
" Bu tidak bisa kah di sini lebih lama lagi ?! Setidak nya sampai sidang kasus Mas Hardi selesai nanti kita pulang kampung bersama "
Pinta ku tatap Ibu dengan sorot permohonan .
" Memang kamu mau pulang ke kota mu Nok ?! , lah terus perusahaan mu siapa yang ngurus nanti ?! " Ibu malah balik bertanya .
" Perusahaan adek itu Bu , bukan milik ku dan lagi ada Mas Andy sama Mas Fajar biar mereka yang urus " Jelas ku .
" Iya memang punya adek tapi kan perwalian nya sama kamu sebagai Ibu nya , Enggak riskan apa kalau di kelola orang lain ?! " Balas Ibu dengan nada cemas .
" Mas Hardi biasa pasrahin perusahaan sama kaki tangan nya Bu ! Toh setiap bulan tetap kita kontrol dan tetap di pantau juga, Emil gak kerasan di kota kecil seperti ini Bu ! Dulu Emil kesini juga kan buat menghindari Mas Hardi gak tahu nya di sini ketemu juga " Jelas ku masih dengan mode manja bergayut di Ibu .
" Kan sudah ku bilang jangan coba lari dari ku , ke lobang semut juga bakal aku temukan ! " Suara bariton Mas Hardi sontak membut ku terkejut gak lihat datang nya tahu - tahu sudah berdiri di dinding arah masuk dari ruang tamu ke ruang tengah ..
" Kamu tuh Mas kebiasaan kalau masuk rumah orang main slonong boy aja,..! Bisa sopan dikit kenapa sih ?! Uluk salam dulu kenapa " Sungut ku kesal dengan tingkah nya .
" Ayok pulang itu di minum susu nya sebelum imsak ! " Perintah Mas Hardi sembari menyeret badan ku menjauh dari pelukan Ibu lalu merangkul memaksa ku ikut dengan nya .
" Emil pulang dulu Bu ! " Pamit ku . di balas Ibu dengan anggukan kepala dan senyuman.
" Sudah ku bilang gak boleh jauh dari ku juga senang nya minggat terus ! " Sungut Mas Hardi, menuntun ku terus sampai naik ke atas masuk ke dalam kamar .
" Imsak tinggal tujuh menit lagi, ini diminum susu nya biar besok gak lemes " Mas Hardi menyodorkan segelas besar susu tinggi kalsium .
" Banyakan Mas ! Aku masih agak kenyang " Rengek ku membayang kan bakalan penuh perut ku minum susu sebanyak itu . Mas Hardi mengambil gelas yang ada di tangan ku lalu meminum nya sebagian .
" Ini tinggal separuh lebih sedikit di minum gak usah banya alasan lagi " Tegas nya .
Aku meraih gelas susu dan meminum nya hingga tandas .
" Begitu nurut kan jadi aku nya gak emosi "
Ucap nya kemudian .
" Syukur deh kalau nyadar emosian " Gumam ku lirih namun di dengar oleh nya juga .
Mas Hardi meraih dagu ku lalu mencium nya lama penuh perasaan .
" Mas iiihhh ..!! Sudah mau imsak juga nanti puasa kita batal ! " Sungut ku kesal .
" Itu hukuman siapa suruh berani mengkritik suami ! Manis susu masih tersisa di bibir Mamah jadi nambah nafsu, lagian seharian ini aku belum cium kamu " Kerling nya nakal.
" Apa sih kamu Mas ! Tuh denger sirine di masjid sudah bunyi ! Aku mau sikat gigi mandi terus solat " Aku melangkah masuk ke dalam kamar mandi .
" Mah..! Papah juga mau sikat gigi sama berkumur jangan di kunci pintu nya "
Sergah Mas Hardi begitu aku mau mengunci kamar mandi .
" Tapi gak boleh minta mandi bareng ya ! Bahaya bisa batal puasa ku nanti ! "
__ADS_1
" Iya Papah cuma mau sikat gigi aja ko ! "
Balas nya sedikit terdengar kesal .
" Lagi senang - senang nya juga kenapa harus ada puasa ramadhan dulu sih ! Kenapa juga ramadhan nya gak di undur aja ! " Gumam nya .
" Kereta kali mundur Mas ! yang nama nya bulan mana bisa mundur ?!, emang orang hamil bisa mundur dari perkiraan lahir ?! Kamu tuh aneh banget jadi orang " Balas ku .
Usai aku mandi pintu kamar kami di ketuk oleh Hana .
Tok..! tok..! tok..!
" Ka...! Sama Ayah di suruh solat subuh jama'ah " Suara Hana dari luar kamar .
" Iya Dek...! Bentar nunggu Mas Hardi sedang mandi dulu " Jawab ku . semenit kemudian Mas Hardi keluar dari kamar mandi .
" Mas yuk solat berjama'ah di bawah sudah di tunggu dari tadi " Ajak ku .
" Males ahhh..! Paling yang jadi imam Erza lagi ! " Balas nya dengan nada tak rela .
" Heeemmm mentang - mentang keluarga mu pada pandai agama terus mau nya jadi imam ".Nada suara nya terdengar gak suka .
" Yang nyuruh Erza jadi imam di solat jama'ah kan Ayah bukan keinginan nya sendiri dan lagi kriteria untuk jadi imam kan yang bacaan surat nya lebih baik , makrof nya lebih tepat, Eksan juga bacaan nya bagus tapi Dia kan lebih muda jadi Ayah memilih Erza, di kekuarga ku dari Ayah masih hidup memang mewajib kan anak lelaki nya untuk bisa menjadi imam dalam solat ,kenapa karena lelaki selalu jadi imam dalam keluarga nya, jadi sedari kecil mereka sudah di gembleng harus bisa membaca Al - Qur'an dengan baik dan benar sesuai tajwid dan makrof nya "
Jelas ku mencoba memberi pengertian .
" Yuk Mas keluar kasihan yang lain kelamaan nunggu, Zahwa sama Zarra aja gak pernah lewat solat subuh masa Papah nya kalah sama anak " Ajak ku lagi .
Eksan mengumandang kan Adzan lalu memberi kesempatan aku untuk solat qabliyah lebih dulu baru menerus kan iqomah.
Usai solat aku memilih untuk tadarus bersama Hana , Hanie , dan Bunda belajar bersama Ibu yang sesekali minta di bantu jika ada bacaan yang mereka belum mengerti sedang Zahwa diajari juz"ama oleh Erza dan Zarra dengan Daffa belajar mengenal huruf hijaiyah bersama Eksan dengan buku jilid khusus bacaan hijaiyah.
Mas Hardi memilih masuk ke dalam kamar meski Ayah sudah menyuruh nya untuk belajar membaca Al - Qur'an bareng Erza . Ayah sendiri pun ikut membaca Al - Qur'an di samping Erza yang akan membetul kan jika ada bacaan Ayah yang kurang tepat.
" Rumah ku ko tiba - tiba berubah seperti pesantren kilat aja ! " Gerutu Mas Hardi sebelum masuk kamar yang langsung mendapat tatapan tajam dari Ayah .
tiga puluh menit setelah nya aku masuk kamar Mas Hardi sudah terbuai dalam mimpi, aku melangkah keluar pelan - pelan menuju ke bawah dimana anak - anak sedang bermain dengan om dan tante mereka .
" Nak Emil sesekali ikut ke pasar yuk ! " Ajak Bunda yang sudah rapi dengan Ibu siap ke pasar .
" Nggeh Bun " Jawab ku, lalu ikut naik ke dalam mobil untuk menuju pasar di supiri oleh Ayah .
" Adek mau ikut Mamah ! " Pinta Daffa berlari dari rumah sebrang diikuti oleh Bik Ratmi .
Sampai di pasar masih agak sepi entah karena wabah corona atau karena suasana puasa sebagian orang memilih untuk tidur lagi usai solat subuh bahkan ada yang sudah tidur usai sahur tanpa solat subuh. Itulah manusia terkadang masih saja menganggap remeh solat wajib lima waktu yang harus nya tidak boleh di tinggal kan .
" Bun belanja nya banyak banget " Tanya ku melihat Bunda yang membeli hampir semua protein hewani dan beberapa sayur serta buah.
" Persiapan untuk tiga hari Nak ! Jadi gak capek harus ke pasar tiap hari " Balas Bunda.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian Bunda selesai dengan belanjaan nya kami menuju Ayah yang menunggu di parkiran dalam mobil .
" Nak Emil gak bawa handpohone ? ". Tanya Ayah begitu kami masuk ke dalam mobil.
" Ndak Yah ! Emil kelupaan tadi " Balas ku . Saat di ajak Bunda ke pasar tadi aku langsung ikut saja sengaja gak naik ke atas dulu .
" Ada apa Yah ?! " Tanya Bunda .
" Itu bayi tua nya sudah bangun jadi heboh " Jawab Ayah menggeleng kan kepala merasa heran dengan tingkah putera nya .
Beberapa saat kemudian ponsel Ayah berdering, Ayah memberikan kepada ku .
Sebuah notifikasi vidcall dari nama putera ku terpampang di layar kaca benda pipih milk Ayah . Aku menggeser tanda gambar video ke atas .
" Ya Pah..! Ada apa..? " Tanya ku saat layar kaca memperlihat wajah Mas Hardi .
" Kamu kemana aja sih Mah ! Bukan nya ikut tidur malah keluyuran ! Papah bangun cariin gak ada ! Terus itu Bu Bu Bukenapa pergi gak pake cadar ?! Kamu mau pamerin wajah ke semua laki - laki ..hahh !! " Sungut nya kesal
Bunda dan Ayah yang mendengar karena lods speaker aku nyalakan menggeleng kan kepala.
" Handphone nya bawa sini Nak ! Biar Bunda yang bicara " Pinta Bunda . Aku mengasur kan handphone Ayah ke Bunda .
" Har...! Kamu itu kalau ngomong mbok di pikir dulu jangan janji ceplos gitu ! Emil ke pasar Bunda yang ajakin buat nemenin belanja dan lagi kenapa mesti pake cadar..?! Emil ke pasar juga pake masker ko ! Kalau kamu posesif gitu lama - lama Emil jengah sama kelakuan kamu terus kamu di tinggalin, Bunda sama Ayah dukung Emil , biar kamu gak bisa ketemu Emil seumur hidup baru tahu rasa !! "
Hardik Bunda kesal karena merasa malu sama Ibu yang juga ada dalam mobil .
" Bunda ko jahat banget sih !! Pake ancam anak nya begitu ! Awas kalau sampai Emil pergi dari ku semua perusahaan Bunda aku buat bangkrut baru tahu rasa !! " Ancam Mas Hardi kesal .
" Kasih HP nya ke Emil lagi aku mau bicara !."
Ancam Mas Hardi . Bunda memberikan Hp kepada ku lagi .
" Mah pulang cepet !!., Ngapain lama - lama di pasar , aku susul.sekarang nih !! " Rengek Mas Hardi dari sebrang sambungan.
" Iya ini lagi jalan pulang juga ! Sabar , nunggu sebentar lagi juga sampai ko ! " Balas ku .
" Jangan mati kan Hp nya sebelum sampai gerbang masuk kompleks aku tunggu di situ ! " Perintah Mas Hardi .
" Nyalakan aja vidcall nya Nak , gak papa ! Sing waras ngalah " Celetuk Ayah .
Dan sepanjang perjalanan aku harus memegang Hp Ayah melihat wajah kesal Mas Hardi yang memandangi ku dari layar ponsel.
* Cinta segila ini kah...?! * Bathin ku kesal .
-------------------------------
**Hai readers terimakasih untuk kesetiaan pada karya ku ini . Semoga terhibur
Jangan lupa kasih kesan dengan like dan komen kasih
__ADS_1
Jangan lupa mampir di Senandung Rindu
Love you allππ**