Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 99


__ADS_3

Author pov


Di rumah Hardi , dari selepas maghrib Ibu tak mau melepas mukena nya , berulangkali berdo'a memohon dengan penuh pengharapan kepada tuhan nya Allah


Subhanallahu Wata'alla untuk keselamatan puteri tercinta nya , dalam sujud airmata nya menganak sungai, sedari buka hanya segelas teh hangat , tiga butir kurma dan semangkuk kecil bubur kacang hijau saja yang di asup nya. itu pun dengan di paksa dan di suapi oleh Eksan .


" Bagaimana sudah kau dapat informasi kemana mobil itu membawa menantu ku ? "


Tanya Pak Handoko dengan nada gelisah .


Di tatap nya Hardi yang masih duduk di sudut teras menggelosor di lantai dari semenjak di ketahui isteri nya di culik, keadaan Hardi jauh lebih menyedih kan dari Ibu, Dia sama sekali tak mau menyentuh makanan dan minuman, berkali - kali teriak , membentur kan kepala nya di tembok dengan pandangan kosong dan mulut nya terus bergumam tak menentu .


" Hardi bangun , yang kau lakukan sekarang tidak akan bisa mengembalikan Emil ! Jangan menjadi lemah seperti ini ! Bangun jangan jadi kelinci kamu jadilah singa seperti yang kau lakukan selama ini " Bentak Ayah yang tak tahan melihat kelemahan putera nya .


Hana, Hani dan Bunda masih sibuk menenang kan ketiga anak Emil yang masih menangis memanggil Mamah nya terutama si kecil Daffa .


ting..!..tringtitiiing !


Telefon Hardi berdering , Ayah mengambil , menggeser tombol warna hijau .


" Assallamuallaikum Mas.., ! Sedang apa sekarang sedari tadi pesan ku diabaikan saja, sudah buka puasa kan ?! " Suara seorang wanita lembut dari sambungan telefon .


" Waallaikumsallam maaf Pak Hardi nya sedang sibuk ! , ini dengan siapa Maaf karena di sini tidak tertera nama pengguna ! " Tanya Ayah menahan emosi .


Tut..tut..tut..tut


Sambungan telefon terputus , Ayah mulai curiga, di buka nya aplikasi whats up , di baca nya semua pesan masuk dan keluar antara putera nya dan wanita itu dengan amarah menyelimuti hati , wajah Ayah pun telah merah padam di buat nya .


" Jadi ini sumber pertengkaran kamu dengan Emil tadi pagi ..?! Ini alasan Emil keluar diam -diam dari rumah karena kecewa dengan ini ?!


Hem masih belum kapok kamu Har..?! "


Bentak Ayah keras, mengangkat tubuh Hardi dari duduk nya . Ayah menampar keras wajah Hardi dua kali, Bunda mendekat meredam kemarahan suami nya .


" Mau jadi don juan kamu he..!! Lakukan itu setelah kau cerai kan Emil dan angkat kaki dari keluarga prasojo , tidak sudi aku punya anak buruk laku seperti mu !! " Hardik Ayah .


Hardi hanya diam tanpa ekspresi , hanya airmata nya saja yang membasahi pipi.


" Jawab !!! Jangan hanya bisa menangis !, kamu laki - laki jangan hanya bisa menutupi kesalahan dengan airmata ." Bentak Ayah dengan suara menggelegar . Pak Rw yang baru selesai menjadi imam masjid solat magrib datang mendekat ke arah Ayah meredakan emosi beliau .


" Sabar Pak Handoko , dalam keadaan putera antum terguncang seperti ini, kemarahan dan emosi Antum hanya akan menambah jiwa nya lebih terguncang ..Istigfar Pak..,! , emosi tidak akan menyelesaikan masalah apapun "


Nasihat Pak Rw lembut .


" Astahfirullahal'adziim...! " Ucap Ayah berulang kali sembari mengusap wajah nya.


Ting !!


Sebuah notifikasi pesan masuk ke ponsel Ayah dan Hardi bersamaan, Ayah membuka ponsel nya terlihat kiriman beberapa foto dari nomer yang tak di kenal nya .dengan capstion dan pesan di bawah nya .


' Nasib menantu mu ada di tangan ku saat ini, jika kau ingin Dia selamat , kembalikan saham perusahaan X yang sudah kalian hancur kan, bujuk kembali mitra bisnis perusahaan X untuk kembali kepada kami ! kami beri waktu satu minggu !


ingat kami tidak sedang main - main ! Jika kau tak ingin kami mengirim jasad menantu mu dalam keadaan terpotong seperti seekor kambing di dalam boxs !! .'


" Shiitt.. !! " Ayah menggeram keras . Hardi tersadar membuka pesan masuk dalam ponsel nya . Dia terbelalak melihat video isteri nya menangis terkurung dalam sebuah kamar pengap dalam keadaan duduk bersimpuh di atas sajadah . di buka nya pesan dari whats up di bawah video.

__ADS_1


' Aku masih berbaik hati memperlakukan isteri mu dengan layak , aku beri waktu seminggu , bujuk Ayah mu untuk mengembalikan keadaan perusahaan kami atau kau akan menemukan isteri mu di dalam boxs dengan badan terpotong seperti kambing '


" Bangsaaaattt...!! Akan ku hancur kan kau berkeping - keping jika kau berani menyentuh nya sedikit saja " Pesan ven dikirim Hardi lewat ponsel .


Semantara di luar sana .


Erza dan Agus masih terus mencari tahu keberadaan Emil dari berbagai sumber informasi bahkan sampai meminta pusat telekomunikasi untuk meretas panggilan dan pesan masuk dari nomer yang Emil pakai .


" Ini nomer terakhir yang di hubungi , Ibu Emil memesan layanan ojek mobil online , dalam riwayat pemesanan meminta diantar ke pusat kota tepat nya ke pusat perbelanjaan Mall M "


Jelas seorang petugas telekomunikasi .


" Setelah itu adakah sambungan ke nomer lain pak ?! " Tanya Agus . Petugas menggeleng kan kepala pelan .


" Tidak ada , sejam kemudian nomer sudah tidak aktif " Jelas nya lagi .


" Terimakasih atas kerjasama nya !" Agus dan Erza menjabat tangan berlalu pergi .


" Kita datangi pusat perbelanjaan Mall M "


Ajak Agus mengenakan mobil patroli polisi yang dipinjam nya dari kantor atas izin atasan nya, bahkan beberapa polisi lain pun berkali - kali mengadakan patroli di jalanan dan setiap ada mobil yang sesuai dengan foto yang berhasil di ambil dari cctv minimarket depan kompleks akan dihentikan untuk di periksa.


" Kita jebak saja bagaimana ?! Aku akan memesan jasa layanan ojek mobil online dan aku akan menghubungi nomer ini untuk memesan rute perjalanan ke suatu tempat , bagaimana kalau ke kantor Arrahman di sana kita interogasi supir nya ! " Jelas Erza .


" Baik kamu lakukan itu setelah kita sampai di Mall, aku akan menghubungi pihak managemen Mall, meminta informasi dari cctv Mall dan kamu bisa melakukan rencana mu di depan Mall " Balas Agus mengatur strategi


Sesampai di mall Agus bergegas meminta untuk di pertemukan dengan manager dengan menunjukan surat perintah dari kepolisian , setelah bertemu manager mereka menuju ruang control cctv , di cari nya di sana tidak ada tanda - tanda keberadaan Emila .


Erza duduk di pelataran depan mall, mencoba menghubungi nomer yang terakhir kali menghubungi Emil namun tidak aktif lagi .


Ponsel Erza berdering .


" Ya Hallo Dek ! Ada apa ?! " Tanya Erza begitu menekan tombol hijau , tertera panggilan dari Eksan .


" Posisi dimana Ka..?! Kalau bisa pulang sekarang ! " Pinta Eksan dari sebrang sambungan .


" Ya baik ini kaka akan pulang , OTW ! "


Balas Erza . Lalu Dia menghubungi Agus meminta nya untuk turun dan segera meluncur pulang , Agus bergegas pamit pada manager diberi izin turun dengan lif khusus ceo Agus turun ke basement sementara Erza sudah menunggu di tempat parkir.


Agus membuyikan sirine untuk bisa melaju lebih cepat, mobil meraung membelah jalanan dengan kecepatan tinggi . Lima belas menit mobil telah sampai di gerbang komplek, Agus memarkir kan mobil nya di sana. Erza keluar mobil berjalan setengah berlari .


" Ada berita apa Dek ?! " Tanya Erza pelan sembari mengatur nafas begitu Dia sampai di rumah bersama Agus menyusul di belakang .


" Nak Agus bisa minta tolong periksa ini ! " Pak Handoko menyerah kan ponsel ke Agus menunjukan nomer whats up yang mengirim foto dan video Emil .


Agus mengambil ponsel Pak Handoko lalu menghubungi pegawai pusat informasi meminta untuk meretas nomer tersebut untuk mengetahui keberadaan pemilik niomer .


Beberapa menit kemudian petugas memberitahu jika nomer berada di pusat kota Bandung . Agus bergegas ke kantor nya untuk meminta bantuan pihak kepolisian Bandung untuk menggeledah alamat sesuai hasil dengan petunjuk petugas peretas .


" Ini di kirim kapan ..?! " Tanya Erza begitu Agus telah kembali ke kantor nya .


" Ini nak jam pengiriman nya " Pak Handoko menyerah kan ponsel ke Erza untuk melihat waktu pengiriman .


" Empat puluh menit yang lalu..? , jarak dari sini ke Bandung bisa memakan waktu tiga jam dan Mbak Emil di culik sehabis dzuhur antara pukul empat , jika lokasi ini di Bandung pada saat video ini di buat Mbak Emil pasti masih ada di jalanan, karena di sini terlihat Mbak Emil masih belum menyentuh makanan hanya air dalam botol saja yang terlihat telah berkurang isi nya ! " Jelas Erza berfikir .

__ADS_1


" Maksud nya Nak ?! " Tanya Pak Handoko mengerut kan dahi tak mengerti .


" Itu video di buat saat Mbak Emil solat maghrib , dan jarak antara mbak Emil menghilang hingga pada waktu video itu di buat antara satu setengah hingga dua jam sedang perjalanan dari sini ke Bandung tak mungkin secepat itu , arti nya Mbak Emil saat ini tidak ada di sana , aku yakin masih di sekitaran sini , mungkin di daerah terpencil atau daerah pegunungan, kalau dari cerita Kaka Mamah nya bilang jalanan sepi tak ada yang melewati , aku merasa itu seperti daerah pegunungan " Jelas Erza panjang lebar .


" Hem.. ! Kamu benar Nak ! cemerlang , aku gak kepikiran sampai ke sana, baik aku akan kerah kan anak buah ku untuk mencari tempat terpencil di daerah pegunungan ysng ada bangunan rumah untuk di geledah "


Pak Handoko mengambil ponsel nya lalu menghubungi seseorang .


Erza pergi tuk menemui Ibu nya yang masih setengah sadar terus memanggil nama puteri nya., belum lagi Erza masuk rumah di dengar keributan dari sebrang .


" Kamu mau kemana malam - malam begini Har..?!! " Suara Pak Hamdoko cemas, melihat Hardi keluar memakai baju tebal khas pendaki , ransel dan terselip pistol relvover rakitan di pinggang nya .


" Aku mau mendaki Yah ! Aku akan membebas kan Emil sendiri, dulu saja Emil bisa membebas kan aku kenapa tidak dengan ku , akan aku hancur kan kepala penculik dan orang - orang yang berani menyekap isteri ku, biar mereka tahu siapa Hardiman prasojo ! "


Dengus nya kesal .


" Memang kamu tahu di mana Emil berada ?! "


Tanya Pak Handoko .


" Tahu Yah ! Aku sudah melacak dari liontin yang ku hadiah kan ke Emil dua bulan yang lalu di sana sudah aku pasang alat pelacak untuk selalu mengetahui keberadaan isteri ku melalui ponsel ku ! " Jelas nya kemudian .


" Seharus nya dari awal kau lacak isteri mu tidak sampai menunggu malam seperti ini ! " Dengus Pak Hamdoko kesal .


" Karena baru sekarang pelacak di liontin Emil bekerja dari sore aku sudah berusaha ! , sudah Yah ! aku pergi dulu keburu terjadi sesuatu dengan Emil ! " Dengus Hardi .


* Tunggu !! Aku ikut, Dia kaka perempuan aku punya hak menyelamatkan Dia juga ! " Sergah Erza setengah memaksa .


" Baik silah kan ikut kenakan baju tebal di sana sangat dingin ! " Perintah nya .


" Har.. Kalian mau pergi berduaan saja ..? ! "


Tanya Ayah terlihat cemas .


* Tidak Yah ! Aku sudah hubungi kapten Andreas , aku minta Dia membawa dua orang nya yang terbaik untuk menemani ku " Jelas Hardi .


" Baik lah Ayah lebih tenang sekarang kalau kau pergi di temani mereka, Ayah akan memantau kamu dari sini ! Selamat berjuang Nak ! Hati - hati " Pak Handoko menepuk pundak putera nya lembut .


" Ayuk kita berangkat sekarang ! " Ucap Erza begitu keluar rumah .


" Dek jaga Ibu baik - baik ! " Pintanya ke Eksan .


" Baik ! Kaka juga jaga diri hati - hati " Balas Eksan mengantar Erza sampai depan pintu.


" Pak Handoko saya titip Ibu dan adik saya pamit pergi dulu ! " Pamit Erza .


" Iya Nak ! Hati - hati , jaga diri kalian jika ada kesulitan hubungi Ayah ! " Pinta Pak Handoko.


Mereka meluncur keluar komplek mengguna kan mobil pajero sport milik Hardi dengan di supiri oleh Hardi sendiri yang malajukan mobil dengan kecepatan seratus duapuluh perkilometer .


------------------------


**Terimaksih untuk dukungan nya ke novel ini


mohon kerjasama nya untuk keberlangsungan novel dg memberi dukungan berupa like san vote

__ADS_1


salam sayang untuk kalian semua 😘😍😍**


__ADS_2