
Aku terbangun sore hari karena rasa gatal yang menggelitik di ujung hidung . Ku picing kan mata , dan kami bertemu pandang dalam posisi berbaring miring saling berhadapan .
" Kamu tidak tidur Mas ?! Atau baru bangun juga ?! " Tanya ku sembari menguap kecil .
" Gak bisa tidur " Balas nya tersenyum memencet ujung hidung ku pelan .
" Kenapa memang ?! " Tanya ku berbisik .
" Takut bangun kamu nya sudah menghilang "
Balas nya ikut berbisik .
" Heemm..., memang aku hantu yang bisa nembus tembok ?! Kan pintu kamar di kunci dan yang menyimpan kunci kamu ! bisa aku keluar kamar sendiri " Balas ku pelan
" Kamu punya seribu cara untuk pergi dari ku "
Ucap nya dengan nada cemas .
" Seberapa takut kamu kehilangan aku Mas ?! " Selidik ku menatap ke dalam manik mata nya . Ingin rasa nya ku selami di kedalaman nya dan akan aku tanam kepercayaan dalam jiwa nya jika aku tak kan pernah pergi dari nya tanpa campur tangan takdir dari Tuhan .
" Lebih menakut kan dari kehilangan seluruh harta yang ku miliki ," Balas nya pelan.
" Buang fikiran itu Mas ! Kalau kau masih mencemas kan aku akan pergi meninggal kan mu berarti kau tak mempercayai ketulusan dan rasa sayang ku ke kamu " Balas ku dengan nada sendu .
" Sebarapa besar rasa sayang mu Mah ?! "
Selidik nya mencari kejujuran dari mata ku .
" Sebesar... ?.Sebesar apa.ya. ..! Seharus nya kamu sudah merasakan nya sendiri Mas ! Kalau aku tak menyayangi mu aku tak kan berjuang untuk dapat menemukan mu saat kau menghilang , di saat orang lain bahkan kedua orangtua mu pun pasrah menerima keputusan team sar bahwa kau di nyatakan meninggal dunia dengan jasad hilang " Balas ku tersenyum menatap nya lembut .
" Terimakasih Mah ! " Mas Hardi meraih wajah ku dan mencium lembut kening ku lama .
" Pah ! Aku ingin bantu Bunda masak di dapur " Pinta ku berhati - hati .
" Gak usah Bunda sudah di bantu Ibu sama Bik Ratmi " Bantah nya tegas .
" Bik Ratmi kan jagain anak - anak ! " Balas ku.
" Anak - anak ada om, tante sama akung nya dan lagi mereka sudah terbiasa mandiri dari kamu di rawat " Jelas nya lagi .
" Tapi aku pengin belajar masak Mas "
Rengek ku manja .
" Gak usah belajar masak ! , aku gak mau tangan mu terluka kena pisau , air atau minyak mendidih dan jadi kasar karena goresan kecil dari alat dapur " Jelas nya pelan .
" Aku pengen seperti Ibu dan Bunda yang pandai memasak , membuat kue dan olahan makanan dari bahan mentah " Rengek ku .
" Aku masih sanggup bayar koki untuk membuat kan makanan yang kamu ingin kan, atau membeli dari reato ternama , untuk apa kamu rusak tangan halus mu ini dengan berkutat di dapur , aku juga masih mampu membayar puluhan babysister untuk mengurus anak - anak dan pelayan untuk meladeni keperluan kita , maka nya kamu tak perlu repot dengan urusan rumah ! " Jelas nya dengan nada tegas tak mau di bantah .
" Aku kan seorang isteri Mas ! Kewajiban seorang isteri kan mengurus rumah tangga "
Ucap ku memohon pengertian nya .
" Kamu ratu ku ! Permaisuri kerajaan bisnis Prasojo corp ! Tugas mu hanya medampingi aku , menuruti perintah dan memenuhi keinginan ku , itu saja ! " Balas nya tegas .
" Baik Pangeran ku ! Akan hamba jalani titah mu sebaik mungkin . hihihihi " Canda ku .
" Ko pangeran sih sayang..?! Pangeran nya kan Adek ?! " Balas Mas Hardi membulat .
" Heemm... semonggo dawuh kanjeng gusti "
seloroh ku berlanjut .
" Heeemmm.... Sudah berani ngeledek ya.. "
__ADS_1
Mas Hardi menggelitik pinggang ku , Dia tahu titik kelemahan dimana aku gak akan berhenti tertawa jika di gelitik .
" Mas...udah hiihii...! udahan..aku gak tahan hihihii... nanti aku mati kaku karena banyakan ketawa ginama..hihii " Mohon ku , Mas Hardi menghentikan kegiatan nya menggelitik ku , meraih tubuh ku lalu memeluk nya erat .
" Maaf..!! Papah gak siap di tinggal Mamah apalagi di tinggal untuk selama nya "
Bisik nya pelan di telinga .
" Pah jenuh di kamar terus " Rengek ku .
" Mau ngabuburit Mah ?! " Tanya nya menatap wajah ku lembut . Ku anggukan kepala .
" Banget ! " Balas ku manja.
" Ya sudah mandi , solat terus kita jalan "
Ajak nya antusias .
" Baik raja ku " Ku cium pipi nya lembut .
" Heemm.... mulai lagi deh bikin junior berdesir ! " Suara Mas Hardi putus asa .
Aku tersenyum beranjak meninggal kan nya masuk ke kamar mandi membersihkan diri .
" Awas kamu nanti malam ! Harus buat junior sampe melemah ! " Ancam nya dengan suara lantang .
Usai solat berjama'ah kami keluar kamar ,.di sambut Adek yang saat itu sedang berjalan ke atas menuju kamar kami .
" Adek sudah mandi ya ! Heemmm bau nya wangi sereh ! " Ku hirup aroma sereh dari badan adek yang selalu di laburi minyak kayu putih aroma sereh setiap habis mandi .
" Udah Adek mandi cama tante Hana "
Balas nya dengan logat cadel nya .
" Kaka nya pada kemana ?! " Tanya ku.
" Mau pada ikut gak ?! " Tanya Mas Hardi lembut ke Zahwa .
" Kemana Pah ? ! " Balas Zahwa .
" Ngabuburit ! " Balas Mas Hardi .
" Mau..! Kaka Ambil jilbab sama masker dulu Pah " Balas Zahwa berlari kecil menuju kamar nya .
" Ka ajak Dek Zarra sekalian " Pinta ku .
" Iya Mah..! " Balas Zahwa tanpa menoleh .
Sampai di bawah ku lihat Ibu , Bunda dan Bik Ratmi masih sibuk di dapur , aku mendekat diikuti Mas Hardi yang duduk di meja makan .
" Bikin apa Bun ?! " Tanya ku basa - basi .
" Bikin bubur mutiara, sama ini Ibu sedang ngajarin Bunda buat kue talam " Balas Bunda .
" Pada mau kemana ?! " Tanya Bunda
" Gak tahu ini Papah nya anak - anak ngajak ngabuburit " Balas ku sopan.
" Tapi nanti tetep buka di rumah loh ya ! Bunda sudah masak banyak ! Yo Har..!! "
Perintah Bunda ke kami .
" Iya Bun gak usah khawatir ! Wong aku cuma mau ilangin kejenuhan nya Emil saja ko "
Balas Mas Hardi dengan logat jawa medok .
__ADS_1
" La.wong di kurung terus dalam kamar gimana gak jenuh ! Kucing aja gak mau ko kalau di dalam kandang terus ! Kamu nya yang keterlaluan, mbok yo sesekali biarin isteri mu main di luar bareng anak - anak ! "
Ucap Bunda menasehati putera nya .
" Di luar banyak virus Bun ! Nanti Emil kebawa virus aku nya susah ngambil nya lagi ! "
Bales Mas Hardi santai .
" Opo to kamu Pah ! , mosok orang di bilang virus sih ! " Gerutu ku .
" Lah makhluk yang merusak itu nama nya apa ? virus to..?! opo tak jenengi hama wae ?!, orang kalau punya niat mau ngerusak rumah tangga orang lain, mau merebut hak milik orang lain yo podo ae sama virus bin hama ! "
Tegas Mas Hardi tak mau kalah .
" Hardi...! Hardi kamu tuh nambah umur ko cemburuan nya nambah besar ! Kasihan Emil tertekan Dia ! " Balas Bunda sembari menggeleng kan kepala pelan .
" Sopo seng agek cemburu ! Lah kui fakta ko ! " Dengus Mas Hardi kesal .
" Mamah kami sudah siap ! Ayuk kata nya mau ngabuburit ! " Ajak Zahwa menarik ku keluar dari dapur .
" Pamit dulu sama titi ,sama uti sama akung juga ! " Perintah ku ke mereka . Ketiga anak ku mendekati nenek - nenek mereka mencium punggung tangan Ibu dan Bunda .
" Uti.. titi... Kami jalan dulu ya ! " Pamit ku kemudian mengikuti panggilan anak - anak .
" Ya Hati - hati di jalan Nak ! " Balas kedua Ibu ku bersamaan .
Sampai depan di teras kami berpapasan dengan Ayah yang sedang ngobrol dengan Erza .
" Akung Adek mau jalan - jalan dulu yah ! "
Pamit nya dengan tingkah lucu khas anak - anak hingga membuat Ayah gemas mencubit pupi nya lembut .
" Mau kemana gabteng nya Akung ?! " Tanya Ayah menatap lembut cucu nya .
" Nga.. ngabubuyit yah Pah...?! " Daffa mengalih kan pandangan ke Papah nya, Mas Hardi membalas dengan anggukan kepala pelan dan swnyuman manis .
" Ooo..., ko Akung gak diajak ?! " Ayah bertingkah manja .
" Aku mau ikut..?! Ayo.. kung ikut naik nya di belakang ya cama adek cama kaka..! Boleh kan Pah ?! " Daffa kembali menatap Papah nya meminta persetujuan .
" Boleh banget sayang ! " Balas Mas Hardi .
" Tuh.. Kung boleh ko cama Papah ! " Ucap Daffa lagi masih dengan tingkah lucu nya .
" Enggak deh akung di rumah mau bantuin titi, kalian bersenang - senang aja ya .. Hati - hati di jalan " Ketiga anak ku lalu mencium tangan Ayah dan Erza bergantian. Di susul oleh ku dan Mas Hardi yang mencium tangan Ayah .
" Pah kita ke alun - alun ya..,! Kalau gak ke taman kota ! " Pinta Zahwa .
" Ke taman apa ke mall ?! " Tanya Mas Hardi .
" Bosen agh main di mall, lagian mainan nya gak ada yang bagus ! Gak seru seperti di rumah kita yang lama ya Dek ! " Balas Zahwa di angguki oleh kedua adik nya .
" Oke ! kita lets go ke taman kota ya ! " Balas Mas Hardi kemudian membukakan pintu mobil untuk ku, membantu masuk lalu berjalan memutar naik duduk di belakang kemudi .
Ketiga anak ku duduk di bagian tengah . Mobil melaju meluncur keluar komplek berjalan sedikit pelan menuju taman kota .
Sampai di taman sudah ramai orang yang sedang menikmati keindahan bunga sedap malam yang akan memulai mekar di malam hari, wabah corona tak.terlalu berpengaruh di kota kecil ini , setidak nya pemda tidak melarang warga nya berkerumun selama mereka mengikuti aturan untuk teteap memakai masker dan menjaga kebersihan dengan mencuci tangan mereka di sudut - sudut kota yang sudah di sedia kan tempat mencuci tangan lengkap dengan hand sanitizer .
----------------------
**Hai pembaca setia ku yang baik hati jangan lupa untuk mendukung keberlangsungan novel ini dengan memberi like sehabis membaca, kasih vote jika berkenan, dan jadikan bacaan favorit bila suka untuk memulus kan author mendapat kontrak .
Like gratis ko cukup memencet tanda suka saja , anggap sebagai sodaqoh dan penghargaan untuk penulis .
Terimakasih yang sudah memberi bintang 5 .
__ADS_1
Semoga ketulusan Anda mendapat balasn berlipat dari Tuhan .
Jazakumullah khoiro ..😍😘**