Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 83


__ADS_3

Tuhan jangan biar kan aku putus harapan


Berikan aku kemampuan untuk menghadapi meski lara membelenggu jiwa


meski luka membahana dalam raga


-----------------------------------------


Hari itu aku terus menjerit, merintih hingga berteriak memanggil kekasih ku, berharap Dia akan mendengar dan menghampiri tempat dimana aku di sekap tak berdaya .


" Si eneng teh belum kembali dari kota ? "


Tanya lelaki berbaju adat kepada Zaky.


" Belum , ada yang perlu di sampai kan ? "


Balas Zaky kepada lelaki itu.


" Kalau bisa sih malam ini juga kalian harus meninggal kan hutan ini , keadaan mendesak, Ibu Emil bawa aparat kemari, kabar nya sih siang tadi Bu Emil sempat dengar teriakan Pak Hardi terus lari ke jalan setapak masuk sampai setengah kiloan langsung di cegah sama Pak Erza di bawa keluar dari jalan setapak " Jelas lelaki itu terdengar cemas .


" Aya Erza adikna Emil ikut kamari..?! Suara nada Zaky terdengar cemas .


" Bang Zaky kenal sama Pak Erza..?, Oohh.. jadi Dia teh adikna Bu Emil ?! , pantes kasep puisan mirip jeng Bu Emil " Balas lelaki itu.


Ku dengar suara langkah kaki gelisah mereka mondar - mandir dalam ruang tengah, lelaki itu menengok keadaan ku di dalam kamar .


" Ramuan nya bekerja baik , mata nya terpejam , denyut nadi juga melemah, bagaimana bisa Bu Emil mendengar teriakan Pak Hardi sementara yang lain saja.gak ada yang dengar , rupa nya ikatan bathin diantara mereka sangat kuat "


Ucap lelaki itu menekan denyut nadi ku .


" Ciiihhh...!!! Beruntung sekali Dia ,.wajah pas - pasan kelakuan bar - bar cuma karena punya harta saja begitu mudah di cintai wanita ! "


Geram Zaky memaki ku .

__ADS_1


" Di dunia ini uang jadi raja bang Zaky , siapa yang berduit Dia yang punya kekuasaan "


Balas lelaki berbaju adat .


" Apa uang juga telah merubah Emil ku ? apa mungkin cinta Emil telah terbeli oleh harta nya..?! , ku fikir Dia wanita miulia yang tidak akan mudah terbeli oleh kekayaan ternyata aku salah , iman Emil bisa juga terbeli oleh kemewahan " Ucap Zaky dengan nada getir.


" Emil bukan wanita seperti yang ada dalam fikiran mu, Emil memang wanita mulia dan aku berayukur memiliki nya, jangan coba kau nilai buruk wanita ku " Teriak ku keras , tapi suara ku tertahan di tenggorokan hingga mereka tak dapat mendengar nya .


Lelaki itu keluar kamar ku lalu pamit pergi lagi.


" Aku tak bisa terlalu lama di sini, nanti akan ada yang mencurigai ku " Ucap nya sambil berlalu meninggal kan rumah .


Malam kian kelam suara kendaraan proyek pun tak lagi ku dengar, hanya ada gemerisik daun tertiup angin dan dengkuran kecil dari arah ruang tengah. Zaky tertidur pulas rupa nya, aku mencoba menggerakan kaki ku untuk turun, aku ingin keluar dari rumah ini, berlari semampu yang aku bisa menuju markas proyek yang ku dengar di bangun dekat jalan setapak arah masuk ke dalam hutan, pasti arah jalan itu meuju rumah ini.


" Aauuuwww. " Rintih ku lirih saat telapak


kaki ku menyentuh lantai terasa sakit serupa di tusuk ribuan duri tajam .


Kreeekkeeetttt....!!


" Kamu sudah bangun bang ?! , aku mau berkemas kita akan pergi dari sini nanti sebelum subuh " Suara Sukma membangun kan Zaky dari lelap nya .


" Haaaoommm...,.kapan kita akan pergi dari dalam hutan ini ..?. " Balas Zaky dengan suara serak terdengar masih dalam mode kantuk .


" Segera setelah kita berkemas , benar yang di bilang si akang keadaan sudah tidak baik untuk kita tetap berada di sini, proyek sudah kian mendekat ke arah depan hutan dan orang proyek membangun markas tepat di sebelah jalan masuk ke dalam hutan, sementara A' Hardi terus teriak memanggil nama isteri nya, suara nya bisa berbahaya untuk kita " Jelas Sukma cemas.


" Baik buat kan aku kopi dulu biar kantuk ku hilang " Pinta Zaky pelan .


" Sebentar aku mau menengok Dia dulu "


Balas Sukma sembari menyeret kaki nya melangkah masuk ke arah ku .


" Heeemmm.. kenepa kamu mesti terobesesi dengan lelaki manja seperti nya, di luar sana masih banyak lelaki tampan yang lebih kaya dari nya.! Kau tahu betapa menjijikan Dia menunjukan cinta kepada isteri nya yang molek bagai boneka india itu " Gumam Hardi setengah berteriak putus asa .

__ADS_1


" Haaa !!! Kau sendiri sedari dulu menyukai isteri nya tapi tak berani mengungkap kan perasaan mu bahkan ketika Emil menjauhi suami nya , kau hanya berani memandangi dari jauh saja, Pengecuttt ,!!! Hardik Sukma penuh amarah di ambil nya piring yang ada dekat dengan nya lalu di lempar ke arah Zaky , untung nya Zaky mampu menepis hingga mengenai tembok


" Praaaannngggg... !" Suara piring pecah .


Aku tercekat melihat kemarahan wanita itu, Sukma mendekat ke arah ku berkata lembut .


" A' Hardi bangun..! bangun A'a sebentar lagi kita akan pindah dari sini, aku sudah menyiap kan orang untuk kita pindah ke luar pulau jawa " Suara nya lembut merayu.


Ku buka mata memandang dengan sorot amarah meluap dalam dada ku . Tangan Sukma nakal menelusuri dada bidang ku .


" Singkir kan tangan kotor mu itu dari tubuh ku, jijik aku melihat mu.. pergi...!! Hanya Emil yang boleh menyentuh ku " Hardik ku kasar ku tepis tangan nya dari atas dada ku .


" Haaa !! Sombong sekali kamu A' , sekarang kau boleh bicara seperti itu ! Lihat nanti kalau kau merasakan kenikmatan permainan ku dan tubuh ku ini , ku jamin kau akan melupakan si wanita munafik sok alim itu "


Sukma melepas celana ku paksa, mengeluar kan junior ku , mengulum nya , Dia terbawa hasrat oleh perbuatan nya sendiri, melepas seluruh pakaian yang melekat di tubuh nya hingga tanpa sehelai benang pun menempel.


Sekuat tenaga aku berusaha menahan diri untuk menekan hasrat agar junior ku tak terpengaruh oleh permainan nya, aku terus memanggil isteri ku, membayangkan tangis , kesedihan dan kecewa bila ku hianati dan aku berhasil membuat Sukma terluka karena junior ku melemah tanpa daya.


" Mah..!, maaf kan Papah..! , kau boleh lakukan apa pun yang kau mau, memotong junior ku pun Papah rela untuk menebus dosa ku yang tak berdaya menjaga nya untuk tidak terjamah wanita hina itu ! " Ku tatap lembut ke dalam manik mata isteri ku dengan sorot sesal , ku jeda cerita , aku ingin tahu raut wajah Emila mendengar cerita ku.


" Enak saja di potong ! , terus kalau Mamah kangen gimana..?!, selama Papah masih mau berusaha menjaga agar tak sampai on gak masalah sih Pah ! , lagian itu juga di luar kemauan dan kemampuan Papah untuk menolak " Balas isteri ku tersenyum lembut, membuat ku kian merasa bersalah .


Kami saling berpelukan , ku cium lembut bibir ranum kekasih ku sepenuh hati .


" Mah junior nya bangun , pegang ya "


Pinta ku manja meraih tangan nya ku letakan di atas milik ku .


" Mah..! Jangan gitu nanti keluar loh ! "


Aku menggelinjang nikmat oleh permainan tangan isteri ku dan pada akhir nya kami mereguk lagi kenikmatan cinta dan lupa untuk melanjut kan kisah ku saat dalam penyekapan karena setelah puas mereguk nikmat nya surga dunia kami terlelap bersama dalam keadaan sama - sama tanpa busana hanya di tutupi oleh selimut .


" Aku mencintai mu seutuh nya sampai maut pisah kan kita " Bisik ku lembut di telinga kekasih hati ku .

__ADS_1


Emila tersenyum dalam tidur nya,.membuat ku kian gemas , kucium bibir nya lembut lalu aku berbaring di samping nya memeluk erat


tubuh ramping nya . Kami terbuai dalam dunia mimpi indah bersama .


__ADS_2