
Cekrek ! cekrek !
Kunci pintu kamar terbuka , Mas Hardi masuk ke dalam kamar membawa bungkusan dalam plastik kresek .
" Mah ! Bangun makan dulu terus minum jamu tolak angin , Papah beli di depot jamu "
Mas Hardi menepuk - nepuk bahu ku lembut .
Ku picing kan mata dan menggeliat kan badan , menatap lelaki yang telah menemani ku belasan tahun ini . Di balik sifat lembut dan kasih sayang yang di tunjukan tersimpan jiwa
jahat yang tak mampu Dia kontrol saat merasa ada yang mengusik milik nya .
" Mah..!! Kenapa Mamah pandangi Papah seperti itu..?! , Mamah marah karena tadi pintu aku kunci dari luar..?! Maaf Papah hanya ingin menjaga agar Mamah benar - benar istirahat " Ucap nya dengan penyesalan .
" Makan dulu Mah, biar Papah suapin "
Mas Hardi mengangkat tubuh ku di dudukan di sofa lalu mengmbil makanan yang di beli dan menyuapi ku dengan lembut .
" Ko beli nya cuma satu Pah, kamu sendiri gak ikut makan ?! " Tanya ku memecah hening diantara kami .
" Papah makan masakan rumah saja , kasihan Bunda sama Ibu sudah masak nanti gak kemakan " Balas nya kemudian .
" Mamah gak usah keluar dulu di kamar saja Papah temenin Mamah di dalam kamar "
Pinta nya kemudian .
" Malam ini taraweh hari pertama ramadhan kan Pah, aku ingin taraweh di masjid "
Ku tatap suami ku meminta persetujuan nya .
" Taraweh di rumah saja Mah ! lagian di masjid ribet mesti pake masker solat nya, sampai di masjid walau sudah wudhu di rumah tetap suruh cuci tangan di pintu gerbang masuk masjid " Jelas nya .
" Ribet sedikit gak masalah Pah , taraweh di masjid lebih afdol " Jelas ku .
" Tapi Mamah sedang sakit , imun Mamah sedang melemah rentan kena corona ! " Tegas nya tak mau di bantah .
Aku memilih diam tak ingin menyulut emosi nya lagi .
" Har....Nak Emil turun sebentar Ayah ingin bicara " Suara Bunda dari luar kamar .
" Baik Bun ! " Balas Mas Hardi .
" Mamah di dalam kamar saja ya ! " Perintah nya menatap ku lekat.
" Bosen Pah di kamar terus , turun ke ruang keluarga aja di larang ! aku kan cuma masuk angin biasa ! kenapa di karantina macam kena corona saja !" Sungut ku kesal dengan perlakuan berlebih nya.
" Heemm..! Mamah tuh kalau di sayang susah ya ! Sudah yuk turun tapi gak boleh keluar rumah " Balas nya terdengar sedikit kesal .
Kami turun ke bawah seluruh anggota keluarga sudah kumpul di bawah dengan keluarga Ibu ku juga, Mas Hardi mengerat kan pelukan nya di pinggang ku saat dilihat nya Erza duduk di sofa menatap kami turun dari lantai atas .
* Hem ! Kambuh lagi overprotektif nya, heran masa adikku sendiri dianggap saingan juga, kecemburuan yang gak masuk di akal . *
Bathin ku kesal .
Aku melangkah ke sofa untuk duduk di samping Ibu , Mas Hardi menarik tubuh ku menjauh , Dia duduk di sofa tunggal dan mendudukan aku di atas pangkuan nya, aku merasa risih di perlakukan seperti itu apalagi ada anak - anak juga .
" Pah..! , turunin Mamah mau duduk di sebelah Zahwa saja " Ucap ku sepelan mungkin. Aku beranjak turun dan duduk di sebelah Zahwa dan Zarra dengan memangku Daffa.
" Kaka pindah sebelah Uti atau akung sana ! Papah mau duduk di situ " Mas Hardi mengusir Zahwa dari tempat duduk nya .
" Papah lebay..! Mau nya manja sama Mamah terus ! Mamah nya bosen baru tahu rasa ! "
Sungut Zahwa turun dari duduk nya berjalan mendekat ke arah Ibu duduk di tengah antara Ibu dan Erza .
" Emang tuh Papah manja nya ngalahin adek "
__ADS_1
Timpal Zarra tersenyum meledek .
" Hem.. kalian sudah pinter mengkritik Papah sendiri ya ! , besok - besok kalau Papah jalan - jalan bertiga aja sama adek , kalian gak usah ikut ! " Ancam Mas Hardi dengan wajah kesal.
" Gak masalah kita nanti jalan - jalan nya sama Titi, akung , uty sama Om Erza,Om Eksan dan tante Hana sama Hani , lebih rame lebih seru weee..!! " Balas Zahwa .
Ayah , Bunda dan Ibu tersenyum melihat tingkah Mas Hardi dan anak - anak, Erza menyeringai dengan menggeleng kan kepala .
" Sudah ribut nya..?! " Ucap Ayah melerai putera dan cucu nya . Kami semua terdiam .
" Ayah kumpulin keluarga di sini karena Ayah mau ajak rembug, berhubung ada nya surat edaran dari pihak pemerintah anjuran untuk solat taraweh di rumah , Ayah punya rencana mau mengadakan taraweh keluarga besar kita di rumah ini , karena ruang di sini paling luas di ruang atas sebelah kamar Hardi kita solat taraweh nya di atas, untuk imam Ayah pasrahin sama Nak Erza " Jelas Ayah kemudian .
" Gimana Za ! Kamu siap jadi Imam solat jama'ah keluarga ?! " Tanya ku lembut .
Mas Hardi menjentik telapak tangan ku mengalih kan perhatian ku .
" Aku gak suka kamu menatap lembut ke lelaki lain selain aku, meski itu adik mu sekali pun " Bisik nya lirih di telinga .
Aku tercekat mendengar nya , ku alih kan perhatian menatap nya kesal , ku geleng kan kepala tak mengerti dengan kegilaan nya .
Bunda menatap lekat ke arah putera nya berdecak tak memahami perilaku nya .
" Emmm ... sudah sekarang kita siap - siap untuk melaksanakan solat isya dan taraweh berjama' ah ! Nak Eksan dan Erza tolong bantu gelar karpet di lantai atas " Pinta Ayah memecah kan kekikuan diantara kami .
" Aku ikut bantu Yah ! " Seru Hana dan Hanie .
Mereka naik ke atas ke sebelah kamar kami, menggeser sofa meletakan di depan pintu kamar yang di tempati Hana dan Hanie .
" Kamu mandi dulu sana Pah !, bau apek "
Pinta ku setelah masuk ke dalam kamar .
Mas Hardi beranjak ke depan pintu mengunci kamar lalu menyimpan kunci di saku celana.
" Biar Mamah tetap di dalam kamar sampai aku selesai mandi, gak boleh keluar kamar kecuali sama Papah " Perintah nya tegas .
" Gelo..!! " Gumam ku kesal, berasa seperti tawanan suami sendiri .
Mas Hardi tersenyum lalu masuk kamar mandi, beberapa saat kemudian kami telah siap untuk mengikuti solat jama' ah, keluar kamar berdua dengan tangan nya yang tak mau lepas menggenggam tangan ku .
" Ayuk Nak Eksan di mulai adzan nya " Pinta Ayah begitu kami keluar kamar , sementara di masjid aku dengar solat isya sedang berlangsung .
Eksan mengumandang kan Adzan dengan suara merdu nya. Kami berdiri berjejer , lelaki di bagian depan dan perempuan di belakang, Mas Hardi meminta ku untuk berdiri tepat di belakang nya .
" Sing waras ngalah Ka ! ( Yang sehat mengalah Ka ! ) " Ejek Hanie , Mas Hardi menatap Hanie kesal dengan mata nya yang membulat lebar .
Ibu menepuk pundak Hanie lembut .
" Sudah kita mau ibadah ! , jangan memulai keributan " Pinta Ibu lembut .
Solat jama' ah berlangsung khusyu, usai solat Mas Hardi kembali menarik ku masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu melarang aku keluar kamar tanpa seizin dari nya . Aku hanya pasrah dengan perlakuan suami ku yang kembali kambuh kegilaan nya.
Pukul tiga lebih limabelas menit pintu kamar ku di ketuk oleh Bunda .
" Hardi....! Nak Emil sahur...! " Suara Bunda membangun kan kami .
" Nggeh Bun sekedaap ! " Balas ku dari dalam kamar. .
" Pah bangun sudah waktu sahur ...Pah ! "
ku guncang pelan badan Mas Hardi beberapa kali , Dia memincing kan mata menggeliat lalu meraih tubuh ku kembali memeluk nya .
" Pah...!! ih... suruh sahur ko ngajak tidur lagi !
Ayo bangun nanti keburu imsak " Sungut ku kesal, aku lepas kan pelukan nya lalu beranjak ke kamar mandi mencuci muka dan menarik Mas Hardi yang kembali terlelap.
__ADS_1
" Pinjam kunci nya Pah ! Aku mau turun sahur di bawah " Pinta. ku dengan nada sedikit tinggi.
" Kamu sedang sakit gak usah puasa ! " Tegas nya dengan mata yang masih tertutup .
" Aku sehat Mas ! dan puasa Ramadhan itu wajib ! " Balas ku .
Mas Hardi membuka mata , duduk di atas tempat tidur sesaat lalu beranjak ke kamar mandi mencuci muka, dengan langkah sedikit gontai menggenggam tangan ku , membuka kunci kamar dan beranjak turun menuju ruang makan .
Sesampai di bawah tak kudapati Ibu dan adik - adik ku .Bunda memberitahu sebelum aku bertanya .
" Ibu sama adik - adik nak Emil sahur di rumah sebrang, semalam memberitahu Bunda kalau Ibu sudah masak untuk makan sahur " Jelas Bunda .
Ku balas dengan senyum dan anggukan kepala pelan .
" Mungkin Ibu gak enak hati kalau harus numpang makan terus " Balas ku lirih .
" Syukur kalau mereka menyadari " Ucap Mas Hardi pelan tapi cukup membuat ku merasa tersakiti .
" Hardi kamu itu ngomong apa ..?!, selama ini Ibu Nak Emil juga ikut membeli belanjaan kami cuma memasak nya bersama ! " Balas Bunda marah .
" Kaya nya kamu gak suka ya Mas keluarga ku ada di sini " Sungut kesal .
" Pagi - pagi sudah bikin ribut ! Dasar anak manja " Sungut Hanie kesal .
" Diam kamu anak kecil ! " Hardik Mas Hardi .
Aku beranjak keluar menuju rumah sebrang tak ku hirau kan teriakan suami ku memanggil nama ku .
" Mah...! kembali gak kamu..! Emil... !! Kembai..!! " Hardik nya dengan nada tinggi .
Mas Hardi berlari mengejar ku, Ayah mencekal tangan nya .
Tok..! tok..! tok.. !
" Assallamuallaikum Bu...! " Panggil ku .
" Waallaikumsallam... " Balas Eksan dari dalam rumah .
" Sudah sahur Dek ?! " Tanya ku .
" Barusan selesai Mbak !" Balas nya.
Aku melangkah masuk , menghampiri Ibu yang sedang meminum susu khusus penderita diabet .
" Ibu sudah sahur ?! " Tanya ku lembut bergayut memeluk nya .
" Sudah barusan selesai , Kamu sudah sahur Nok " Ibu balik bertanya .
" Baru sedikit , Ibu masak apa ?! " Tanya ku .
" Loh ko sedikit nanti siang cepat lapar gimana !" Tanya Ibu .
" Ribut sama Mas Hardi ya Mbak ?! " Tanya Erza keluar dari kamar nya menghentikan aktifitas tadarus nya .
" Besok Ibu sama adik - adik mu mau pulang, sudah terlalu lama di sini gak enak sama mertua mu " Jelas Ibu tiba - tiba , aku terkejut di buat nya , ada rasa gak rela berjauhan dengan Ibu dan adik - adik ku lagi .
-------------+---------
**Haiii readers terimakasih untuk kesetiaan pada karya.ku
jangan lupa kasih semangat author dengan meninggal kan kesan berupa like dan komen
Alhamdulillah kalau ada yang berkenan memberi vote
love you allππ**
__ADS_1