Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 52


__ADS_3

Pagi ini kunikmati lembaran baru dalam hidup ku di sebuah rumah minimalis fasilitas dari kantor tempat ku bekerja . Alhamdulillah tetangga di sekitar lingkungan rumah ku ramah , baik hati dan welcome dengan pendatang baru hingga di hari pertama sudah memberi kesan tersendiri bagi ku .


Pukul tujuh pagi ku pacu mobil honda brio silver fasilitas dari kantor menuju tempat kerja ku yang baru tuk memulai aktifitas menjadi pembimbing bagi karyawan di bawah ku.


Sesampai di kantor ku parkir kan mobil di area khusus karyawan, kantor cabang ku yang baru tidak seluas kantor lama ku dengan gedung berlantai dua dan ruangan ku berada di lantai atas. Ku langkah kan kaki meuju pintu masuk khusus karyawan .


" Selamat pagi semua nya " Sapa ku seramah mungkin kepada para karyawan .


" Selamat pagi .. Bu " Jawab mereka serentak sembari menundukan kepala. Ku sapa dengan berjabat tangan satu persatu tuk mengenal lebih dekat .


" Sebelum aktifitas pelayanan di mulai saya ingin brefink dulu pagi ini, berhubung ini hari pertama saya dan ini pertamakali juga saya menginjak kan kaki di kota ini maka dari itu saya mohon kerelaan kawan semua untuk berbagi pengalaman dengan saya selama berada di sini dan ke depan nya saya minta setiap ada masalah mari kita selesaikan bersama - sama. Oke perkenal kan nama saya Emila Nur Hidaya , usia menginjak 36 th. Ibu dari tiga orang anak , untuk saat ini saya mendapat amanah dari perusahaan untuk menjalan kan roda bisnis di kantor cabang ini, mohon bantuan dari Anda semua,. Terimakasih " Ucap ku panjang lebar ku akhiri dengan senyum setulus yang aku bisa . Karyawan karyawati bawahan ku bertepuk tangan memberi aplause kepada ku.


Usai brefink pelayanan kantor di mulai tepat pukul delapan pagi, aku berdiri di jendela kaca ruang kantor ku , menatap ke depan di mana gerbang masuk kantor ku berada, ku lihat aktifitas kantor yang mulai ramai di kunjungi oleh nasabah. Pintu kantor di ketuk asisten .


" Selamat pagi Ibu.., ini laporan bisnis minggu lalu dan ini daftar pemohon pengajuan kredit "


Nadia asisten ku meletakan beberapa tumpuk berkas yang harus aku pelajari .


Siang hari Nadia mengajak ku makan siang di rumah makan yang lumayan bersih dan rapi.


Hp ku berdering ku lihat panggilan videocal dari Zahwa puteri ku.


" Assallamualaikum cantik .., apa kabar kaka masih di sekolah atau sudah di rumah..,? " Ku lambai kan tangan ku ke arah layar ponsel.


" Waallaikumsalam Mah.., kaka sudah di rumah, kebetulan hari ini sekolah bebas, Mah adek pengen ngobrol nih.. " Zahwa mengarah kan ponsel nya ke samping mengarah kan ke Daffa dan Zarra .


" Hallo ganteng Mamah.., adek sudah makan ? " Suara ku tercekat menahan rindu yang membelenggu.


" Hallo Mamah..tantik.., Adek udah makan di cuapin Bi Ratmi.., Mamah cedang di mana ?, Mamah nya udah makan..? " Ucap nya polos.


" Hem ni Mamah sedang makan sama temen - temen Mamah , kenalin ini temen Mamah, yang cantik ini nama nya tante Nadia , sebelah nya tante Naura dan sebelah Mamah Tante Zaskia.." Balas ku sembari mengedar kan layar Hp ke beberapa teman kantor ku.


" Hallo Adek manis salam kenal saya Nadia "


" Hallo Adek salam kenal saya Naura "


" Hallo Adek dan kaka salam kenal saya Zaskia "


" Hallo juga tente cemua.. titip Mamah aku ya , kalau Mamah nya aku cedih terus nangis jangan di malahin ya " Balas Daffa dengan polos nya , menghadir kan tawa bagi mereka .


" Iighhh adek lucu banget siihh.. !! Tante gemes lihat nya, kapan - kapan main ke sini ya nanti tante ajakin keliling kota tante " Balas Nadia dengan wajah gemas melihat kelucuan dan sifat dewasa putera ku.


Pelayan datang menata makanan pesanan di meja kami, aku persilah kan mereka untuk menyantap makanan terlebih dulu sementara aku keluar menuju taman kecil di depan rumah makan untuk melepas kangen dengan anak - anak ku lebih dulu. sepuluh menit kemudian videocal kami akhiri karena waktu isoma ku tinggal tiga puluh menit lagi .

__ADS_1


" Miis you Mam' muaaaccchhh " Salam terkahir ketiga anak ku.


" Miss your too my dream..muuuaaaccchh "


Balas ku ke arah mereka.


Aku kembali masuk ke ruangan kulihat Naura dan Nadia sudah lebih dulu menghabis kan makanan nya hanya Zaskia yang masih menunggu ku.


" Mari Ibu ini pesanan nya " Zaskia menyodor kan pesanan ku dengan ramah .


" Mbak Zaskia ko belum makan ? " Tanya ku.


" Ehmm maaf Bu nunggu Ibu biar ada teman makan " Jawab nya dengan tersenyum .


" Terimakasih " Ku ulas senyum tulus .


********************


Empat bulan aku berada di kota sejuk nan asri aku selalu berucap syukur pekerjaan ku berjalan melebihi target yang di tentu kan perusahaan hingga aku dan beberapa karyawan ku sering mendapat bonus dan proposal permohonan ku untuk perbaikan fasilitas kantor di setujui oleh pusat . Kantor yang awal kudatangi masih minim fasilitas kini sudah berkembang lebih baik dari we sebelum nya .


Tiiinnnggg


Sebuah notifikasi pesan di ponsel berbunyi siang itu saat aku sedang sibuk dengan berkas - berkas pengajuan kredit dan


*Selamat siang sayang ku, benci lah aku tapi jangan pernah berharap lepas dari ku sampai kapan pun akan ku pertahan kan kau jadi milik ku.. love you forever *


Sesaat kemudian telefon ku berdering, ku lihat no yang sama yang memberi ku pesan .


" Apa kabar Mah... " Suara Mas Hardi di seberang . aku langsung mematikan ponsel ku dan ku mode silent agar tak mengganggu pekerjaan ku .


tok tok tok..


" Masuk " Balas ku datar.


Pintu terbuka dari luar lalu Nadia masuk ke dalam ruangan ku .


" Maaf Bu, Ceo dari PT Arrahman Hidaya contruction yang kemarin mengajukan kerjasama untuk pembayaran pembebasan lahan pembangunan jalan lingkar antar provinsi sudah datang ingin menghadap Ibu "


Jelas Nadia .


" Oke sekarang berada di mana " Tanya ku datar .


" Di lobi lantai dua Bu " Jawab Nadia.

__ADS_1


" Persilah kan masuk ,oh ya berkas proposal dari nya tolong persiap kan " Perintah ku.


" Baik Bu " Nadia tersenyum menundukan badan lalu keluar ruangan ku.


Lima menit kemudian pintu kembali di ketuk dan terbuka dari luar, Nadia masuk membawa satu bendel berkas yang kuminta bersama seorang lelaki yang saat ini sangat ingin aku hindari .


" Selamat siang Bu, Beliau Pak Hardi Ceo dari Pt. Arrahman Hidaya.., Pak Hardi ini Ibu Emila pimpinan di kantor cabang kami " Ucap Nadia memperkenal kan kami tanpa Dia tahu hubungan diantara kami .


Mas Hardi tersenyum sangat ramah menundukan kepala nya , bersikap profesional di hadapan karyawan ku dan aku pun melakukan hal yang sama berusaha tuk bersikap profesional dalam urusan pekerjaan, ku tekan rasa sesak dan luka yang kembali melintas nyeri di hati . Aku memberi kode pada Nadia untuk meninggal kan kami .


" Apa kabar sayang , beberapa bulan tak bertemu kamu kian cantik dan segar saja. "


Mas Hardi mengeluar kan rayuan maut nya.


sekilas ku lihat sorot kerinduan terpancar di wajah nya yang kian kurus dan tak terawat .


" Ehmmm Alhamdulilah kabar ku seperti yang Anda lihat, Maaf pak bisa kita mulai rancangan kerjasama yang ingin Anda ajukan kepada perusahaan kami ?! " Tanya ku seramah mungkin mengikuti profesionalisme kerja karena aku tak ingin mendapat catatan merah jika tak ramah terhadap rekan bisnis.


" Mah santai sedikit , aku ke sini hanya untuk bertemu dengan mu, masalah kerjaan sudah di handle sama Andy " Pinta nya masih dengan tatapan yang lekat ke arah ku .


" Baik lah Pak Hardi kalau begitu, minta tolong Pak Andy untuk bertemu dengan saya untuk kami bahas kerjasama kita " Jawab ku masih berusaha ramah dengan menekan emosi .


" Mah..., tolong lupa kan masa lalu , kita bukan lembaran baru " Rengek nya .


" Maaf Pak Hardi bisa kah Anda profesional dengan tidak membawa urusan rumahtangga di dalam kantor..? " Pinta ku dengan nada ku tekan serendah mungkin .


" Baik , besok saya ajak Andy kemari untuk membahas kerjasama perusahaan kita " Balas nya masih dengan senyum yang di paksa kan .


" Mah aku minta waktu mu sore ini selepas kerja , ku mohon jangan menolak ku kali ini "


Mas Hardi menatap ku dengan raut memelas.


" Maaf saya tidak ada waktu " Jawab ku tegas.


" Bu Emila yang terhormat ingat ya status Anda masih isteri ku dan aku punya hak atas diri kamu, camkan itu " Ucap nya emosi .


Berdiri dari duduk nya lalu saat aku ikut berdiri untuk membuka kan pintu , Mas Hardi menarik tubuh ku di dekap dalam pelukan nya dan mencium kening ku penuh perasaan .


Ku dorong tubuh nya pelan .


" Gila kamu Mas, ini di kantor bisa jadi gosip kalau ada yang melihat apa yang kamu lakukan " Ku bulat kan mata menatap nya tajam .


Mas Hardi membalas dengan seringai senyum kemenangan, mencium tangan ku lalu beranjak keluar ruangan ku . Aku mendesah melepas rasa yang bercampur baur dalam hati ku . Bau wangi tubuh nya masih menempel di blazer ku . Ku tatap kepergian nya dari jendela ruang kantor ku, mobil nya melaju pelan menembus jalanan kota .

__ADS_1


__ADS_2