Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 27


__ADS_3

Aku terbangun karena hajat alam yang mendesak. Ku lihat Mas Hardi tertidur di kursi samping tempat tidur ku dengan kepala di rebah kan ke samping lengan ku di topang oleh sebelah tangan nya, tangan yang lain menggenggam jemari ku.


" Mas Hardi.., bangun.. , tolong aku " Bisik ku lembut menggerrakan jemari ku yang ada dalam genggaman nya.


Mas Hardi membuka mata, mengangkat kepala nya menatap ku masih di luputi suasana kantuk terlihat di mata nya .


" Iya sayang.., Mamah panggil Papah..? "


Tanya Mas Hardi sembari menguap.


" Aku pengen ke belakang , mau pipis bisa minta tolong ambil kan walker itu..? "


pinta ku lembut .


Mas Hardi berdiri mengambil botol infus ku.


" Mamah pegang ini yah " Menyerah kan botol


kepada ku , lalu di angkat nya tubuh ku masuk ke dalam. kamar mandi di dudukan di atas closet Wc. Mas Hardi membantu ku menurun kan celana dalam, memgang botol infus berdiri di depan ku.


" Mas keluar aja " Pinta ku, yang hanya di balas senyuman .


Saat hajat ku selesai Mas Hardi dengan sigap mengambil selang di samping closet meminta ku memegang botol infus dengan lembut mencuci milik ku , menaikan kembali dalaman ku terus mengangkat tubuh ku keluar kamar mandi meletakan kembali ke atas tempat tidur dengan hati - hati merapi kan kembali selimut ku.


" Mas tidur nya di sana aja, jangan sambil duduk begitu nanti punggung nya sakit "


Pinta ku dengan mata menunjuk ke arah bed.


" Papah pengen di dekat Mamah , kangen banget Mah, beberapa hari gak boleh datangi Mamah " Jawab nya dengan senyum terkembang .


" Sudah Mamah tidur lagi aja ya " Ucap nya lembut mencium kening ku.


" Mas.., tidur di samping ku aja sini " pinta ku.


" Gak usah Mah.., nanti Mamah nya gak nyaman, kurang bisa gerak " Elak nya .


" Gak papa Mas.., aku bisa tidur miring biar bisa buat berdua " Kuraih tangan nya .


ku miring kan badan ku, Mas Hardi naik ke atas tempat tidur ku sangat hati - hati , Mas Hardi memeluk ku dari belakang ,merebah kan kepala nya di leher belakang ku.


Beberapa saat kemudian ku rasakan benda keras panjang menggelitik pinggang bawah ku, ku dengar suara Mas Hardi menahan gejolak dalam dada nya.


" Mas kamu pengen banget " Tanya ku pelan.


" heeemmm " Jawab nya tertahan .


" Keluarin aja Mas , jangan di tahan nanti jadi penyakit malah bahaya " Saran ku.


" heemm mau di keluarin gimana, ini milik


mu sayang, Papah gak ingin berbagi dengan siapa pun , cuma Mamah yang boleh menikmati nya " Desah , hembusan nafas panas menggelitik telinga ku.


" Tak bantu mau Mas.. " Suara ku parau menekan rssa malu, dari sejak menikah sampai punya tiga anak aku tak pernah


punya inisiatif tuk memulai lebih dulu .

__ADS_1


" Bantu gimana sayang , jangan memaksa


kan Mah , Papah gak Mau nanti nambah parah , udah abai kan junior, Mamah tidur


aja nanti juga reda sendiri " Suara Mas.Hardi putus asa.


Ku balikan badan menghadap ke arah nya.


Tangan ku masuk ke dalam , meraih junior


ku remas lembut. Mas Hardi mendesah .


Detik berikut nya hasrat Mas Hardi tersalur kan dengan cara tersendiri, pengalaman melahir kan tiga anak memudah kan ku memuas kan keinginan suami tanps beban .


" Terimakasih sayang .., lega banget junior bisa tertidur nyaman sekarang " Bisik nya lembut usai membersih kan junior nya .


Mas Hardi kembali duduk di kursi sebelah ranjang pasien .


" Ngapain tidur di situ Mas, sini naik .." Pinta ku meanarik tangan nya.


" Nanti Mamah gak bisa bebas gerak " Ucap nya dengan wajah kuatir.


" Kalau gak Mas tidur di bed itu aja " Saran ku menatap ke arah bed dekat jendela kamar .


" Kejauhan Mah, takut Papah terlelap terus gak denger kalau Mamah manggil " Di elus nya rambut ku penub kasih sayang .


" Ya udah naik sini aja Mas, masih cukup ko untuk berdua " Ku tatap wajah yang masih memyimpan kerinduan di sana.


Mas Hardi naik ke atas tempat tidur ku dan kami.terlelap bersama malam ini dengan tubuh ku yang tertidur dalam rengkuhan hangat suami ku , seperti awal kami menikah dulu,.aku berasa seperti baru kemarin menikah dengan lelaki yang memeluk ku erat.


Aku terbangun pagi hari selepas subuh saat seorang perawat menyentuh tangan ku untuk memriksa tensi darah dan suhu tubuh ku.


" Pagi Bu..., tidur nya nyenyak sekali ya .."


Sapa perawat dengan senyum ramah .


Aku tersenyum malu, ku ingat semalam aku tidur dalam dekapan Mas Hardi , saat bangun sudah ada orang lain di kamar, aku berfikir pasti perawat di samping ku ini melihat nya.


Ku edar kan pandangan ke penjuru ruangan saat tak ku temui suami ku di dalam . Perawat memberitahu kondisi ku sudah membaik, lalu mengingat kan jam delapan pagi aku harus mengikuti fisioterapi .


Mas Hardi masuk beberapa menit setelah perawat keluar ruangan, mendekat ke ranjang meletakan bungkusan dalam kantong kresek.


" Darimana Mas .." Tanya ku datar .


" Beli kopi sama nssi rames buat sarapan , eh ternyata ojol food nya temen sekolah Papah saat SMP, jadi kita ngobrol dulu di bangku depan kamar " Jelas nya .


" Oh..., aku mau mandi mas , pengen berjemur di taman , tolong dong walker nya buat jalan ke kamar mandi " Pinta ku lembut .


" Heeemm, Papah siapin baju Mamah dulu '


Mas Hardi mengambil rok tutu sebatas lutut dengan tunik bermotif polkadot busui beserta dalaman nya di masukan ke dalam tas plastk meminta ku untuk memgang nya tas lalu mengangkat tubuh ku masuk ke dalam kamar mandi.


Dengan telaten di mandikan nya aku, di cuci nya rambut hingga berbau harumn.


" Maafin Papah .., " Ucap nya lirih dengan mata berkaca - kaca.

__ADS_1


Ku bulat kan mata menatap nya mencari tahu apa maksud dsri permintaan maaf nya .


" Kalau saja Papah tidak lepas kontrol Mamah tidak akan mengalami semua ini " Suara nya getir. Aku terdiam, bukan aku tidak mau memaafkan perbuatan nya hanya sajs aku pun sampai detik ini belum tahu apa yang terjadi dengan diri ki .


Usai membersih kan tubuh ku Mas Hardi membantu mengenakan baju, mengangkat ku di dudukan di atas kursi roda .


" Kamu sduah mandi Mas..? " Tanya ku .


" Sudah tadi saat azan subuh Papah bangun mand junub , solat. terus pesen kopi " Jelas nya dengan senyum bahagia .


" heermmm.. " Jawab ku dengan wajah merona mengingat apa yang kulakukan semalam untuk menidur kan junior nya.


" Mah.., Papah nanti malem boleh minta lagi kan "


Ucap nya mwngulas senyum nakal .


" Minta apa..? " Jawab ku pura - pura bodoh


" Yang semalem Mah..., nyenengin junior "


Rayu nya dengs memain kan mata nakal .


" nyenengin aja sendiri " Ku pasang wajah cemberut tuk menggoda Mas Hardi .


" Mah ... please deh ..., nih junior gak bisa banget ngeliat milik nya " Goda nya, di raih nya tangan ku di taruh di atas resleting


celana Mas Hardi , si junior terbangun lagi rupa nya, salah sendiri berlgak mandiin aku.


" Maka nya Mas , kalau ngerasa tegangan nya tinggi gak usah pake ngurusin aku di kamar mandi, aku bisa ko bersihin badan sendiri " pura - pura ku pasang wajah kesal .


" Papah pengin kita kaya dulu lagi Mah .., seperti waktu awal kita memulai hidup baru " Bisik nya lirih di telinga ku, di hembuskan nya nafas panas di daun telinga ku, Dia tahu banget area sensitif ku di sana .


Aku tergelitik, ada desiran hangat yang membuat wajah ku seketika berubah merah


merona, Mas Hardi tersenyum genit melihat perubahan di wajah ku, Dia jongkok di hadap an kursi roda ku, di raih nya wajah ku dengan kedua tangan nya, lalu di cium bibir ku lama, hingga nafas kami serasa berkejaran .


" Kamu mengingin kan nya juga kan Mah.., ?, kita gantian saling memuas kan milik kita , gimana..,? ".


Ajak nya mencium tangan ku lembut .


" Aku masih sakit Mas ..." Suara ku tercekat.


" Gak usah di masukin Mah..., di bibir aja...,


biar gak usah pake hentakan kan gak sakit ?"


Goda nya manja .


" Heeemmm.. " Jawab ku putusasa.


Pintu kamar di ketuk lalu terbuka dari luar, seorang petugas menyerah kan jatah sarapan., Mas Hardi menaruh nampan di


atas pangkuan ku , lalu mendorong kursi


roda keluar menuju taman .

__ADS_1


__ADS_2