
Sesampai di dalam kantor aku berpapasan dengan Pak Lukman yang tersenyum kikuk dengan ku dan sorot mata yang entah tak ku tahu apa yang ada dalam benak nya .
" Selamat siang menjelang sore Bu Emil.."
Sapa Nadia menundukan badan sembari tersenyum simpul dengan sorot mata yang membuat ku penuh tanya. Ku alih kan pandangan ke jam dinding yang menempel tidak jauh dari tempat duduk Nadia . Deg pukul 15.17. * Selama itu kah aku berbincang dengan Mas Hardi ? * Gumam ku dalam hati.
" Selamat sore..., ada kah tamu yang mencari saya tadi ..? " Tanya ku sembari tersenyum kecut, pantas mereka menatap ku penuh tanya tak terasa tiga jam aku keluar kantor hanya untuk makan siang bersama klien , dan pulang nya dianter oleh klien lagi.
" Maaf ada Pak Satrio menunggu di ruang tamu sejak limabelas menit lalu " Jawab Nadia tergagap saat ketahuan oleh ku sedang menatap mata ku yang sembab akibat menangis tadi .
" Baik sampai kan untuk ke ruangan saya lima menit lagi " Pinta ku.
" Siap Bu " Balas Nadia masih dengan tatapan penuh tanya .
Ku langkah kan kaki menuju ruangan, mengambil alat kosmetik di dalam tas, menyapu kan Eye Cream di bawah mata ku untuk menyamar kan kantung panda di bawah mata ku .
Lima menit kemudian Pak Satrio masuk di temani oleh Nadia.
" Selamat sore Pak Satrio.., Maaf menunggu lama " Ku sapa dengan seulas senyum tulus.
" Sore Bu Emil.. aghh ndak papa , saya tahu Ibu orang sibuk " Balas nya ramah.
" Mari silah kan Pak " Pinta ku dengan mempersilah kan nya duduk di sofa ruangan ku.
Pak Satrio pengusaha teh ternama di kofa ini, Dia klien penting bagi perusahaan kami , kerjasama yang sudah terjalin puluhan tahun selama ini membuat aku juga harus menjaga sikap agar Beliau tetap mempercaya kan financial nya kepada perusahaan kami .
" Bu Emil bisa kah memberi saya waktu untuk mengundang Anda Dinner di salah satu resto milik keluarga saya ? " Pak Satrio menatap ku lembut, seulas senyum manis terkembang di wajah tampan putih bersih dengan mata sipit nya, lelaki ras Indo chinese itu menyorot kan wajah penuh harap.
" Ehheeemm maaf pak dengan segala hormat saya ucap kan terimakasih atas undangan Anda, tapi mohon maaf saya tidak ada waktu untuk saat ini , saya harap pengertian Bapak "
Balas ku dengan sangat hati - hati .
" Kenapa Bu Emil menolak ajakan saya, padahal saya sangat berharap bisa lebih dekat dengan Ibu " Balas nya dengan raut kecewa .
" Terimakasih untuk ketulusan bapak tapi mohon maaf setulus nya saya tidak bisa menjalin kedekatan dengan nasabah atau klien perusahaan di luar jam kerja apalagi dengan klien lawan jenis " Balas ku pelan .
" Emmm Bu Emil sudah menikah..? " Selidik Pak Satrio dengn sorot ingin tahu .
Ku anggukan kepala untuk menjawab keingin tahuan nya.
" Ogh.. sudah punya anak berapa Bu Emil, maaf ku kira Bu Emil masih single " Ucap nya polos ku lihat sorot kecewa di wajah nya .
" Tiga , dua perempuan satu lelaki " Jelas ku .
Dia mengangguk kan kepala lalu berdiri untuk pamit, aku menagntar sampai depan pintu.
__ADS_1
Ku rebah kan punggung ku dalam sandaran kursi sembari mendesah mengeluar kan lelah yang menyergap jiwa ku. Pak Satrio bukan satu - satu nya lelaki yang mendekati ku sejak aku tinggal di kota ini beberapa waktu lalu .
Bahkan di rumah yang ku tempati berjarak tiga rumah dari ku ada seorang polisi yang masih membujang di usia tiga puluh lebih, dua tahun lebih muda dari ku seringkali mencari perhatian berlebih saat melihat ku berada di luar untuk sekedar menyapa warga sekitar rumah .
Pukul lima lebih tujuh belas menit aku keluar kantor membelah jalanan kota menuju ke rumah dinas untuk beristirahat. Baru turun dari mobil seorang kurir menghampiri ku .
" Selamat petang maaf dengan Ibu Emila " Sapa nya ramah.
" Iya saya sendiri ada apa Pak ?" Balas ku mengulas senyum.
" Maaf Bu, ada paket makanan untuk Ibu "
Dia menyodor kan kantong plastik putih.
" Dari siapa ya Pak, saya tidak delivery " Tanya ku menatap kresek putih yang di sodor kan.
" Maaf Bu Emil saya tidak diberitahu siapa pemesan nya cuma di suruh anter ke alamat ini atas nama Ibu Emil, mohon di terima Bu "
Mohon nya dengan sorot memaksa.
" Baik Pak saya terima sampai kan terima kasih saya ke pemesan " Balas ku akhir nya menyerah ku terima karena tak tega sama kurir yang hanya menjalan kan tugas.
" Terimakasih Bu untuk kebaikan nya " Kurir itu beranjak pergi .
" Mbak Emil...!, wah nasib wanita cantik baru pulang kerja sudah ada yang mengantar makanan " Seseorang berdiri di depan pagar garasi menatap dengan sorot entah apa aku tak mengerti .
" Ko Pak sih Mbak berasa aku nya tua banget padahal sama Mbak Emil juga mudaan aku "
Seloroh nya dengan wajah di buat agak cemberut.
" Terus harus nya panggil apa Pak Polisi ! " Balas ku dengan sengaja membuat nya kian memperlihat kan wajah cemberut nya .
"Eemmm apa ya abang boleh, kaka manis juga atau Mas biar lebih terlihat dekat syukur syukur pake ayang embeb hihihihiii.. " Seloroh nya dengan sorot permohonan.
" Ayang gombal " Jawab ku tersenyum .
" Aku gak nyuci gombal Mbak soale tadi mendung " Gurau nya lagi .
" Pinter aja Pak Pol satu ini " Balas ku.
" Tuh kan .. masih aja..Ya sudah Mbak..., Ayang Embeb pamit dulu mau berangkat ngepam "
Pamit nya sembari beranjak melaju kan mobil nya keluar area kompleks.
Ku buka piintu rumah, malangkah masuk sampai di meja makan ku letakan biungkusan kresek di atas meja lalu beranjak ke kamar mengambil baju bergegas ke kamar mandi .
__ADS_1
Usai membersih kan diri karena adzan magrib sudah berkumandang aku sempat kan ke masjid dekat kompleks melaksanakan ibadah di sana.
Pulang dari masjid setelah meletakan mukena baru ku buka bingkisan di atas meja.
Satu paket nasi ayam kampung bakar komplit, plus hidangan penutup salad buah kesukaan ku ada secarik kertas di atas tutup dus .
* Selamat menikmati hidangan nya cantik ku semoga berkenan di hati
Β
\#\#Love You forever \# HP\# \*
Β
Aku tersenyum membaca pesan di atas kertas, ku fikir siapa yang tahu selera makanan ku di kota yang baru ku tempati beberapa bulan ini , ternyata wajah baru stok lawas , hihihihiiii, boleh ya Emil tertawa sendiri reader's .
tringtrangtingtingting....
Nada panggilan vidcall Wa ku berbunyi , ku lihat nama suami ku tertera di sana , aku geser tombol hijau untuk menerima nya.
" Assalamuallaikum Mah.., sudah di makan paket nasi nya..?, jangan sampai telat makan sayang .." Mas Hardi cengengesan di seberang telefon .
" Ini baru selesai aku makan, terimakasih paketan nya Mas , lagi dimana kamu Mas ko remang - remang gitu " Tanya ku penasaran.
" Di kamar Mah.., ini lagi nenangin junior nandang kangen sama pemilik nya " Mas Hardi mengarah kan layar ponsel nya ke arah bagian bawah nya.
Aku pejam kan mata ..,Deg..deg..deg..!!
Hatiku berdesir melihat pemandangan di hadapan ku, sekuat tenaga aku berusaha mengalih kan perasaan yang bergemuruh dalam dada ku.
" Apaan sih kamu Mas.., gak malu nunjukin punya sendiri kaya gitu, jangan jangan kamu biasa sexs call sama wanita lain ya " Sungut ku kesal , dalam hati ada rasa tak rela dengan apa yang Mas Hardi lakukan andai seperti itu dengan wanita lain .
" Gak pernah Mah.., aku harus buktikan dengan apa sih biar kamu percaya aku gak pernah ngumbar junior ku selain sama kamu "
Balas Mas Hardi dengan raut kesal .
" Males agh Mas kalau kamu gitu aku tutup vidcall nya " Ancam ku menahan kesal , Jujur saja milik ku pun bergetar melihat junior nya.
" Eehhh jangan di tutup dulu sayang... iya udah ini aku kurung lagi.., aku masih kangen Mah.., jangan ngambekan gitu " Pinta nya memelas.
Dan malam itu kami lalui kebersamaan lewat jaringan internet , berasa seperti anak muda yang sedang menjalin hubungan LDR aja . Gak peduli dengan quota yang langsung membengkak, apa memang seperti ini anak muda zaman sekarang saat menjalin kasih ?, butuh modal lumayan juga untuk membeli quota internet, kalau di kantor sih ada wifi ya gak perlu memikir kan beli quota .
Hampir dini hari baru kami akhiri obrolan kami lewat vidcall itu pun karena Mas Hardi melihat aku yang sudah tak mampu menahan kantuk, saat aku bilang mau istirahat baru di hentikan panggilan vidcall nya .
******************************************
__ADS_1
Hai hai hai reader's semua author ucap kan terimakasih untuk kesempatan waktu membaca karya author , janga. lupa tinggal kan jejak like , vote dan bintang nya ya
Maturthank kyou Love you allπππ