Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 126


__ADS_3

Dalam ruang sepi yang di huni sendiri mata nya menatap lekat pada layar monitor di hadapan nya, dia menzoom satu pintasan kamera yang ada dalam ruang pujaan nya berada dan sebuah kemesraan menohok hati nya meski tak ingin dilihat nya toh Dia tak mempu mengalihkan pandangan sedetik pun.


Dalam kamar Hardi dan Emila.


Emil menghirup lembut aroma crem coffe dari uap yang mengebul di atas permukaan cangkir, senyum nya mengembang sempurna memperlihat kan lekuk lesung pipit di kedua pipi nya dengan sempurna, Hardi memandangi tingkah Emila dalam raut heran.


"Sejak kapan kamu jadi suka sama kopi Mah !" Selidik Hardi tak mengerti.


"Memang kenapa kalau aku jadi suka sama kopi, masalah buat loe ?" Balas Emil datar.


"Gak gitu sih Mah, aku cuma heran aja kenapa selera kamu jadi berubah sejak bangun dari tidur panjang mu" Balas Hardi berhati-hati menghindari perubahan emosi dalam diri isteri nya.


"Bawaan baby kali Pah, aku juga gak mau minum kopi nya cuma pengen hirup aroma nya aja, rasa nya nikmat banget" Balas Emil dengan mata terpejam meresapi aroma yang keluar dari dalam cangkir.


"Diminum aja sekalian Mah, mubazir kalau di buang begitu aja" Balas Hardi lembut.


"Kamu aja yang minum Pah, habisin ya harus"


Pinta Emil dengan sorot penuh permohonan.


"Aku gak suka kopi pake cream Mah, aku suka nya kopi hitam original dengan sedikit gula"


Balas Hardi memohon pengertian.


"Tapi aku pengin kamu sekali-kali cobain kopi pake cream Pah !" perintah Emil setengah memaksa.


"Ko kamu jadi maksa seperti ini sih Mah ?"


Tanya Hardi tak mengerti dengan raut kesal.


"Ya sudah kalau Papah gak mau, aku mau kasih kopi sama Erza atau Agus aja mumpung mereka ada di sini" Balas Emil berusaha bangun dari dudukan nya di sofa.


Hardi mencekal bahu Emil lembut memposisi kan Emil kembali duduk di sofa.


"Sini kopi nya biar Papah habisin !"


Hardi meraih cangkir kopi di tangan kanan isteri nya, lalu menenggak isi nya hingga tandas dengan tatapan Emil yang tersenyum sumringah.


"Tingkat kecemburuan nya masih diatas level rupa nya" Bathin Emil bahagia.


Hardi meraih air mineral di atas nakas lalu meminum nya, untuk menghilangkan rasa manis yang terlalu kuat dari coffe late di atas lidah nya, kalau bukan karena rasa cemburu nya, mana mungkin Hardi mau melakukan semua itu dan kalau bukan karena anak dalam perut isteri nya yang seolah sedang mengerjai diri nya, Hardi akan memilih membuang saja kopi plus cangkir nya sekalian bila perlu.


"Sudah habis kopi nya.., gimana puas ?" Tanya Hardi sembari membalikan cangkir yang sudah kosong isi nya, dibalas Emil dengan anggukan dan seulas senyum manis.


"Pah bantuin mandi bersuci terus aku pengin keluar ketemu keluarga ku" Rengek Emil manja merenggang kan kedua tangan nya.


Hardi mengangkat tubuh isteri nya masuk ke dalam kamar mandi dengan Emil yang bergayut manja melingkar kan tangan di leher nya sembari memegang botol infus dan kepala nya menyusup ke dalam dada Hardi, menciumi aroma tubuh nya.

__ADS_1


"Mah jangan mulai geli.., aahhh !!, ntar ku makan di kamar mandi juga nih" Gumam Hardi geli menggidigan tengkuk nya.


Hardi mendudukan Emil di kursi bundar dari almunium dengan alas kayu yang sengajaa diletakan dalam kamar mandi, menaruh botol infus di pengait besi yang tersedia.


membantu Emil melepas kan baju, kepala Emil masih saja di tenggelamkan manja di perut Hardi yang berdiri di hadapan nya.


"Mah, kamu kenapa jadi manja banget gini sih, masih mau lagi ?" Desah Hardi menahan desiran yang membuncah dalam hati nya.


Emil mengangkat kepala nya menggeleng lemah dengan seulas senyum nakal.


"Gak mau mamah cuma suka aja sama aroma tubuh Papah, pengein di peluk terus sama maianan burung nya aja" Balas Emil malu dengan wajah memerah.


"Hem kebiasaan gak tanggung jawab, bangunin tapi di sepelein, terus ntar di muntahin di luar gak dibolehin, mau nya apa sih Mah" Desah Hardi kesal.


"Kan udah dibilangin mau nya mainan aja ko"


Emil mengerucutkan mulut nya.


"Diihh..., emang aku boneka apa ya buat mainan doang" Hardi mengacak rambut Emil gemas, mencium bibir isteri nya lembut.


"Udah Mah mandi yuk !, keburu aku nya khilaf"


Ucap Hardi putus asa, mengambil shower membantu Emil bersuci, setelah nya membantu mengeringkan badan, melilitkan Handuk piyama dan mengangkat Emil ke ruang penyimpanan pakaian.


Setelah rapi Hardi mendudukan Emil di sofa.


"Papah mandi dulu Mah, habis itu baru kita keluar, jangan kemana-mana ! Di sini aja !"


Tiba-tiba layar televisi menyemut buram sesaat kemudian menyala lagi dan gambar yang terlihat diluar nalar Emil, nampak seorang pemuda dewasa duduk di sebuah kursi diantara hamparan taman bunga tersenyum manis ke arah nya.


"Hai cantik, selamat pagi.., senang sekali bisa melihat kecantikan alami mu yang masih fresh, bagaimana dengan perasaan mu pagi ini ?, aku harap kamu bahagia selalu"


Sapa nya dengan seulas senyum berhias lesung pipit nan indah diantara bulu-bulu halus di pinggiran kedua pipi nya.


Emil tercekat menatap tajam ke arah layar televisi tanpa berkedip, hanya seulas senyum tulus yang menghias di wajah nya.


Dan yang seperti itu saja mampu membuat hati lelaki di sebrang rumah Prasojo bergetar indah. Serupa ingin melonjak dan meloncat berlari ke arah nya jika tak diingat ada dinding pembatas diantara mereka, dinding tinggi yang tak hendak diruntuhkan nya meski begitu ingin Dia menggapai wanita sang pujaan hati, karena pada hakekat nya cinta saling menjaga meski tak memiliki.


pemuda itu menautkan jari telunjuk dan ibu jari dengan seulas senyum.


"Sa rang heo isteri orang, love you much"


Ucap nya pelan, membulat kan mata Emil dengan sempurna, menatap lelaki yang kini merubah menaut kan kedua ibu jari dan jari telunjuk nya membentuk lambang cinta.


Emil mengalihkan pandangan ke arah pintu kamar mandi dalam raut cemas, takut jika Hardi keluar tiba-tiba tanpa Dia ketahui, lalu kembali mengalihkan pandangan ke depan layar kaca.


Pemuda tampan di dalam layar kaca memberi kode kisbay, melambaikan tangan lalu layar kaca kembali menyemut dan berpindah chanel ke siaran acara drama korea sesaat sebelum Hardi membuka pintu kamar mandi, Emil bernafas lega.

__ADS_1


"Serius banget, nonton apa sih Mah ?" Selidik Hardi begitu keluar kamar mandi isteri nya fokus dengan layar kaca di hadapan nya.


"Hem seperti gadis remaja aja, masih suka nonton drama korea, pantesan kamu nambah agresif sekarang, kebawa sama alur drakor ya Mah " Ucap Hardi mencium lembut ujung rambut Emil.


Emil diam dengan wajah bersemu merah


"Kita keluar kamar sekarang aja Pah, jenuh di dalam kamar terus" Balas Emil sembari berusaha berdiri dari duduk nya di sofa. Hardi menuruti keinginan isteri nya, meraih kursi roda, mendudukan Emil di atas nya meski awal nya di tentang oleh Emil.


"Ngapain pake kursi roda ?, aku masih bisa jalan ko, berasa aku ni tekor aja" Gerutu Emil.


"Tubuh kamu masih lemah, aku gak mau isteri sama anak ku yang ada dalam perut mu kenapa-napa, nurut deh Mah demi kebaikan bersama" Mohon Hardi dengan senyum tulus.


Pada akhir nya Emil mengalah dan pasrah saat Hardi mendudukan di kursi roda lalu beranjak keluar kamar menuju sayap kiri puri dimana keluarga Emil dan tamu lain tinggal.


Daffa menyambut gembira kedatangan kedua orangtua nya terutama Mamah nya, karena sejak bertemu terakhir kali saat Emil baru datang dari rumah sakit, Dia tak diizinkan unuk ke kamar kedua orangtua nya, pun dengan Zarra dan Zahwa yang langsung menghambur ke kursi roda sang Bunda.


"Dedek abang apa kabar hari ini ?, cepetan keluar ya !, nanti mainan sama abang Daff"


Sapa Daffa sembari mengelus perut Mamah nya dengan gaya sok dewasa.


"Adek In Syaa Allah baik-baik abang" Balas Emil mengelus lembut ujung rambut putera nya.


"Kaka sama Abang sudah pada makan belum"


Sapa Emil ke anak-anak nya.


"Sudah Mah di suapin sama Titi" Balas Zarra.


"Aku du suapin sama tante Nay" Balas Daffa.


"Iya tuh Mah, adek manja banget sama Tante Nay, dari kemarin minta nya apa-apa sama Tante Nay terus" Adu Zahwa.


"Adek jangan bikin repot Tante Nay dong"


Saran Emil mengusap gemas pipi Daffa.


"Gak ko Mbak, Daffa lucu dan pintar, aku suka ko dimanjain sama keponakan yang paling ganteng" Balas Nayla tersenyum tulus.


"Aku sayang Tante" Balas Daffa mengikuti tokoh kartun anak-anak si kembar gundul dari negeri tetangga.


Tingkah Daffa membuat orang yang ada dalam ruangan tertawa bahagia.


----------------------------------------


**Maaf ya readers ku up nya gak.bisa setiap hari sekarang


Jangan lupa kasih like setelah membaca dan Vote untuk mendapat ka. rangking lagi

__ADS_1


aduh bingung deh rangking langsung terhapus begitu saja๐Ÿ˜ง๐Ÿ˜ง


Salam sayang selalu๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜**


__ADS_2