Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 23


__ADS_3

" Siapa wanita yang bersama mu tadi Mas " Tanya ku datar menekan cemburu agar tak nampak oleh nya.


" Sukma .., maksud Mamah..? " Mas Hardi menatap ku seperti mencari gurat kecemburuan dari mata ku.


" Oh.. nama nya sukma, kenapa gak sama Dia aja yang lebih seksi, lebih bahenol.." Ucapan ku terpotong oleh ulah Mas Hardi yang mencium bibir ku, ******* nya penuh perasaan.


Mas Hardi tersenyum setelah melepas bibir ku.


" Terimakasih sama kecurigaan Mamah, bahagia rasa nya di cemburui sama isteri "


Aku membulat kan mata bagaimana bisa ada orang isteri nya cemburu malah Dia Bahagia.


" Siapa juga yang cemburu sama kamu , Mas


sana mau sama Dia juga aku gak perduli " Bantah ku kesal.


Mas Hardi malah tertawa keras mendengar ucapan ku.


" Mulut mu boleh bilang tidak tapi mata mu ini jelas memperlihat kan sorot kecemburuan aku bahagia Mah karena itu tanda kamu punya perhatian dan masih sayang Papah. " Di usap nya pipi ku gemas .


" Sukma itu puteri nya Pak Hartawan suplier perusahaan Papah , Dia seumuran Hana dan aku sudah anggap seperti adik sendiri , memang karakter nya seperti itu Mah, gak cuma sama Papah Dia manja sama siapa pun yang di kenal nya, sama taufan juga suka manja seperti tadi " Kilah nya dengan senyum yang tak lepas dari wajah.


" Murahan.., terus kenapa juga Dia bilang kamu lelaki takut isteri.., yang ada juga sebalik nya kali " Dengus ku kesal.


" Mah.., sudah jangan memulai pertengkaran, Demi Tuhan Mah.., seburuk - buruk nya Papah gak pernah bawa perempuan ke atas tempat tidur, dari Papah masih lajang sampai saat ini, satu - satu nya wanita yang Papah jamah cuma Mamah " Mas Hardi mencium pipi ku .


Aku terdiam, teringat awal Dia membawa ku ke rumah kontrakan yang di jadikan kantor sekaligus rumah tinggal sementara juga, bagaimana karyawan Mas Hardi terkejut melihat nya membawa ku, sempat ku dengar bisik - bisik diantara mereka yang tak mengira lelaki yang di kenal dingin dengan wanita dan selalu menghindari wanita yang mendekati nya hanya karena merasa mereka mengingin kan harta nya saja, menyukai status keluarga nya saja tiba - tiba membawa wanita ke kantor plus rumah tinggal sementara nya.


Sempat ku lihat juga sorot cemburu plus kecewa salah satu karyawati nya saat Mas Hardi mengenal kan aku sebagai calon isteri . Dan Sorot bangga di mata tiap kali ada yang memuji nya pandai mencari calon ibu penerus generasi keluarga Prasojo .


" Mas aku pengen ke belakang..,.tolong bantu aku ke kamar mandi " Pinta ku datar.


aku berusaha menurun kan kak, sebelum menginjak lantai Mas Hardi mengangkat tubuh ku dan di dudukan di closet .


" Mas .., kenapa masih di dalam..?, keluar sana...., aku malu " Usir ku .


" Malu kenapa..?, Luar dalam nya kamu sudah kunikmati semua .., sama suami ko malu " Jawab nya dengan logat khas jawa nya.


" Keluar Mas ,.di sini bau .! " Usir ku lagi .


Mas Hardi menyerah keluar kamar mandi namun masih beridri di depan pintu..


Selesai aku memenuhi hajat panggilan alam Mas Hardi masuk dan tanpa ku minta membantu membersihkan tubuh bagian belakang ku, menaikan kembali dalaman ku.

__ADS_1


" Yah junior.gak bisa banget di ajak kerjasama, puasa dulu ya sabar " Ucap nya jenaka mengelus bagian bawah nya, membuat ku reflek melihat milik nya yang sudah terbangun menonjol ke atas . Aku menyeringai kecut .


" Junior ku sudah kangen pengen di mandiin Mah.. " Rengek nya putus asa .


" Mandi aja sama yang lain .., biasa nya juga gitu " Serang ku kesal.


Mas Hardi mengacuh kan kekesalan ku dan


Mas Hardi mengangkat tubuh ku meletakan kembali ke atas tempat tidur sangat pelan .


" Mas aku pengen duduk rebahan " rengek ku.


Mas Hardi menaikan pengait di bawah tempat tidur hingga aku berada di mode duduk lalu mengambil bantal menempat kan di leher ku hingga terasa nyaman.


Pintu terketuk lalu di buka dari luar.


" Permisi.. makan malam nya Ibu " Seorang petugas pengantar makanan menyodor kan nampan berisi makanan lengkap plus susu.


Mas Hardi membuka tutup nampan lalu menyuapi ku pelan . Hari ini Dia terlihat sangat telaten merawat ku.


" Kamu gak makan Mas, keluar sana ke kantin isi dulu perut mu , jangan sampai ikutan ambruk nanti repot " Perintah ku .


" Hari gini mah ngapain juga repot - repot turun ke bawah ninggalin isteri yang sakit sendirian di kamar,.tinggal pencet Hp juga nanti makanan datang sendiri " Balas nya.


" Mah ada makanan, minuman , snak atau hal lain yang kamu inginkan..? " Tanya Mas Hardi lembut dengan pandangan menatap lekat.


" beliin wedangg ronde aja " Pinta ku.


" Cuma itu.? " Tanya nya lagi memastikan .


Kuanggukan kepala ku pelan . Mas Hardi memillih makanan pesanan nya membayar melaluii gopay , menaruh ponsel nya di meja lalu beranjak duduk di kursi dekat ranjang pasien.


Dia memain kan rambut dan sesekalii mencubit pipi ku gemas dengan tatapan tak lepas dari wajah ku. Sengaja kuabai kan apa yang Dia lakukan pada ku meski dalam hati jengah juga.di perlakukan serupa anak kecil.


" Mah..., saaayyyaaaannnggg " Rengek nya manja .


" Apa an sih.. " Jawab ku ketus .


" Halimun lagi yuk kalau Mamah sudah sembuh " Bujuk nya lembut .


" Sudah punya anak tiga masih mau halimun, terus tuh anak - anak kita mau di kemana kan " Ku alih ka pandangan menatap nya.


Mas Hardi tersenyum mencowel pipi lalu mencium mata ku penuh perasaan.

__ADS_1


" Anak - anak di bawa aja gak papa bawa susi sama Yu inah buat jagain mereka " Jelas nya.


" Anak - anak kan sekolah "


" Ambil waktu nya saat mereka liburan semester jadi gak ganggu sekolah mereka '


Jelas nya .


" Itu sih nama nya liburan keluarga kali bukan halimun " Jawab ku pelan .


" ya liburan keluarga sekalian halimun, sekali menyelam dua pulau terlampaui " Ujung rambut ku di pilin dengan jari nya .


" Mas lepas.. , pedas tahu " Ketus ku jengah .


" Mah..., gimana nih " Mas Hardi menatap putus asa.


" Gimana apa nya...?! " Tanya ku penasaran .


" Junior ku... meronta terus " Bisik nya di telinga ku sembari menghembus kan nafas .


Telinga ku bergidik merasakan uap panas dari nafas nya.


" Beli aja di luar banyak kali.., kamu kan bos banyak uang mau cari yang model apa aja bisa..., atau itu si cewek ganjen aja nikahin sana " Umpat ku ketus. menahan perih .


" Iiiihhh ...Mamah mulai lagi..., Papah mesti sumpah pake apa lagi sih biar Mamah percaya, .., Papah bukan lelaki rakus yang sembarang doyan seperti itu.., Si junior tuh cuma ngerasin punya Mamah aja..Sweerrr " Jelas nya dengan raut putus asa .


Pintu terketuk dari luar Mas Hardi beranjak membuka , Seorang kurir pengantar makanan menyodor kan bungkusan tas plastik putih. Mas Hardi menerima nya, memberi uang jasa kurir lalu menutup nya kembali.


" Mah ini wedang ronde nya mau di nikmati sekarang mumpung masih panas atau nanti saja " Mas Hardi menaruh pesanan ku di atas lemari kecil di samping ranjang pasien .


" Namti saja Mas , aku masih kenyang..., Mas makam dulu aja " Jawab ku fokus dengan drama korea di layar kaca .


Mas Hardi mendekat duduk di samping , tangan kiri menggenggam boks nasi padang komplit dan tangan kanan memegang sendok plastik.


" Mah..., makan lagi ya.." Tangan Mas Hardi siap menyuapi namun ku tepis halus.


" Aku udah kenyang Mas.." Jelas ku masih fokus dengan layar televisi di depan ku.


" Makan keripik paru nya aja.. Mamah kan suka banget sama ini " Mas Hardi memasuk an sepotong keripik paru sapi ke mulut ku .


Pintu kembali terketuk saat Mas Hardi menyuapi ku wedang ronde, seorang suster masuk memeriksa tensi darah lalu menyuntik an dua botol kecil obat ke dalam selang infus ku. Mas Hardi mengelus telapak tangan ku lembut sangat aku merintih merasakan panas dan pegal di atas punggung telapak tangan saat jarum suntik di tekan mengeluarkan cairan dari dalam nya di alir kan ke selang infus .


Beberapa menit kemudian kantuk mulai menyerang indera penglihatan ku dan aku kembali terlelap dalam belaian lembut Mas Hardi yang duduk di samping ranjang pasien.

__ADS_1


__ADS_2