
Ku tatap wajah lelaki yang terlelap sebegitu nyaman nya masih dengan tangan yang melingkar di pinggang ku , sesekali ku dengar dengkuran lirih menghias tidur nya .
Ku pinggir kan tangan nya dari atas pinggang ku lembut , dengan berjingkat aku berusaha untuk turun , belum lagi badan ku terangkat tangan Mas Hardi kembali mengunci tubuh ku lebih erat .
" Mau kemana kamu Mah ! tetap di sini temani Papah isrirahat, jangan berani pergi lagi dari ku " Bisik nya lembut di telinga ku , lalu berangsur turun , memasukan kepala nya ke dalam dada ku .
Seerrrr... !!
Ada desiran aneh saat hidung bangir Mas Hardi menempel di gundugan gunung kembar milik ku . Ku belai rambut nya yang sedikit kusam , seperti nya Mas Hardi belum mencuci rambut nya beberapa hari ini . Pada akhir nya aku pun ikut terlelap setelah beberapa kali menguap .
---------------------
Aku terbangun saat merasa geli di wajah ku oleh gelitikan sesuatu, ku picing kan mata masih dalam mode setengah mengantuk.
Mas Hardi menyambut dengan senyuman hangat nya .
" Tidur mu nyenyak sekali Mah , mau tak bangunin gak tega " Ucap nya masih menempel kan bulu - bulu halus nya di wajah mulus ku .
" Mas gelii... iihhhh... bersihin dulu bulu wajah nya kenapa " Pinta ku masih menahan rasa sedikit gatal di wajah ku yang berubah memerah .
" Habis wajah Mamah gemesin kalau sedang tidur begini " Goda nya .
" Awas loh Pah , puasa mu nanti batal " Ucap ku mengingat kan suami ku .
" Sekali - kali gak masalah ya Mah ! Kangen pake banget tau ! " Desah nya manja .
" Gak Pah , sayang banget tinggal sejam lebih ko mau batal ; gak tahan iman banget sih ! "
Dengus ku kesal .
" Iman ku sih kuat Mah ! Imin nya yang gak kuuuaaatttt.. Seminggu lebih loh ! " Tekanan nada nya terdengar sangat putua asa .
" Ya udah tahan bentar kenapa sih , tinggal beberapa jam lagi juga " Kesal ku tinggal kan beranjak masuk kamar mandi untuk mandi dan menjalan kan solat ashar .
" Maahh ! Papah ikutan mandi bareng ya ! "
Rengek nya manja .
" Gak ! , yanga ada punya mu itu muntah duluan jadi batal , sayang kan sudah nahan seharian ini " Bantah ku tegas.
" Yah... Mamah jahat ! Isteri jahat ! " Rengek nya kesal, medesah kasar .
" Biar , kamu juga suami jahat ! " Balas ku sembari menutup pintu kamar mandi.
Usai mandi dan bersuci aku keluar kamar mandi , ku lihat Mas Hardi masih tiduran menahan gejolak yang meronta dalam jiwa nya, sebenar nya ada rasa gak tega melihat Dia begitu putus asa, andai tidak dalam keadaan puasa pasti sudah aku bantu Dia menyalur kan hasrat nya .
" Mas mandi gih ! " Pinta ku memberi nya handuk.
" Iya ! Mah ni Bunda kirim pesan kata nya kita buka puasa bareng karyawan dan dewan direksi di aula , sebagai rasa syukur Mamah dan Papah kembali dengan selamat, Bunda sudah pesan katering , habis itu taraweh berjama'ah terus langsung meluncur pulang ke kota kita " Jelas Mas Hardi .
" Oh ya sudah , Papah mandi dulu terus kita solat Ashar , Mamah jadi makmum " Saran ku.
" Mah ! kita gak.usah pulang ke kampung dulu ya malam ini , menginap di hotel , semalam saja .., please ! " Rengek nya manja mengedip kan mata genit nya .
" Heemmm ! " Balas ku datar, sebenar nya ingin tertawa melihat raut putus asa di wajah nya , tapi ku tahan dalam hati .
__ADS_1
Mas Hardi beranjak masuk ke dalam kamar mandi , beberapa saat aku lihat ponsel nya menyala , ku ambil lalu ku buka . Sebuah notifikasi pesan muncul di layar ponsel nya.
' Mas apa kabar ,beberapa hari ini kemana saja , aku dapat kabar perusahaan mu sekarang di kelola pegawai mu . Memang isteri mu sudah gak bisa mengelola lagi .
Kalau ada waktu aku ingin ketemu , bisa kan luang kan waktu untuk ku .
Love you Mas '
Darah ku mendidih membaca pesan washap dari nya , rasa sakit , kecewa dan amarah berbaur dalam relung jiwa ku .
Mas Hardi keluar kamar mandi sudah dalam keadaan suci . Kami mengerjakan solat bersama di dalam kamar .
Tok ! tok ! tok !
Suara ketukan pintu dari luar kamar , aku berjalan membuka pintu, Bunda berdiri di depan pintu tersenyum hangat .
" Sudah bangun Nak ? Bunda kira masih tidur maka nya mau bangunin , habis ini turun ke aula ya , sudah di tunggu para tamu " Pinta Bunda , menepuk bahu ku lembut .
" Nggeh Bun " Balas ku masih dengan sedikit kesal meski telah ku coba menekan nada bicara ku, sayang nya hati ku tak bisa berbohong untuk mengendalikan perasaan sakit teramat di dalam hati .
Bunda menatap wajah ku lekat melihat ekspresi kesal di wajah ku .
" Ada apa Nak ? , coba cerita sama Bunda "
Suara Bunda lembut . Ku geleng kan kepala pelan .
" Ndak ada apa - apa ko Bun " Balas ku berbohong berusaha menutupi nya .
" Mmm .. ya sudah kalau gak mau cerita sekarang , tapi ingat ya Bunda siap mendengar keluh kesah mu , yang sabar ya Nak " Balas Bunda tersenyum berlalu pergi .
Mas Hardi keluar dari kamar mandi memeluk ku dari belakang .
" Turun sana Mas , sudah di tunggu di aula " Ucap ku dengan nada kesal , menghempas kan tangan nya yang memeluk tubuh ku.
" Kamu kenapa sih Mah ? Dari tadi baik - baik saja ko habis nemuin Bunda jadi kasar ? "
Mas Hardi membalikan tubuh ku, memegang kedua lengan ku , menatap dengan raut bingung .
" Kamu itu yang kenapa, gak cukup punya satu isteri ? Masih ganjen di luaran , ngapain juga pake bayar orang buat jemput aku kalau di belakang ku masih ada wanita lain "
Ku tumpah kan segala rasa kesal dan amarah yang membuncah dalam hati ku .
" Wanita lain apa sih Mah ?! Wanita lain yang mana ! Jangan asal menuduh sembarangan, jangan - jangan kamu nya yang jatuh hati sama kumbang hitam maka nya merasa menyesal aku jemput , sana kembali sama Dia, perlu aku telefon sekarang untuk jemput kamu ?, Dia kan punya Heli , jet sama kapal pesiar juga , kamu cari nya yang macam Dia kan..,? Ganteng , tajir tapi ******** ! "
Dengus Mas Hardi lebih kesal dari ku .
* Orang aneh , aku nya yang dikhianati malah aku nya juga yang di tuduh suka orang lain *
Bathin ku kesal.
" Balas tuh washap dari kekasih hati mu yang sedang merindu " Ucap ku kesal dengan nada tinggi lalu beranjak keluar kamar menuju lif untuk turun ke lantai tiga dimana ruang aula berada .
Mas Hardi berlarian mengejar, mencekal tangan ku kasar .
" Mah dengerin dulu kenapa sih , jangan main lari seperti ini " Sergah Mas Hardi .
__ADS_1
" Apalagi yang mau kamu jelasin ? , sudah jelas gitu ko , kalau gak ada hubungan dalam tanda kutip , mana mungkin seoran wanita berani whasap pake bilang love segala "
Dengus ku emosi memuncak .
" Diem di sini ! Biar kamu denger ! " Perintah Mas Hardi , mengunci tubuh ku dengan mendekap nya erat .
Mas Hardi mengambil ponsel nya , menyentuh layar membuka aplikasi whasap, lalu mencari no whasap citra memencet picture video .
tuuutttt... tuuuuttt tuuitttt
Beberapa saat kemudian sambungan vidcall terhubung , terlihat citra sedang berada di sebuah cafe sendirian .
" Assallamuallaikum Mas , sedang di mana lama banget gak kasih kabar " Cerocos Citra. dengan suara di buat manja mendesah begitu sambungan terhubung .
" Waallaikumsallam Maaf Citra aku mau melurus kan ke kamu dan isteri ku, selama ini kalian sudah salah paham " Suara Mas Hardi datar tanpa ekspresi .
" Ya , melurus kan .., maksud nya kamu mau kasih tahu ke isteri mu .." Belum selesai Citra bicara Mas Hardi memotong nya .
" Citra Maaf ! Dengar kan aku , selama ini kamu salah paham dengan ku , oke aku senang bisa bertemu kawan lama , aku bahagia bisa menyambung silaturahmi dengan teman yang lama berpisah tapi hanya sebatas itu tidak ada perasaan lain . Kalau kamu berharap lebih dari ku tolong hapus harapan itu, kamu tidak akan bisa mendapat kan mimpi mu bersama ku . Jauh di dalam lubuk hati ku yang terdalam satu - satu nya wanita yang ada dalam hidup ku hanya Emila isteri ku , seluruh jiwa raga ku hanya milik nya, aku tak bisa membagi ke lain hati " .
Jelas Mas Hardi yang mendekap erat , memeluk ku dari belakang .
Ku lihat wajah Citra berubah pias , mata nya berubah memerah , butiran kristal bening menetes deras .
" Maaf , aku yang salah terlalu berharap bisa merajut mimpi lama yang tertunda , seharus nya saat masih kuliah dulu aku berani kan diri mengungkap nya ke kamu, ku tahu saat itu kamu juga menaruh perasaan pada ku "
Suara Citra serak sedikit tersendat oleh isakan nya .
Mas Hardi menggeleng pelan .
" Kamu salah Cit , dari zaman sekolah aku tidak pernah menaruh perasaan pada wanita mana pun , saat itu perasaan rendah diri ku begitu tinggi, yang ada dalam pikiran ku , wanita yang mendekati ku hanya mengingin kan harta ku, pangkat dan jabatan Ayah ku serta nama besar keluarga ku saja . Hanya Emila yang bisa merubah keyakinan ku dengan ketusan cinta nya . " Jelas Mas Hardi.
Tetesan airmata Citra semakin deras bahkan aku sendiri ikut terisak sendiri . Mas memeluk ku erat .
" Maaf kan aku Mah ! " Bisik nya lembut di telinga .
Citra mematikan sambungan vidcall nya .
Mas Hardi membalikan tubuh ku, mengusap airmata yang membasahi wajah ku dengan ujung baju koko nya. Meraih wajah ku di masukan ke dalam dekapan hangat nya .
" Aku sayang kamu Mil ! Sangat , tak ada wanita lain di hati ku " Mas Hardi mencium ujung rambut ku.
" Mah kita ke aula sekarang ya ! Kasihan yang lain sudah menunggu kedatangan kita , hari ini kita akan jadi tokoh utama di acara buka bersama perusahaan Ayah " Ucap Mas Hardi lembut , merangkul pinggang ku masuk ke dalam lif .
Bersambung
--++++++++++++++++++++--
Mohon dengan bijak untuk menekan tombol like setelah selesai membaca dan beri vote sesenang Anda, sekecil apa pun author sangat hargai , terimakasih tak terhingga sebelum nya.
jangan lupa mampir di novel yang lain
# Senandung Rindu #
di tunggu kedatangan nya
__ADS_1
Salam sayang selalu๐๐๐