
Salah kaprah bener ora lumrah . Anak tulah bapak kepradah ,
mungkin itu pepatah yang tepat untuk situasi yang sedang terjadi .
Dan ketakutan yang menghantui ku benar terjadi saat ini dimana perang antara keluarga Hartawan dan keluarga Prasojo bukan hanya terjadi di pengadilan pun dalam lini bisnis, saat mereka saling berusaha menjatuh kan , dimana mereka mempunyai kekuatan yang hampir sama .
Hari ini kami menjalani sidang pertama kali dalam kasus penculikan dan penyekapan yang di alami suami ku .
Dua perusahaan besar yang awal nya saling mendukung pada akhir nya saling berseteru atas nama cinta , kedua nya merasa berada pada pihak yang benar tak ada yang mau mengalah.
Sukma menatap ku tajam dari tempat duduk nya di sebelah deretan pengacara yang di bayar untuk membebas kan nya , saat aku memberi kesaksian atas peristiwa itu.
" Saudara saksi coba jelas kan darimana Anda mengetahui korban masih hidup "
Tanya jaksa penuntut .
' Dari keyakinan saya sendiri dari mimpi dalam setiap tidur , sebelum bencana alam terjadi dan suami saya menghilang saya sudah memimpikan nya terlebih dulu, begitu pun sebelum saya menemukan kembali suami saya di dalam sebuah rumah dalam penyekapan saya sering bermimpi suami saya memanggil meminta pertolongan di dalam sebuah rumah kelam " Jelas ku panjang lebar .
" Dasar cenayang !!, Dukun rupa nya kamu ! pantas A" Hardi mudah sekali berpaling kepada mu, kamu mantrai Dia kan..!! "
Sukma teriak memaki ku .
" Saudara pelaku bisa kah Anda diam !, bisakah Anda mengikuti tata tertib dalam ruang sidang ! jika tidak silah kan keluar dari ruangan ini ! " Peringatan keras dari hakim .
Sukma terdiam namun sorot nya masih di penuhi oleh amarah dan kebencian .
Aku berusaha tegar , aku tak mau terlihat lemah di hadapan mereka , seperti yang di katakan Mas Hardi selama ini, jangan menjadi orang lemah nanti kau akan di injak .
" Sejak kapan Anda meyakini bahwa korban masih hidup dan berada di suatu tempat ! "
Tanya jaksa penuntut lagi .
" Sejak pihak terkait mengeluarkan surat pernyataan bahwa suami saya dinyatakan meninggal dalam musibah bencana tersebut "
Balas ku tenang dan percaya diri .
" Saudara saksi bagaimana Anda meyakini bahwa korban di culik dan di sekap oleh pelaku sementara antara pelaku dan korban mempunyai hubungan khusus dalam tanda kutip " Tanya lawyer dari pihak Sukma.
" Hubungan tanda kutip yang bagaimana dan seperti apa yang Anda maksud ! " Tanya ku setenang mungkin menahan emosi menutupi dengan senyuman .
" Jauh sebelum Anda masuk dalam kehidupan korban mereka adalah sepasang kekasih yang hendak bertunangan sampai Anda menjadi orang ketiga tapi di belakang Anda mereka masih menjalin hubungan kekasih " Jelas seorang lawyer lain dengan seringai mengejek kepada ku .
" Interupsi Pak Ketua kami keberatan dengan pertanyaan pihak pelaku yang menjerumus kepada fitnah " Ucap Lawyer dari pihak kami.
" Interupsi di terima mohon pihak pelaku tidak memberi pernyataan atau pertanyaan yang dapat menimbulakan opini publik ! "
Peringatan keras pihak hakim .
" Anda punya bukti jika suami saya sebelum menikah dengan saya adalah kekasih dari pelaku ?! dan apakah Anda punya bukti kedekatan diantara mereka setelah kami menikah ?! " Tanya ku masih dengan nada tenang , ku ulas senyum kemenangan kepada mereka yang tergagap dengan pertanyaan ku.
Tiga puluh menit aku duduk di kursi saksi dengan pertanyaan ysng seringkali menyudut kan ku yang di lontar kan oleh pihak pembela Sukma dan orangtua nya .
" Saudara saksi kesaksian untuk Anda hari ini cukup, silah kan kembali ke kursi Anda ! "
Ucap seorang hakim wanita ramah, menatap ku dengan sorot iba .
__ADS_1
Aku berdiri dari kursi saksi , membungkukan badan memberi hormat pada hakim lalu membalikan badan kembali ke deretan kursi penonton, ada keluarga Mas Hardi dan keluarga ku di sana .
" Sing sabar nok ! becik ketitik olo ketoro sing salah yo bakal seleh nek curang akhire mlebu jurang ( Yang sabar Nak ! , kebenaran akan terlihat kesalahan pasti ketahuan yang salah akan menerima aib kalau curang akan masuk ke dalam jurang * pepatah jawa* ) "
Ibu menghibur ku, melindungi ku dalam dekapan hangat nya .
" Minum ini dulu Nduk buat ngademin ati "
Bunda menyodor kan satu jer minuman orange jus with milk dingin yang di bawa dari rumah.
" Maturnuwun Bun ! " Balas ku meraih jer minuman dari Bunda lalu menyesap nya hingga tinggal separuh.
Ceesss !! , rasa segar menyelimuti dada ku begitu minuman itu masuk ke dalam tenggorokan, tak kusadari jalan nya sidang sedikit banyak menguras emosi dan tenaga ku terutama otak dan fikiran ku yang tanpa sengaja terintimidasi oleh pertanyaan dari pihak Sukma .
Beberapa menit kemudian sidang berakhir, Mas Hardi berjalan cepat ke arah ku begitu sidang berakhir , memeluk ku sangat erat .
" Terimakasih Mah !, tak ku sangka kamu setegar ini mampu menunjukan kekuatan mu, Papah makin sayang sama Mamah "
Ucap nya lembut mendekap ku dalam dada bidang nya , menciumi ujung rambut ku penuh perasaan.
Hakim wanita yang tadi menatap ku iba masih bediri di kursi nya menatap perilaku Mas Hardi kepada ku . detik berikut nya Dia tersenyum simpul .
Di luar ruang sidang kami bertemu dengan Pak Hartawan beserta rombongan pembela bayaran nya , menatap ku sinis seperti tatapan kucing bertemu dengan tikus .
" Tunggu saja kehancuran kalian "
Bisik nya pelan hampir tak terdengar di dekat.bahu sebelah kiri ku .
" Jangan takabur Pak ! di atas langit masih ada langit , saya tidak takut dengan ancaman Anda, saya masih punya pelindung hakiki Allah Azza Wajalla penentu segala nya "
Balas ku dengan senyum ramah .
" Kita lihat saja siapa yang akan hancur terlebih dahulu ! " Balas.Mas Hardi dengan sorot tajam menyeringai ke arah nya .
Pak Hartawan berlalu pergi dengan langkah angkuh nya di dampingi pengawal bayaran .
* Tuhan betapa besar nya pengaruh dan kekuatan cinta itu, karena cinta sebuah keluarga terjalin erat tapi karena cinta pula sebuah persahabatan berseteru * Bathin ku miris , ku pejam kan mata menahan sakit yang menyelinap dalam relung jiwa .
Mas Hardi mengerat kan tangan nya yang melingkar di pinggang ku , berjalan keluar pengadilan menuju parkiran .
************
Sampai di rumah Bunda uring - uringan marah sekali dengan pembelaan dari pihak Sukma yang memojokan anak dan menantu nya , seolah kami penyebab Dia nekad .
" Gak tahu malu banget itu perempuan sudah di tolak dari dulu, ko sekarang bilang nya mereka dulu sepasang kekasih noyang hampir tunangan terus di khianati anak menantu ku ,
lah perempuan ko ngemis cinta gitu "
Geram Bunda kesal .
" Har..! Ayah pengin kamu jujur , selama ini apa kamu memang punya hubungan sama Sukma di belakang kami ?! , apa kamu selingkuh dengan nya tanpa sepengetahuan keluarga mu , Ayah lihat dulu kalian dekat ! "
Selidik Ayah dengan tatapan tajam .
" Demi Tuhan aku tidak seburuk itu Yah ! silah kan Ayah tanyakan saja sama Taufan yang lebih tahu kedekatan aku dengan nya ! Di hati ku satu - satu nya wanita dalam hidup ku cuma Emil " Balas Mas Hardi menahan emosi.
__ADS_1
" Laa... terus kenapa kamu dulu suka kasar sama Emil ?!, jangan bilang itu karena pengaruh perempuan itu ya ! " Cecar Bunda.
" Bun..!!, apa sih kenapa harus membuka masa lalu buruk ?!, kenapa mengungkit nya ?! Bunda senang ya kalau anak mu ini nanti di jauhi isteri nya lagi ! " Mas Hardi terlihat mulai merasa gerah dengan pertanyaan orabahkan nongtua nya.
" Bukan nya Bunda mau mengungkit , selama ini kita cuma dibuat bingung dengan perilaku kamu ! " Jelas Bunda lagi .
" Dulu aku kasar ke Emil karena aku selalu dibuat cemburu dan tersakiti sama isteri ku sendiri ! Aku sudah memberikan segala nya ke Dia , jiwa raga ku tapi di hati nya masih menyimpan mantan nya yang sudah mati itu, waktu itu Emil belum bisa menerima aku seutuh nya , aku cuma punya raga nya , tubuh nya tapi tidak dengan hati nya " Jelas Mas Hardi pelan dengan nada sendu .
Deg..!!! Ada rasa perih menyelusup dalam relung jiwa ku atas kejujuran suami ku . mata ku bergayut mendung, hampir saja tetes hujan airmata tumpah, Mas Hardi melihat perubahan di rona wajah ku, Dia meraih tubuh ku dan mendekap nya ke dalam dada bidang nya . hangat terasa.
" Maaf kan Papah Mah ! " Bisik nya lembut di telinga , ku geleng kan kepala pelan .
" Aku yang seharus nya minta maaf Pah , maaf atas kebodohan ku yang tak pandai melihat kebesaran dan ketulusan cinta mu "
Balas ku dengan suara terbata diantara isakan yang tertahan .
Ayah, Bunda dan Ibu ikut meneteskan airmata haru , Erza menundukan kepala dalam .
" Sudah Mah , gak usah mengingat masa lalu , kita tatap aja masa depan yang akan kita lalui,
Love you my wife.. " Ucap nya lagi .
" Eheemm .., nyadar kali di sini masih ada jombo, jangan memgotori fikiran kami kenapa " Goda Hanie mencairkan suana, melihat pemandangan sendu diantara kami .
Seisi keluarga tersenyum mendengar kelakar Hanie.
" Maka nya sana cari pasangan !, kalian kan juga sudah waktu nya untuk menimang anak ! " Balas Mas Hardi dengan nada tinggi yang di buat - buat .
" Cariin ogh.. ! Sebagai kaka laki - laki yang baik harus ikut memikir kan jodoh adik nya "
Balas Hanie memainkan kedua kelopak mata nya di kedip - kedip kan .
" Tuh di sebelah ada bujang lapuk , coba sana deketin siapa tahu Dia mau, daripada terusan mikirin isteri orang " Balas Mas Hardi tersenyum menggoda.
" Iihhhh.., gak level banget ketuaan !, mending juga di jodohin sama Ka Erza , aku mau ! "
Balas nya malu - malu.
Erza membelalakan mata nya mendengar ucapan Hanie yang tak terkontrol.
" Ka Erza punya aku ! Awas kalau kamu berani menggoda ! " Balas Hana kesal menempel kan tubuh nye lebih dekat ke Erza hingga yang di tempel salah tingkah, memerah wajah nya seperti kepiting rebus .
Ayah dan Bunda tercengang mendengar pengakuan anak kembar nya tentang persaan mereka ke satu lelaki .
" Tuhan Dunia sesempit ini ..?! Lah moso Bunda punya besan satu orang tok gitu ?!, kalian ko kaka beradik selera nya bisa satu keluarga ki piye..?! " Balas Bunda menggeleng kan kepala sambil mengelus dada nya .
------------------------------------
Haiii readers terimakasih untuk kesetiaan nya meluangkan waktu membaca karya ku.
Jangan lupa mampir di novel ku yang lain
"SENANDUNG RINDU " sdh up ke eps 3.
di tunggu kedatangan nya lie komen dan vote nya
__ADS_1
terimakasih
love you allππ