
Aku buka puasa di temani oleh Cut Meuthia , Mak Siti dan Antonio yang meski tak puasa tapi ikut menemani makan .
Usai buka bersama Cut pamit pulang untuk taraweh bersama keluarga nya, begitu pun aku memilih masuk kamar untuk menjalan kan solat maghrib , berdzikir dan membaca Al - Qur'an sembari menunggu adzan isya .
Dalam sujud aku memohon petunjuk dan jalan untuk bisa keluar dari tempat ini .
Saat sedang membaca Al - Qur"an aku di kejut kan oleh suara benda jatuh di atas balkon, Mak Siti sudah terlelap di atas dipan kecil dekat pintu usai solat magrib tadi . Aku berjalan keluar menuju balkon .
Ku lihat ada benda kecil di dekat pintu , ku pungut lalu ku bawa masuk dengan sebelum nya mengedar kan pandangan ke sekitar balkon . kosong tak ku temui apa pun di sana .
' Sayang ini aku suami mu..! Kamu baik saja
di sana Mah ! Dia tak menyentuh mu kan..?,. Tunggu lah aku ! bersabar sedikit lagi , sedang ku cari jalan mengeluar kan mu dari sana tanpa terluka ' Dari yang menyayangi
mu ( Hardi Singa Prasojo )
Aku tersenyum bahagia bercampur cemas , membaca secarik kertas yang di gulung di masukan dalam pipa besi kecil .
Aku berjalan keluar menuju balkon berharap bertemu dengan Mas Hardi atau setidak nya melihat sosok nya di bawah sana . Tapi tak ku temui apa pun selain gelap malam . Air danau yang terlihat indah memancar kan sinar rembulan yang bertengger di atas nya .
Tok ! Tok ! Tok !
Pintu kamar di ketuk dari luar kamar, Mak Siti yang terbangun oleh ketukan suara pintu berjalan membuka pintu, aku segera masuk kembali ke dalam kamar .
" Ya ..ado apo..?! " Tanya Mak Siti ke orang yang berdiri di luar pintu . Aku berjalan keluar mengikuti Mak Siti , menemui lelaki yang berdiri di depan pintu .
" Maaf saya cuma mengantar kue dan minuman penghangat tubuh atas perintah Tuan Muda " Jawab lelaki itu sopan . Dia mengangsur kan nampan makanan dan...
Deg ..!! Mata kami bertemu pandang , Aku hampir menjerit di buat nya , beruntung nya aku masih bisa mengendalikan diri .
* Erza ..?! bagaimana bisa kau berada di sini ..?!, mengapa kau memakai pakaian pelayan dapur * Bisik ku dalam hati .
" Mak.., biar aku saja yang ambil nampan nya, Mak tidur lah saja , ku lihat wajah Mak begitu lelah " Pinta ku berharap Mak Siti akan menurut dengan perintah ku .
" Ah...Baik lah Nona .., maaf kepala Mak pusing kali habis kena angin di pantai terlalu lama tadi " Balas Mak Siti, beranjak masuk kembali membaring kan tubuh nya di atas dipan yang di sediakan khusus untuk nya .
" Za..! Bagaimana...? " Belum usai ku selesai kan pertanyaan ku lihat Antonio berjalan ke arah kami dari lantai bawah . Erza memberi kode pada ku untuk diam , agar tidak di curigai oleh Antonio.
" Maaf Nona , aku pinta koki dapur untuk membuat kue dan ramuan jahe untuk penghangat tubuh , mengingat udara di sini sangat dingin , aku tak mau kau jatuh sakit karena kedinginan dan kelaparan " Ucap Antonio begitu Dia berada di dekat kami .
" Terimakasih sudah mau repot untuk ku, sebenar nya aku masih kenyang memakan nasi kari kambing tadi " Balas ku ramah.
" Kau makan sedikit sekali tadi " Balas Antonio menatap ku sendu .
" Sudah porsi makan ku segitu " Bela ku .
" Hemm .. Kau takut badan mu melar dan di tinggal kan Singa Prasojo ..?! Ku dengar Dia mudah sekali tergoda wanita . Sudah lah tinggal kan saja lelaki seperti Dia , menikah lah dengan abang , tak kan pernah bang NIo sia - sia kan wanita secantik kau ! " Antonio tersenyum manis merayu ku .
Ku lihat raut wajah Erza memerah menahan amarah .
" Maaf Tuan Muda saya harus kembali ke pantri " Ucap Erza mengangsur kan nampan, aku menerima nya dengan tersenyum ramah .
" Terimakasih ! " Ucap ku . Erza menundukan kepala dan memutar tubuh meninggal kan kami .
" Hei.. nanti pagi jangan lupa kau kirim makanan untuk santap sahur " Perintah nya .
" Baik Tuan muda ! " Balas Erza pelan lalu beranjak turun ke lantai bawah .
" Maaf bang Nio , aku mau solat isya di lanjut taraweh dulu " Pamit ku .
" Ah .. kau , tak bisa kah ku pandangi wajah mu lebih lama sedikit ?! Kenapa kau selalu terburu tiap bertemu dengan ku " Balas Antonio kecewa .
__ADS_1
" Maaf bang ! bukan aku tak menghargai abang , tapi ini sudah masuk waktu isya dan lagi solat taraweh hanya di jalan kan saat bulan ramadhan , sayang kalau sampai terlewat begiu saja " Balas ku meminta pengertian dari nya .
" Hem .. baik lah ! Silah kan kau solat "
Balas nya sedikit kecewa .
Aku berjalan masuk , ku kunci kembali kamar ku setelah menaruh nampan . Ku buka baki makanan di dalam nya berisi kue brownies dan kacang mete panggang kusukaan ku .
Ku buka toples kecil kacang , mengambil isi nya , secarik kertas ikut terambil dari dalam toples kacang .
' Mbak ambilah handphone yang ku letakan
di balkon kamar mu di dekat pot bunga '
- Erza - .
Aku bergegas keluar kamar menuju balkon , mendekat ke pot bunga yang berjajar rapi di sana dengan sebelum nya ku edar kan pandangan memastikan tidak ada yang melihat ku .
Ku lihat kotak kecil panjang di sudut pot dekat pagar balkon , ku ambil boks handphone , ku bawa masuk segera sebelum ada yang melihat . Sampaj di dalam kusembunyi kan disbook HP di kolong tempat tidur .
Ponsel ku nyalakan . Notifikasi pesan tertera di sana .
' Tolong hancur kan kertas yang ku kirim dan hapus pesan ini ...' Erza
Ku turuti perintah dalam pesan masuk ke dalam kamar mandi , ku masukan kertas kiriman dari Erza dan Mas Hardi ke dalam closet wc dan ku siram hingga tak terlihat lagi .
' Jangan kirim pesan dulu aku mau taraweh '
Balas ku .
Ku laksana kan solat taraweh dengan hati gembira , sujud syukur ku ucap berulangkali dan do' a tak henti untuk keselamatan mereka orang - orang yang kucintai saat ini sedang berjuang untuk membebas kan aku dari penyekapan .
Usai solat ku hubungi Erza lewat pesan whasap .
Ku kirim pesan kepada nya .
Tiing..! sebuah pesan masuk di Hp .
' Di kamar sendirian selesai solat berjama'ah dengan tuan rumah, mbak Emil sedang apa '
Balasan dari Erza .
' Sama Mbak juga baru selesai solat taraweh sedang ngemil kacang mete pemberian dari kamu, bagaimana bisa kamu ada di sini ..?! '
SelidIk ku penasaran .
' Mbak Emil sendirian di kamar ?! Ku lihat di depan kamar ada pengawal yang berjaga dan lagi kamar Antonio berada tepat di depan nya ' . Balasan dari Erza .
" Berdua dengan mak siti tapi Dia sudah lelap tidur , kamu belum beritahu bagaimana bisa ada di sini , ayo beritahu aku Za ! '
Desak ku penasaran .
' Aku gak sengaja curi dengar tentang keberadaan mbak di tanah ini dari pak Handoko yang sedang telefon dengan pengawal Mas Hardi , aku minta izin Ibu
dan beliau untuk ikut Heli yang membawa sniper sekuritas milik prasojo corp kemari '
Jelas Erza .
' Bagaimana kau bisa tinggal di rumah ini ?! '
Desak ku lagi .
__ADS_1
' Aku bersahabat dengan tengku datuk Abdallah pemilik panthouse ini , kakek Antonio yang menyekap kamu '
Balas nya .
' Sejak kapan kamu berada di sini , Ibu dan Eksan sekarang ada di mana ?! ' Ku kiriim emotion khawatir .
' Aku tiba jam empat sore , langsung kemari di jemput sama pegawai Tengku di pelabuhan , aku pura - pura naik kapal, Heli menurun kan aku di sana ' Jelas Erza .
drtdrtdrtdrtdrt...!!
Ponsel ku bergetar sebuah panggilan vidcall masuk dari nomer yang masih ku hapal milik Mas Hardi .
' Bentar ya Za ! Mas Hardi telefon ' Ku kirim pesan agar Erza tak menunggu ku .
'Heemm.... kebiasaan kalau ada yayange aku terabai kan ' . Balas Erza dengan emotion kecewa .
* Maaf kan aku Za * Bathin ku .
Ku geser tombol hijau ke atas . Wajah Mas Hardi langsung muncul di sana dengan raut gembira dalam baluran rindu . Ku kenakan headshet agar suara kami tidak terdengar keluar kamar. Takut nya ada Antonio atau pengawal nya di luar sana yang mendengar, beruntung nya Antonio tidak memasang CCTV di kamar ini .
Ku raba ke setiap sudut takut jika ada alat penyadap terpasang di ruang sini . Aman fikir ku dan ku lanjut komunikasi dengan nys .
" Ya Mas ..".Ucap ku pelan takut membangun kan Mak siti .
" Sedang apa Mah ?! Kamu gak kangen kaya nya .. , hem jangan - jangan sudah merasa nyaman di sana " Tuduh nya dengan nada terdengar kecewa .
" Bukan nya kamu yang gak kangen sama aku kan sudah ada bu hakim cantik sampai yang di rumah di lupain " Balas ku lebih kesal .
" Kamu nya yang terlalu cepat ambil kesimpulan , pergi gak pamit .. , jadi nya begini kan..?! Apa memang kamu nya tertarik sama kumbang pembunuh keji itu ..! Tampan sih tapi kerjaan nya gak banget " . Dengus Mas Hardi kesal seperti nya terbakar cemburu.
" Terserah lah mau ngomong apa , mana pernah kamu ngerti in perasaan ku " Balas ku kesal. Ku matikan sambungan telefon . Sakit sekali mendapat tuduhan seperti itu. padahal aku masuk sarang pembunuh bayaran pun karena Dia dan kerajaan bisnis nya . coba aku menikah sama orang biasa pasti aku nggak akan mengalami penderitaan seperti ini.
Ponsel ku bergetar berulangkali, kuabaikan panggilan dari nya , airmata luruh membasah di wajah ku yang mulai terlihat kusam .
Tiing ! Sebuah notifikasi WA masuk .
' Mah..! Masih kangen juga hp dimatikan , ngapain juga aku sampai ngejar kemari kalau aku gak takut kehilangan kamu. Aku sama Citra gak ada perasaan apa pun . Aku cuma mau manfaatin biar kasus ku cepat kelar terus kita cepat kembali ke kota kita '
Pesan dari washap Mas Hardi .
' Manfaatin ya .., ko chating nya mesra segala, pake berharap bisa sahur bareng segala , sama isteri sendiri gak pernah terlihat bahagia giliran telefon sama wanita lain bisa tertawa lepas ! ' Balas ku menumpah kan rasa kesal yang selama ini aku pendam .
drrrt.... drrt... drrt..
Notofikasi panggilan dari Mas Hardi kembali tertera di layar ponsel .
" Uhuk.. uhuk...uhuukk .."
Ku dengar seperti suara batuik dari luar kamar tepat nya di balkon . Ku matikan daya di ponsel , lalu ku selipkan ponsel di bawah kolong nakas .
Aku baring kan tubuh ku dan menutupi dengan selimut pura - pura tidur hingga akhir nya benar - benar terlelap .
_____________________
Hai reader semua terimakasih untuk kesetiaan membaca novel ini , Jangan lupa tinggal kan jejak Like dan untuk penyemangat author beri vote jika berkenan
Tolong mampir di karya ku yg ini juga
SENANDUNG RINDU
Jangan lupa kasih Like dan vote 🙏
__ADS_1
Jazakumullah khaeron khasiiro
Salam sayang untuk semua 😘😘💕