
Aku terbangun oleh guncangan lembut Mak siti satu jam sebelum imsak .
" Nona bangun sudah waktu nya sahur "
Ucap pelan Mak Siti, ku lihat Beliau masih mengenakan mukena seperti nya selesai solat tahajud .
Ku geliat kan badan , mengerjap mata sesaat lalu beranjak duduk di tepian tempat tidur .
" Nona ! Mamak ada keperluan di rumah sebentar , kebetulan Tuan Muda sedang terlelap di kamar nya paling juga bangun esok hari , Mamak mau pulang sebentar bisakah rahasia kan ini dari Tuan Muda..?! Aku pulang kembali selepas subuh " Pinta nya dengan sorot memohon.
" Baik lah Mak , pergi saja nanti kalau Bang Nio tanya aku bisa cari alasan biar Mamak gak kena salah " Balas ku lembut meyakin kan nya agar tak merasa bersalah .
" Terimakasih Nona ! Mak nanti mampir pantri buat minta pelayan antar makanan , kau tak apa kan santap sahur sendiri di kamar ?! "
Tanya Mak Siti lagi .
" Tidak.apa - apa Mak ! santai aja, sudah Mamak lekas pergi " Pinta ku .
Mak siti berjalan keluar kamar ku dengan mengendap, untung nya pengawal pun tertidur lelap di kursi . Dari jauh aku lihat Erza datang membawa nampan makanan. sesampai di depan pintu aku beri kode Dia agar masuk kamar ku .
" Kamu sudah sahur Za ?! " Tanya ku setelah kami berada di dalam kamar .
" Sudah Mbak ! Ayuk di makan dulu makanan nya nanti keburur dingin " Pinta Erza . Ku anggukan kepala ,membuka tudung saji dan mulai menyantap nasi lemak dengan lauk Ayam goreng dan terong balado .
" Mak siti kemana Mbak ?! " Selidik Erza .
" Dia ada keperluan dengan keluarga nya Za "
Jelas ku .
" Ko pergi nya sepetang ini ..? " Selidik nya
" Ambil kesempatan Bang Nio terlelap, so kalau bangun kan gak di kasih izin Dia "
Jelas ku .
" Oh.., Mbak kita pergi dari sini sekarang gimana..?! , mumpung penjagaan sedang longgar " Usul nya .
Aku terdiam memikir kan banyak hal .
" Terlalu beresiko Za ! " Balas ku .
Erza mengerut kan kening tands tak mengerti jalan fikiran ku .
" Kalau Mbak pergi saat ini rasa nya Mbak jadi orang yang sangat egois hanya mementing kan diri sendiri , tidak memikir kan yang lain ,
Mak Siti misal nya , Dia kasih kepercayaan sama Mbak , memohon untuk diizinkan pulang untuk menengok orangtua nya yang sakit , kalau Mbak pergi saat ini, orang yang akan mendapat hukuman pertamakali pasti Beliau , kedua Tengku teman mu itu, kalau aku pergi sama kamu , terus Antonio tahu penyamaran mu , Beliau pasti akan kena hukuman dari nya juga, Kamu pasti sudah dengar sepak terjang nya di dunia hitam .
Aku takut mereka berdua yang akan jadi tumbal pengganti ku. Kita selamat nyawa mereka yang melayang " Jelas ku panjang lebar meminta pengertian adik ku .
Erza terdiam , memejam kan mata nya sambil mendesah pelan.
" Hati mu terbuat dari apa Mbak..?! Nyawa mu dalam bahaya tapi saat kau punya kesempatan masih saja memikir kan nyawa orang lain . Suami mu selalu menyakiti mu tapi kau masih saja menghormati nya . Kenapa kita harus terlahir sebagai saudara kandung ?! " Dengus nya masih dengan mata terpejam .
" Jangan seperti ini Za ! Tetap lah menjadi adik ku yang membanggakan " Pinta ku dengan nada sedih mengetahui apa yang ada dalam fikiran dan benak Erza .
" Istigfar Za ..!! Jangan jadi umat yang tak pandai mensyukuri nikmat ! " Pinta ku lagi .
" Astagfirullahal'adziiimmm..." Ucap Erza berulangkali.
Drt...drt..drrtt...
Ponsel Erza bergetar . Di lihat nya sesaat lalu menunjukan layar ke arah ku .
" Singa manja mu dari semalam nanyain terus bikin kesel aja " Ketus Erza .
" Terima aja Za " Perintah ku . Erza menggeser tombol hijau ke atas .
__ADS_1
" Hallo Za.. kamu sudah ketemu Emil pagi ini belum..? Dia sudah makan sahur belum..! Za tolong lah kamu cari tahu keadaan Mbak mu itu , ponsel nya masih belum aktif dari semalam " Suara Mas Hardi dari sambungan telefon tedengar cemas , Erza sengaja melodspeaker ponsel nya .
Erza mengangsur kan ponsel ke arah ku .
" Heeemmm.... ngapain masih perhatian , kasih aja sana sama si hakim kesayangan ! "
Jawab ku kesal .
" Mah... ! Ko bisa kalian ada bersama "
Ucap nya bernada kesal .
Mas Hardi mengubah panggilan menjadi vidcall, aku menggeser nya .
" Sedang apa kalian berduaan di dalam kamar ..?! Gak mungkin kumbang hitam yang nempatin kalian ..,!! " Mata nya melotot melihat aku dan Erza duduk di sofa berdua .
" Erza menyamar jadi pelayan dapur sedang kirim santap sahur untuk ku ...kenapa memang masalah buat mu ?! " Tanya ku sedikit kesal .
" Masalah jelas dong..! Kalian cuma berduaan di situ , kalau ada setan ikut nimbrung gimana..?! " Dengus nya dengan suara gelisah.
" Jalan fikiran mu tuh yang pendek, cepat ambil kesimpulan buruk ! Kami gak serendah apa yang ada dalam otak mu ! Kami saudara sekandung dan lagi ini bulan Ramadhan sehina nya aku masih bisa menjaga iman , In Syaa Allah " Balas ku sengit , membalikan ucapan nya saat telefon semalam tadi .
" Besok aku akan ke sana ke tempat kumbang hitam, aku mau jemput kamu !! Apa pun yang terjadi aku harus bisa bawa kamu pulang ! "
Gigi nya bergemeretak menahan kesal .
" Terserah kamu ! Kalau terjadi hal buruk jangan salah kan aku " Sergah ku .
" Kaya nya kamu nyaman banget ya di sana , apalagi sekarang ada adek kesayangan ! sebenar nya kamu itu beneran di culik..?! Apa jangan - jangan kamu sengaja lari dari ku untuk bisa bersama kumbang hitam dengan pura - pura di culik..,?! Haahh kenapa Dia memperlakukan mu seistimewa itu " Wajah Mas Hardi menunjukan raut kesal .
" Kamu fikir aku pemain sinetron yang bisa akting seperti itu ?! Sana kamu tanya kan sendiri sama Antonio kenapa Dia perlakukan aku istimewa menurut mu . Aku jelasin seperti apa pun mana mau kamu percaya " Dengus ku kesal .
" Sudah lah aku mau solat subuh sudsh Adzan ngladeni kamu lama - lama emosi "
Ku kembalikan ponsel ke Erza .
Pintu kamar ku di ketuk dari luar .
" Za kamu sembunyi di belakang pintu , aku mau lihat dulu di luar ada siapa " Pinta ku setengah berbisik .Erza menurut berdiri di sudut pintu .
Aku beranjak ke pintu membuka nya sedikit .
Antonio berdiri tepat di hadapan pintu , aku berusaha mengendalikan diri agar tak terlihat gugup di hadapan nya .
" Iya Bang , ada apa ya ?! " Tanya ku pura - pura bodoh .
" Kau sudah sahur kah ?! " Tanya Dia lembut .
" Sudah Bang , ini kan sudah masuk waktu subuh , aku mau solat subuh " Balas ku .
" Oh ya sudah , aku tadi ketiduran , ku fikir pelayan pantri lupa kirim makan sahur "
Balas nya memastikan .
" Aku mau solat dulu bang " Jelas ku .
" Ya .., aku pun nak tidur lagi " Balas nya , lalu beranjak masuk ke dalam kamar nya .
" Za cepat kau keluar bawa baki nya kalau kepergok bisa beralasan ambil baki kotor "
Pinta ku .
Erza menurut perintah ku, diambil nya baki lalu keluar kamar , kuikuti dari belakang memastikan jika ada yang melihat nya .
Sepi , erza beranjak keluar dengan santai nya.
Ku tutup kembali pintu mengunci nya dari dalam , beranjak ke kamar mandi untuk melaksanakan solat subuh.
__ADS_1
Mak Siti kembali saat mentari mulai menampakan wajah elok nya di ufuk timur.
Tok ! tok ! tok.!
" Nona tolong buka pintu nya ! " Panggil nya pelan .
Aku melangkah keluar membuka pintu , Mak Siti berdiri dengan nafas masih tersengal .
" Mak kenapa..?! " Tanya ku cemas .
" Indok tadi tu di luar gerbang belakang dekat pantai kamarin kito ke sana , nampakTuan arab tu duduk Dia di atas batu , pandangan nya tajam kali kemari " Jelas Mak siti setelah sampai di dalam kamar .
" Lelaki arab yang kemarin Mak ?! Bersama pengawal nya..?! " Tanya ku memastikan .
" Indak, tadi Mak lihat duduk sendiri sajo , tak pake gamis macam kemarin, Dia kenakan celana jeans dengan jaket kulit dan kacamata hitam " Jelas Mak Siti .
" Bagaimana Mamak yakin itu lelaki arab yang kemarin ?! Barangkali orang lain Mak ! "
Bantah ku mematah kan keyakinan Mak Siti.
" Mak masih ingat betul wajah nya Nona "
Tegas Mak Siti .
Aku beranjak keluar menuju balkon , pandangan ku terhalang oleh sinar mentari pagi, sekilas ku lihat seorang lelaki duduk di atas batu yang kemarin aku tempati tapi aku tidak bisa memastikan siapa Dia , karena jarak yang lumayan jauh dan tertutup bias sinar mentari pagi .
" Mbak Emil.. !! " Suara yang sangat ku kenal memanggil nama ku dari bawah .
Ku alih kan pandangan ke bawah, Erza di bawah balkon berdiri mengenakan baju olahraga , memberi kode jika ada Mas Hardi di luar pagar menanti ku .
* Gila tu orang berani sekali mendatangi kandang macan tanpa pengawal * Bathin ku cemas mengkhawatir kan keselamatan nya .
Erza beranjak keluar pagar, membuka dan menutup nya sangat berhati - hati , berlarian kecil mendekat ke arah Mas Hardi , ku lihat dari jauh mereka berbincang , entah apa yang mereka obrol kan .
Mak Siti masih sibuk membersih kan kamar , Antonio pun seperti nya masih tertidur pulas usai mabuk semalam bersama kawanan nya.
Drrt drrt
Ponsel ku bergetar , sengaja ku mode silent.
' Pagi Mamah Emil kesayangan ! Papah tungguin dari selepas subuh juga baru keluar sekarang ! kangen pake banget tahu ! ".
Sebuah notifikasi pesan kiriman dari Mas Hardi .
Drrt drrt drrt
' Jangan tundukan kepala.., tengoklah kemari biar kunikmati wajah mu meski samar '.
Kiriman pesan dari nya lagi .
Ku angkat kepala ku menatap nya dari atas balkon , Mas Hardi berdiri di atas batu , melambaikan tangan lalu merubah menaut kan kedua jari telunjuk dan jempol nya membentuk simbol cinta .
Aku tersenyum melihat tingkah nya yang terkadang masih kekanakan . Pengawal berumur sepantaran Ayah yang kemarin bersama nya lari tergopoh - gopoh mendekat ke arah Mas Hardi , lalu menarik nya menjauh dari sana .
' Papah pergi dulu sayang ! Kawanan kumbang hitam sudah terbangun ! Jaga diri baik - baik ' . Kiriman pesan dari nya .
Erza kembali memasuki pagar yang telah kembali di jaga oleh pengawal . Ku lihat Dia sempat berdebat dengan penjaga pintu pagar , beruntung seorang lelaki paruh baya bertubuh gempal yang belakangan ku ketahui kepala pelayan Tengku Abdallah memberithu jika Erza tamu kehormatan Tengku .
Dengan kostum olahraga yang Erza kenakan mereka mempercayai jika Dia sedang joging .
-------------------------------
Terimakasih untuk semua pembaca yang setia menanti up date novel ini hingga saat ini, Jangan lupa pencet tombol like setelah membaca nya dan beri vote untuk penyemangat author .
Jangan lupa mampir di karya yang ini juga
Senandung Rindu . di tunggu kedatangan , like dan vote .
__ADS_1
Salam sayang untuk semua😘💕