
Pagi hari nya Erza menghubungi ku minta bertemu di rumah makan pinggiran kota .
" Ku mohon datang sendiri Mbak , dan jangan beritahu siapa pun , aku ingin kita bicara berdua saja " Suara Erza di sebrang sambungan telefon .
" Eemmm Mbak harus cari alasan apa sama Mas Hardi , kalau bilang mau ketemu kamu pasti minta ikut , kalau Mbak pergi diam - diam bakalan jadi heboh gak ya " Balas ku mencari solusi untuk bisa bertemu adik ku.
" Susah ya Mbak punya suami Bucin ! "
Balas Erza gamang .
" Kalau Mbak ajak Ibu atau Eksan gimana Za ! biar mudah kan cari alasan nya " Pinta ku .
" Aku cuma pengin ngobrol berdua sama Mbak " Nada Erza sedikit kecewa .
" Mmm nanti Mbak coba minta pengertian sama Mas Hardi , nanti tak kabari lagi ya "
Jawab ku.
" Iya Mbak ! Secepat nya aku tunggu "
Harap Erza .
" Telefonan sama siapa Mah ?! "
Suara Mas Hardi mengejutkan ku, Dia menatap dengan sorot curiga .
" Erza Pah , Dia ingin ketemu sama Mamah berdua saja ,tidak boleh kasih tahu sama yang lain juga, ada hal yang ingin disampai kan ke Mamah " Jelas ku tak mau berbohong pada suami ku .
" Harus kah ...?! " Tanya nya lagi dengan sorot keraguan .
" Erza terbiasa seperti it dari kita remaja, jika ada masalah atau sesuatu hal terbiasa mengungkap kan nya ke aku " Balas ku lagi mencoba meminta pengertian nya .
" Kalian adik kaka ko aneh " Suara Mas Hardi dalam seperti menekan pada sesuatu hal .
" Aneh yang seperti apa maksud mu Pah ?! "
Tanya ku tak mengerti jalan fikiran nya .
" Sedari aku mendekati mu dulu , Dia yang seperti membentengi ku untuk mendekat, begitu aku menikahi kamu Dia kabur ke luar negeri , kamu masuk rumah sakit tiba - tiba saja pulang bertingkah mesra sampai orang lain mengira kalian selingkuhan sampai aku menghilang pun Dia yang selalu ada bersama terus sekarang ada yang jujur suka sama Dia , malah kabur , mau nya adik mu itu apa sih ?!, kalau Dia gak suka sama kembar , takut di jodoh kan tinggal bilang terus terang saja ! kenapa mesti pake kabur segala ! "
Nada suara Mas Hardi mulai tersulut emosi .
" Maaf Pah , aku mengenal Dia lebih dari siapa pun , Erza memang dekat dengan ku dan semua adik ku memang dekat dengan ku, karena aku kaka perempuan satu - satu nya yang mereka miliki , terus salah nya dimana ya pah ?! " Tanya ku mencoba untuk tidak terbawa suasan hati Mas Hardi yang kurasa sedang tersulut cemburu .
Mengheran kan sekali jika sama adik kandung ku pun suami ku cemburu , aneh rasa nya dengan tingkat kenarsisan nya .
" Aku tahu keluarga kalian sangat erat dan saling mendukung , tapi perilaku Erza sama kamu itu beda Mah ! " Ucap nya lagi .
Aku menatap ke dalam manik mata nya jelas ku lihat goresan api cemburu terpatik .
" Kamu cemburu sama Erza Mas ..?! , adik kandung ku loh..! Kami sedarah ! Satu bapak Satu Ibu ! Kamu fikir kami menjalani hubungan inses gitu..?!! " Aku mendesah kesal, kecewa dan amarah bersatu .
Benar - benar tak mampu ku fahami jalan fikiran nya , bagaimana Dia bisa mencurigai
adikku memiliki perasaan sebagai lelaki kepada aku kakak perempuan nya .
Mas Hardi menunduk meredakan emosi nya melihat sinar kemarahan di wajah, ku paling kan wajah ku dari nya lalu beranjak pergi keluar dari balkon kamar turun ke bawah masuk ke dalam rumah di sebrang . Dia menatap ku dari atas balkon tanpa melakukan apapun .
Aku masuk ke dalam ruang tengah merebah kan tubuh ku di atas bed kecil depan telivisi, ku bemam kan wajah ku ke dalam bantal .
Setetes kristal bening menetes . Aku tahu ada yang aneh dari sorot mata nya setiap kali Dia melihat ku bersama Erza ,.sudah ku rasakan itu sedari dulu tapi mendengar kejujuran nya hari ini tentang kecurigaan dan kecemburuan nya kepada adik ku rasa nya sangat menyakit kan , sangat melukai perasaan ku .
__ADS_1
" Ada apa Nok..! , kamu bertengkar dengan suami mu .?! " Tanya Ibu yang mengikuti ku saat melihat aku turun dari lantai atas dengan mata memerah menahan kecewa .
Aku menghambur ke dalam pelukan Ibu , mencari kedamaian dalam hangat pelukan nya . Ibu membelai rambut ku lembut .
Tiiinggg !!
Sebuah notifikasi whats up masuk . Ku buka ternyata pesan dari suami ku .
' Papah kasih izin Mamah ketemu Erza tapi gak boleh lama - lama ! '
' Terimakasih Pah ! aku berangkat sekarang '
" Bu Emil mau keluar sebentar tolong titip anak - anak " Pinta pada.Ibu .
" Kamu mau kemana ?! sama siapa ?! " Ibu menatap ku dengan sorot menyelidik .
" Emil mau menemui Erza sendirian , itu permintaan Dia , ada yang ingin Dia bicara kan berdua dengan ku " Balas ku jujur .
" Kamu sudah minta izin sama suami mu ,?! "
Tanya Ibu lagi, ku anggukan kepala menjawab
pertanyaan Ibu .
" Suami mu kasih izin ?! "
" Tadi nya tidak Bu , tapi tadi Mas Hardi mengirim pesan memberi izin Emil menemui Erza "
" Ooohhh.., jadi itu yang membuat kalian ribut barusan ? " Selidik Ibu.lagi . Aku hanya tersenyum membalas nya, tanpa ingin menceritakan kecemburuan suami ku .
" Kamu ke sana nya mau pake apa , diantar suami mu.., ?! "
" Gak bu , kalau Emil boleh pinjam mobil Mas Hardi ya aku pake kalau gak boleh naik ojek aja " Jelas ku .
" Nggeh Bu !, nanti Emil sampaikan sama Erza , Emil pamit " Balas ku .
Aku beranjak keluar dari rumah masuk ke dalam dan naik ke atas kamar .
" Kebiasaan hobi nya kabur ! , gak kaka , gak adek sama aja kalau marah terus main kabur aja ! " Hardik Mas Hardi begitu aku sampai di dalam kamar .
Aku duduk di sofa diam tanpa sepatah kata pun , dongkol rasa nya , tadi bilang mbolehin aku nemui Erza , malah sekarang balik marah lagi, mau nya apa sih sebenar nya ni orang .
" Jangan jadi patung gitu kenapa sih Mah ! "
Ucap Mas Hardi beranjak mendekat .
" Ni kunci mobil nya , pake ini !, aku kasih waktu sebelum makan siang harus sudah di rumah " Perintah nya . Mas Hardi berdiri menyodor kan kunci ke arah ku .
" Aku mau pake gojek atau taksi online aja ! "
Balas ku datar .
" Hem begitu..?! , diantar suami gak boleh karena permintaan adek datang sendiri, terus di kasih kunci mobil uncptuk jalan sendiri malah mau pake ojek ?! , biar bisa nempelin badan ke abang gojek gitu ?! " Dengus nya kesal , nada nya tersirat kecemburuan .
* Ya Allah... , ni orang gampang banget cemburuan nya , masa naik ojek aja cemburu, gila apa aku mau selingkuh sama abang gojek * Bathin ku kesal .
" Terserah kamu mau ngomong apa , yang ada di fikiran Papah itu cuma curiga aja, suudzon tanpa alasan ! " Balas ku mulai tersulut emosi .
" Terus aku harus berfikir seperti apa coba !
Kamu itu isteri ku , tapi kamu lebih dengar perkataan adik mu di banding aku suami mu, apa sih salah nya kalau aku nemani isteri menemui adik nya ! " Mas Hardi menatap tajam ke dalam manik mata ku .
__ADS_1
" Gak salah Pah kalau Erza tidak memohon dengan sangat agar aku datang sendiri ! , sebelum kamu kenal aku, sebelum kita menikah orang yang jadi tempat Dia berkeluh, tempat Dia menceritakan segala masalah nya itu aku !, karena aku kaka perempuan yang Dia punya , dan sekarang Dia membutuh kan tempat untuk berbagi kesah , apa salah kalau aku menyedia kan waktu sendiri untuk nya ?! "
Jelas ku menekan nada agar Mas Hardi terbuka fikiran nya .
" Aku izin kan kamu menemui adik mu tapi aku tidak izin kan kamu naik kendaraan umum apalagi naik ojek ! " Nada Mas Hardi masih penuh tekanan .
" Aku tidak mau badan isteri ku di tempel atau menempel pada lelaki lain, apalagi kalau naik nya ojek , pas ojek nya ngerem mendadak gunung kembar mu nempel ke punggung Dia " Mas Hardi meraih tangan ku , memamdang ku lembut .
" Pake mobil Papah saja Mah , jangan bikin Papah frustasi menahan curiga " Pinta nya., kali ini tekanan suara nya lebih lembut .
Ku anggukan kepala pelan menerima perintah nya, aku beranjak ke meja rias , mengganti baju dengan gamis yang lebih syr'i dengan hijab yang lebih turun ke bawah sampai menutup bagian perut ku .
" Mamah Pergi dulu Pah ! " Pamit ku .
Mas Hardi menatap ku lama, menggenggam tangan ku erat .
" Kenapa harus secantik ini sih Mah ! " Ucap nya dengan nada seakan tak rela .
" Cantik pake apa sih Pah ?! , pake bedak juga enggak ko , Mamah cuma pake daycream sama lipsblam , hanya untuk melindungi dari sinar matahari saja ! "
" Heemm.. ! , tapi kamu memang cantik sih Mah meski tanpa mike up sekali pun, dan Papah gak rela banget orang lain menikmati kecantikan isteri ku " Ucap nya dengan tatapan tak lepas dari wajah ku .
" Ya Sudah mulai besok kalau keluar Mamah pake cadar , biar cuma mata Mamah saja yang terlihat ! " Balas ku datar .
" Kalau pergi nya sama Papah gak usah pake cadar , kalau ada yang berani menatap mu biar aku yang nutupin mata nya ! "
Balas nya lembut .
" Iiiihhhh.... segitu nya ntar di bilang bucin loh ! " Ucap ku .
" Biar bucin sama isteri nya sendiri juga ! "
Mas Hardi tersenyum, meraih dagu ku lalu ******* bibir ku lembut agak lama .
" Sangu dari Papah sebelum pergi " Bisik nya di telinga mendesah lembut .
Wajah ku merona merah mendapat perlakuan nya yang tak pernah berubah .
" Naaackaalll.. !! " Ucap ku malu - malu , ku pukul dada bidang nya lembut .
" Tapi kamu suka kan..?! Kamu menikmati kenakalan ku hihihiii .. ! " Balas Mas Hardi mengedip kan sebelah mata nya , membut wajah ku kian merona .
" Sudah Pah..! Mamah pergi dulu ya ! "
Aku keluar kamar turun ke bawah dengan Mas Hardi mendampingi ku, beruntung nya sampai di bawah sepi jadi aku tak perlu menjelas kan kepada kedua mertua ku .
Aku berjalan ke garasi rumah di sebrang di temani oleh Mas Hardi membuka kan pintu menyala kan mesin mobil, lalu mengeluarkan dari garasi hingga posisi menghadap ke jalan keluar kompleks .
--------------------------------
**Hai reader ada yang kangen author gak..?!
Maaf ya dua hari gak up ada sesuatu hal yang memaksa author tidak bisa kosentrasi
Jangan lupa tinggal kan kesan berupa like , komen dan hadiah vote nya juga ya !
Terimakasih untuk kesetiaan pada karyanku
jangan lupa mampir di
# SENANDUNG RINDU #
__ADS_1
LOVE U ALLππ**