
Seorang Ahli berhasil membuka kunci pintu rumah bagian depan tanpa menimbulkan suara berarti, Hardi masuk ke dalam melewati ruang tamu berjalan naik ke lantai dua.
Baru sampai anak tangga terakhir seorang lelaki yang di kenal nya keluar dari dalam sebuah kamar, mereka sama-sama terkejut.
Hardi menodongkan pistol ke arah lelaki yang berdiri dengan santai di hadapan nya seolah tak takut dengan timah panas yang bisa saja menembus kulit kening nya atau daging yang menutupi jantung nya.
"Apa yang kau cari ?! Mengapa kau selalu berkeliaran di sekitaran kami !!" Bentak Hardi lantang penuh emosi.
Derap langkah kaki terdengar dari bawah tangga, Kapten Andreas dan beberapa anak buah nya mengepung Antonio yang bergeming dari tempat nya.
"Melindungi pujaan ku, menjaga keselamatan nya dari orang-orang yang ingin menyakiti nya untuk membalas dendam pada keluarga mu"
Jawab nya santai tanpa getaran ketakutan sedikit pun.
"Siapa yang kau maksud ?!" Balas Hardi dalam nada tinggi.
Antonio hanya tersenyum simpul, Hardi kian geram dengan tingkah nya.
"Jangan bilang yang kau maksud itu Emila ku, wanita ku, isteri ku.." Ucap Hardi dalam nada gelisah dengan amarah mulai memuncak.
Antonio menjentikan ibu jari nya, lalu bertepuk tangan dengan senyum mengejek.
"Kau..! Lancang sekali..! Siapa kau hingga berani kurangajar dengan wanita ku" Geram Hardi hendak menarik pelatuk pistol nya.
"Dimana letak kurangajar ku ?!, aku tak mengganggu isteri mu, tak menggoda nya, apalagi menyentuh nya meski sebegitu ingin kulakukan, aku masih menjaga kehormatan nya"
Balas nya datar tanpa ekspresi.
"Lantas aku harus katakan apa untuk yang kau lakukan saat ini ?!, menyadap kediaman ku dan terutama area pribadi kami !" Hardi mengurangi volume bicara nya dengan seulas senyum mengejek.
"Bukan nya sudah ku jelas kan ?!, aku hanya berusaha melindungi nya dari tangan jahat yang salah sasaran" Jawab nya masih dengan nada santai nya.
__ADS_1
"Menjaga dan melindungi itu tugas ku sebagai suami nya dan keluarga ku memiliki penjagaan sendiri untuk nya, Kau tak usah repot mengurusi isteri orang !, lebih baik kau jaga saja bitc mu atau kau cari wanita yang bisa kau siksa untuk kau nikmati tubuh nya hingga otak kotor mu tidak selalu memikir kan milik orang lain" Hardi menyeringai penuh ejekan.
"Punya penjagaan tapi masih bisa di susupi musuh di depan mata sendiri... Hebat !!"
Antonio bertepuk tangan penuh ejekan, Hardi tersulut emosi nya.
"Jangan lancang kau ! Berani sekali merendah kan sekuritas Parasojo !!" Hardik nya dalam tingkat emosi tinggi.
"The real is facta !, tiga orag menyusup dalam kandang kalian tanpa kalian sadari, kalau bukan campur tangan ku mengatasi mereka yang menjadikan wanita pujaan ku tumbal atas dendam mereka, kau saat ini sudah kehilangan permaisuri dan pangeran kecil mu" Jelas nya dalam nada setengah mengejek.
Emosi Hardi memuncak Dia hampir saja melesatkan timah panas ke arah kening Antonio seandai nya Pak Handoko ayah nya terlambat sedetik saja.
"Hentikan Hardi, turun kan pistol mu !, jangan jadi pengecut" Hardik Tuan Handoko keras menggema di seluruh ruangan.
"Tapi Ayah .." Belum juga Hardi menyelesaikan kalimat nya, Pak Handoko lebih dulu meraih pistol dari tangan nya.
"Yang dikatakan Nio memang benar, kita telah salah perhitungan hingga penjagaan kita melemah dan mudah di susup oleh pihak musuh, Antonio bukan musuh kita Nak !"
"Bagaimana Ayah bisa katakan Dia bukan musuh kita, sementara jelas sekali Dia menyadap kediaman kita terutama area pribadi ku dengan isteri ku" Bantah nya penuh emosi.
"Tujuan nya sama dengan kita Nak !, ingin melindungi Emila, hanya cara nya saja yang salah, Tengku Abdallah, kakek Nio sudah jelas kan semua ke Ayah" Balas Pak Handoko mencoba meyakinkan putera nya.
"Apapun alasan nya itu tetap kurang ajar nama nya Yah !" Nada Hardi masih dalam emosi.
"Sebaik nya jangan kau bahas ini dulu !, ada yang lebih mendesak yang harus kita selesaikan secepat nya malam ini juga" Perintah Pak Handoko tegas.
"Kapten Andreas malam ini saat nya kita jalan kan operasi memusnahkan musuh !" Perintah Pak Handoko dengan tatapan tajam.
"Siap laksanakan petintah Tuan !" Balas Kaptem Andreas memberi aba-aba pada anak buah nya mengikuti perintah Tuan Handoko beranjak keluar dari kediaman Antonio.
"Tunggu Tuan Prasojo, izin kan aku ikut bersama, setidak nya aku bisa membantu dengan pengetahuan ku tentan peta musuh"
__ADS_1
Pinta Antonio.
"Baik lah !, seperti nya kita memang membutuhkan kepandaian mu menyusup dalam area musuh" Balas Tuan Handoko.
Mereka berjalan keluar menaiki jeep yang terparkir jauh dari area lingkungan Prasojo, berjalan jauh ke selatan menembus hutan rimba, sementara Antonio lebih memilih menggunakan motor trile nya yang telah di modifikasi dengan peredam suara pada knalpot nya hingga kehadiran nya di area musuh di atas bukit tak terendus.
****************
Di sebuah bukit dalam area pegunungan dalam wilayah pulau jawa bagian tengah, sebuah bangunan berupa villa bertengger megah diantara rimbun nya pepohonan beberapa kilo dari kawasan wisata hutan lindung.
Antonio menyembunyikan motor nya diantara semak belukar diantara pohon beringin yang menjulang tinggi lima meter di depan pintu gerbang villa yang di jaga oleh dua orang sekuriti.
begitu pun rombongan mobil jeep Prasojo yang di parkir jauh dari area vila, semua penumpang berjalan mengendap dalam malam gelap pekat.
Antonio memasang radar, mencari tahu situasi di dalam villa melalui alat penyadap yang di bawa nya.
Suasana dalam vila terlihat lengang hanya ads dua penjaga di depan pintu masuk dan dua orang bodyguard yang sedang menonton televisi di sebuah ruangan lumayan luas dengan sebotol arak dan makanan ringan dalam stoples.
Antonio berjalan mengendap masuk bersama Hardi menaiki tembok tinggi menjulang mengenakan tali yang di tembakan di sebatang pohon mangga menjulang dari dalam twmbok, Kapten Andreas dengan anak buah nya menyusup masuk lewat bukit kecil di belakang vila, sementara Tuan Handoko menunggu di depan gerbang.
Tak butuh waktu lama saat Antonio dan Hardi berhasil memasuki area halaman vila, Hardi berjalan mengendap membuka pintu gerbang untuk ayah nya dengan terlebih dulu melumpuh kan satpam yang berjaga di post samping gerbang vila.
Antonio lebih dulu masuk ke dalam vila diikuti Kapten Andreas dan empat orang bodyguard yang ikut masuk bersama lewat bukit.
*
*
*
*
__ADS_1
***Bersambung....