Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 95


__ADS_3

Mas Hardi menarik ku duduk di bangku panjang dekat tiang lampu penerangan jalan.


Anak - anak sudah asyik dengan sepatu roda yang mereka bawa , Zahwa dengan sifat dewasa nya membimbing Daffa yang masih belum stabil mengenakan sepatu roda .


" Mamah ayu bantuin aku jalan ! " Rengek Daffa manja menarik tangan ku .


" Adek di bantu sama kaka aja ! Mamah nya nanti capek " Bujuk Zahwa .


" Tapi Adek mau main cama Mamah ! "


Rengek nya lagi. Aku berdiri menuruti kemauan si kecil , memegang kedua lengan nya berhadapan menarik nya pelan .


Mas Hardi mengikuti langkah kami dengan jalan yang masih di seret , kondisi kaki mulai sedikit memulih dan tak lagi memakai tongkat pembantu hanya saja jalan nya masih belum seimbang , kaki sebelah kiri nya masih di seret pelan untuk berjalan .


" Mamah Adek mau itu ! " Tunjuk Daffa pada penjual harum manis .


" Adek tunggu di sini ya biar Papah belikan ! Jagain Mamah sayang ! " Perintah nya .


Daffa menganggukan kepala pelan .


" Zarra ikut Pah ! " Pinta Zarra lalu berjalan menyusul Papah nya memakai sepatu roda .


Mas Hardi berjalan ke tepian trotoar diikuti Zarra mengahampiri penjual harum manis membeli tiga plastik dengan warna berbeda .


Dubrag..!!


Zarra bertabrakan dengan seorang wanita sebaya dengan Mas Hardi , Dia dan wanita itu jatuh terduduk bersamaan spontan aku melihat ke arah mereka , Zahwa memacu sepatu rodanya mendekati sang adik , ku lihat Mas Hardi pun duduk berjongkok membantu Zarra dan ku lihat tangan Mas Hardi dan wanita itu sempat bersentuhan lalu mereka saling menarik kembali tangan masing - masing , mereka terlihat canggung .


Aku berjalan ke arah Zarra terjatuh dengan menjinjing sepatu roda Daffa yang berlari kecil di depan ku mendekati mereka .


" Hardiman ..?! Kamu Hardiman anak tekhnik sipil kan ..?! " Ucap wanita itu sesaat kemudian menatap Mas Hardi lekat .


Mas Hardi mengerut kan kening seperti mencoba mengingat sesuatu .


" Aku Citra ! anak hukum , kita satu liting dulu dan satu grup saat ospek ! Kamu masih kenal dengan ku tidak ?! " Tanya wanita itu antusias.


Mas Hardi tersenyum kemudian .


" Ah.... Iya Citra Ananda Lukita .. Ya puteri Pak dosen Agung Lukita !! " Balas Mas Hardi .


Wanita itu mengangguk tersenyum bahagia .


" Ahhh... Dunia ini sempit sekali ya gak nyangka bisa ketemu kamu di sini, ku dengar dari Adnan dan saputro kamu sudah jadi pengusaha sukses sekarang ! " Balas wanita itu lagi , Dia terlihat sangat pandai bergaul , bahkan orang sedingin Mas Hardi pun bisa mencair di hadapan nya .


" Heeemm... Adnan sama Saputro terlalu melebih kan cerita saja, aku cuma lelaki biasa yang menjalan kan proyek tender kecil dari pemerintah " Balas Mas Hardi merendah .


Degg..!!! Aku terkesiap di buat nya mendengar jawaban Mas Hardi , setahu ku Dia selama ini sangat membanggakan keberhasilan nya dalam dunia bisnis kepada siapa pun , bagaimana bisa Dia merendah di hadapan wanita ini .


Aku berjalan mendekati Zarra yang merintih kesakitan sedang di bantu oleh Zahwa membersih kan kotoran di lutut kaki sebelah kiri yang luka tergores paving trotoar dengan menggunakan tisue .


" Sakiitt...Mah !! Hiks..hiks..hiks ..! " Rengek Zarra begitu aku sampai di tempat nya duduk berjongkok memeriksa lutut nya yang terluka .


Mas Hardi tersadar dari kesenangan nya mengobrol dengan wanita itu setelah mendengar suara Zarra menyebut nama ku, Dia tergagap lalu mengalih kan perhatian kembali ke arah anak dan isteri nya .


" Eh.. Citra kenal kan ini Emila isteri saya dan ini anak - anak saya " Jelas Mas Hardi kepada nya .


" Ah... Jadi yang tadi tabrakan dengan ku itu anak mu Har..?!, Aduh Maaf ya..! Aku gak sengaja tadi ! " Ucap nya dengan nada menyesal .


" Mah kenalin ini Citra Ananda Lukita , teman satu kampus Alumni unversitas DN " Ucap Mas Hardi mengenal kan Dia kepada ku .


Kami saling menjabat tangan .


" Emila ! Senang berkenalan dengan teman Alumni suami saya ! " Sapa ku tersenyum seramah mungkin .

__ADS_1


" Citra ! Saya juga senang bisa berkenalan dengan isteri teman saya ! Semoga kita bisa menjalin silaturahmi " Balas nya kemudian.


" Pah pulang yuks ! Zarra terluka aku mau obatin luka nya di rumah " Pinta ku datar .


" Iya Mah " Balas Mas Hardi .


" Citra kami pamit pulang dulu " Pamit Mas Hardi .


" Oh ya silah kan.., Dek Zarra maafin tante ya ! " Ucap nya tersenyum manis ke arah Zarra yang masih meringis kesakitan . Di.bals oleh Zarra dengan menganggukan kepala pelan .


Mas Hardi menggendong Zarra, sepatu nya di jinjing oleh Zahwa dan aku menggandeng Daffa berjalan menuju mobil Mas Hardi yang terparkir di sebrang taman .


***************


Sampai di rumah Bunda menyambut kami dengan Hana yang telah menyiap kan kotak P3K , dengan telaten Hana membersih kan dan mengobati luka Zarra . Aku duduk.di samping nya mencoba meredam tangis nya .


Tiing !!


Sebuah notifikasi whatsup masuk di ponsel Mas Hardi, Dia membuka nya, tersenyum lalu beranjak naik ke atas masuk ke kamar begitu menerima panggilan telefon . Aku mengabai kan suami ku karena sibuk membujuk Zarra.


" Nak Emil , Mas Hardi di panggil suruh turun untuk buka puasa bersama " perintah Bunda .


" Nggeh Bun " Balas ku sopan, lalu beranjak naik ke atas untuk memanggil Mas Hardi.


Sampai depan pintu kamar aku dengar suara riang Mas Hardi menerima telefon dari seseorang , aku sempat merasa tak nyaman, aku kenal siapa suami ku, tak pernah aku dengar Dia sebegitu gembira nya menerima telefon dari seseorang . Aku buka pintu kamar pelan .


Cekrek ! cekrek !


Mas Hardi tergagap melihat kedatangan ku .


" Lain kali sambung lagi ! bye ! " Ucap Mas Hardi mengakhiri panggilan nya .


" Di minta Bunda turun untuk persiapan buka puasa bersama Pah ! " Ucap ku datar .


Begitu sampai bawah suara sirine tanda waktu puasa berakhir menggema dari pengeras suara di masjid .


Kami buka puasa hari pertama bersama dalam dua keluarga menjadi satu . Usai menyantap makanan aku beranjak naik ke atas untuk menjalan kan solat berjama'ah bersama keluarga ku ,Bunda Hana dan Hanie sementara Mas Hardi memilih mencari angin di balkon kamar .


Usai solat aku masuk ke kamar untuk tadarus, samar - samar ku dengar suara Mas Hardi tertawa begitu riang di telefon, Entah mengapa ada rasa tak nyaman menyelusup dalam hati mendengar suara tawa riang nya. Ada rasa sakit yang tak ku mengerti. Aku menghibur nya dengan membaca kalam Illahi berusaha mengabaikan perubahan perlakuan suami ku .


Sampai memasuki waktu isya Mas Hardi masih asyik bertelefon ria bahkan Dia mengabai kan ajakan ku untuk solat isya dan taraweh berjama'ah . Usai solat taraweh aku beranjak tidur sendiri karena Mas Hardi masih asyik dengan dunia baru nya . Entah jam berapa Mas Hardi menyusul tidur di samping ku, yang ku tahu saat terbangun oleh alarm yang sengaja ku nyala kan agar tidak kesiangan saat sahur , Mas Hardi sudah ada di samping ku , tertidur lelap memeluk ku .


Tiiingg !!


Sebuah notifikasi pesan WA di ponsel Mas Hardi dan entah mengapa tangan ku begitu gatal ingin membuka nya .


' Selamat pagi bang Hardi..


sudah bangun kah kalau belum aku bangunin nih


sahur... sahur... sahur


sahur berdua yuk bang


sementara beda tempat


lain waktu semoga bisa bersama '


Deg !!


Jantung ku sakit rasa nya membaca pesan murahan seperti itu , sepanjang hidup ku meski aku pernah meninggal.kan suami ku tak pernah aku merayu lelaki lain apalagi yang masih beristeri , bahkan setiap ada yang merayu ku lewat pesan selalu ku abai kan .


Aku beranjak turun ,masuk kamar mandi mencuci muka lalu keluar kamar turun ke bawah, ku lihat Bunda dan Bik Ratmi sedang menyiap kan makanan untuk sahur .

__ADS_1


" Boleh Emil bantu Bun ?! " Tanya ku pelan .


" Eh... kamu sudah bangun Nak ! " Balas Bunda tersenyum lembut .


" Tolong bantu bangunin anak - anak saja " Perintah Bunda tersenyum manis .


" Nggeh Bun " Balas ku , lalu beranjak menuju kamar si kembar, setelah itu membangun kan Zahwa dan Zarra .


" Ka Zahwa ..! Ka Zarra ..! Bangun yuk kita sahur dulu..." Ku guncang pelan tubuh mereka.


" Mamah...! " Zahwa terbangun memeluk ku erat airmata nya jatuh .


" Kenapa sayang..?! , kamu mimpi buruk ?! "


Tanya ku sembari mengelus pundak nya .


" Mamah jangan pisahan sama Papah lagi ya ?! , jangan mau kalau ada yang minta Papah kita ! " Zahwa semakin erat memeluk.


* Ya Allah cobaan apa lagi yang akan aku hadapi kali ini ?! * Bathin ku, sama seperi ku Zahwa punya kemampuan mata bathin yang tajam seperti mampu melihat hal buruk di masa yang akan datang .


" Kaka mimpi apa ?! " Tanya ku lembut .


" Ada yang mau minta Papah dari kita tapi Papah nya masih bingung mau milih siapa " Jawab nya polos .


" Mimpi itu bunga tidur sayang ! Jangan terlalu di percaya " Hibur ku mencoba tersenyum meski dalam hati ku bergemuruh .


" Yuk bangun sahur sudah di tunggu titi sama yang lain di bawah " Ajak ku lembut, ku cium kening nya penuh perasaan .


" Dek bangun sudah waktu sahur " Zahwa mengguncang tubuh Zarra pelan . Zarra memggeliat memincing kan mata lalu memeluk ku erat .


" Mamah...! " Ucap nya manja .


" Kenapa sayang ?! " Tanya ku pelan menatap nya lembut .


" Zarra pengin setiap hari di bangunin nya sama Mamah seperti dulu " Pinta nya polos .


" In Syaa Allah sayang " Balas ku membelau rambut panjang nya lembut .


" Yuks cuci muka dulu biar lebih fresh " Ajak ku ke mereka dan keluar kamar menemani mereka ke kamar mandi di sebelah kamar mereka .


Kami bertiga beranjak ke ruang makan di sana seluruh anggota keluarga sudah berkumpul tak terkecuali Mas Hardi yang terlihat lebih cerah hari ini .


" Kenapa bangun sendiri Mah ?! , kenapa gak bangunin aku ?! " Tanya nya terdengar serupa basa - basi saja .


Kuabaikan ucapan nya beranjak duduk di sebelah nya, mengambil piring kuisi nasi dan lauk lalu ku sodor kan ke arah nya , Mas Hardi mengambil nya lalu mulai menyantap makanan nya .


----------------------------


**Hallo pembaca yang budiman terimakasih untuk kesetiaan nya pada novel ku tapi kalau boleh jujur sih author masih suka sedih deh


kenapa..?! karena masih banyakan pembaca yang tak mau berbaik hati dan penulis merasa tak di hagai. sudah capek nulis begitu lihat list terbaca dengan jumlah yang kasih like plg hanya 15 - 20 % saja.


Nah yang lain pada kemana ya..?!


padahal kasih like itu gratis ya dan tidak akan membuat bengkak jempol .


Penlis perlu tegas kan untuk bisa mendapat kontrak dari editor karya ini harus mendapat lebih banyak like vote dan komen kepuasan dari pembaca nya. Nah kalau yang kasih like masih di bawah 50,% , kemungkinan novel ini akan berakhir lbh cepat terjadi .


Jadi ku mohon kebijakan pembaca yang bidiman .. Hargai jemari saya yang kadang sampai pegal menulis bahkan kdg banyak typo nya dan otak saya yang harus berfikir untuk mencari kalimat yang lebih baik .


Salam sayang dari penulis untuk kalian semua pembaca ku yang baik hati .


Terimakasih untuk yang rela memberi sedekah vote dan rate 5**.

__ADS_1


__ADS_2