Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 116


__ADS_3

Mas Hardi menggaruk rambut nya yang tak gatal dengan raut putu asa . lalu menarik tangan ku meletakan di atas resleting celana nya yang menampakan tonjolan di sana .


" Pegang aja Mah , jangan di remas nya nanti aku galfok nyetir " Pinta nya lembut .


Mobil melaju dengan kecepatan sedang tak terlalu cepat pun tak lambat , sepuluh menit kemudian mobil memasuki gerbang, ku tarik tangan ku dari atas paha suami ku . beruntung kaca mobil Mas Hardi di desain tak terlihat dari luar .


Sampai di garasi ketiga anakku dan Ibu sudah menunggu kedatangan kami, ternyata di belakang ku ada mobil dan dua motor sport yang mengawal tanpa kami sadari saat berada di jalanan .


" Mamah.., dedek nya cewek apa cowok ?! " Sergah Daffa begitu aku turun dari mobil .


Aku tersenyum , mengangkat tubuh nya , Mas Hardi mengambil alih menggendong Daffa .


" Mah jangan angkat yang berat dulu "


Cegah nya dengan nada khawatir.


" Pah dede nya aku cowok apa cewek ? "


Tanya Daffa lagi penasaran .


" Mmm..,, Mas Daf mau nya punya adek nya yang mana ? " Mas Hardi balas Menanyakan keinginan Daffa .


" Abang .. Papah ! , udah dibilangin juga "


Protes Daffa kesal dengan sok dewasa nya .


* Abang Daff pengin punya adik nya apa "


Tanya ku menengahi .


" Cowok aja Mah , biar nanti main bareng aku, sepedaan , main bola terus nerbangin heli di balkon rumah kita , boleh kan ya Pah ?! "


Daffa menatap mata Papah nya dengan sorot memohon .


" Boleh , maka nya rumah kita sedang di renovasi , di atap nya biar bisa buat main futsal, main basket , badminton sama buat nerbangin Heli remote sama drown ,Papah sudah merancang atap rumah kita jadi tempat bermain serbaguna " Jelas Mas Hardi.


" Horeee... ,Papah memang hebat " Sorak Daffa kegirangan .


" Jelas dong..! Papah nya siapa dulu "


Seru Mas Hardi jumawa .


" Pah .. bikin kolam renang juga dong , biar kalau pengin renang gak usah ke rumah Akung lagi " Rengek Zahwa yang hoby berenang.


" Sudah pasti lah sayang ,Papah buatin kolam renang plus ruang fitnes juga di halaman belakang ,.taman nya yang di perkecil "


Jelas Mas Hardi mengelus rambut Zahwa .


" Kolam nya yang luas Pah " Sela Zarra .


" Sini kumpul , Papah tunjukin picture maket rumah yang sedang di renovasi " Perintah Mas Hardi .


Dan kami berkumpul bersama di ruang tengah , Mas Hardi mengambil laptop dan memperlihat kan rencana renovasi rumah , slide demi slide ruang dan fasilitas nya .


" Beneran kamu rombak total Pah , gak ada bagian rumah lama yang tersisa ? "

__ADS_1


Tanya ku pelan .


" Iya Mah ! Terlalu banyak kenangan buruk di bamgunan lama , Papah ingin mengubur nya, aku ingin membuka lembaran baru bersama keluarga kecil kita " Jelas Mas Hardi , menatap ku lembut dan mencium kening penuh perasaan .


" Ada yang mau singkong keju..? " Suara Hanie menyela .


" Loh Nie itu punya. Emil , kenapa ada sama kamu ? " Tanya Mas Hardi kesal .


" Loh ini tergeletak begitu saja di meja teras ko , ya aku ambil keburu dingin " Jelas nya .


" Terimakasih Nie , sini makan bareng - bareng * Ajak ku dan kami berkumpul makan bersama .


" Kalian ko pada doyan sih , makanan pinggir jalan seperti itu " Sela Mas Hardi dengan raut bergidig melihat kami makan singkong keju yang dibeli nya di pinggir jalan .


" Enak loh Mas , justeru makanan pinggir jalan tuh lebih nikmat , kita juga suka makan di lesehan pinggir jalan ya Na' " Balas Hanie sengaja. menikmati singkong dengan gaya menggoda .


" Coba gih Mas ! Enak loh " Ajak Hanna.


" Gak..! gak hiegenis kena debu gitu "


Balas Mas Hardi .


" Loh kata nya Papah beli pas baru mentas dari minyak panas , belum di taruh di etalase, kan gak kena debu ." Timpal ku .


" Tetep aja minyak nya kena debu , asap dan polusi lain nya " Mas Hardi bergidig .


" Hemm belum rasa sih Dia nikmat nya makan di lesehan pinggir jalan " Sela Hana .


" Sedang bahas apa ya , rame sekali kedengaran dari luar " Sela Bunda yang baru masuk ke dalam rumah .


" Bunda mampir ke Tante Alicia dulu ambil pesanan kue kering sekalian ke rumah Mang Karto pesan Ayam kampung sama mentok untuk besok lebaran " Jelas Bunda .


" Gimana Nak Emil ,masih merasa mual ? "


Bunda menatap ku lembut .


" Sudah agak ringan sih Bun, gak terlalu sering seperti tadi pagi " Balas ku .


" Ini Bunda beliin susu bumil , cuma gak tahu Nak Emil suka nya yanga rasa apa jadi Bunda beli semua varian rasa " Bunda menaruh satu plastik kresek besar berisi susu Bumil ke hadapan ku .


" Bun Maaf , asinan nya mana ? " Tanya ku yang sudah tak sabar ingin menyantap asinan buah dan sayur khas bogor .


" Oh iya tadi Bunda titipin Pak Rohmat untuk di bawa pulang , coba Han kamu tanya kan sama Yu Siti , minta bawa ke sini ya " Perintah Ibu pada Hanie .


" Siap Bun " Balas Hanie lantas beranjak masuk ke dapur , tak berapa lama keluar lagi di ikuti Yu Siti yang membawa Asinan bogor dan Asinan salak serta kacang mete panggang rasa balado kesukaan ku .


" Ni Nak Emil , Asinan nya , Bunda minta pedas level tujuh , kan menantu perempuan Bunda gemar banget makan pedas " Seloroh Bunda .


" Terimaksih Bun " Balas ku dengan binar bahagia .


" Mah makan nya jangan kebanyakan ntar perut nya sakit , kasihan anak kita kepedasan di dalam perut " Mas Hardi mengambil Asinan bogor , meletakan nya di atas mangkuk kecil hanya separuh isi .


" Mas Ko cuma segini..? , dikit banget , ini mah sekali suap juga habis " Rengek ku .


" Makan nya bertahap Mah ! biar perut mu gak mulas, kasihan sama anak kita yang ada dalam perut mu , ikutan mulas nanti "

__ADS_1


Sergah Mas Hardi , mendekap erat sisa Asinan bogor dalam wadah toples kotak .


" Har ! Bunda beliin itu buat Emil , kenapa jadi kamu yang kuasai dan lagi mana ada bayi dalam perut merasakan mulas saat Ibu nya mengkomsumsi makanan pedas , ada - ada aja kamu itu " Ucap Bunda menggeleng kan kepala tak mengerti dengan yang Mas Hardi fikir kan.


" Ya kan bayi dalam perut komsumsi gizi nya dari makanan yang di makan Ibu nya Bun !, kalau Ibu nya makan terlalu pedas kan kasihan bayi nya , lagian Bunda juga kenapa sih beli Asinan pedas nya sampai level tujuh, sekalian aja level tujuh belas " Sungut Mas Hardi kesal .


" Mas..., minta lagi , masih kurang .... "


Pinta ku merengek manja .


" Har.., mbok sudah to kasih kan oleh - oleh yang Ibu beli khusus untuk menantu ku , apa kamu gak takut gimana kalau anak mu nanti ngiler pas sudah lahir gara - gara makanan yang diinginkan Ibu nya saat hamil gak terpenuhi ? " Perintah Bunda sembari menakut - nakuti Mas Hardi .


" Amit - amit jabang bayi, jangan sampai deh Bun, anak keturunan Prasojo ngiler " Gerutu nya ,.lalu membuka kotak plastik yang di dekap nya dan Mas Hardi menyuapi ku ..


"


*


*


"


*** Bersambung...


---------------------------


**Di Penghujung Ramadhan


Air tak selalu jernih 🚿 begitu pun ucapan ku


Kapas tak selalu putih ☁️begitu pun hati ku


langit tak selalu biru💧begitu dg hidup ku


Jalan tak selalu mulus 🏃begitu pun langkah ku


Jika maaf 🙏 boleh dinungkap.kan di hari ini untuk apa menunggu lebaran tiba


Sedangkan hembusan nafas pun tak pernah tahu bila kapan akan berhenti .


Sebelum Ramadhan berlalu


Sebelum esok hari kemenangan datang


Izin kan aku mengucap kan Mohon Maaf🙏 tulus dari hati terdalam


Taqobballahu Minna Wa Minkum


Shiyaamana Wa Shiyamakum


Taqobballahu Ya Kariim


Selamat Hari raya iedul fitri 1441 H


Minal Aidzin Wal Faiidzin

__ADS_1


Mohon Maaf Lahir Bathin**


__ADS_2