
Mas Hardi menggaruk rambut nya yang tak gatal dengan raut putu asa . lalu menarik tangan ku meletakan di atas resleting celana nya yang menampakan tonjolan di sana .
" Pegang aja Mah , jangan di remas nya nanti aku galfok nyetir " Pinta nya lembut .
Mobil melaju dengan kecepatan sedang tak terlalu cepat pun tak lambat , sepuluh menit kemudian mobil memasuki gerbang, ku tarik tangan ku dari atas paha suami ku . beruntung kaca mobil Mas Hardi di desain tak terlihat dari luar .
Sampai di garasi ketiga anakku dan Ibu sudah menunggu kedatangan kami, ternyata di belakang ku ada mobil dan dua motor sport yang mengawal tanpa kami sadari saat berada di jalanan .
" Mamah.., dedek nya cewek apa cowok ?! " Sergah Daffa begitu aku turun dari mobil .
Aku tersenyum , mengangkat tubuh nya , Mas Hardi mengambil alih menggendong Daffa .
" Mah jangan angkat yang berat dulu "
Cegah nya dengan nada khawatir.
" Pah dede nya aku cowok apa cewek ? "
Tanya Daffa lagi penasaran .
" Mmm..,, Mas Daf mau nya punya adek nya yang mana ? " Mas Hardi balas Menanyakan keinginan Daffa .
" Abang .. Papah ! , udah dibilangin juga "
Protes Daffa kesal dengan sok dewasa nya .
* Abang Daff pengin punya adik nya apa "
Tanya ku menengahi .
" Cowok aja Mah , biar nanti main bareng aku, sepedaan , main bola terus nerbangin heli di balkon rumah kita , boleh kan ya Pah ?! "
Daffa menatap mata Papah nya dengan sorot memohon .
" Boleh , maka nya rumah kita sedang di renovasi , di atap nya biar bisa buat main futsal, main basket , badminton sama buat nerbangin Heli remote sama drown ,Papah sudah merancang atap rumah kita jadi tempat bermain serbaguna " Jelas Mas Hardi.
" Horeee... ,Papah memang hebat " Sorak Daffa kegirangan .
" Jelas dong..! Papah nya siapa dulu "
Seru Mas Hardi jumawa .
" Pah .. bikin kolam renang juga dong , biar kalau pengin renang gak usah ke rumah Akung lagi " Rengek Zahwa yang hoby berenang.
" Sudah pasti lah sayang ,Papah buatin kolam renang plus ruang fitnes juga di halaman belakang ,.taman nya yang di perkecil "
Jelas Mas Hardi mengelus rambut Zahwa .
" Kolam nya yang luas Pah " Sela Zarra .
" Sini kumpul , Papah tunjukin picture maket rumah yang sedang di renovasi " Perintah Mas Hardi .
Dan kami berkumpul bersama di ruang tengah , Mas Hardi mengambil laptop dan memperlihat kan rencana renovasi rumah , slide demi slide ruang dan fasilitas nya .
" Beneran kamu rombak total Pah , gak ada bagian rumah lama yang tersisa ? "
__ADS_1
Tanya ku pelan .
" Iya Mah ! Terlalu banyak kenangan buruk di bamgunan lama , Papah ingin mengubur nya, aku ingin membuka lembaran baru bersama keluarga kecil kita " Jelas Mas Hardi , menatap ku lembut dan mencium kening penuh perasaan .
" Ada yang mau singkong keju..? " Suara Hanie menyela .
" Loh Nie itu punya. Emil , kenapa ada sama kamu ? " Tanya Mas Hardi kesal .
" Loh ini tergeletak begitu saja di meja teras ko , ya aku ambil keburu dingin " Jelas nya .
" Terimakasih Nie , sini makan bareng - bareng * Ajak ku dan kami berkumpul makan bersama .
" Kalian ko pada doyan sih , makanan pinggir jalan seperti itu " Sela Mas Hardi dengan raut bergidig melihat kami makan singkong keju yang dibeli nya di pinggir jalan .
" Enak loh Mas , justeru makanan pinggir jalan tuh lebih nikmat , kita juga suka makan di lesehan pinggir jalan ya Na' " Balas Hanie sengaja. menikmati singkong dengan gaya menggoda .
" Coba gih Mas ! Enak loh " Ajak Hanna.
" Gak..! gak hiegenis kena debu gitu "
Balas Mas Hardi .
" Loh kata nya Papah beli pas baru mentas dari minyak panas , belum di taruh di etalase, kan gak kena debu ." Timpal ku .
" Tetep aja minyak nya kena debu , asap dan polusi lain nya " Mas Hardi bergidig .
" Hemm belum rasa sih Dia nikmat nya makan di lesehan pinggir jalan " Sela Hana .
" Sedang bahas apa ya , rame sekali kedengaran dari luar " Sela Bunda yang baru masuk ke dalam rumah .
" Bunda mampir ke Tante Alicia dulu ambil pesanan kue kering sekalian ke rumah Mang Karto pesan Ayam kampung sama mentok untuk besok lebaran " Jelas Bunda .
" Gimana Nak Emil ,masih merasa mual ? "
Bunda menatap ku lembut .
" Sudah agak ringan sih Bun, gak terlalu sering seperti tadi pagi " Balas ku .
" Ini Bunda beliin susu bumil , cuma gak tahu Nak Emil suka nya yanga rasa apa jadi Bunda beli semua varian rasa " Bunda menaruh satu plastik kresek besar berisi susu Bumil ke hadapan ku .
" Bun Maaf , asinan nya mana ? " Tanya ku yang sudah tak sabar ingin menyantap asinan buah dan sayur khas bogor .
" Oh iya tadi Bunda titipin Pak Rohmat untuk di bawa pulang , coba Han kamu tanya kan sama Yu Siti , minta bawa ke sini ya " Perintah Ibu pada Hanie .
" Siap Bun " Balas Hanie lantas beranjak masuk ke dapur , tak berapa lama keluar lagi di ikuti Yu Siti yang membawa Asinan bogor dan Asinan salak serta kacang mete panggang rasa balado kesukaan ku .
" Ni Nak Emil , Asinan nya , Bunda minta pedas level tujuh , kan menantu perempuan Bunda gemar banget makan pedas " Seloroh Bunda .
" Terimaksih Bun " Balas ku dengan binar bahagia .
" Mah makan nya jangan kebanyakan ntar perut nya sakit , kasihan anak kita kepedasan di dalam perut " Mas Hardi mengambil Asinan bogor , meletakan nya di atas mangkuk kecil hanya separuh isi .
" Mas Ko cuma segini..? , dikit banget , ini mah sekali suap juga habis " Rengek ku .
" Makan nya bertahap Mah ! biar perut mu gak mulas, kasihan sama anak kita yang ada dalam perut mu , ikutan mulas nanti "
__ADS_1
Sergah Mas Hardi , mendekap erat sisa Asinan bogor dalam wadah toples kotak .
" Har ! Bunda beliin itu buat Emil , kenapa jadi kamu yang kuasai dan lagi mana ada bayi dalam perut merasakan mulas saat Ibu nya mengkomsumsi makanan pedas , ada - ada aja kamu itu " Ucap Bunda menggeleng kan kepala tak mengerti dengan yang Mas Hardi fikir kan.
" Ya kan bayi dalam perut komsumsi gizi nya dari makanan yang di makan Ibu nya Bun !, kalau Ibu nya makan terlalu pedas kan kasihan bayi nya , lagian Bunda juga kenapa sih beli Asinan pedas nya sampai level tujuh, sekalian aja level tujuh belas " Sungut Mas Hardi kesal .
" Mas..., minta lagi , masih kurang .... "
Pinta ku merengek manja .
" Har.., mbok sudah to kasih kan oleh - oleh yang Ibu beli khusus untuk menantu ku , apa kamu gak takut gimana kalau anak mu nanti ngiler pas sudah lahir gara - gara makanan yang diinginkan Ibu nya saat hamil gak terpenuhi ? " Perintah Bunda sembari menakut - nakuti Mas Hardi .
" Amit - amit jabang bayi, jangan sampai deh Bun, anak keturunan Prasojo ngiler " Gerutu nya ,.lalu membuka kotak plastik yang di dekap nya dan Mas Hardi menyuapi ku ..
"
*
*
"
*** Bersambung...
---------------------------
**Di Penghujung Ramadhan
Air tak selalu jernih 🚿 begitu pun ucapan ku
Kapas tak selalu putih ☁️begitu pun hati ku
langit tak selalu biru💧begitu dg hidup ku
Jalan tak selalu mulus 🏃begitu pun langkah ku
Jika maaf 🙏 boleh dinungkap.kan di hari ini untuk apa menunggu lebaran tiba
Sedangkan hembusan nafas pun tak pernah tahu bila kapan akan berhenti .
Sebelum Ramadhan berlalu
Sebelum esok hari kemenangan datang
Izin kan aku mengucap kan Mohon Maaf🙏 tulus dari hati terdalam
Taqobballahu Minna Wa Minkum
Shiyaamana Wa Shiyamakum
Taqobballahu Ya Kariim
Selamat Hari raya iedul fitri 1441 H
Minal Aidzin Wal Faiidzin
__ADS_1
Mohon Maaf Lahir Bathin**