Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 6


__ADS_3

Aku keluar kamar menuju ruang makan, sekilas kulihat Mas Hardi menatap ku dari ruang tamu seperti nya Dia sengaja duduk di kursi tamu yang menghadap ke dalam rumah untuk memastikan aku menurut perintah Dia., Ku salami tangan Yu Tinah di dapur yang berbisik lembut di telinga . " Yang sabar Mbak "' Hibur nya mengusap lengan ku.


Ku raih tangan Daffa yang sedang main tebak tebakan dengan Eksan .


" Ka... ! Beneran mau pulang sekarang ? gak nunggu sebentar lagi Ka Akmal datang "


Tatap nya penuh tanda tanya .


Aku menggeleng lemah dengan memaksa kan senyum ke arah nya.


" Kaka gak mau ada perang lebih besar di hadapan Ibu " Bisik ku di telinga nya.


Daffa mendekat ke Yu Tinah mencium tangan dan mendekat ke Eksan mengakat kedua telapak tangan nya, mereka beradu tangan sembari berucap , " Tooss ..!! " Lalu Daffa mencium tangan dan kedua pipi om nya, di balas.Eksan dengan mencium kening dan mengacak rambut Daffa.


" Jagain mamah ya cah bagus ! " Pinta Eksan tulus. Aku membuang muka ku, menghindar dari linangan airmata .


Kulangkahkan kaki keluar rumah dengan menggenggam tangan bungsu ku , aku mencari Ibu untuk berpamitan , ternyata sudah duduk di teras sedang merapi kan tanaman . Mas Hardi meraih Daffa dan berlalu tanpa pamit pada keluarga ku. Ibu menggeleng kan kepala kesal pada kelakuan menantu lelaki satu - satu nya.


Kupeluk Ibu dan kucium kenig dan pipi yang mulai tampak keriput dengan kantung panda membesar dengan perasaan pedih .


" Maaf kan saya Bu yang tak mampu membuat nya menghargai keluarga ini "


Bisik ku dengan bulir air mata di pipi.


" Kamu beneran mau pulang sama Dia.. ?!, gak nunggu bentar lagi Akmal kemari, biar adik mu aja yang antar ke kantor " Pinta Ibu cemas dengan mengusap pipi kiri ku yang masih membekas tamparan suami ku.


" Kasihan Akmal nanti malah terlambat buka showroom nya cuma karena nganter aku . "


Jawab ku datar menahan sesak. Ah ... Ibu andai ibu tahu sekasar apa lelaki pilihan Ayah itu jika keinginan nya tak ku penuhi. Aku hanya sedang menghindari keributan yang lebih besar.. Gumam ku dalam hati.


" Tapi ati Ibu ko kaya gak rela kamu pulang bareng suami mu ! " Ibu mencemaskan ku dan tak dapat menyembunyikan kekuatiran dalam hati nya .

__ADS_1


" Nyuwun pangestunipun bu.. Do'a kan saja semoga tidak akan terjadi hal buruk " Jawab ku mengulas senyuman untuk menenang kan gundah hati ibu.


Ku buka pintu belakang mobil lalu duduk , Mas Hardi menatap ku dari kaca spion.


" Pindah ke depan aku bukan supir mu !!! "


Bentak nya keras , kuturuti perintah nya turun lalu pindah di jok mobil depan di sebelah nya memangku Daffa. Kulihat dari kaca spion Ibu mengurut kan dada mendengar bentakan nya.


Sepanjang perjalanan Dia mengomel tanpa henti . tak sedikit pun ku hiraukan walau kuping ku sudah memanas dengan semua kata - kata kotor yang keluar dari mulut nya.


Ku tutup telinga Daffa untuk menghindari terkontaminasi oleh perkataan kasar Papa nya yang mengeluarkan sumpah serapah dengan menyebut segala jenis penghuni kebun binatang.


Di dalam hati terus ku lafadzkan istighfar .


Kualihkan perhatian dengan mengajak si kecil mengamati pemandangan di sisi jalan , mengenal dan menghapal nama minimarket, toko dan segala hal yang berada di tepian jalan, terkadang juga si kecil menanyakan jenis kendaraan yang melintas di seberang jalan berlawanan arah.


Toh pada akhir nya Dia diam juga merasa kemarahan nya tak ku tanggapi . Mas Hardi mengarah kan mobil nya menuju rumah.


Mas Hardi tak menghiraukan permintaan ku, bukan nya menurunkan ku malah menambah kecepatan hingga beberapa kali hampir terjadi berbenturan dengan kendaraan lain. Beberapa kali pengemudi lain mengumpat kesal , Mas Hardi sedikit pun tak merasa bersalah Dia malah ikut mengumpat lawan nya. Daffa menangis dalam pelukan ku , kulihat dada nya berdetak keras , wajah nya pias dan tangan nya sedingin es.


" Mama Adek takut.., hiks...hiks..hiks..,"' Daffa merengek ketakutan . Ku peluk erat tubuh mingil nya , kuelus - elus tangan nya yang dingin dan ku cium kening nya lembut.


" Jangan takut sayang ada mama di sini . "


Bisik ku lembut untuk menenangkan nya.


Mobil sampai di depan gerbang , Mang Dino satpam rumah segera membukakan pintu gerbang, Suami ku memarkirkan mobil nya di depan teras . Dia keluar dari mobil dan meraih Daffa lalu di berikan ke Susi babysister nya dan Yu Inah pembantu kami yang sudah menunggu di teras begitu mendengar suara mobil majikan nya masuk halaman rumah.


Mas Hardi menyeret ku kasar ke dalam kamar dengan emosi memuncak, di dalam kamar tubuh ku di hempaskan ke atas tempat tidur ,.membuat ku sedikit merasa pusing, belum lagi aku mampu berdiri Dia sudah mengunci tubuh ku dengan menindih nya.


Aku meronta berusaha melepas kan diri tapi usaha ku sia - sia , tenaga nya jauh lebih kuat berkali - kali lipat dari ku. Dengan beringas nya Dia menggerayangi tubuh ku , memaksa mencium bibirku saat aku meronta Dia mengigit bibir ku kasar hingga aku menjerit menahan sakit , belahan bibir bawah ku berdarah oleh gigitan nya, dengan kasar Dia melucuti bajuku membuka kacing dengan paksa dan melempar kan nya sembarangan,

__ADS_1


melepas pengsait Bra ku dan membuang ke sembarang tempat.


Tangan nya terus bermain kasar, menanggal kan seluruh pakaian yang melekat di tubuh ku hingga tak selembar benang pun melekat, meraba setiap inci tubuh ku dengan kasar tanpa perasaan , aku tak menikmati nya yang ada aku malah merasakan kesakitan .


Dia mencumbu dengan kasar tanpa perasaan sedang kejantanan nya di masukan dengan kasar nya hingga aku harus menahan rasa sakit yang tak tertahan kan . Pagi itu aku di perkosa oleh suami ku sendiri berulang kali, seakan Dia tak pernah merasa puas menyakiti ku.


Dia mencapai kenikmatan berkali - kali sementara aku harus merintih menahan sakit yang tak tertahan kan tanpa henti. Dan aku hanya mampu menetes kan air mata di atas ranjang , tubuh ku rasanya sakit semua, tulang tubuh terasa remuk redam .


drrt drrt drtt


ponsel ku berdering sebelum aku sempat meraih , Mas Hardi sudah lebih dulu mengambil nya.


" Hallo selamat pagi bu Emil maaf sekedar mengingat kan jam sepuluh ada pertemuan dengan pak kanwil , mohon datang tepat waktu " Suara Anastasia asisten ku di kantor.


" Ibu Emil izin cuti hari ini, Dia sakit , tolong sampaikan permintaan maaf tidak bisa mengikuti pertemuan dengan pak kanwil, surat izin Dokter nanti menyusul " Jawab Mas Hardi tegas .


" Eee.. ba.. ba..baik Pak nanti saya sampai kan ke pimpinan kami " Jawab suara di seberang tergagap, hampir seluruh karyawan kantor ku mengetahui temperental Dia .


Sambungan telefon terputus . Mas Hardi meletakan ponsel ku di nakas, mengambil ponsel nya sendiri menelfon sekertaris peibadi nya, menghempas kan tubuh nya dengan kasar ke sampig tubuh ku yang masih menahan sakit atas kekasaran nya.


Mas Hardi membelai rambut ku sembari menunggu sambungan telefon terjawab .


---------------------------------+


Hallo readers terimaksih untuk luang waktu membaca karya ku semoga menghibur


Tolong tinggalkan kesan dengan Like vote komentar dan ponit


jadikan juga bacaan favorit untuk mendapat up date setiap hari


love you all😘😍

__ADS_1


__ADS_2