman ngobrol Ayah dengan tetangga, Mas Hardi aku minta untuk gabung dengan mereka bersama Bunda juga, sedang aku menemani Ibu yang sendirian di dalam rumah , Eksan sudah terbuai dalam mimpi .


------------------------------------


**Hai reader terimakasih untuk kesetiaan nya pada karya ku ini


Tolong mampir di karya ku yang lain


# Senandung Rindu #


Jangan lupa tinggal.kan kesan dengan Like komen dan kasih vote untuk semangat


klik tombol vaforit untuk dapat up date setiap hari

__ADS_1


love you all😘😍😍**


__ADS_2