
Hardi berjalan dengan pengawalan ketat, di samping lima orang yang bersama nya di beberapa titik strategis telah di tempat kan sniper profesional dari kesatuan sekuritas bawah tanah prasojo yang siap siaga dengan senapan mereka tanpa sepengetahaun Hardi .
" Aku hampir saja memberi pesan kepada Emil dengan kehadiran ku di sini , andai saja penciuman si kumbang brengsek tak tajam "
Kesal Hardi sesaampai Dia di dalam mobil .
" Bersabar lah Bos ! Akan tiba saat nya Anda merebut kembali Nyonya dari tangan kumbang hitam, untuk saat ini kita pelajari dulu medan di sini untuk mengatur strategi selanjut nya ! " Nasihat Kapten Andreas .
" Izin kan aku di sini sesaat lagi , aku masih belum puas melepas rindu , meski hanya mampu menatap nya dari jauh , setidak nya sedikit mengurangi rasa rindu ku "
Mohon Hardi dengan tatapan sendu ke depan ke arah dimana Emil duduk termenung dengan di temani oleh Mak siti dan cut meuthia dalam pengawalan orang - orang kumbang hitam .
Menjelang maghrib Emil baru beranjak masuk ke dalam panthouse dengan pengawalan Antonio di belakang nya . Hardi dan rombongan pun beranjak meninggal kan Danau Luh Tawar kembali menuju villa yang menjadi tempat tinggal nya sementara ini .
---------------------------------
Emil Pov !
Aku terbangun saat suara adzan dzuhur berkumandang indah dari pengeras suara di masjid dekat tempat aku berada sekarang .
Barusan aku mimpi bertemu dengan Mas Hardi di sekitaran sini , Dia menatap ku lembut dengan wajah sendu penuh kerinduan.
* Mengapa aku memimpikan suami ku berada dekat di sini ..?! Hanya sekedar bunga tidur saja kah karena aku mencemaskan keselamatan ketiga anak ku ,?! Atau memang Mas Hardi berada di daerah sini dalam suatu tempat ?! Bukan nya selama ini Antonio menyebut Mas Hardi sebagai singa prasojo dan mereka melarikan ku kemari karena kedatangan singa prasojo di tempat penyekapan, apa mungkin Mas Hardi sampai kemari untuk menyelamat kan ku .?! *
Bathin ku penuh tanya dalam hati .
Aku segera mengambil air wudhu untuk menjalan kan solat dzuhur setelah iqomah berkumandang di masjid .
Saat sedang berdzikir , Mak Siti memberitahu akan kedatangan puteri pemuka adat Cut Meuthia yang berkunjung untuk berteman dengan ku .
" Nona ada puteri pemuka adat di ruang tengah lantai bawah berkunjung untuk menemui Anda " Mak siti memberitahu dengan nada hormat .
" Benar kah..?! Cut Meuthia ada kemari Mak ?! " Tanya ku antusias dengan senyum terkembang setidak nya aku takkan merasa terlalu kesepian , ada teman untuk ku bicara untuk mengalih kan sejenak kerinduan ku pada ketiga putera ku dan keluarga ku yang lain .
" Nona mengenal puteri pemuka adat .,,?! pantas saja Dia kemari untuk bertemu ternyata sudah saling kaling kenal ! "
Senyum Mak siti mengembang.
" Kami berkenalan di masjid tadi pagi saat solat subuh berjama'ah " Balas ku .
" Syukur lah.., Cut Meuthia anak yang baik , Nona jadi tidak kesepian jika sudah berteman dengan nya " Balas Mak Siti .
Tok..! tok..! tok...!
Pintu kamar kami di ketuk dari luar , Mak siti berjalan ke arah pintu membuka nya .
" Assallamuallaikum Ka Emil " Sapa seorang gadis cantik muncul dari balik pintu .
" Waallaikumussallam... " Balas ku kemudian melepas mukena dan menyambut nya .
__ADS_1
" Wah kamar Ka Emil bagus sekali , besar lagi.. , andai aku punya kamar seluas ini "
Ucap nya takjub mengedar kan pandangan menyapu setiap sudut dalam ruangan ini .
Aku membalas nya dengan senyuman ramah.
" Ka Emil tidak takut tidur sendirian di kamar seluas ini..? " Dia menatap ku lekat dengan lembut . Ku geleng kan kepala pelan .
" Tidak karena kaka tidur berdua dengan Mak Siti dan lagi di rumah kaka di jawa sana pun kamar nya seluas ini " Jelas ku ramah .
" Wah... berarti kaka memang berasl dari keluarga konglomerat ya " Balas nya takjub .
Aku hanya tersenyum merasa geli dengan tingkah gadis di depan ku yang membulat kan mata penuh saat di lihat nya televisi terpajang di dinding sangat besar untuk ukuran Dia .
* Yang kaya suami ku dek ! Mertua ku, kalau aku lahir dari keluarga sederhana * Bathin ku.
* Dan karena kekayaan merekalah aku sampai terkurung di negeri orang yang tak pernah ku rambah sebelum nya * Gumam ku perih .
" Ka Emil..?! Kenapa melamun... ?! Kaka merindukan kampung halaman ?! " Ucap nya menyentuh telapak tangan ku lembut .
Ku anggukan kepala dengan wajah sendu .
" Wah padahal baru tadi pagi kaka sampai sini tapi sudah merindukan kampung halaman , pasti karena di jawa itu lebih ramai ya Ka ! Bamyak pusat perbelanjaan besar dan mewah, tidak seperti di sini sepi " Tanya Dia lagi masih dengan pandangan takjub tersirat di mata nya yang polos dan lugu .
" Dek Cut Meuthia seperti nya kenal dekat dengan bang Nio ?! " Selidik ku .
" Ooohhh.. " Jawab ku tersenyum simpul .
" Bang Nio itu , sedari remaja yang Cut tahu orang nya pendiam dan selalu terlihat dingin ke siapa pun dan lagi Dia juga jarang ada di sini , lebih sering di luar negeri dengan kedua orangtua nya , sejak Bunda nya meninggal setahun lalu Bang Nio jadi lebih sering di sini " Jelas nya panjang lebar .
" Kita ngobrol di luar sana saja yuk " Ajak ku menarik tangan nya keluar menuju balkon .
* Wah... , pemandangan Luh Tawar dari ataa sini indah sekali..!!! " Ucap nya takjub saat kami telah sampai di balkon dan beridiri dengan bersandar pagar besi , selanjut kami larut dalam percakapan antar perempuan .
Dari setiap kata yang terucap aku merasa kan jika Cut menganggumi Antonio di luar pengetahuan nya tentang pekerjaan Antonio sebenar nya .
Aku berfikir bagaimana nanti jika Dia mengetahui pekerjaan Antonio sebagai pimpinan kelompok pembunuh berdarah dingin , akan kah Dia tetap menyimpan kekaguman dan sorot cinta di mata nya ..?!.
Gadis sebaik dan secantik Dia mengapa harus memilih cinta pada orang yang salah .
Saat kami asyik berbincang ku lihat ada rombongan dengan seseorang yang menatap lekat ke arah kami dan dorongan dalam hati ku begitu kuat ingin mendekati mereka .
" Mak siti tolong sampai kan bang Nio , aku mau turun ke bawah ingin melihat pemandangan Danau lebih dekat " Pinta ku pada nya .
" Baik Nona akan saya sampai kan pada Tuan " Balas nya , lalu Mak Siti beranjak keluar untuk menemui Antonio .Tak berapa lama Mak Siti kembali masuk .
" Silah kan Nona sudah di tunggu Tuan muda untuk turun ke bawah " Ucap Mak Siti .
" Baik.. Terimakasih " Balas ku antusias dengan senyum terkembang . Ku tarik tangan Cut Meuthia untuk ikut turun ke bawah ke Danau .
__ADS_1
Begitu pintu terbuka Antonio sudah menunggu bersama beberapa pengawal .
Tiga orang pengawal berjalan di depan membawa alat pancing, aku di belakang mereka berjalan di tengah di apit oleh Cut Meuthia dan Mak Siti sedang Antonio dan dua pengawal lain berjalan di belakang ku .
Kami turun ke lantai satu terus ke luar lewat pintu samping sampai di teras kami berjalan di taman samping yang luas dengan pagar tinggi menjulsng , di sana ada sebuah pintu berlapis yang terbuat dari besi .
Seorang pengawal membuka pintu besi dan kami beranjak keluar pintu yang mengarah langsung ke kawasan Danau Luh Tawar .
Mereka berada lima puluh meteran dari pintu tempat ku keluar tadi .
" Ah .. , itu ada keponakan Mamak , lama kita tak jumpa boleh kah kita ke sana Nona ?! "
Pinta Mak Siti kepada.ku dan lebih di tunjukan kepada Antonio .
" Ayulah Mak kita ke sana " Balas ku dan di luar dugaan Bang Nio tak melarang nya .
" Pak Zaenun apa kabar..?! " Sapa Mak Siti dengan nada riang .
" Ah...Mak siti ! Alhamdullillah kabar baik ! Lama tak jumpa bagaimana pula kabar Mak Siti ! Bagaimana kabar Rizal..?! " Balas lelaki yang di panggil Zaenun dengan wajah berbinar.
" Alhamdulillah kabar baik ! Salam buat Nyonya Noer dan Tuan Rasyid " Basa basi Mak Siti.
Lekaki di samping Pak Zaenun yang mengenakan pakaian arab lengkap plus kacamata hitam menatap lekat ke arah ku .
Deg..!! Jantung ku berdebar saat bersitatap. meski mata nya tertutup kacamata hitam tapi aku merasa ada getaran aneh saat aku memandang wajah nya yang terasa tak asing.
" Emila .." Ku baca dari gerakan mulut nya Dia memanggil nama ku .Bagaimana lelaki arab itu mengenal nama ku..,?! Rasa penasaran ku memaksa diri mendekat ke arah nya .
Angin berhembus sepoi menyegar kan jiwa nan merana. wusss..!! Aku tercekat mencium bau lelaki itu..
* Mas Hardi..?! lelaki itu suami ku yang sedang menyamar ! aku meyakini itu, aku selalu mengenali bau suami ku dalam keadaan apa pun dalam kostum apa pun *
Bathin ku antara gembira dan berdebar .
Dia tersenyum ke arah ku menaikan kacamata ke atas wajah nya , ada sorot kerinduan yang begitu dalam di mata nya.
Mata Hitam yang selalu menatap ku penuh cinta itu sangat aku kenali .
Aku tersenyum bahagia berharap Dia mendekat dan menarik ku seperti biasa nya ketika aku sedang berbicara dengan lelaki lain dan Dia terbakar cemburu .
Seorang lelaki bertubuh tinggi besar, berwajah sangar merapat ke arah nya membisikan sesuatu lalu menarik nya pergi, aku kecewa di buat nya .
Mas Hardi sudah tidak peduli pada ku lagi kah..?!. tapi kenapa sorot mata nya memendam rindu masih sama seperti dulu .
Apa karena si wanita hakim itu telah mencuri hati Mas Hardi hingga Dia tak perduli dengan ku yang berada di sarang penculik ..?,.lantas untuk apa Dia kemari dengan menyamar pula.
Aku terdiam dengan jutaan rasa berkecamuk dalam jiwa dalam ribuan pertanyaan dan fikiran berdebat dalam otak ku .
*** Bersambung.....
__ADS_1