
Aku terbangun menjelang sore di bed khusus penunggu pasien dalam kamar perawatan Mas Hardi, ku pincing kan mata , menggeliat kan badan menghilang kan rasa kantuk dan lelah setelah semalam tak tidur. kemudian ingatan ku pulih, bukan kah tadi aku tertidur di ruang tunggu kamar operasi ? , Bagaimana aku bisa berada di sini ?.
" Sudah bangun Mah..! lapar gak Mamah belum makan dari tadi pagi " Aku terbangun dari lamunan ku oleh suara lembut Mas Hardi yang sudah duduk di samping ku.
" Mas.., operasi nya sudah selesai ? , sejak kapan ?, maaf Mamah ketiduran " Sesal ku .
" Iya Papah tahu wajah Mamah terlihat sangat lelah karena nya gak tega bangunin, semalam Mamah gak tidur ya mengintai Sukma sama lelaki itu siapa nama nya ... Zaki ! " Mas Hardi menatap ku lembut lantas mendarat kan bibir nya mencium penuh perasaan .
" Manis .." Senyum Mas Hardi mengembang .
" Madu kali manis " Balas ku merona merah.
" Bibir Mamah lebih manis dari madu bikin gemes pengen mengulum nya terus " Goda nya dengan desahan manja .
" Bucin ..hahahahaa " Ku alih kan pandangan menatap langit kamar , Mas Hardi mencubit hidung ku hingga memerah .
Aku angkat tubuh ku duduk bersandar dinding , masih sedikit terasa pusing , Mas Hardi beranjak berjalan menopang tubuh nya dengan kruk di sebelah kiri , mengambil kotak nasi di atas meja dan menghampiri ku lagi .
" Makan Mah ! ,Papah suapin ya " Seulas senyum tersungging di wajah nya , diambil nya sesendok nasi dengan lauk daging rendang dan keripik paru . Deg !! aku teringat hari itu saat Mas Hardi menghilang setelah megirimi ku makanan serupa ini .
" Kenapa Mah..?! , gak enak makanan nya ?!, Papah pesenin menu lain ya, Mamah mau makan apa ? " Tanya Mas Hardi lembut, air mata ku menggenang mengingat nya .
" Mah..! , maaf Papah gak tahu Mamah pengin makan apa jadi Papah pesen nya nasi padang " Jelas nya lagi denga raut bingung, di taruh nya kotak nasi di meja sofa .
Ku dekap tubuh Mas Hardi menangis dalam dada bidang nya .
" Jangan pergi lagi Mas ! " Ucap ku dengan suara serak, Mas Hardi meraih dagu ku, Dia menggeleng kan kepala pelan dengan seulas senyum bahagia .
" Gak akan Mah ! , mulai sekarang kemana pun Papah pergi akan bersama Mamah, kita jalani perusahaan bersama, Mamah sudah resign kan dari kantor Mamah ?! " Ujar nya lembut meminta kepastian . Ku anggukan kepala membalas pertanyaan nya .
Mas Hardi kembali mendarat kan biibir nya di atas bibir ku , menyesap nya lembut memain kan lidah hingga aku larut dalam suana cinta.
'krriiuuukk kruukk' Suara cacing dalam perut ku meronta , Mas Hardi melepas bibir nya.
" Cacing di perut Mamah protes tuh " Gurau nya kembali menatap lembut .
' heemmm " Jawab ku malu.
" Makan ya tak suapin " Mas Hardi meraih kotak nasi , kami duduk di sofa .
" Mas Sudah makan ?" Tanya ku memastikan.
" Belum , gak enak makan sendiri, nungguin Mamah bangun biar bisa makan bareng "
Balas nya . Aku ambil kotak nasi satu nya lagi lalu ku suapi Mas Hardi , jadi nya kami saling menyuapi .
Tok..tok..tok.
Pintu terketuk lalu terbuka dari luar .
" Ah.. , maaf saya tidak tahu ,silah kan di lanjut nanti kabari saya kalau sudah selesai "
Ucap seorang perawat , terlihat malu melihat pemandangan saat masuk kami sedang saling menyuap kan makanan , berjalan keluar ruangan dengan senyum salah tingkah.
******************
Tiga hari di rawat akhir nya hari ini Mas Hardi diizin kan pulang , Ayah menjemput kami usai menyelesaikan administrasi, Suasana rumah sakit lengang , semenjak merebak wabah corona budaya mengunjungi orang sakit di batasi setiap hari nya bahkan untuk anak kecil benar - benar di larang memasuki kawasan rumah sakit , hal itu membuat ku memendam rindu kepada ketiga buah hati kami meski setiap hari berkomunikasi dengan videocall.
__ADS_1
" Hollee... Mamah.. Papah pulang " Seru bahagia si kecil Daffa saat aku turun dari mobil lalu menghambur ke dalam pelukan ku.
Zahwa memeluk Mas Hardi menangis di perut Papah nya , Mas Hardi mengelus rambut Zahwa lembut, Zarra yang baru pulang dari minimarket dengan Erza pun langsung menghambur memeluk Mas Hardi menangis bareng Zahwa .
" Papah jangan pergi tinggalin kami lagi "
Lirih mereka bersamaan membuat orang yang berada di dekat kami terutama Bu Rt
ikut terisak mendengar tangisan mereka .
Mas Hardi mendekap kedua puteri nya lembut , menciumi kening mereka bergantian.
" Maafin Papah.. sayang.., Papah janji gak akan pernah membuat kesayangan kesayangan Papah kuwatir lagi " Mas Hardi tersenyum mengusap airmata mereka , lalu meraih Daffa yang ada dalam pelukan ku.
" Jagoan Papah gak kangen..?! " Tanya Mas Hardi mencium kening nya lama.
" Papah ko pake ini cih " Tanya Daffa tak menjawab pertanyaan Papah nya .
" Iya ini kaki Papah sakit buat jalan jadi pake ini " Balas Mas Hardi gemas dengan tingkah si kecil yang di tanya malah balik nanya .
" Oooo..cepelti Mamah dulu ya .. jalan nya pake tongkat " Jawab nya polos , rona wajah Mas Hardi berubah mendengar ucapan si kecil yang menyentil hati nya .
" Tulun Papah.., Adek mau bikin pecawat lego cama om Eccan " Ronta nya , lalu turun dari pelukan Mas Hardi berlarian kecil ke arah adik bungsu ku .
Aku tepuk bahu Mas Hardi agar tak terbawa ucapan Daffa , mengajak nya masuk .
" Istirahat dulu yu Pah , gak usah di fikirin ucapan anak kecil " Mas Hardi menuruti ajakan ku berjalan masuk ke dalam rumah berlanjut naik ke atas kamar kami .
Mas Hardi berjalan keluar kamar menuju balkon dan duduk di sana termenung .
" Pah yang lalu biarlah berlalu gak usah di fikir kan lagi apalagi jadi beban, jadikan semua pelajaran ke depan untuk lebih berhati - hati agar tak mudah tersulut emosi " Balas ku menenang kan perasaan nya .
" Maaf kan aku Mah, atas segala kesalahan dan perbuatan menyakit kan di masa lalu "
Mas Hardi meraih kedua tangan ku di cium nya penuh perasaan .
" Sudah Mamah maafin bahkan sebelum Papah meminta nya " Balas ku tulus .Ku dekap tubuh nya dari belakang .
" Masuk yuk Pah , istirahat di dalam " Pinta ku.
Tok .. tok.. tok..
Pintu kamar kami di ketuk dari luar .
" Har...! Nak Emil turun dulu sebentar ini ada tamu yang ingin ketemu " Suara Bunda dari luar kamar.
" Nggeh Bu .., sebentar kami turun " Jawab ku.
" Turun sebentar yuk Pah , temui tamu di bawah dulu " Ajak ku dengan suara pelan.
Ku tuntun Mas Hardi ke bawah menuju ruang tamu, sesampai di sana ku lihat Ibu sedang berbincang dengan Aleh ( Bude ) Maryam Ibu Ka Zaki kaka Ayah ku . Kami duduk di sofa berhadapan dengan Ibu dan Mas Hardi duduk di samping ku.
Eksan , Erza , Ayah dan Bunda juga berkumpul di sana, Daffa lari mendekati kami dari arah rumah dinas dengan Bik Ratmi mengikuit nya dari belakang .
" Adek mau pangku Mamah ! " Pinta nya manja lalu naik ke pangkuan ku .
" Emil aleh ke sini mau minta tolong dengan apa yang dilakukan Zaky " Ucap nya to the point , suara nya sendu sedkiti bergetar .
__ADS_1
" Apa.yang bisa Emil lakukan Leh ?! " Tanya ku pelan, bagaimana pun kami masih terikat hubungan saudara, aku tak sampai hati melukai perasaan kaka Ayah ku .
" Tolomg bantu agar Zaky jangan sampai di penjara, kasihan Nabila anak nya , Aleh juga sudah tua siapa nanti yang menjaga Nabila " Pinta nya menatap ku demgan sorot memohon . Aku terdiam menundukan kepala, bagai makan buah simalakama, satu sisi korban adalah suami ku dan sisi yang lain salah satu pelaku saudara ku .
" Nak Hardi saya mohon tolong jangan berat kan Zaky anak saya,.Dia hanya di pengaruhi wanita itu , yang merencana kan semua nya wanita jahat iu, Zaky hanya ikut - ikutan saja "
Jelas Aleh maryam terisak .
Mas Hardi hanya diam tak sepatah kata pun keluar dari mulut nya , Ibu mengelus - elus bahu kaka ipar nya , memberi nya kekuatan.
" Sing sabar Ka Maryam.., " Hibur Ibu .
" Aleh sudah menemui Ka Zaky ?! " Tanya ku pelan menjaga perasaan nya.
" Ya , barusan tadi begitu sampai di sini Aleh langsung ke tempat Zaky di tahan " Ucap nya sendu .
" Mas..! " Ku tatap Mas Hardi meminta nya untuk memberi jawaban . Mas Hardi menatap Aleh , Ibu lalu memeluk ku .
" Terserah Mamah, Papah tidak mengenal lelaki yang membekap Papah bersama Sukma di rumah dalam hufan itu " Mas Hardi mendesah , menghembus kan nafas pelan .
" Dia sepupu ku Mas, keponakan Ayah, saat pernikahan kita juga ada di rumah ku " Jelas ku memohon pengertian nya .
" Terus apa yang harus Papah lakukan ?! "
" Bantu meringan kan nya Nak ! jangan bersaksi yang bisa memberat kan Zaky "
Pinta Aleh Maryam pelan . Mas Hardi menganggukan kepala pelan.
" Akan saya coba " Desah nya lagi .
" Maaf aku lelah dan ingin istirahat " Pamit Mas Hardi pelan, lalu menarik tangan ku mengajak naik ke atas kamar kami dengan Daffa yang tertidur di pangkuan ku .
" Maaf Aleh.., silah kan di lanjut ngobrol dengan Ibu dan Erza , saya temeni suami istirahat dulu " Pamit ku lembut .
" Iya Nak.., silah kan istirah saja ndak papa, Aleh masih kangen dengan Dek winarti "
Jawab nya dengan seulas senyum tulus.
Bik Ratmi beranjak mendekati kami saat berpapasan di ruang tengah , melihat Daffa tertidur dalam pelukan ku hendak mengambil nya, namun di cegah Mas Hardi.
" Biar kan saja Bik, Adek sedang ingin manja sama Mamah nya, biar tidur di kamar kami "
Perintah Mas Hardi
" Nggeh Den Bagus " Balas Bik Ratmi hormat.
Ku rebah kan Daffa di atas tempat tidur kami, Mas Hardi ikut tertidur di samping nya, membelai pipi Daffa lembut . Meraih tubuh ku yang masih berdiri di samping tempat tidur, meminta ku untuk tidur di samping antara Daffa dengan nya, lalu memeluk ku dari belakang dalam posisi aku memeluk si kecil.
--------------------------------------------
Hallo readers terimakasih untuk kesetiaan meluangkan waktu membaca karya ku hingga kini semoga terhibur.
tolong janga lupa tinggal kan kesan denagan Like dan vote untuk memberi semangat author.
Salam noveltoon
Love you😘😍
__ADS_1