
Selepas Maghrib Akmal dan Emran datang dengan keluarga mereka dan di belakang nya tetangga dekat Ibu pun mengunjungi ku, salah satu nya Bulik Ros dan Bu Ustadzah Hanun beserta suami nya Ustadz Saliim.
Beliau memimpin do'a bersama untuk kesembuhan ku .Malam ini aku bahagia dan merasa banyak yang menyayangi dengan kehadiran keluarga , saudara, tetangga dan kerabat .
Kebahagiaan ku pun kian lengkap saat Mbak Aisha , Ibu nya, Ainun dan saudara Mas Nano yang lain pun datang menjenguk ku. Aku menangis mendengar kabar Ayah Mas Nano telah di panggil oleh Allah juga sehari setelah aku di rawat di rumah sakit terkena serangan jantung saat mendengar kabar perahu mesin satu - aatu nya tempat Beliau mencari nafkah tenggelam di hantam gelombang saat di pake suami Mbak Aisha, beruntung Mas Tarno suami Mbak Aisha hanya cedera ringan dan di selamat kan oleh nelayan lain .
Aku dan Mbak Aisha saling menguat kan diri, terbesit keinginan untuk membantu meringan kan beban keluarga Mas Nano, aku punya tabungan hasil kerja ku yang tersimpan di Bank tempat ku bekerja tanpa sepengetahuan Mas Hardi, sengaja untuk jaga - jaga jika suatu saat aku berpisah dengan nya minimal aku sudah punya bekal untuk hidup ku.
Meski aku tak pernah punya niatan untuk bercerai atau meninggal kan suami ku namun aku merasa harus memiliki persiapan sendiri.
Aku ingin membicara kan nya nanti dengn Erza , Dia pasti tahu harga perahu mesin .
Tak berselang lama pengunjung satu persatu pulang meninggal kan ku kembali hanya berdua dengan Mas Hardi .
" Mas.. " panggil ku pelan
" Heemm.. kenapa Mah " Mas Hardi berdiri di depan ku .
" Cukur bulu di wajah Mas " Pinta ku tegas.
" Mamah bantuin nyukur yah, kan biasa nya di rumah juga Mamah yang suka bantu bersihin wajah Papah " Mas hardi tersenyum .
" Memang alat cukur nya ada..?! " Tanya ku.
Mas Hardi beranjak jalan ke meja depan sofa mengambil tas kecil yang di taruh di sana .
" Ada nih !, tadi Hani tak suruh bawain ambil di rumah " Mas Hardi menyerah kan tas nya, ku ambil weeks dari dalam nya lalu ku semprot merata di jambang dan janggut nya.
Dengan hati - hati aku mulai mencukur bulu - bulu yang tumbuh di sekitar wajah Mas Hardi hingga bersih, ku cukur juga kumis nya , aku paling tidak suka wajah Mas Hardi yang di penuhi oleh bulu, kumis sekali pun, karena membuat wajah nya terlihat kusam dan berkesan lebih tua dari usia sebenar nya .
__ADS_1
Selesai di cukur, Mas Hardi membersih kan muka nya di wastafel kamar mandi dan keluar hanya mengenakan boxer , mendekat ke arah ku dengan gaya di buat semanis mungkin .
" Gimana Mah tampilan pangeran mu.. "
Di main kan nya bola mata menggoda ku .
Aku yang sedang bedebar sejak Dia keluar kamar mandi mencibir nya.
" Apa an sih Mas kebiasaan iigh tiap keluar kamar mandi pasti cuma junior nya aja yang di tutup , ini rumah sakit Mas bukan di rumah kalau tiba - tiba ada yang masuk gimana.?!, kalau cowok sih gak masalah ya tapi kalau yang masuk suster atau dokter perempuan ..?
Seneng banget sih ngumbar aurat..!! "
Hatrdik ku kesal .
Mas Hardi melirik nakal sambil tersenyum.
" Tenang sayang aku sudah antisipasi lah, pintu sudah aku kunci dari Mamah mau nyukur tadi , kalau di rumah juga kan Papah selalu kunci pintu kamar lebih dulu sebelum mandi " Elak nya dengan ekspresi polos .
" Gimana Mah.., sudah tampan kan..? " Mata nya menatap ku lekat menembus hingga ke lubuk hati menghadir kan desiran aneh .
Aku tersenyum menenangkan gejolak yang menghentak menyesakan jiwa . Mas Hardi meraih dagu ku, di cium nya seluruh wajah penuh perasaan menghembus kan uap panas menggelitik kewanitaan ku .
" Mah kamu itu cinta pertama dan terakhir ku, sedari remaja aku selalu menekan rasa suka ku kepada setiap wanita., ada ketakutan dalam hat, mereka mendekati ku karena uang ku, jabatan dan nama besar orangtua ku bukan tulus mencintai ku, sedari remaja aku punya perasaan minder dengan wajah yang tak setampan Ayah, meski aku tutupi dengan tampilan trendi aku tetap merasa rendah diri "
Mas Hardi menarik nafas lalu menghembus kan nya pelan .
" Sewaktu Ayah bilang mau kenalin anak gadis teman nya terus Beliau tunjukan foto kamu yang di dapat dari sahabat nya, entah mengapa aku berdebar hanya dengan melihat foto mu saja, waktu itu Ayah belum cerita jika Mamah sedang menjalani ta'aruf dengan seorang lelaki. Pertamakali Papah bertemu Mamah sempat terbersit rasa takut juga jika Mamah sama seperti wanita lain yang gila harta dan kekuasaan , Ayah meyakin kan ku Mamah bukan wanita serupa itu , tampilan sederhana dengan kecantikan wajah alami tanpa mike up bukti jika Mamah bukan gadis matre " Mas Hardi menatap ku lekat lalu mencium kening ku lama.
" Aku jatuh cinta pada pandangan pertama sejak melihat senyum mu, setiap saat selalu terbayang wajah ini, mata bulat dengan manik coklat keabuan , bulu lentik , hidung bangir nan lancip , bibir sensual dengan belahan bagian bawah dan senyum manis dengan lesung pipit nan indah. membuat mu terlihat sempurna untuk ku . Sejak saat itu aku terobsesi untuk memiliki mu selama nya.
__ADS_1
Saat Ayah cerita kau sudah memiliki kekasih dan sedang menjalani ta' aruf aku tak peduli, ku fikir sebelum ada janur melengkung di depan rumah mu masih ada kesempatan dan jalan untuk memiliki mu " Di rengkuh nya tubuh ku dalam dekapan dada bidang nya , harum aroma khas nya menyentak hasrat ku.
Kulingkar kan tangan ku di pinggang atletis, Wajah Mas Hardi memang biasa - biasa saja, tak tampan pun tak buruk rupa, namun tubuh atletis dan harum aroma tubuh nya mampu menyentak kewanitaan ku. Dan aku tak pernah menuntut kesempurnaan dari nya ,
Aku hanya tak suka dengan sikap posesif yang menjadikan Dia serupa monster saat amarah menguasi jiwa nya, keegoisan yang
diperlihat kan untuk menutupi ketidak sukaan nya setiap kali ada lelaki lain yang memuji ku.
Selama menikah Dia memanjakan ku dengan kemewahan, dalam keadaan semarah apa pun Mas Hardi tak pernah meninggal kan ku, tak pernah pergi tanpa izin , selalu memberi kabar di mana pun berada dan tanpa ku minta pun Dia akan membelikan kebutuhan wanita yang sedang ngetrend , terkadang itu yang membuat iri teman ku yang lain.
Mas Hardi tak pernah malu memperlihat kan perasaan cinta dan sayang nya di depan orang lain, di hadapan karyawan , suplier , rekan bisnis maupun teman alumni sekolah .
Satu hal yang pasti setiap kali kemarahan nya memuncak hanya akan mereda dengan mencumbu dan berakhir dengan bercinta .
Mas Hardi sangat kecanduan dengan tubuh ku, hanya melihat ku berhias pun seringkali menumbuh kan hasrat nya untuk bercinta .
Kami biasa melakukan nya kapan pun dan dimana pun Dia mengingin kan.
Saat dalam perjalanan jauh seringkali kami singgah di hotel terdekat yang kami lewati hanya untuk memuaskan hasrat yang tak pernah bisa di bendung pun saat aku sedang halangan aku tetap memuas kan tanpa memasukan milik nya.
Dia sangat memanjakan ku dalam hal urusan rumah , tak pernah membiar kan ku berkutat dengan pekerjaan rumah, kalau pun mau ada acara di rumah Mas Hardi lebih memilih membayar orang untuk membantu Yu Inah atau meminjam pembantu Bunda , untuk makanan pun ., Mas Hardi tak meminta ku harus masak sendiri , seringkali memilih memesan dari katering atau rumah makan .
Yang di tuntut oleh nya hanya kesiapan ku untuk memenuhi hasrat bercinta nya , kapan pun di mana pun, saat kami sama - sama di kantor tetiba Dia ingin aku harus siap untuk
di jemput dan kami tak selalu melakukan nya di rumah, terkadang di kantor di ruang kerja Mas Hardi pun kami sering bercinta .
Seringkali tumbuh pertanyaan dalam benak ku , bagaimana Dia menjaga stamina di saat pekerjaan yang menuntut energi lebih pun Mas Hardi masih memiliki waktu untuk bercinta . Pernah kupertanya kan hal ini pada nya dan jawaban nya ,Mas Hardi justeru akan kehilangan semangat jika keinginan nya untuk mencumbu ku tak terpenuhi , Emosi nya akan berubah tak stabil hingga membuat kosentrasi buyar jika hasrat nya menyentuh milik ku tak tercapai .
Selelah apa pun , sebenci apa pun aku dengan perilaku kasar nya , aku tak pernah menolak keinginan nya bercinta walau aku
__ADS_1
tak menikmati nya hanya kepura - puraan
saja untuk meredakan emosi Mas Hardi .