
Hardi berendam di dalam buthup dengan termenung , segala kemesraan bersama isteri nya selama ini melintas dalam ingatan nya bagai video yang terputar di otak nya ...
Menyakit kan mengenang kenangan manis saat bersama wanita yang sangat di cintai nya . Segala keindahan dan kenikmatan yang di reguk dari wanita yang telah mencuri hati nya sejak awal bertemu kini menjadi sembilu yang menyayat ke dalam relung jiwa nya yang terdalam .
* Emil apa yang sedang kau lakukan di sana , mungkinkah si brengsek Antonio sedang mencumbu mu saat ini...?! Ahhh... tidak kau muslimah yang sangat menjaga ibadah mu , mana mungkin kau membiar kan orang lain melalai kan dari kepatuhan pada Tuhan mu *
Gumam Hardi memejamkan mata .
* Aku merindukan mu sangat ..* Desah nya dengan putus asa .
" Aku mengingin kan mu Eemmmiiilll.....!!! "
Jerit nya melengking membahana di dalam kamar mandi , meluap kan segala keresahan dalam jiwa nya .
Butiran air mata tak lagi dapat di bendung nya . jatuh luruh di wajah yang kian kusut .
Singa Prasojo lelaki yang di segani dalam dunia bisnis , yang di takuti oleh kompetitor dan lawan nya di dunia kelam pebisnis itu , menangis karena seorang wanita yang telah menemani hidup nya belasan tahun ini .
Di tatap nya wajah sang wanita pujaan dalam ponsel nya , hampir delapan puluh persen memori di galeri handphone nya berisi foto Emila dalam berbagai pose., berbagai tempat , berbagai keadaan bahkan foto saat isteri nya terlelap tanpa sehelai benang pun usai melayani keganasan nya ada yang di simpan nya rapi dalam sebuah file terkunci .
" Eeemmmiiilll... ku mohon jangan membuat ku putus harapan ..!!! " Rintih nya lagi . Dia menjambak rambut nya sendiri sembari memejam kan mata menghayati pedih nya menahan rindu .
**************
Emila Pov
Mobil masuk ke dalam pelataran rumah megah, seorang lelaki paruh baya dan seorang wanita tua berbaju kurung menyambut kami menundukan kepala dengan mode hormat .
" Selamat datang Tuan Muda " Ucap mereka berdua bersamaaan .
" Heemmm tolong siap kan kamar terbaik untuk nona ini " Perintah nya tegas .
" Nyo..." Belum sempat ku terus kan ucapan ku Dia menutup mulut ku dengan mata membulat .
" Jangan buka identitas mu sembarangan , hanya orang - orang kepercayaan ku saja yang boleh tahu ! Atau kau siap menerima resiko kehilangan nyawa " Tegas nya dengan berbisik di telinga ku .
Aku terdiam tak mampu melakukan apa pun .
Nafas ku rasa nya tercekat melihat rona kemarahan yang terpancar di wajah nya .
Dia membawa ku masuk ke dalam ruangan interior bernuansa eropa .
" Selamat datang di penthouse ku , semoga kau bahagia tinggal di sini " Ucap nya lembut menatap ku sendu .
" Mana ada orang di sekap bisa bahagia "
Balas ku pelan dengan rasa cemas .
Dia membalas ucapan ku dengan seulas senyum manis yang terlalu di paksa kan .
__ADS_1
" Aku pasti kan kau akan merasa bahagia di sini hingga kau lupa rumah mu sendiri "
Balas nya kemudian masih dengan tatapan sendu yang tak lepas dari wajah nya .
" Mari Nona saya antar Anda ke kamar "
Ucap seorang pelayan wanita . ku anggukan kepala dan berjalan mengikuti pelayan naik menuju lantai dua .
" Kamu istirahat saja dulu , pasti nya kau capek dalam perjalanan jauh , aku akan menjaga mu , kamar ku ada tepat di depan kamar kamu " Jelas nya saat kami telah berada di depan kamar .
Pelayan membuka kan pintu , masuk ke dalam kamar dan aku mengikuti dari belakang .
" Ini kamar pribadi Anda Nona , di dalam lemari itu Tuan Muda telah mengisi beberapa pakaian ganti untuk Anda " Jelas nya , aku masuk ke dalam , ku edar kan pandangan ke setiap sudut ruangan .
Mata ku tertuju pada balkon di luar pintu , aku beranjak ke sana , ku buka pintu yang mengarah ke balkon dan beranjak keluar , di sana terpampang keindahan panorama alam nan luas membentang , sebuah danau yang sangat indah .
" Itu Danau alam kah..,?! , atau waduk buatan ? " Tanya ku pada Mak siti isteri kepala pelayan yang di tugas kan Antonio melayani ku .
" Danau alami Nona , itu danau air tawar kami di sini menyebut nya danau luh tawar "Jelas nya lembut dalam mode hormat .
" Hem..., aku ingin sekali ke sana , abang Nio akan kasih aku izin tidak ya " Gumam ku perlahan .
" Nanti aku sampai kan keinginan Nona ke Tuan Muda tapi untik saat ini sebaik nya Nona istirahat saja dulu untuk menghilang kan letih setelah perjalanan jauh , itu pesan Tuan muda tadi " Perintah nya pelan .
Aku membalikan badan menatap dan tersenyum ke arah nya .
" Baik lah saya akan membersih kan badan dulu, aku tidak bisa tidur dalam keadaan badan lengket oleh keringat ". Jelas ku .
Mak siti memutar kran dan air hangat mengalir sangat deras hingga tak membutuh kan waktu lama untuk mengisi bathup , Dia memasukan cairan aroma terapi wangi bunga deodeline .
" Air sudah siap Nona , Silah kan berendam "
Ucap nya lembut .
" Bisa kah membiar kan aku sendiri di dalam kamar ..?! , aku tak terbiasa ada orang lain dalam kamar ku saat mandi " Pinta ku
" Maaf Nona perintah Tuan muda , saya.harus tetap di sini menemani Nona , kalau saya tidak patuh perintah Tuan nanti saya di berhentikan dari pekerjaan " Ucap Mak Siti dengan nada memelas .
" Baik lah ! Silah kan tetap di sini tapi saya akan mengunci kamar mandi " Jelas ku .
" Silah kan Nona " Jawab nya dengan senyum lembut .
Aku beranjak ke kamar mandi membersih kan diri , berendam di air hangat dengan aroma terapi bungs deodeline. Merenung kan segala yang menimpa hidup ku akhir - akhir ini .
Kerinduan pada keluarga menyeruak dalam relung jiwa terutama pads ketiga anak ku .
Degg..!! Jantung ku berdebar keras mengingat apa yang di katakan Antonio perihal rencana musuh keluarga suami ku yang akan melenyap kan putera ku .
Rasa sakit menohok ke dalam jantung ku , ingin barlari ke arah putera ku untuk mendekap nya tapi tak mampu, ingin rasa nya berteriak tapi percuma tak akan di dengar oleh keluarga mertua ku .
__ADS_1
Bergegas aku hentikan aktifitas berendam lalu beranjak membilas diri, berganti pakaian dan bersuci untuk menjalan kan solat dhuha.
Aku akan memohon perlindungan untuk keselamatan ketiga anak ku dari tangan - tangan orang jahat yanga haus akan keluasaan. Keluar dari kamar ku lihat Mak siti duduk di atas sofa menyulama sesuatu .
" Bisa beri tahu saya dimana arah kiblat.. ?! "
Tanya ku kepada nya .
" Nona hendak melaksanakan solat dhuha kah ? " Balas nya kembali bertanya . Ku anggukam kepala ku pelan .
Mak siti beranjak dari tempat duduk nya meletakan sulaman di atas meja, lalu mengambil sajadah lumayan besar , menghampar kan di atas lantai .
Aku beranjak ke tempat sajadah yang telah di hampar kan di atas lantai, berdiri di atas nya lalu , mengenakan mukena lalu memulai ritual penghambaan ku kepada Allah subhanallahu wata'alla sebagai makhluk ciptaan - Nya .
Dalam sujud air mata ku membanjir , segala resah dan gundah ku adukan kepada - Nya , memasrah kan diri atas hidup dan memohon perlindungan untuk keluarga ku dari tangan - tangan orang keji yang hati nya telah berteman dengan saitonnirojim demi sebuah kekuasaan .
* Wasbunallah wa ni'mal wakil , nikmal maulla wa ni'man nasiir ,Laa haulla wallaquwata illa biillah , Laa illahha' illaa anta subhanaka innii kuntu minadzolimin * Ku panjat kan dzikirullah berulang kali dalam bathin , memohon pertolongan dan perlindungan kepada Tuhan semesta alam pemilik kehidupan .
Terlintas di mata ku senyum adek, polah sok dewasa nya dan segala kemanjaan nya , meski lebih manja lagi Papah nya .
Deggg... !! Jantung ku berdebar mengingat Mas Hardi Ayah dari anak - anak ku, lelaki yang telah meminta ku pada kedua orangtua dan keluarga ku . Di mana kah Dia sekarang ?, mungkinkah Dia saat ini sedang asyik dengan Citra wanita yang hadir mengusik kebahagiaan kami beberapa waktu ini ...?! .
* Jahat sekali kamu mas , setelah segala pengorbanan ku pada mu , setelah ku relakan kesenangan ku menjadi wanita karier demi memenuhi keinginan mu untuk selalu bersama mu kau tega menghianati ku lagi *
Bathin ku merana .
* Mana janji mu yang akan membawa ku serta kemana pun kau pergi pada kenyataan nya setelah kau bertemu wanita di masa lalu mu , kau lupakan semua nya, membiar kan aku kesepian sendiri di dalam kamar , membuat ku merasa jengah dengan kedekatan mu dengan nya dan kini aku malah dihadapkan pada kenyataan pahit , mendengar dan mengetahui diri ku dan anak - anak ku terancam jiwa nya karena kekuasaan kerajaan bisnis milik keluarga mu *
Bathin ku perih .
Aku berusaha menghentikan butiran kristal bening yang luruh satu persatu , entah berapa lama aku meratapi nasib ku hingga kelelahan dan akhir nya terlelap di atas sajadah .
Aku terbangun saat merasa kan ada tangan kekar yang mengangkat tubuh ku lalu merebah kan di atas tempat tidur pelan dan lembut .
* Siapa yang mengangkat tubuh ku..? Mas Hardi kah..? , bukan nya selama ini yang selalu mengangkat tubuh ku saat terlelap di soffa atau di atas sajadah hanya Mas Hardi ?.
Mas Hardi ada disini kah...? * Bisik ku dalam hati .
" Mas Hardi...! kamu kah itu..?! kamu sudah pulang Mas..?! " Gumam ku lirih .
Tangan kekar itu mengusap kening ku lembut dan beranjak pergi meninggal kan aku sendiri di dalam kamar .
-----------------------------
**Hai readers terimakasih untuk kesetiaan nya meluangkan waktu untuk membaca karya ku.
Mohon keihklasan nya untuk memencet tombol like setelah membaca dan memberi sedikit sodaqoh poin lewat vote , seberapa pun kecil nya author ucap kan terimakasih sebelum nya .
untuk yang ingin lebih dekat dengan author silah kan masuk dalam grup gc author dan ramaikan di sana , bebas mengobrol asal dalam batas kesopanan .
__ADS_1
Jazakumullah khaeron khasiiro 🙏🙏
Salam sayang selalu untuk semua😘😘💕💕**