
Usai pertemuan Aku di ajak Ayah mertua ke suatu tempat dimana Mas Hardi berada sejak Dia meninggal kan rumah usai bertengkar dengan ku. Wajah nya kusut , rambut berantak an dengan tatapan kosong , bau alkohol dan asap rokok sangat menyengat . Dia duduk di bingkai jendela lantai dua , di tangan nya tergenggam figura foto ku dengan Zahwa.
Di depan meja laptop memyala menampil kan video acara tindak siten anak kami, di mana kebahagiaan terpancar dari wajah keluarga kami yang telah menjadi satu.
Aku tak tega melihat keadaan nya, ingin rasa nya mendekat namun ego mengalah kan nurani ku dan lebih memilih pergi meninggal kan pemandangan yang membawa ku dalam nuansa bimbang . Aku naik angkot yang lewat depan gudang di belakang kantor Mas Hardi .
Dua kali berganti moda angkutan aku sampai juga di kantor , setelah ku selesai kan sedikit urusan di kantor aku pamit pulang lebih awal dengan alasan anakku rewel, beruntung atasan ku Bu Rinda memahami keadaan ku yang saat itu masih punya anak kecil. Aku kirim SMS ke Ayah mengabar kan aku sudah pulang ke rumah naik bus kota .
Usai mandi aku bawa Zahwa yang sejak aku kerja di asuh oleh Yu Tinah , Ibu dan adik - adik ku ke dalam kamar lalu ku kunci dari dalam. Perasaan ku bercampur aduk saat itu, antara kecewa, marah, sakit hati bercampur dengan rasa iba dengan pemandangan di gudang Mas Hardi di lantai atas yang menjadi kantor administrasi gudang dimana ada kamar yang sering di guna kan Mas Hardi jika lembur dulu saat belum menikah .
Hampir semua bagian di kantor pusat nya aku kenal dari awal tunangan Dia sering mengajak ku menelusuri bagian - bagian kantor nya dari kantor utama di depan dengan empat lantai sampai jauh ke belakang di area gudang alat - alat berat yang di miliki nya, truck Dam pengangkut material , truck molen dan peralatan lain nya sampai gudang material .
Menjelang Maghrib kamar ku di ketuk dari luar, Ibu memberitahu ku Mas Hardi dan mertua ku datang menjemput . Aku keluar kamar menuju ruang tamu di mana mereka menunggu ku dengan menggendong Zahwa.
Mas Hardi menghambur ke arah ku, meraih Zahwa memeluk dan menciumi wajah nya.
" Pulang sekarang Mah, kemasi barang - barang Mamah , Kaka biar sama Papah " Menatap ku dengan sorot mata memohon, bau alkohol masih tercium dari mulut nya, meski ku lihat penampilan nya lebih rapi di banding saat kulihat di ruangan khusus nya di dalam gudang kantor .
Ku alih kan pandangan ke Ayah meminta pendapat Beliau dengan sorot mata ku. Ayah meminta ku menuruti kemauan menantu nya.
Aku masuk ke dalam kamar mengemas baju - baju dan Zahwa dan barang - barang Zahwa lain nya termasuk pompa Asi dan botol - botol tempat Asi yang ada di dalam kulkas .
Selepas Isya Aku kembali pulang ke rumah pemberian orangtua Mas Hardi, bertiga dengan Zahwa, orangtua Mas Hardi memakai mobil sendiri . Di perjalanan Bunda menelfon mengajak kami mampir di resto seafood untuk mengisi perut .
Mas Hardi makan sangat lahap seperti Dia belum makan beberapa hari belakangan .
Sesekali Dia mengambil potongan daging ikan membersih kan nya lalu menyuapi Zahwa dan aku bergantian .
" Malam ini Zahwa biar tidur di rumah bunda, sama Atun juga, kalian bersenag - senang lah melepas rindu " Bunda melirik putera nya tersenyum nakal, Mas Hardi membalas dengan mengangkat kedua jempol nya. .
* Alamat remek badan ku * Bisik ku dalam hati, ku kerjap kan mata , menyadari seberapa besat nafsu lelaki di sampingku saat junior nya kelaparan .
__ADS_1
Baru juga masuk mobil Mas Hardi sudah menyerang ku, begitu aku duduk di samping Dia langsung meraih safeti belt mengunci lalu ******* bibir ku penuh nafsu, aku berusaha meronta dengan memukul dada nya, Mas Hardi melepas bibir ku beralih mencium kening ku lembut.
" Gak sabaran banget sih Mas, ini di tempat umum juga, malu dikit iihhh " Ketus ku .
"Tenang sayang kaca film mobil ini tak tembus pandang dari luar " Bisik nya lirih di telinga sembari memain kan lidah di sana.
" Mas geli iiihh " Seru ku menjauhkan wajah nya dari ku. Mas Hardi tersenyum nakal mengacak rambut ku.
" Maka nya jangan pernah tinggalin Papah, jangan jauhin Papah lagi , ku makan sampai habis nanti " Desah nya nakal di tinga.
" Eman iya , makanan paling nikmat di dunia ...hihihihi " Mas Hardi melirik nakal .
" Masuuummm " Gerutu ku.
" Biarin sama isteri sendiri ini " Balas nya tak mau kalah .
" Halah sama Sinta juga " Ketus ku kesal.
Sepanjang perjalanan Dia selalu mengerjap kan mata, melirik nakal ke arah ku lalu mendesah kasar.
" Kenapa sih kamu Mas " Tanya ku kebingung an melihat tingkah nya .
" Junior ku sudah gak tahan Mah pengen berendam, emmmm kita menginap di hotel dekat sini aja yaa Mah, besok pagi baru kita pulang " Rengek nya manja .
"Apa an sih Mas, bentar lagi nyampe juga gak ada satu jam lagi, buang - buang duit aja dan lagi itu junior kenapa sih doyanan benget " Gerutu ku kesal.
"Habis nya Mamah bikin gairah sih ..., liat senyum Mamah aja junior udah berontk " Mas Hardi mengerling manja.
" Apa an junior kamu aja yang over dosis .. " Bela ku tak mau kalah .
" Tapi Mamah menikmati juga kan " Balas nya menggoda sembari mencium tangan ku .
__ADS_1
" Sudah Mas fokus nyetir aja " Ketus ku sambil ku pejam kan mata. Semenit kemudian aku terlelap sayup - sayup sempat ku dengar suara Mas Hardi putus asa .
" Yaaaannnggg... jangan tidur.., yah di tinggal mimpi... ni junior gimana kelaparan Dia .. empat hari loh yaaaannnggg belum makan !!"
*******************************
Setelah sampai di garasi rumah Mas Hardi mengangkat tubuh ku yang masih terlelap naik ke lantai atas ke kamar kami, di rebah kan tubuh ku pelan, Dia melepas baju nya sendiri hingga hanya mengenakan celdam
Mas Hari menurun kan resleting tunik ku, ******* bibir ku penuh nafsu hingga aku terbangun karena sesak susah bernafas.
"Mas dimana kita.. ? " Tanya ku menatap langit kamar.
" Di singgasana kita sayang " Desah nya di telinga lidah nya memain kan daun telingaku.
" Kita sudah sampai Mas..?, ko aku gak di bangunin " Suara ku parau.
" Ini udah di bangunin " Kerling nya nakal.
Mas Hardi meraih tangan ku di letakan pada junior nya yang terbangun dan mengeras sempurna. Ada desiran indah dalam jiwa ku.
Dan malam itu kami kembali terlelap dalam buaian kerinduan , tak mengenal lelah Dia memasukan junior nya hingga memerah.
Kami terlelap dalam mimpi indah bersama, tertidur saling mengerat kan badan seakan tak pernah ingin tetpisah kan.
" Jangan pernah tinggalin Papah lagi.., jangan pernah ucap kan kata cerai lagi Mah, rasa nya dunia ku musnah saat mendengar Mamah ucap kan kata itu...." Mas Hardi menatap ku lembut dengan sorot kesungguhan.
"Asal Papah berjanji tidak akan pernah mengulangi kesalahan yang sama, tidak akan pernah tergoda wanita lain , aku tak kan sampai hati tinggalin Papah " Lirih ku hampir tak tetdengar. Mas Hardi menganggukan kepala, mengunci jari kelingking kanan nya dengan jari kelingking ku , lalu meraih kepala ku di cium ujung rambut nya lembut dan di bawa dalam dekapan dada bidang nya .
*******
Bersambung
__ADS_1