Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 37


__ADS_3

Bu Zee menatap ku hangat menggenggam kedua telapak tangan ku. Beliau meminta ku mengambil nafas lalu menghembus kan pelan selama beberapa kali sampai aku merasa tenang .


" Sudah siap Mbak Emil..?, coba ungkap kan semua yang Mbak Emil rasakan dalam lelap tadi , tak usah takut.." Tatap nya lembut .


Aku kembali menarik nafas dan menghembus kan nya pelan, lalu aku mulai mencerita kan semua yang kualami dalam lelap ku tadi, tentang masa lalu menyakit kan, perlakuan kasar dan perselingkuhan suami ku .Dengan bijak Beliau memberi arahan pada ku untuk mampu terlepas dari bayang menyakit kan dalam hidup ku. Di beri nya aku motivasi agar bisa melalui semua nya dengan ikhlas, sabar dan tabah serta tawakal.


" Untuk sesi hari ini cukup sampai di sini dulu Mbak Emil, next kita bertemu dua hari ke depan.., ayooo senyum nya mana... " Bu Zee tersenyum menatap ku lembut .


" Terimakasih Bu..," Balas ku mengangguk kan kepala. Bu Zee mendekap ku sasaat sebelum aku duduk di kursi roda, menepuk - nepuk bahu ku lembut , meminta perawat mendorong kursi roda ku keluar ruangan khusus konsultasi, Mas Hardi duduk di kursi panjang di ruang tunggu , tersenyum lembut manatap ku , mengambil alih kursi roda dan mendorong ku keluar kamar spicholog melewati lorong rumah sakit .


Aku masih terbawa perasaan sedih, kecewa dan sakit hati atas pengkhianatan suami ku.


Sepanjang jalan aku hanya terdiam memejam kan mata menahan perih nan lara dalam dada, berulangkali Mas Hardi mengajak ku bicara di selingi bercanda , tak ku hirau kan sedikit pun perkataan Maa Hardi .


Sesampai di ruang perawatan sudah masuk waktu makan siang, seorang petugas meletak kan jatah makan siang ku di meja khusus pasien. Sampai di dalam kamar aku langsung naik ke atas tempat tidur di bantu Mas Hardi.


" Aku lelah Mas , mau tidur dulu tolong jangan ganggu aku " Suara ku lirih menahan sesak.


" Gak makan dulu baru tidur Mah ,ini ada obat yang harus Mamah minum sekarang aturan minum setelah makan " Mas Hardi menunjukan platik berisi tiga butir obat .

__ADS_1


" Nanti saja aku mau tidur sebentar kepala ku pusing " Jawab ku enggan .


Mas Hardi menaruh nampan makanan ke atas meja dengan obat nya, membetul kan selimut , membelai lembut kening ku hingga aku kembali terlelap . Sekilas masih kurasa kan ciuman hangat nya di kening ku.


Dalam tidur aku kembali ke masa saat aku meminta cerai dari nya setelah kedatangan wanita seksi yang belakangan ku ketahui bernama Sinta, Karyawati yang baru bekerja tiga bulan di tempat Mas Hardi dan sering ikut di bawa ke daerah


Dia bersumpah tak sampai melakukan hubungan badan. perempuan itu selalu menggoda nya dengan mengenakan baju minim dan seksi di tengah udara pegunungan yang dingin, mendatangi Mas Hardi saat berada di dalam ruangan sendiri .


" Demi Allah Mah, aku tak sampai melakukan dengan nya, aku memang terbawa suasana tapi aku cuma memeluk dan berciuman saja tak lebih dari itu dan hanya dua kali saja " Bela nya dengan nada tinggi.


" Jangan bawa - bawa nama Tuhan Mas, aku jijik sama kamu, keseluruhan tubuh mu sudah kotor oleh nafsu bejat mu, aku minta cerai biar aku besar kan Zahwa sendiri " Ucap ku dengan nada yang tak kalah tinggi. Zahwa menangis di pelukan Atun babysister anak ku saat itu, melihat pertengkaran kami .


Pagi nya aku memilih pulang ke kampung naik kendaraan umum hanya berdua dengan Zahwa .


Beberapa hari aku tinggal di rumah orangtua , atas permintaan Ayah tak ku cerita kan keributan yang terjadi dalam rumah tangga ku pada Ibu maupun adik - adik ku, hanya Ayah yang tahu apa yang sebenar nya terjadi. Aku tetap berangkat kerja seperti biasa nya diantar jemput oleh Ayah. Kepada keluarga aku beralasan Mas Hardi ada kerjaan di daerah dalam waktu lama dan aku ingin tinggal di rumah orangtua sementara waktu .


Di hari ketiga Pak Handoko menemui Ayah di sekolah meminta Ayah untuk membujuk ku pulang ke rumah, Beliau bilang sudah memberes kan masalah dengan Sinta dan sudah mendapat kartu As siapa Sinta yang sebenar nya. Dari penyelidikan orang kepercayaan nya,, wanita itu di bayar oleh pesaing Mas Hardi untuk merusak rumah tangga kami agar kosentrasi Mas Hardi terpecah dan proyek yang Dia kerjakan terbengkelai .


Hari itu Ayah ku dan Ayah mertua mendatangi kantor ku mengajak makan siang di restoran Oma , usai makan bersama keluarga Pak Handoko wanita itu datang di bawa oleh Taufan dan Kristanto orang kepercayaan Pak Handoko.

__ADS_1


Di depan ku Dia meminta maaf telah berbohong mengaku hamil dengan Mas Hardi yang sebenar nya Dia hamil dengan salah satu pelaksana lapangan di perusahaan Mas Hardi. Dia lakukan itu karena di bayar tinggi untuk menghancur kan kehidupan Mas Hardi, Dia juga mengakui memberi obat perangsang di kopi Mas Hardi sebelum Dia masuk ke ruangan nya dan menggoda nya dengan duduk di pangkuan Mas Hardi dan berharap di tiduri oleh nya .


Tapi keinginan nya tak terpenuhi pada saat Mas Hardi mulai terangsang pintu nya di gedor oleh Taufan yang merasa curiga mendengar suara desahan dari dalam ruang bos nya dan Mas Hardi tersadar dari perbuatan nya , Dia melepas kan Sinta dari pengkuan nya, mengambil kunci mobil dan malam itu juga pulang ke kota . Dan sejak saat itu Sinta di tempat kan di kantor pusat.


Sinta beberapa kali mencoba menggoda Mas Hardi tapi tak pernah berhasil. Terakhir Dia hampir membawa Mas Hardi masuk dalam permainan nya saat mereka mengada kan syukuran pembukaan cabang baru di sebuah kota kabupaten .


Sinta berhasil membubuh kan obat perangsang dosis tinggi di minuman Mas Hardi dan Dia kembali menggoda hingga membawa Mas Hardi ke hotel tapi usaha nya gagal sebelum mereka melakukan hal yang di larang ,.Taufan dan kristanto menggedor pintu kamar mereka di bantu oleh manager hotel yang di bawah ancaman Om Tedy sepupu Bunda yang menjadi petinggi kepolisian di wilayah hotel itu berada.


Malam itu Mas Hardi di bawa pulang oleh Taufan, mereka sampai di rumah menjelang subuh dalam kondisi Mas Hardi lemah dan kusut dengan bau alkohol menyengat, aku yang pada saat itu terbangun mendengar suara mobil Mas Hardi , membuka kan pintu dan membantu Taufan memapah nya masuk ke dalam kamar .


Setelah Taufan dan Kristanto pamit pulang , aku beranjak masuk ke dalam kamar, baru juga ku tutup pintu Mas Hardi memeluk lalu mengangkat tubuh ku ke atas pembaringan dan pagi itu bersamaan suara adzan subuh berkumandang Dia melampias kan hasrat berulang kali seakan tak pernah merasa puas.


Usai membersih kan diri ku tinggal kan Mas Hardi yang tertidur pulas tanpa busana di dalam kamar hanya ku tutup dengan selimut , lalu pintu kamar aku kunci dari luar, kunci aku taruh di nakas dekat ranjang dan serep nya aku bawa ke kantor.


Jam istirahat aku pulang ke rumah , Ku tanya kan pada Yu Inah dan Atun keberadaan Papah nya Zahwa, mereka bilang Mas Hardi masih di dalam kamar yang terkunci. saat kubuka kamar dan masuk ke dalam Mas Hardi baru saja terbangun dari tidur nya, masih dalam keadaan telanjang meneguk minuman dingin yang berada dalam kulkas kecil di kamar kami.


Dia membalikan badan saat mendengar pintu terbuka, menatap ku dengan sorot penuh hasrat dan kembali di siang yang panas itu aku harus meladeni junior nya yang selalu merasa kelaparan , Dia baru menghentikan kegiatan setelah mendengar suara perut ku yang kelaparan, Usai membersih kan diri bersama di dalam bathup kami melangkah turun untuk makan siang di resto dekat kantor, Mas Hardi mengantar kan ku yang terlambat datang usai jam istirahat dan Dia kembali ke rumah .


Pagi nya Sinta di pecat dengan tidak hormat oleh Taufan atas kuasa Pak Handoko dan kekasih nya yang menjadi pelaksana lapangan di pindah tugas kan di perusahaan Eyang Agung di jimbaran Bali . Tindakan Taufan atas diri nya yang membuat Sinta nekad datang ke rumah saat mengetahui keluarga ku sedang mengadakan acara tindak siten puteri pertama kami, sehari setelah pemecatan nya . Sebelum nya Sinta terlebih dulu menemui Mas Hardi di sebuah kaffe, Sinta kembali mencoba merayu Mas Hardi dan meminta untuk mencabut pemecatan nya dari perusahaan Mas Hardi, tapi hanya di tanggapi dengan senyum sinis.

__ADS_1


Sejak saat itu aku tahu ternyata Pak Handoko Ayah mertua ku menempat kan beberapa orang kepercayaan nya di perusahaan putera nya untuk mengawasi kegiatan nya jika berada di lapangan, salah satu nya orang yang di jadikan asisten kepercayaan oleh Mas Hardi yaitu Taufan, bertempat di kantor pusat.


__ADS_2