
**Hai reader semua jumpa kembali
Author minta maaf ya gak bisa up tiap hari
tp janji deh bakal tetep nyelesein ini cerita sampai happy ending.
jangan lupa like dan vote di tunggu
Salam sayang selal
Happy reading**...
----------------------------------
Pagi hari saat aku turun ke meja makan dikejutkan dengan kaki Ayah Handoko terluka dengan di balut perban dan ku dengar kapten Andreas masih terbaring di rumah sakit dengan beberapa anak buah nya.
Berbagai pertanyaan berkecamuk dalam hati ku tapi aku tak berani untuk mempertanyakan pada mereka apa sebenar nya yang telah terjadi.
Saat aku sedang bersantai dengan anak-anak di taman bermain samping kanan puri, sebuah keributan nampak di gerbang masuk puri, saat itu Ayah sedang beristirahat pun dengan Mas Hardi yang memilih memejam kan mata di minibed lipat yang sengaja di tempat kan dekat dengan taman bermain.
Bik Nah berlari kecil meraih ketiga anakku dengan di dampingi dua orang bodyguard.
"Ndoro ayu mohon sebaik nya masuk ke dalam sekarang" Pintah nya dengan raut cemas.
Belum juga mengerti apa yang terjadi Bunda keluar meminta ku naik ke atas kamar ku berkumpul bersama-sama ketiga anakku.
Mas Hardi yang terbangun dari lelapnya meraih tubuh ku membawa masuk ke dalam kamar.
"Mah jagain anak-anak di dalam sini saja, apa pun yang terjadi jangan keluar terkecuali aku yang meminta, dengar ya Mah" Ucap nya perlahan dalam nada cemas.
Mas Hardi mencium kening ku lembut penuh perasaan seperkian detik, kemudian mendekap Daffa dan kedua puteri kami.
"Jaga Mamah jagoan Papah !" Ucap Mas Hardi tegas ke arah Daffa.
"Siap Pah !" Balas nya dengan gaya sok dewasa membuat ku tersenyum simpul.
Mas Hardi keluar kamar, ku dengar Dia mengunci pintu dari luar, pun jendela dan pintu balkon tertutup rapat dengan korden berlapis tiga membuat kami tak terlihat dari luar.
__ADS_1
Ku dengar sirine mobil aparat meraung riuh di gerbang puri, aku mengintip dari jendela yang kubuka sedikit mencari tahu apa yang terjadi di halaman puri, aku lihat petugas kepolisian dengan aparat gabungan TNI, membawa keluar puluhan lelaki bertubuh kekar dan seram dengan tangan terborgol yang sempat membuat keributan di halaman puri dan merusak gerbang dengan sebagian tanaman di area halaman puri.
Beberpa saat kemudian seorang lelaki tua berjubah putih panjang dengan peci putih dan sorban nya masuk mengucap uluk salam.
Ku lihat Ayah menyambut hangat sang tamu, beberapa saat ku pandangi lelaki tua itu, aku seperti mengenali wajah nya, nampak familiar tapi entah dimana aku bertemu dengan nya.
Author Pov
Sore itu saat keluarga Prasojo sedang menikmati kebersamaan di kolam renang pribadi, Tuan Handoko dihubungi oleh Kapten Andreas yang mendapat surat kaleng berupa video pemberitahuan tentang penyusup dalam puri Prasojo kemudian meminta mengadakan metink darurat di markas sekuritas milik nya tanpa di hadiri sang putera.
"Minta team IT kita untuk menelusuri darimana video ini dikirim" Perintah Tuan Handoko kepada Kapten Andreas.
"Masih dicari sumber nya Tuan !" Jelas Kapten Andreas tegas.
Pak Handoko mengambil ponsel nya yang di letakan di atas meja kerja nya lalu menelfon Pak Sastro kepala urusan rumah tangga dalam puri prasojo.
"Sudah melihat video yang ku kirim ?!" Tanya Pak Handoko pada Pak Sastro.
"Sudah Ndoro agung, siap terima perintah"
Balas Pak Sastro pelan dalam kamar pribadi nya sesuai perintah Pak Handoko lewat pesan meminta Pak Sastro masuk dalam kamar pribadi nya sebelum Dia menghubungi agar pembicaraan mereka tidak di dengar orang lain.
Perintah Pak Handoko dengan nada geram terdengar jelas dari suara nya.
"Siap laksanakan perintah Ndoro, nyuwun pamit" Balas Pak Sastro.
Pak Sastro kepala.urusan rumah tangga dalam puri Prasojo seorang terlatih bukan hanya dalam mengurus keperluan dalam keluarga, mendisiplinkan para pelayan pun tak di ragukan lagi loyalitas pada keluarga Tuan Handoko.
Pak Handoko memutus hubungan pembicaraan diantara mereka. Pak Handoko memejam kan mata nya, merenung kan atas semua yang terjadi dalam kehidupan nya.
Bisnis yang dimulai oleh sang isteri di awal pernikahan mereka dan karena status nya sebagai aparatur negara saat itu yang tak memungkin nya menjalankan roda perusahaan, pada akhir nya Dia hanya berada di belakang layar saja.
Awal perusahaan berkembang baik tanpa kendala kemudian saat perusahaan maju pesat, kerikil tajam mulai menghalangi perjalanan, keluarga prasojo yang awal nya berbisnis dalam jalan yang lurus pada akhir nya harus terima pasrah mengikuti alur, lantas untuk melindungi keluarga nya yang sempat beberapa kali terancam keselamatan nya, Pak Handoko memilih menyewa bodyguard pada perusahaan sekuritas lain.
Dua tahun memakai jasa sekurity perusahaan asing, Dia bertemu Kapten Andreas pensiunan Tentara dari pasukan khusus yang berpuluh tahun ditempat kan di daerah konflik, di aceh , papua dan daerah lain yang rawan pembrontakan, membuat insting pemburu dalam diri Kapten Andreas tidak diragukan lagi.
Atas saran keluarga besar Prasojo mereka kemudian merekut Kapten Andreas untuk mendirikan perkumpulan sekurity bawah tanah perusahaan Prasojo sebagai pelindung pertahanan keluarga Prasojo.
__ADS_1
Seorang ahli IT Prasojo memberitahu menemukan titik temu pengirim berita kaleng, segera melaporkan pada Kapten Andreas kemudian dilanjutkan ke Pak Handoko.
"Pengirim surat kaleng berada dalam radius delapan puluh meter di samping puri Tuan, Dia penyusup profesional yang tak bisa di remeh kan" Jelas sang IT.
"Hem, punya nyali besar juga ini orang, mau cari mati di kandang orang" Ucap Kapten Andreas geram bercampur malu karena ada yang mampu menerobos pertahanan nya.
"Lakukan penyergapan dengan rapi, jangan membuat keributan yang mengundang curiga lingkungan sekitar, bawa siapa pun Dia berapa pun jumlah nya ke markas ini sekarang !" Perintah Tuan Handoko dalam membara.
"Siap jalankan perintah !" Balas Kapten Andreas, berbalik mengumpulkan beberapa anak buah nya yang terbaik.
"Aku ikut penyergapan !" Suara berat yang sangat di kenal membuyarkan kosentrasi mereka dan perhatian pun tertuju pada pemilik suara.
"Bagaimana bisa kamu ada di sini Har !, seharus nya kamu dalam rumah saja jaga isteri dan anak-anak mu " Ucap Pak Handoko.
"Mereka sudah ada yang menjaga Yah, selama masih dalam puri kita isteri dan anak-anak ku aman terjaga, aku juga ingin tahu siapa orang yang berani main-main dengan kita" Balas Hardi dalam nada kesal.
"Biar kan ini jadi urusan Ayah, kamu cukup jaga keluarga mu, penerus dan pewaris trah Prasojo" Perintah Tuan Handoko.
"Tidak bisa Yah !, kalau semua masalah selalu Ayah yang mengurus ke depan bagaimana aku akan melangkah jika ini menimpa keturunan ku" Balas Hardi menekan kalimat nya.
"Hem, baik lah kau boleh ikut operasi ini, tapi ingat !, target berada di dekat lingkungan puri, jaga nama baik kita dalam lingkungan sekitar, lakukan dengan rapi jangan ada noda tertinggal !, Ayah tunggu hasil nya di sini"
Perintah Tuan Handoko tegas.
"Siap !,.laksanakan perintah !" Balas Hardi.
Malam itu mereka menuju lingkingan puri dengan dua mobil jepp, memarkirkan jauh dari target, berjalan mengendap perlahan.
Seorang ahli IT di markas sskurity Prasojo lebij dulu memasukan virus para radar milik musuh hingga pergerakan singa prasojo dengan kapten Andreas beserta rombongan tak terdeteksi oleh nya.
Sebuah rumah vila minimalis berlantai dua dengan arsitek jawa kental malam itu mereka datangi dari berbagai arah.
*
*
*
__ADS_1
*
****Bersambung