Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 61


__ADS_3

Mas Hardi terlelap dengan mendekap erat perut ku rasa takut kehilangan membelenggu jiwa nya sebegitu kuat . Perlahan ku lepas tangan yang melingkar ku saat ku dengar dengkuran halus menguasi tidur nya . Aku turun kan kaki perlahan berjalan ke arah kaleng yang sudah berubah menghitam di sudut ruang dekat pintu menuju balkon.


Kuambil Usb yang telah meleleh lalu ku buang ke kloset kamar mandi menyiram hingga terbawa masuk ke dalam lubang spiteng. Ketakutan akan dampak negatif


dari isi di dalam Usb membuat ku tak bisa terlelap sebelum ku pastikan benda itu telah benar - benar lenyap tanpa bekas .


Kembali berjalan keluar kamar mandi duduk di sofa, membuka laptop dan kuperiksa seluruh file yang ada di dalam nya, aku tersenyum lega setelah ku tahu isi dari laptop hanya urusan bisnis nya dan beberapa foto foto ku dan anak - anak serta beberapa video kebersamaan kami .


Puas melihat isi laptop aku kembali merebah kan tubuh ku di samping lelaki ku yang masih terbuai mimpi, ku pandangi wajah nya yang sedikit menua , beban berat yang terpikul di pundak nya membuat Dia harus berfikir lebih dari orang lain , kumis dan bulu di janggut nya yang di hiasi warna putih meski baru beberapa helai yang terlihat . Ku usap rahang yang menonjol kan keangkuhan nya .


* Kenapa baru ku sadari sekarang Dia terlihat begitu manis saat terlelap seperti saat ini * Gumam ku dalam hati , wajah nya yang agak kecoklatan terlihat seksi dan eksotis , Alis hitam nan tebal menambah kesan tegas kepribadian nya . Dan dada bidang ini dengan postur tinggi badan nya yang proposional, perut yang datar meski usia menginjak empat puluh tahun , sungguh aku merasa bahagia karena hanya aku yang bisa menikmati nya sepuas yang aku mau .


" Mah.., kenapa belum tidur.. ? " Ucap nya lembut , aku tergagap wajah ku merona ketahuan sedang menelusuri tubuh nya dengan tatapan mata ku .


" Gak tahu aku belum bisa terlelap Mas "


Balas ku menahan malu.


" Kenapa..?, mau lagi..?, Papah bikin lelah biar Mamah bisa tidur..,? " Ucap nya lembut .


" Apa an sih Mas , otak nya mesum terus "


Balas ku dengan wajah merona.


* Aaahhh kenapa sih sekarang aku jadi malu mendengar rayuan nya * Bisik ku kesal dengan diri ku sendiri .


Mas Hardi meraih wajah ku, menikmati bibir ku lembut dan pagi itu kami kembali memuas kan hasrat yang terpendam beberapa bulan ini, aku menikmati wangi tubuh nya , sangat !


Tiba - tiba rindu itu menyeruak begitu dalam.


Dan aku kelelahan mereguk kenikmatan hingga terkapar bersama nya, terlelap dalam rengkuhan kokoh tubuh nya , terbuai dalam dekapan hangat nya, tertidur saat mentari sedang bersiap diri untuk memperlihat kan fajar di ufuk timur .


*******************


" Mah...pah..., buka pintu nya udah ciang culuh calapan cama titi... Mah... ! "


Daffa mengetuk pintu kamar keras .


Aku yang baru terlelap sesaat memincing kan mata , kantuk masih menyergap , ingin turun tapi tubuh terasa lemas .


" Mas.. , tolong itu Daffa minta di buka kan pintu " Ku bangyn kan Mas Hardi pelan .


Dia membuka mata , menggeliat sebentar.


" Bentar sayang.. , bilang titi Mamah masih tidur kecapean " Keras Mas Hardi dari balik pintu kamar .


" Adek mau cama Mamah.. " Rengek nya masih berdiri di depan pintu .


" Adek sayang main sama titi aja yuk.., Mamah sama Papah sedang istirahat, adek jangan ganggu dulu ya " Suara lembut Bunda merayu si kecil .


" Adek mau bobo cama Mamah ..titi.. " Rengek nya lagi .


" Adek mau ikut akung gak ke taman depan "

__ADS_1


Bujuk Ayah Mas Hardi .


" Mauuu.. " Balas Daffa kegirangan dan suasana kembali hening. aku yang terlanjur bangun tak bisa terpejam lagi , ingin turun tapi tubuh ku sangat lemas .


Mas Hardi menghampiri ku lalu menuju kamar mandi, membersihkan badan memakai kaos oblong dan celana pendek.


" Mah mau Papah angkat duduk di sofa ..? "


Menatap ku lembut .


" Bentaran Mas , aku masih pusing " Balas ku malas masih dengan mode rebahan di sandaran ranjang .


" Pqpah keluar ya ambil sarapan dulu "


Mas Hardi mencium kening ku lembut lalu beranjak keluar kamar menuju meja makan.


Aku menggeliat kan tubuh mencoba turun tapi tubuh ku sangat lemas seperti tanpa daya. berjalan tertatih menuju kamar mandi.


Beruntung ini hari sabtu kantor ku tutup ..


Beberapa menit kemudian Mas Hardi masuk membawa nampan makanan, tak melihat ku di atas tempat tidur, Dia menaruh makanan di meja lalu mendekat ke arah kamar mandi membuka pintu melihat ku yang berdiri lemah bersandar di dinding . Mas Hardi mengangkat tubuh ku di dudukan di atas tempat tidur dengan badan bersandar di kepala ranjang .


" Minum susu nya dulu Mah , biar gak terlalu lemas badan Mamah " Mas Hardi menyodor kan segelas susu rasa vanila kesukaan ku , segera ku minum setengah isi gelas untuk memberi ku tenaga .


" Papah suapin makan ya.., gak boleh membantah " Ucap nya tersenyum.


Mas Hardi menyuapi ku bubur ayam cirebon buatan Bik Ratmi yang asli orang sana , sembari Dia memakan nya juga .


" Enak gak Mah bubur ayam buatan Bik Ratmi " Mas Hardi menatap ku lembut .


" Kurang Mah..? Papah minta buatin lagi Ya "


" Udah Mas , aku sudah kenyang kalau Mas mau lagi sana aku enggak " Balas ku datar .


Meraih gelas susu lalu menghabis kan nya, Mas Hardi menyodor kan sebutir vitamin dengan air putih .


" Minum ini biar badan gak lemas lagi Mah, dalam kondisi seperti sekarang tubuh harus tetap vit gak boleh lemah nanti mudah di hinggapi mas covid 19 " Seloroh nya .


Aku mengambil butiran vitamin lalu meminum nya dan berjalan merapi kan rambut , membuka pintu balkon, mencari angin dan terpaan mentari pagi untuk mendapat asupan vitamin D , berdiri tangan berpegangan pada pagar balkon dengan Mas Hardi yang ikut berdiri di samping ku .


Ku lihat Agus melirik ke arah ku dengan tatapan tajam yang tak ku mengerti dari seberang rumah Pak Rt yang berjarak tiga rumah dari ku . Mas Hardi melihat nya Dia lantas memeluk bahu ku erat . Agus memaling kan pandangan lalu beranjak pergi ke kosan sendiri masuk ke dalam .


" Mamah...mamah...!! " Seru Daffa dari jalan di luar pagar berlariian masuk ke dalam rumah .


" Adek jangan lari - lari nanti jatuh sayang "


Suara Bunda mengingat kan si kecil .


" Adek mau ke atas cama Mamah . ." Rengek nya manja, Bunda membantu Daffa menaiki tangga , masuk ke dalam kamar ku berjalan ke arah balkon lalu memeluk tubuh ku .


Ku angkat tubuh si kecil, ku dekap dalam gendongan , Daffa memain kan rambut ku.


" Mamah cama Papah bobok nya lama cih.., Adek mau bobok baleng Mamah malah pintu nya di kunci " Ketus nya dengan raut merajuk.

__ADS_1


Ku cium ujung rambut si kecil gemas melihat tingkah manja nya .


" Adek sudah makan " Tanya ku lembut .


" Udah di cuapin akung di taman tadi, makan bubul ayam buatan Bik latmi ..eeennnaaakkk deh Mah " Balas nya .


" Sudah mandi belum ? " Tanya ku lagi .


" Cudah.. " Daffa membalas dengan memain kan kancing baju ku, kebiasan dari bayi gak hilang .


" Mah mandi terus jalan yuks.., di sini ada obyek wisata alam ,ada kebun duren juga, kita


makan duren supas nya gimana " Ajak Mas Hardi masih enggan melepas lengan nya dari bahu ku .


" Gimana dek mau gak.. ,? " Ku tatap si kecil tersenyum .


" Mauuu...., aaciiikkk ... Adek mau petik dulen cendili.." Daffa beranjak turun memberitahu yang lain rencana Papah nya mengajak jalan.


Aku melangkah masuk kamar hendak keluar mengambil baju di rumah dinas .


" Mah mau kemana..? " Tanya Mas Hardi .


" Ke rumah ku Mas , ambil baju buat ganti "


Jawab ku datar .


" Oohhh.. Papah ikut " Dia melangkah meraih bahu ku .


" Papah mandi aja, Mamah juga mau mandi di rumah dinas biar selesai bareng " Balas ku.


" Gak boleh.., Mamah ke rumah dinas ambil baju sama Papah terus kembali ke sini mandi bareng Papah berdua " Perintah nya manja .


" Heemmm.., Mas mau sampai kapan sih manja banget gitu..?, malu sama anak - anak "


Sungut ku kesal .


" Sampai maut memisah kan kita " Seloroh nya dengan tawa kecil .


" Mass...iiigghhhh..., gak lucu " Balas ku ketus. .


Aku keluar melangkah kamar turun ke lantai satu lalu keluar menuju rumah dinas dengan Mas Hardi yang menggenggam tangan ku erat seakan takut terlepas, kami bertemu Zahwa di dapur yang sedang membantu Bunda dan Bik Ratmi menyiap kan bekal untuk di bawa piknik , menatap Papah nya dengan mata membulat lalu menggeleng kan kepala pelan .


Bunda tersenyum melihat kelakuan putera nya dengan raut risih terpancar di wajah ku .


Berpapasn dengan Zarra yang masih asik dengan buku bacaan nya di kursi duduk di teras rumah Mas Hardi , menatap ku sekilas lalu tersenyum penuh arti ke arah Papah nya , mengangkat kedua jempol nya yang di balas Mas Hardi dengan kode yang tak ku pahami .


Mas Hardi terus mengikuti ku hingga masuk ke dalam kamar dan ku buka lemari baju ku .


" Pake itu aja Mah.. , Papah juga punya motif hem seperti itu biar kita couple " Saran nya melihat tunik motif garis vertikal warna tosca dengan aksen lengan tumpuk dan kancing zigzag, ku padu kan dengan jeans kulot warna biru muda dan khimar warna senada dengan kulot nya .


Beranjak keluar kamar menuju rumah Mas Hardi masih dengan tangan nya yang tak lepas menumpu di bahu ku , keluar dari pagar rumah kami berpapasan dengan Agus mengendarai mobil nya kami berhenti memberi nya jalan.


" Eehheemmm cie..cie..cie.. yang baru rujuk , gandengan terus seperti kereta , awas ntar tangan nya gancet loh hahahahaaa "

__ADS_1


Ledek Agus dengan senyum nakal ke arah Mas Hardi. Di balas dengan tatapan tajam menghujam, lalu Agus melaju kan mobil nya dengan suara musik keras dari dalam mobil .


__ADS_2