
Mobil Mas Hardi memasuki gerbang kantor ku menuju area parkir khusus karyawan, mobil dinas ku pun terparkir nyaman di sana.
Seperti biasa Mas Hardi tak mengizin kan siapa pun membuka pintu mobil untuk ku , selalu Dia yang melakukan semua nya dan berjalan mengantar ku sambil memegang tangan ku tanpa peduli tatapan di sekitar nya.
Saat masuk ke dalam kantor lewat pintu samping , pintu khusus karyawan ku lihat pelayanan sudah di mulai, nasabah yang akan melakukan transaksi pun sudah duduk rapi aesuai peraturan baru .
" Mah aku ke proyek masih sejam lagi , boleh gak kalau nunggu di ruangan Mamah aja "
Pinta Mas Hardi penuh harap . Ku anggukan kepala sembari tersenyum .
Nadia berdiri saat melihat ku masuk , lalu berjalan ke pintu membukakan pintu ruangan. Aku melangkah masuk diikuti oleh Mas Hardi, aku duduk di kursi ku memeriksa berkas yang sudah menumpuk di depan ku, Mas Hardi duduk di sofa sibuk dengan gadget nya, sesekali Dia menatap ku.., tapi ada yang aneh dari tatapan nya kali ini, ada sorot sendu yang tak bisa kupahami kenapa dan mengapa .
Sejam kemudian pukul 09.30 Wib , Mas Hardi menerima telefon pemberitahuan jika Taufan sudah menunggu di lantai satu , Dia meminta Taufan untuk menunggu nya sebentar .
Mas Hardi berjalan ke pintu mengunci nya, lalu menghampiri ku duduk di meja tepat di depan ku, menatap masih dengan pancaran aneh, lalu mendekat kan wajah dan mencium bibir ku lumayan lama, beralih mencium kening, meraba mata, hidung bangir ku, pipi dan membelai kepala ku yang tertutup hijab lembut, lalu menangkup kan kedua tangan nya di sisi wajah ku.
" Aku akan sangat merindukan wajah ini "
Gumam nya tersenyum sangat manis .
Aku terpaku di buat nya, tak kupahami dengan gejolak yang membahana dalam hati ku.
* Jangan pergi ! * Bisik ku tetiba dalam hati , ingin ku ucap kan namun mulut ku serasa terkunci.
" Mah.., Papah pergi dulu " Pamit nya singkat.
mencium kening ku penuh perasaan .
Mas Hardi melangkah kan kaki nya menjauh dari ku , sesaat aku terpaku menatap punggung nya berjalan perlahan menjauh dari ku, * tubuh atletis itu akan sangat ku rindukan * Gumam ku lagi dalam hati .
Saat Mas Hardi membuka kunci pintu aku tersadar dari lamunan ku dan berjalan cepat mengikuti langkah nya, mengantar sampai ke area parkir karyawan , ku lihat Taufan sudah menunggu di sana ngobrol dengan satpam .
Mas Hardi kembali mencium kening ku , membelai kepala ku dengan tatapan sendu.
Ku cium punggung tangan nya lama penuh perasaan sekedar mengurangi resah yang menyergap hati .
" E'heemm.., setelah rujuk tambah mesra aja ya, bikin baper nih ! " Seloroh Taufan .
Aku tersipu malu menutupi nya dengan senyuman seramah yang ku bisa .
Mas Hardi masuk ke dalam mobil, kali ini Taufan yang memegang kemudi . Melambai kan tangan ke arah ku dengan senyum yang sangat ku rindu kan. Ku tatap mobil Mas Hardi hingga keluar gerbang dan tak terlihat dari pandangan , baru aku melangkah masuk, naik ke lantai atas , menyelesai kan pekerjaan yang tadi ku tinggal kan .
Selepas Mas Hardi pergi aku masih mencium wangi aroma tubuh nya, ku hirup dan kuresapi dalam jiwa . Saat waktu makan siang pintu ruangan ku terketuk , Nadia masuk dengan seorang kurir membawakan makan siang ku yang di pesan oleh Mas Hardi dari rumah makan padang, lewat gofood .
Setelah kurir dan Nadia berlalu dari hadapan , ku tatap kotak Nasi berisi masakan khas padang lengkap dengan keripik paru. Entah mengapa airmata ku menitik mendapat perhatian suami ku seperti ini .
Tiiinnnggg !!
Sebuah notifikasi Whats Up dari Suami ku
__ADS_1
# Selamat menikmati hidangan makan siang wanita tercantik ku .., harus di habisin ya !
maaf gak bisa menemani makan bareng ,
Semoga Mamah suka dengan menu pilihan ku.., Love you forever 😘😍Suami tercinta #
Setetes kristal bening mengalir di pipi ku,
hati ku tercekat membaca pesan nya .
trriiinngggtttraannnggtiting !
Suara panggilan vidcall dari suami ku . Aku geser gambar ikon video ke atas .
" Assallamuallaikum Mamah cantik sudah di makan kiriman dari Papah ..?! " Tanya Mas Hardi dari sebrang sambungan, ku lihat Mas Hardi berada di daerah perbukitan bersama beberapa orang - orang berbaju adat dan pekerja proyek .
" Waallaikumsalam Mas ku yang manis.., terimakasih sudah pilih menu untuk Mamah, ini baru mau di makan.. thanks Pah sudah jadi suami the best " Balas ku dengan senyum terbaik yang ku bisa , lega melihat Mas Hardi baik - baik saja di area proyek .
" Ya sudah Mamah makan saja dulu.., Papah mau lanjutin rembug sama pemuka adat di sini.. bye honey love you muaaacchhh ! "
Suara Mas Hardi terdengar merdu dari arah sana, tak di hirau kan nya seloroh Taufan dan bawahan nya yang lain .
" Love you too Pah Muaacchhh , Saranghee !! " Balas ku menyilangkan jari jempol dan jari telunjuk ku , membentuk lambang cinta.
Mas Hardi tersenyum sangat bahagia, ku nikmati senyum suami ku hingga sambungan terputus .
Usai pelayanan dan memeriksa pemasukan serta pengeluaran hari ini , aku yang merasa kelelahan merebahkan tubuh di sandaran kursi hingga tanpa sadar aku terlelap dalam buaian mimpi .
Dalam mimpi ,aku melihat Mas Hardi berjalan menjauh dari ku di gandeng seorang wanita yang tak ku kenal dan aku hanya bisa menatap nya menjauh dari ku tanpa mampu mencegah apalagi meraih nya untuk kembali kepada ku . Lalu ketiga anak ku berlari mengejar Mas Hardi menarik nya menjauh dari wanita itu , ketiga anak ku di hempas kan oleh wanita itu, aku berlari meraih ketiga anak ku bersamaan dengan itu sebuah bah besar menerjang kami .
" Bu...! Bu Emil...! , bangun Bu sudah sore , Ibu tidak pulang..? ! " Nadia menepuk bahu ku lembut membangun kan ku , menyadar kan dari mimpi buruk ku .
Ku kerjap kan mata menahan perih yang menyesak dalam hati . Keringat ku mengucur deras membasahi seragam ku meski temperatur dalam ruanagan ku berada di 18° Celcius , wajah ku pias terbayang apa yang terjadi dalam lelap ku tadi .
" Ibu mimpi buruk..?! " Tanya Nadia cemas,. menatap ku dalam keadaan bingung, mengambil kotak tisue di sodor kan ke arah ku .
Tok..! tok.. ! tok.. !
Pintu di ketuk dari luar , Nadia melangkah ke pintu membuka nya, ku lihat Arif berdiri dj depan pintu lalu berjalan masuk bersama Nadia, raut Arif malah terlihat lebih cemas menatap ke arah ku .
" Maaf Bu ! Ini kunci mobil Ibu " Arif menyerah kan kunci mobil brio ku .
Aku meraih nya , melihat waktu di arloji ku.
Sudah jam 16.30 Wib , sudah sesore ini, aku tertidur lumayan lama rupa nya .
" Saya pulang dulu Mbak Nadia, maaf tadi menunggu saya lama ya ?! " Tanya ku pelan.
" Aghh..., enggak ko Bu, kebetulan juga saya masih ada kerjaan, selamat jalan Bu, hati - hati di jalan " Balas Nadia .
__ADS_1
" Mari Mas Arif saya pulang dulu, terimakasih sudah merawat mobil saya " Pamit ku pada bawahan ku .
" Sama - sama Bu , saya yang terimakasih sudah di beri izin menggunakan mobil Ibu "
Balas Arif tergagap . Aku balas dengan senyum manis lalu beranjak keluar ruangan menuju parkiran di lantai bawah .
Ku lajukan mobil menembus jalanan kota yang lengang, dingin menyergap tubuh ku. aku sengaja mematikan Ac mobil dan membuka sedikit jendela untuk mendapat udara segar dari luar .
Sesampai di depan kompleks rumah ku, ketiga anakku yang sedang bermain di taman bersama Eksan dan Bik Ratmi berlarian menyambut ku , mereka naik ke dalam mobil untuk pulang ke rumah bersama ku .
Ku masukan mobil ke dalam parkir rumah dinas ku yang kosong tanpa mobil Mas Hardi, saat memasuki halaman rumah Mas Hardi tak ku lihat mobil Ayah di garasi.
" Assallamuallaikum... Bunda .., Ibu "
Sapa ku kepada kedua Ibu ku, mencium tangan mereka satu persatu . Ku lihat mata Bunda sembab dan wajah Ibu juga terlihat sendu menatap ke arah ku .
" Waallaikumsalam.., kamu sudah solat Ashar Nok..?! " Tanya Ibu sangat hati - hati .
" Belum Bu, Emil mau mandi dulu baru solat , keringatan lengket badan ku " Balas ku .
" Ya sudah sana mandi, solat terus turun sini ngobrol dengan kami jangan di dalam kamar terus " Balas Ibu masih menatap ku dengan wajah sendu.
" Nggeh Bu ! " Balas ku lalu naik ke atas menuju kamar , ku rebah kan tubuh ku sesaat, masih ada aroma wangi tubuh Mas Hardi yang tertinggal di atas tempat tidur kami .
Deg..!
Rasa kangen menyeruak. menusuk dalam relung jiwa ku, ingin sekali vidcall dengan suami ku sekedar melepas kangen . Tapi melihat jarum jam di dinding ku urungkan keinginan menelfon Mas Hardi, aku masuk
ke dalam.kamar mandi, mengambil wudhu lalu melaksanakan solat ashar yang mendekti habis waktu nya . Usai solat aku baru mandi mengganti pakaian dengan kaos oblong milik Mas Hardi yang sedikit kebesaran ku kenakan dan kulot semata kaki .
Entah mengapa saat melihat kaos oblong maroon milik Mas Hardi aku tergelitik ingin mengenakan nya. Ku langkah kan kaki turun untuk berkumpul dengan anggota keluarga lain .
Baru selangkah aku menuruni anak tangga
ku dengar isakan Bunda dengan suara telefon di sebrang . * Bunda telefon dengan siapa ya ?!, ada kabar apa hingga membuat Beliau terisak * Gumam ku dalam hati.
Aku berjalan turun melangkah ke depan tak ingin Bunda melihat ku sempat menguping pembicaraan nya di telefon karena bisa di anggap tak sopan .
Ku hampiri Ibu dan Eksan yang sedang memperhatikan ketiga anak ku bermain di teras . Deegg ! , ku lihat mata Ibu dan Eksan sembab juga serupa habis menangis .
Dan perasaan tak menentu menyergap relung jiwa ku, rasa nya ingin menjerit tapi tak mampu, entah rasa apa ini yang menohok ke dalam hati ku .
----------------------------------
Terimakasih untuk readers yang masih meluangkan waktu membaca karya ku dan terutama yang menjadikan sebagai bacaan favorit
Tolong jangan lupa beri author semangat dengan Like komen dan vote🙏
Love you all😘
__ADS_1