
Author POV
Pagi ini Emil terbangun karena rasa mual yang menyesakan dada , masih dalam mode kantuk Dia berlari ke wastafe di kamar mandi mengeluar kan seluruh isi perut hingga benar - benar tuntas dan menyisa kan rasa pahit di tenggorokan . Dan Emil tersungkur lemah tak berdaya di lantai kamar mandi
" Mah... Mamah.. , kamu dimana ". Hardi yang baru masuk ke dalam kamar setelah tadi Dia ikut santap sahur bareng keluarga nya , berjalan cepat ke arah kamar mandi .
Begitu sampai kamar mandi dilihat isteri nya terduduk lemah di lantai , Hardi segera mengangkat tubuh isteri nya di bawa keluar kamar mandi , lalu di baringkan di tempat tidur , Hardi membaluri telapak tangan dan kaki isteri nya yang sedingin es .
" Mah.., Mamah.., " Bisik Hardi dengan pelan sembari menepuk pipi isteri nya pelan .
Emil menggigil kedinginan , wajah nya sepucat kapas , Dia naik ke atas pembaringan di dekap nya tubuh sang isteri untuk menyalurkan kehangatan ke dalam tubuh nya .
" Maafin Papah Mah, seharus nya tadi aku tidak meninggal kan mu sendirian di dalam kamar " Sesal nya sendiri, bukan nya Dia bisa meminta pelayan untuk membawakan makanan ke dalam kamar , untuk nya sahur .
satu menit
Dua menit
Lima menit
Suhu tubuh Emil tak jua mereda, bibir nya pun telah berubah kebiruan, Dalam kecemasan Hardi mengankat tubuh isteri nya membawa keluar dari dalam kamar .
" Pak No ! Siap kan mobii ku , sekarang cepat " Teriak Hardi lantang di pagi hari saat kumandang adzan bergema dari pengeras suara di masjid , mengalih kan perhatian penghuni rumah yang pada saat itu sedang bersiap untuk menjalan kan ibadah solat subuh berjama'ah .
Pak No dengan sigap meraih kunci mobil yang diletakan di dalam laci bufet televisi, lari menuju garasi untuk memanasi mobil .
" Ada apa Har.. ?! " Tanya Bunda dan Ayah berbarangan berjalan tergesa mendekat ke arah putera nya yang sedang menggendong isteri nya dengan raut cemas .
Ibu Emil pun tak kalah cemas , tanpa melepas mukena yang melekat di tubuh nya berlarian kecil mendekat ke arah mereka, wajah cemas meliputi penghuni rumah saat dilihat nya raut Emil seputih kapas, tubuh nya sedingin es dan bibir nya membiru .
Hardi setengah berlari berjalan keluar menuju teras dimana Pak No sudah menunggu di atas kemudi mobil , Ayah membantu Hardi membaring kan Emil di bangku tengah dengan kepala dalam pangkuan Hardi dan kaki Emil dalam pangkuan Ibu , memijat telapak kaki sang puteri yang sedingin Es .
Ayah duduk di samping Pak No .
" Bun jaga anak - anak , jangan ada yang keluar tanpa pengawal " Perintah Ayah pada isteri nya , setelah semalam ada saseorang yang meneror di telefon mengancam akan menculik cucu lelaki kesayangan nya .
" Nggeh Yah , jangan khawatir anak - anak akan Bunda jaga sebisa mungkin " Balas Bunda mengetahui kegelisahan suami nya .
" Kapten Andreas , tolong perketat penjagaan di rumah , dan tolong siap kan pengawalan untuk kami " Perintah Ayah .
" Siap Tuan , sesuai permintaan Anda saya tambah personil dan untuk pengawalan mobil sudah siaga " Balas Kapten Andreas tegas .
Ayah mengacung kan kedua jempol nya .
__ADS_1
Pak No menjalankan mobil dengan kecepatan tinggi dalam pengawalan satu mobil jeep di depan dan satu di belakang , jalanan nan lengaang mempercepat mereka sampai di rumah sakit milik keluarga Prasojo.
Begitu memauki teras IGD , dua orang petugas medis telah menanti dengan ranjang pasien terbaru , seorang Dokter jaga senior dan manager rumah sakit .
Ibu turun dari mobil, Dua perawat membantu Hardi memindah kan Emil dari dalam mobil dinaikan ke atas pembaringan , mendorong dengan sangat hati - hati menuju ruang Emergenci .
Seorang perawat memasukan jarum ke dalam urat nadi Emil untuk jalan masuk nya cairan infus ke dalam tubuh, Dokter memberi nya paracetamol cair 500cc untuk meredakan suhu tubuh Emil yang menembus angka tiga puluh sembilan koma delapan puluh.derajat cclcius .
" Dok , tolong selamat kan nyawa isteri ku , kalau kehamilan nya membahaya kan hidup isteri ku, aku rela kehilangan anak - anak ku "
Ucap Hardi dalam raut cemas memohon ke Dokter yang saat ini sedang menangani Emil .
" Sabar Tuan , saya akan berusaha semampu yang bisa saya lakukan tapi mohon perbanyak berdoa memohon pertolongan kepada - Nya karena hanya Tuhan yang punya kuasa atas segala nya . " Balas Dokter berhati - hati .
Emil masih tak sadar kan diri, detak jantung nya melemah pun dengan tarikan nafas nya ,
Dokter memasang selang yang menghubung kan ke ECG , alat pendeteksi jantung , mengenakan selang oksigen ke hidung nya dan terus memantau kondisi pasien yang kian melemah hingga dalam keadaan koma .
Airmata Hardi luruh melihat isteri nya dalam ketidaksadaran saat ini , Di sesali nya apa yang telah di buat nya semalam, karena tak mampu menahan hasrat saat melihat tubuh isteri nya yang menggoda dengan payudara yang terlihat kiian mengencang , Dia lupa jika kondisi Emil masih melemah , dengan ganas nya Hardi menikmati tubuh isteri nya hingga junior nya terkapar dan Emil yang kelelahan terlelap dalam kondisi masih telanjang hanya ditutupi dengan selimut tebal .
----------------------------------
Pagi menjelang siang terjadi kehebohan saat Hana diminta Adit untuk membuka situs berita online , ada berita kehamilan kaka ipar nya di sana, video tingkah lucu Hardi saat diberitahu Dokter tentang kehamilan isteri nya dan foto kunjungan Keluarga Prasojo ke klinik bersalin beserta keterangan kehamilan kembar tiga menantu Prasojo .
Hana tak terlalu memikir kan komentar nitizen , yang jadi pemikiran nya darimana situs berita online memperoleh video tingkah konyol sang kaka saat diberitahu isteri nya dalam keadaan hamil .
* Apa mungkin ada penyusup di rumah ini ?, tapi bukan nya kemarin dalam kamar kaka hanya ada keluarga sendiri ? * Bathin Hanna.
" Na ..! Kamu sudah lihat berita online hari ini ? Keluarga kita jadi topik trending "
Seru Hanie turun dari tangga dan mendudukan diri sofa sebelah Hanna .
" Sudah Nie' ini yang kirim video nya Mas Hardi siapa ya , kan kemarin di sana cuma ada kita , bik Ratmi , Bu Narti ,anak - anak sama Bu Dokter " Gumam Hanna .
" Itu yang video Zarra terus aku post di IG "
Balas Hanie tersenyum tanpa dosa .
" Nie , harus nya jangan di post gitu tahu kan keluarga kita sedang ada yang mau menghancur kan ? , bahaya buat Ka Emil, pasti yang mereka incar pertama kali Ka Emil " Jelas Hanna . Hanie terdiam meresapi ucapan saudara kembar nya . lalu menepuk jidat sendiri .
" Ya Tuhan kenapa aku gak kepikiran sampai ke sana " Hanie lantas mengambil ponsel nya membuka akun sosmed dan menghapus video yangb sempat di kirim .
Sementara di rumah sakit wartawan sudah berkumpul di loby rumah sakit , mereka tertahan di sana oleh managemen rumah sakit yang melarang seoran pun masuk ke ruang perawatan Emil selain keluarga, petugas medis yang di tunjuk managemen dan orang - orang dalam lingkup prasojo yang mendapat izn dari Hardi atau Pak Handoko.
__ADS_1
Penjagaan di perketat dengan beberapa bodyguard pilihan sekuritas Prasojo .
Diantara kerumunan wartawan ada sepasang mata yang terus mengawasi keadaan , duduk di sofa ruang tunggu dengan raut cemas, menajam kan mata , mencari tahu apa pun yang bisa di dengar tentang kondisi wanita yang telah mengisi relung hati nya .
Sebuah kamera pengintai kecil berhasil Dia sisip kan pada ruang VVIP tempat Emil di rawat di sudut ruang tanpa ada yang mengetahui nya , Dia sendiri yang memasang nya dengan menyamar sebagai bodyguard yang berpura - pura mensteril kan ruangan sebelum pasien tiba .
Sesekali mata nya tertuju pada gadget berukuran duapuluh inc yang menampilkan keadaan dalam ruang perawatan dimana wanita pujaan nya terbaring lemah dengan wajah sepucat mayat , di sisi kanan nya Hardi duduk menggenggam tangan sang wanita dengan wajah di benam kan ke samping lengan sang isteri, Tuan Handoko duduk di sofa dengan kepala sekuritas , sesekali sibuk menerima panggilan dari ponsel nya masih dengan raut cemas tergambar dan seorang wanita tua berusia sekitar enam puluhan lebih namun masih terlihat gurat kecantikan di raut wajah nya yang kuning langsat mirip chinese sedang membaca Al - qur'an di sisi kiri wanita impian nya .
* Siapa wanita tua berhijab rapat itu ? , Ibu nya Emil kah ?! * Bathin lelaki itu dalam Hati, karena Dia mengenal isteri Handoko yang juga sepantaran dengan wanita di samping pujaan hati nya .
Dia memejam kan mata , lalu mengedar kan pandangan kembali ke kerumunan wartawan yang tanpa kenal lelah menanti kabar keadaan menantu Prasojo , entah darimana mereka mendapat kabar keberadaan menantu Prasojo dalam rumah sakit di bawah naungan yayasan milik Bunda nya Hardi .
* Tuhan jangan ambil nyawa nya sebelum kuungkap perasaan ku kepada nya , beri aku waktu dan kesempatan untuk menyatakan perasaan yang membuncah dalam hati ini *
Do' a lelaki itu dalam diam .
*
*
*
*
*
*** Bersambung...
-------------------------------------
Ada yang nebak gak ya siapa lelaki yang duduk di sofa dalam loby rumah sakit..??
jangan lupa votr nya ya karena ini sdh hari senini author butuh sumbangan darah vote
aaahhh.... author lebayπ€πππ
sekali waktu boleh kan lebay dikit
tekan tombol like setelah membaca jadilah pembaca yang bijak
Terimakasih yang sudah bantu share dan rate *5
Salam sayang selalu....love..love.ππππ.
__ADS_1