Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 68


__ADS_3

Mas Hardi membawa ku ke resto modern yang menyajikan makanan dan minuman khas ala barat . Resto dengan interior mewah dengan alunan musik klasik dari seksofhone memberi kesan romantis.


Di meja makan telah tersaji Bruschetta makanan pembuka yang terbuat dari potongan roti kecil dengan bawang putih panggang, saus dan sayuran di dalam nya, ada chateaubriand tenderloin steak daging sapi panggang bagian dalam yang empuk dan paling mahal di jual di pasaran di hidang kan dalam porsi besar, Mas Hardi sengaja memilih menu ini karena ingin makan berdua dalam satu hot plan, ada.Lasagna with beef and mushroom irirsan roti tipis berlapis dengan isian daging dan jamur , ada panna cota hidangan penutup yang terbuat dari gelatin dan cream susu sangat memanjakan lidah dari rasa manis yang melumer di dalam mulut dan untuk minuman Mas Hardi memilih fruit tea perpaduan teh dengan aroma buah dan mojito minuman khas havana ini paling aku suka perpaduan antara withe rum, campuran air lemon , air putih dan daun mintz dengan es batu ini sangat menyegar kan begitu masuk ke dalam tenggorokan .


Mas Hardi memotong - motong daging steak lalu menyuapkan ke mulut ku seringkali berganti aku memasukan potongan daging ke dalam mulut nya . Ada satu momen nakal ketika potongan terakhir lasagna di gigit nya du ujung lalu meminta ku menggigit di ujung lain nya ketika gigitan terakhir Mas Hardi memasukan potongan lasagna ke dalam mulut ku lalu menikmati bibir ku begitu lama, aku yang sedikit risih meski berada dalam satu ruang vip berusaha melepas kan pagutan maut nya .


" Sifat usil mu gak pernah hilang sih Mas.."


Wajah ku merona merah atas perlakuan nya .


Mas Hardi tersenyum bahagia menikmati wajah udang rebus ku .


" Mamah yang bikin Papah tambah gemes lihat raut malu - malu Mamah " Balas nya masih dengan gaya gombal nya . Aku lihat arloji di tangan ku , hampir jam dua siang.


" Udahan yuh Pah waktu istirahat Mamah sudah lewat sejam lalu " Ajak ku kembali ke kantor, kelamaan di sini aku bisa spot jantung dengan perlakuan gila nya .


" Panna cotta nya habisin dulu Mah.., mubazir dan Papah ingin menaikan sedikit berat badan Mamah yang kurusan ini " Balas Mas Hardi mulai menyuap kan potongan Panna Cotta ke dalam mulut ku .


" Nanti kalau aku kegemukan seperti Ibu atau Bunda kamu cari yang lain terus aku dibilang gajah " Protes ku sembari cemberut.


" Gak akan sayang , sampai kapan pun seperti apa pun bentuk fisik Mamah di hati ku hanya ada satu wanita ., Emila Nurul Hidaya , wanita ku yang paling cantik bagi ku " Mas Hardi menatap lekat ke dalam manik mata ku .


" Gombal receh ! " Balas ku menundukan wajah menahan gejolak yang membuncah, entah mengapa akhir - akhir ini Mas Hardi senang sekali mengucap kata - kata rayuan dan hati ku berdesir aneh setiap mendengar nya.., apakah ini arti nya aku telah jatuh cinta dengan lelaki yang telah hidup bersama ku belasan tahun ini .


" Mah ko malah bengong..?! " Mas Hardi mengangkat dagu ku , kembali mencium bibir ku sangat lembut, aku meremas tonjolan di atas resleting nya menahan buncahan dalam hati , Mas Hardi melepas pagutan nya lembut.


" Udah yuk Mah.., junior ku gak bisa diajak kompromi " Mas Hardi mendesah menahan berontakan junior nya dengan wajah merona merah .


" Bentar Pah Mamah benerin jilbab sama mike up " Pinta ku, ku sapukan bedak tipis, lipstik warna orange tipis, merapikan jilbab setelah nya aku berdiri dari tempat duduk, Mas Hardi memeluk bahu ku keluar dari ruangan .


" Selamat siang Pak Hardi , semoga puas dengan pelayanan kami, mohon maaf bila ada yang tidak berkenan di hati bapak " Ucap manager resto yang lari menghampiri kami begitu melihat pintu ruangan terbuka . Mas Hardi membalas dengan acungan jempol kanan nya sembari tersenyum dan beranjak keluar resto dengan di dampingi manager resto hingga masuk ke dalam mobil dan melaju keluar resto membelah jalanan kota menuju kantor ku .

__ADS_1


*********************


Jam pelayanan di kantor ku berakhir lebih cepat dari hari biasa sebelum wabah corona merebak,. setengah tiga sore pelayanan kantor sudah di tutup praktis aku pulang. lebih awal . Mas Hardi memilih menunggu ku di lobi lantai atas sibuk dengan gadget nya, memantau perkembangan bisnis dan proyek proyek nya dari layar kaca .


Ku selesaikan beberapa berkas yang perlu aku tandatangani lalu kuserah kan pada Nadia untuk di terus kan ke bagian pemasaran, memeriksa laporan keuangan keluar dan masuk hari ini dari kasir dan customer service , sejam berlalu pukul tiga empat puluh menit pekerjaan ku usai, ku hampiri Mas Hardi yang tertidur sembari duduk dengan nyaman di sofa lobi atas .


Ku tatap wajah damai nya saat tertidur, aku ingin membangunkan tapi tak sampai hati melihat raut lelah dan dengkuran halus nya .


Ku pilih duduk di hadapan nya menunggu sampai terbangun sendiri .


Lima belas menit berlalu suara nada dering ponsel nya membangunkan Mas Hardi dari lelap nya, menatap ku dengan seulas senyum.


" Mamah sejak kapan selesai .., maaf udara sejuk di ruangan ini membuat Papah ketiduran " Ucap nya dengan raut penyesalan.


" Baru lima menit ko, Mamah nungguin Papah di sini , gak tega ngebangunin Papah yang terlihat sangat kelelahan " Balas ku sembari tersenyum , terpaksa berbohong agar Mas Hardi tak merasa terlalu bersalah.


" Bentar Mah., aku terima telefon dulu " Pamit Mas Hardi beranjak menjauh berdiri dari ku bersandar pagar balkon , beberapa saat kemudian kembali menghampiri ku meraih tangan lalu turun menuju parkiran di lantai bawah , membuka kan pintu untuk ku menunggu sampai aku duduk nyaman menutup nya dan berjalan memutar duduk di bangku kemudi di sebelah ku .


" Mamah aku antar pulang tapi Papah langsung ke kantor lagi ada kerjaan yang harus di tangani segera, kemungkinan Papah pulang terlambat, Mamah gak usah nungguin Papah pulang istirahat aja ya ? " Jelas nya sembari melirik ke arah ku, di cium nya punggung tangan ku lembut . Ku balas dengan anggukan pelan .


Mobil memasuki area kompleks, begitu sampai di depan rumah Mas Hardi hendak turun membuka pintu untuk ku namun sudah di buka lebih dulu oleh Erza. Daffa berlarian dari dalam rumah ku turun dari gendongan Eksan menghambur ke arah ku . Mas Hardi memacu kembali mobil nya , melambaikan tangan dengan membunyikan klakson dan berlalu keluar kompleks perumahan.


" Loh Nduk Mas mu ndak pulang sekalian ? " Tanya Bunda yang sudah berdiri di pagar rumah dinas ku .


" Mboten Bunda , tadi dapat telefon dari kantor ada urusan yang harus di selesaikan secepat nya " Balas ku, berjalan mencium tangan Ibu dan Bunda bergantian .


" Adek sini main sama om aja, Mamah capek pulang kerja biar istirahat dulu " Ajak Erza meraih nya dari gendongan ku.


" Zahwa sama Zarra kemana Bun ?! " Ku edar kan pandangan ke rumah Mas Hardi tidak ada mobil Ayah di sana .


" Ayah sedang ngenengke Zarra tadi ribut sama Adek berebut mainan , Ayah sedang beliin mainan lagi, Zahwa nya minta ikut mau beli komik biar gak bosen di rumah Ayah bilang sih mau ke mall sebentar " Balas Ibu .

__ADS_1


" Oalala.. , mereka ko jadi mirip anak kembar ya Bun " Balas ku sembari tersenyum .


" La ..iya wong Zarra juga tomboy suka nya mainan anak cowok, beda mereka gak jauh jadi nya ya gitu " Balas Bunda ikut tersenyum merasa lucu dengan tingkah anak - anak kami cucu mereka .


Aku masuk ke dalam rumah dinas ku hendak mengambil baju untuk mandi dan berganti pakian, saat ku buka lemari pakaian ku sudah tidak ada di sana .


" Bu...ibu.., baju - baju Emil pada kemana Ya..?! " Seru ku dari dalam kamar. Ku dengar langkah kaki mendekat ke arah kamar ku .


" Sudah di pindahin sama Bunda dan Ibu ke kamar mu yang sekarang biar gak ribet, orang nya di sebrang atas , baju - baju nya malah ada di sini jadi bolak - balik kaya setrikaan aja " Jelas Ibu dengan nada pelan .


" Ooohh... gitu., Emil ke atas dulu mau mandi terus asharan dulu " Balas ku, beranjak keluar rumah dinas menyebrangi jalan kompleks yang hanya ngepas tuk berpapasan mobil lalu masuk ke dalam rumah suami ku dan naik ke atas masuk ke dalam kamar .


Ku baringkan tubuh ku sesaat di atas tempat tidur, rasa lelah menyergap ku, aroma tubuh Mas Hardi yang tertinggal di bed menggelitik hidung ku, mendatangkan rasa rindu sendiri .


Ku tatap foto pernikahan kami yang terpajang indah di dinding kamar Mas Hardi dalam ukuran big size. Wajah angkuh itu sungguh aku sangat merindukan nya saat ini padahal aku baru berpisah beberapa jam yang lalu .


Terbayang perlakuan manis nya di dalam kamar kantor nya tadi dimana Dia lebih mengutamakan kenyamanan dan mementing kan aku yang terpuas kan lebih dulu dalam permainan kami, tingkah romantis di resto italian tadi dan kesabaran menunggu ku hingga menyelesaikan pekerjaan , sangat bertolak belakang dengan Mas Hardi yang ku kenal dulu .


Aku tersenyum bahagia dengan cinta kasih yang kuterima dari nya saat ini . Kuciumi aroma tubuh suami ku yang tertinggal di atas tempat tidur hingga puas, setelah nya beranjak ke kamar mandi membersihkan diri lalu menjalan ka solat Ashar sendiri di dalam kamar suami ku.


-------------------------


Terimakasih untuk yang masih setia dengan karya ku hingga kini


Jangan lupa tinggal kan kesan dengan Like, vote ,komen dan point


klik Favorit untuk mendapat update setiap hari ..


buat yang ingin dekat author di tunggu gabung di grup chat author


tinggal klik chat

__ADS_1


du tunggu kedatangan nya ...😘😀🙏


__ADS_2