Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 88


__ADS_3

Limabelas menit kemudian aku sampai di rumah makan yang pernah kudatangi saat masih menjadi kepala cabang di sebuah bank ternama di kota ini .


Tiba - tiba aku ingat bagaimana Mas Hardi dulu berjuang untuk mendapatkan hati ku kembali di sini .


Ku parkir kan mobil, Resto terlihat lebih sepi tidak seperti saat pertamakali aku datang ke sini, dampak dari virus corona sangat terasa dalam kehidupan perekonomian .


Erza berjalan keluar dari resto begitu melihat aku masuk ke dalam ruang utama resto, mengajak ku masuk ke dalam gazebo yang agak jauh dari ruang utama .


Seorang pelayan ysng mengenali ku sedikit terbengong menatap ku sesaat , seorang pelayan lain menepuk nya hingga Dia sadar dari lamunan nya .


Aku sedikit merasa risih , mungkin Dia mengira aku selingkuh , ku abaikan saja pandangan nya terhadap ku .


" Za ! Kamu gak pulang ?! Kasihan Ibu cemas memikirkan kamu, jangan seperti ini , selesai kan baik - baik , gak ada yang akan memaksa kan perasaan mu ko " Ucap ku begitu kami duduk dan memesan makanan.


Erza memejam kan mata nya sesaat , setelah membuka mata Dia menatap ke atas . lalu mengalih kan pandangan nya ke arah ku.


" Aku akan berangkat lagi dalam waktu dekat ini , perusahaan dan kapten menghubungi ku beberapa hari yang lalu, aku bilang minta waktu dan aku fikir sebaik nya aku terima panggilan itu lagi " Erza mendesah serupa ingin menumpah kan beban yang mengganjal.


" Kenapa Za... ?? Bukan kah kamu sudah niat untuk resign dan mencari pekerjaan di darat saja..?? Bukan nya kamu sudah janji untuk melindungi wanita - wanita yang kau sayangi ?! " Selidik ku , entah mengapa aku merasa akan sangat kehilangan dengan kepergian nya .


" Awal nya begitu Mbak , saat aku memilih untuk pulang dulu tapi ternyata aku lebih bahagia hidup di tengah lautan ".


Erza menundukan kepala nya dalam .


" Jangan berangkat saat ini Za !! Kamu sadar kan wabah mematikan yang sedang mengancam umat manusia di seluruh Dunia ?!, dan laut luas itu tempat paling rawan untuk di serang oleh virus " Pinta ku dengan beragam rasa cemas .


" Virus yang bersemayam dalam hati ku lebih mematikan , lebih ganas dan lebih menyakit kan dari wabah corona Mbak ! " Erza kembali mendesah , menarik nafas pelan lalu di hembus kan nya kasar .


Seorang pelayan datang membawa pesanan ku, segera ku raih es teler pesanan ku , mengaduk nya lalu ku ambil sesendok melahap nya pelan, tenggorokan ku terasa dingin .


" Maksud mu apa Za ?! , kamu sakit..?!, Sakit ?, dimana yang sakit ?! Kenapa tidak bicara kan ini dengan ku dari awal.atau dengan kaka mu yang lain ?! " Ku raih tangan adik ku yang terasa dingin .


Erza menggeleng kan kepala nya pelan .


" Aku tak bisa bicara kan ini kepada siapa pun meski kepada Ibu, aku takut mereka akan kecewa dan terluka, ini aib Mbak !! "


Jelas Erza dengan nada getir .


Aku mengerut kan kening ku. Deg..!! rasa cemas menghinggapi perasaan ku .


" Aib..?! Aib apa Za ..?! Jangan bilang kamu gay penyuka sesama jenis ! " Ucap ku pelan dengan menekan intonasi , takut di dengar oleh yang lain . Ku tatap dua bola mata sendu di hadapan ku .


Erza terdiam seperti nya Dia sedang berusaha mencari kata yang tepat .


" Virus yang kamu bilang mematikan itu bukan HiV kan Za ?! , kamu tidak sedang menderita AIDS kan Za..?!!, " Suara ku tercekat oleh rasa cemas, airmata mulai menggenang di pelupuk mata .


Erza terperangah mendengar ucapan yang keluar dari mulut ku, Dia meraih tisue di dekat nya lalu menghapus airmata ku .

__ADS_1


" Hapus Mbak ! Aku paling benci melihat air mata mu apalagi jika itu aku yang membuat nya " Ucap Erza lembut . Dia mendesah pelan.


" Aku masih lelaki normal bukan penyuka sesama jenis Mbak ! Virus yang ada dalam hati ku yang menyiksa ku bukan HiV tapi ini virus cinta yang bahkan akan lebih menyakit kan bukan hanya aku yang akan menderita tapi yang lebih menakutkan bagi ku jika wanita yang ku cintai akan menjauhi apalagi sampai membenci ku..., mungkin jika itu terjadi aku memilih untuk mati saja karena itulah aku memilih pergi dari kehidupan nya selama nya sebelum Dia berubah membenci ku.. Aku memiliki cinta yang salah, aku sudah menyadari dari awal aku mencintai wanita yang tak seharus nya aku cintai " Jelas Erza panjang lebar , Dia menggigit bibir bawah nya dengan memejam kan mata .


" Za...!! Apa yang terjadi dengan kamu bicara lah sejujur nya " Tanya ku pelan dengan nada menekan .


" Aku takut Mbak..!! Sangat ... sangat takut kau akan berubah membenci ku dan menjauh dari ku " Dia mengerjap kan mata nya .


" Seburuk apa pun kau tetap adik ku Za ! aku takkan pernah membenci mu " Balas ku tulus berusaha meyakin kan nya .


" Aku mencintai mu Mbak ! " Dia ragu - ragu mengucap kan nya .


" Terimakasih Za ! , Mbak juga menyayangi kamu , bukan nya kita satu keluarga harus saling menyayangi ?! " Balas ku lagi .


" Bukan cinta yang seperti itu Mbak ! Bukan cinta antara kaka dan adik ! " Ku lihat sorot putus asa dari kedalaman mata nya .


" Za..!! Sejak kapan kau menyadari ini..!! "


Bisik ku tercekat, jantung ku berdebar lebih keras dari biasa nya .


" Sejak aku memasuki masa pubertas tapi aku benar - benar meyakini betul ada rasa yang salah dalam hati ku sejak melihat kau terluka oleh suami mu , keinginan ku untuk melindungi dari nya sangat kuat " Suara Erza terdengar getir penuh penderitaan .


" Rahasia kan ini dari siapa pun , jangan pernah kau tampakan sayang mu berlebih di depan orang lain ! Kita obati bersama Za !, coba kau buka hati pada wanita lain "


Pinta ku tulus menatap nya lembut .


" Tapi aku menginginkan mu sangat Mbak !


" Karena itu Za ! Mulai saat ini belajar lah untuk melihat wanita lain ! Berpaling lah dari ku, buka asa dengan yang lain ! " Aku tarik nafas dan melepas nya pelan.


" Kamu tidak membenci ku Mbak ?!, kamu tidak akan lari dari ku kan ?! " Tanya nya lagi.


Ku geleng kan kepala ku pelan .


" Tidak Za ! Kita saudara , aku kaka mu dan kamu adik ku, orangtua kita selalu mengajar kan pada kita untuk saling menyayangi ,kalau ada rasa yang salah tumbuh , masih ada waktu untuk memperbaiki nya " Balas ku tulus, ku tatap di kedalaman mata nya .


" Terimakasih Mbak ! " Erza tersenyum meraih tangan ku lalu di cium nya lembut .


" Pulang Za ! Kasihan Ibu, aku tahu kamu pasti akan berubah canggung menghadapi kembar tapi kamu harus terima itu, bersikap biasa saja " Ku tepuk - tepuk punggung tangan Erza .


" Iya Mbak aku akan pulang tapi nanti malam saat mereka sudah terlelap dan aku akan kembali berangkat ke kantor mu pagi sekali sebelum mereka terbangun " Jelas nya .


" Za ! Kamu selama ini dekat sama mereka juga , coba kamu buka hati untuk satu diantara mereka " Pinta ku .


" Ahhhaaahaaaa ... Susah Mbak ! , sampai sekarang aja Erza masih bingung mana Hana mana yang Hanie " Erza tertawa lepas .


Aku bahagia melihat nya, Dia sudah terbebas dari beban yang membelenggu jiwa nya .

__ADS_1


Tiba - tiba Dia menarik tangan nya melepas genggaman nya dari tangan ku .


" Maaf Mbak si otong suka berontak kalau bersentuhan sama kamu " Bisik nya pelan hampir tak terdengar .


" Ya Allah... Za..!! Astagfirullah .., "


Pekik ku pelan menutup mulut , wajah Erza bersemu merah . Ku pejam kan mata menahan perih .


* Dosa kah aku Tuhan..?! , telah membuat kejantanan adikku terbangun oleh sentuhan ku * Bathin ku penuh sesal .


Erza mendesah, menghembus kan nafas berulangkali . beberapa saat kemudian Dia tersenyum .


" Mbak mulai saat ini tolong jangan kenakan baju yang bisa membuat ku berfantasi dan jangan bermesraan di hadapan ku ! "


Sorot Erza penuh permohonan .


" Kamu sering melakukan nya Za ?! "


Ku bulat kan mata , menutup mulut ku yang tercekat . Erza menganggukan kepala pelan .


" Aku lelaki normal Mbak ! , bagaimana bisa nafsu ku tidak bangkit saat melihat wanita yang ku cintai menampakan keelokan tubuh di hadapan ku dan selama ini aku selalu berusaha untuk menekan nya dengan rasa yang sangat menyakit kan " Jelas nya pelan.


" Aku pun sering cemburu setiap kali Dia bersikap mesra di depan ku " Erza mendesah kesal .


" Za.. !! Maaf kalau aku sering membuat mu menderita dan kesakitan "


Erza menggeleng kan kepala pelan .


" Jangan minta maaf Mbak !, bukan kamu yang salah , rasa ini ! , hati ini yang salah memilih tempat " Balas nya pelan .


" Jangan menjauhi ku Mbak ! Ku mohon benci lah aku tapi jangan pernah menjauh dari ku "


Pinta nya tulus, sorot mata nya penuh harap.


" Harus ku ulang berapa kali ya Za ! Biar kamu percaya sama aku ?!, aku tidak akan pernah membenci mu dan tak kan pernah menjauh dari mu " Ucap ku lembut , mengulas senyum tulus kepada nya .


" Terimakasih Mbak " Ku lihat binar bahagia di rona mata nya .


" Za ! Maaf sudah jam sebelas, Mbak sudah janji akan pulang sebelum jam makan siang, Mbak pulang dulu ya " Pamit ku .


" Iya Mbak ! Hati - hati di jalan , harus nya tadi pake ojek mobil aja jadi aku bisa antar pulang " Aku tersenyum membalas ucapan Erza.


" Pasti Mas Hardi tidak kasih izin ya Mbak ! "


Erza menatap ku lembut, aku hanya menganggukan kepala pelan .


" Dia gak mau Mbak pake kendaraan umum, pakai ojek nanti badan ku tempelan dengan abang ojek kata nya, kalau pake taksi online keenakan supir memandangi wajah ku apalagi pakai angkot badan ku nanti sengaja di pepet modus untuk bs bersentuhan badan, kalau yang di depan penumpang laki - laki bisa menikmati wajah ku , kata nya " Jelas ku panjang lebar , Erza tertawa lepas membuat orang - orang yang berada di sekitar kami memalingkan wajah menatap kami .

__ADS_1


" Ahahahaaa ....Aku lupa suami mu itu kan punya tingkat kenarsisan di ambang batas, punya cinta di level kebangetan gila nya "


Balas Erza masih menahan tawa geli nya .


__ADS_2