
Hem author boleh jujur ya genks !
Kadang que bingung deh, ko jadi ada kubu -kubuan ya ? .
Satu kubu dukung Emil dan Hardi dan kubu lain berharap Emil berpaling ke arah Antonio🤔🤦🤦🤦
**Ikutin alur aja ya genks biar que nya gak bingung edit jalan cerita🙏🙏
🎶 Kalau kau suka novel ini tekan like👍
Kalau kau suka hati beri vote .
Kalau kau senang beri tip⭐
Kalau kau bahagia jadiakan vaforit💓
Kalau suka novel ku ... kalau kau suka hati share ke teman - teman mu .
------------------------------------
Antonio terpaku di tempat , senyum dari wanita yang dirindukan nya dinikmati dalam balutan luka, tatapan sendu, lesung pipit pemanis dan bulu mata lentik alami .
"Tuhan mengapa kau sebecanda ini menyiksa bathin ku, mengapa aku hanya bisa memandang tanpa mampu menyentuh nya, mengapa kau tumbuh kan benih cinta di saat Dia telah menjadi milik orang lain !" Gumam nya lirih , dipejam nya mata mencoba menghapus bayang Emil .
Semakin Dia berusaha melupakan bayang nya kian lekat memenuhi lubuk jiwa nya .
"Emil jika tak bisa ku miliki raga mu setidak nya beri aku sedikit hati mu" Bisik nya perih .
Antonio beranjak keluar kamar lalu mengunci rapat, Dia tak ingin ada.orang lain mengetahui layar monitor dalam kamar nya terkecuali kakek nya saja .
Antonio berajalan menuju ruang utama panthouse milik kakek nya dimana telah berkumpul keluarga, tetangga sekitar, para tetua adat dan seorang syaikh sahabat Kakek yang di undang secara khusus dari tanah jawa, pemilik sekaligus pengasuh sebuah pondok pesantren modern ternama di belahan timur pulau jawa .
---------------------------------------
Di belahan lain, dalam sebuah rumah megah bak istana, sebuah keluarga berkumpul dalam suasana bahagia berbaur sendu, menikmati hidangan ketupat lebaran bersama .
"Har ! , makan dulu nanti baru ke rumah sakit "
Suruh Bunda melihat putera nya telah bersiap pergi usai acara sungkeman dan bersalaman antar sesama penghuni rumah .
"Nanti saja Bun, aku gak selera makan "
Balas nya tergesa .
"Bunda bungkusin bawa ke rumah sakit , yo !"
Saran Bunda masih dengan nada pelan .
"Suruh orang aja anterin ke rumah sakit sekalian buat Ibu" Pinta Hardi berlalu keluar rumah menuju garasi .
🎶 tring..ting..ting..ting triiing ..
HP Hardi berdering, diambil nya dari dalam saku , di sentuh nya layar pipih dalam genggaman nya , panggilan dari manager rumah sakit tempat isteri nya di rawat , segera di geser nya icon telefon warna hijau .
"Assallamuallaikum Tuan, maaf saya ingin memberitahu Nyonya sudah siuman dan saat ini sedang dalam permeriksaan Dokter "
Jelas manager dari sebrang sambungan telefon dalam nada bahagia .
" Alhamdullillah , terimakasih Pak Haris !, tolong jangan sebarluas kan dulu selama pelaku dan dalang yang menaruh racun dalam makanan isteri saya belum terungkap "
Pinta Hardi bahagia bercampur cemas .
"Ada kabar baik Bun, menantu kita sudah siuman dari koma nya" Ucap Ayah tersenyum sumringah .
__ADS_1
"Alhamdullillah akhir nya Allah kasih keajaiban lagi pada nya Yah" Seru Bunda tak kalah bahagia , memeluk ketiga cucu nya .
"Yah ! Bun ! Aku temui Emil dulu" Pamit Hardi dari atas kemudi mobil.
"Yo ! Hati - hati Nak, nanti kita nyusul" Jawab Bunda dengan nada riang .
Hardi mengemudikan mobil nya dalam raut bahagia, ratusan kata syukur lolos dari bibir nya, jalanan yang lengang membuat nya lebih cepat sampai ke rumah sakit .
Hardi memilih masuk rumah sakit dari arah samping dimana biasa nya hanya mobil penjemput pasien yang akan pulang yang boleh melewati nya, untuk menghindari kejaran wartawan yang masih setia menunggu di loby rumah sakit .
Memarkir kan mobil di depan ruang laundri, dan berlari kecil menuju lif khusus yang berada di samping ruang pantry, biasa di gunakan karyawan pantry untuk mengantar kan makanan.
Tiing...! Pintu lif terbuka .
Hardi berlari kecil menuju ruang perawatan isteri nya yang di jaga ketat empat bodyguard bertubuh kekar dengan wajah sangar .
Mereka menundukan kepala begitu Hardi tiba di depan pintu kamar Emil .
"Selamat Hari Raya untuk kalian semua, tolong maaf kan jika diantara kalian ada.yang pernah tersinggung oleh sikap ku" Pinta nya tulus kepada keempat bodyguard nya.
"Sama - sama Tuan ! Maaf kan kami juga jika selama bertugas masih banyak yang salah dan membuat Anda kecewa" Jawab ketua kelompok, lelaki yang bertubuh tinggi besar bahkan Hardi harus mendongakkan kepala saat berbicara dengan nya.
Hardi menepuk pundak nya lembut tersenyum ramah dan beranjak masuk .
"Assallamuallaikum " Sapa Hardi ramah .
"Wa'allaikumussalam " Sapa yang ada di dalam ruangan serempak .
Hardi berjalan menghampiri Dua dokter yang menangani perawatan isteri nya , menyalami dan memeluk mereka erat , lalu berjalan ke manager rumah sakit dan beberapa perawat pembantu Dokter, menyalami dan memeluk mereka tak lupa mengucap kan permohonan maaf dan ucapan selamat Hari Raya .
Kemudian Hardi beralih berjalan ke arah Emil, mencium kening nya lembut lama , beralih mencium pipi, hidung dan bibir nya kilas dalam baluran kasih sayang tulus .
"Terimakasih Mah ! Sudah mau berjuang untuk tetap bertahan hidup" Ucap Hardi lembut, lalu duduk di samping Emil .
"Berterimakasih sama Allah Pah ! Semua karena kehendak -Nya" Pinta Emil lemah.
--------------------------------
"Mamah, Bang Daf kangen... " Rengek Daffa menja begitu memasuki ruang rawat inap mamah nya , mengulur kan tangan ke arah papah nya minta dinaikan ke atas tempat tidur.
"Abang duduk manis aja ya ! Gak boleh banyak gerak , mamah masih lemas, nanti adek kesakitan dalam perut , mamah nya jadi mual deh" Pinta Bunda pelan.
"Iya titi , abang cuma mau peluk Mamah sama Adek dalam perut saja ko" Balas nya dengan tingkah sok dewasa.
Daffa memeluk perut Mamah nya lembut, mencium dan mengusap lembut .
"Adek ku sedang ngapain dalam perut Mamah, bobok ya ?" Sapa Daffa dengan tingkah lucu , mengelus perut Mamahnya. Seisi ruangan dibuat tertawa dengan gaya nya .
"Iya abang Daf yang baik , adek nya biar istirahat dulu ya , Mamah nya mau makan dulu, Abang sama tante Hanna dulu yuk "
Ajak Hanna mengangkat tubuh Daffa dari atas pembaringan.
"Mas Hardi sarapan dulu, tuh kita bawain ketupat" Pinta Hanna ke kakak nya.
"Tolong racikin ketupat sayur 'Na. biar aku suapin Emil sekalian" Perintah Hardi .
Tak berapa lama Bunda mengangsur kan piring berisi ketupat dengan sayur opor ayam kampung lengkap.
Eksan memutar pengait di bawah tempat tidur memposisi kan agar kepala Emil lebih tinggi letak nya, Hardi menata bantal untuk isteri nya agar lebih nyaman .
"Mah kita makan bareng ya ! Aaaa..." Ucap Hardi memasukan satu iris kecil ketupat plus sayur, suiran ayam dan sambel rempela ati .
Baru satu suap mengunyah belum lagi makanan masuk dalam perut , Emil merasakan mual yang luar biasa, dengan di bantu Eksan Dia duduk diatas tempat tidur dan memuntah kan makanan itu keluar lagi, Ibu sigap meletakan kantung plastik .
__ADS_1
Hardi memijat tengkuk isteri nya lembut setelah meletakan piring di atas meja , setelah nya Emil kembali terbaring lemah .
"Dok tidak ada kah obat penawar mual yang aman untuk orang hamil ?!" Tanya Ayah cemas.
Dokter meminta perawat menyutikan cairan dalam botol kecil ke selang infus Emil, untuk mengurangi rasa mual.
"Sementara ini Ibu Emil hanya bisa mengkomsumsi bubur dan buah lunak saja Tuan, karena pencernaan makanan dalam tubuh Ibu Emil masih mengalami gangguan akibat terkontaminasi racun" Jelas Dokter memberi pengertian.
Pak Handoko menganggukan kepala tanda megerti.
"Maaf sebaik nya tidak terlalu banyak orang dalam ruangan, Nyonya membutuh kan istirahat dan ketengan lebih banyak untuk pemulihan organ tubuh yang terganggu oleh kontaminasi racun" Pinta Dokter dengan lembut.
"Jeng Narti kita istirahat dulu di rumah, Nak Emil biar di jaga sama Hardi, nanti kita bergantian menemani jika kondisi Emil lebih membaik" Pinta Nyonya Handoko pelan.
"Abang mau di sini aja temenin Mamah"
Rengek Daffa manja.
"Anak-anak biar di sini dulu Bun, Emil kangen sama mereka" Pinta Emil.
"Kaka juga mau di sini dulu Akung temani Mamah" Rajuk Zahwa.
"Ya sudah, kita pulang dulu biar Hardi sama anak-anak yang di sini dulu, nanti siang kita gantian" Perintah Pak Handoko.
"Maaf Om, Eksan boleh di sini jagain anak-anak?" Pinta nya berhati-hati.
"baiklah titip cucu ku Nak Eksan, biar Mas mu fokus sama Mbak Emil" Ucap Pak Handoko.
Erza menganggukan kepala tersenyum ramah.
----------------------------
Jauh di negeri serambi mekah, suatu keluarga berucap syukur dipenuhi kebahagiaan setelah Antonio berhasil mengucap dua kalimat syahadat dengan takzim, lalu di lanjut dengan do'a oleh Tengku Abdallah sang kakek sendiri, yang sangat berharap ini akan merubah jalan hidup sang cucu dari dunia kelam nya .
Albertus Ayah Antonio meski sedikit tak rela anak nya berpindah agama toh pada akhir nya berlapang dada, memeluk tubuh anak nya erat, memberi selamat pada putera nya .
"Congratulation for your muslim religion ( Selamat untuk pilian agama islam mu)"
Ucap Albertus dengan senyum tulus.
"Thanks Dad, I hope Dady will follow in my footsteps embracing Islamic so that momy be fery happy in eternal realm ( Terimakasih Yah, aku berharap Ayah bisa mengikuti jejak ku memeluk islam agar Ibu berbahagia di alam keabadian )" Do'a dan harapan tulus dari lubuk hati Antonio terucap untuk sang Ayah.
"Sory I haven't been able to make your momy be happy with one religion with her , but believe me she's still the best women for me, She's my eternal love ( Maaf Ayah belum bisa membuat ibu mu bahagia dengan satu agama dengan nya , tapi percayalah Dia wanita terbaik dalam hidup ku, cinta abadi ku)"
Balas Albertus mata nya menerawang jauh.
Mengingat semua kenangan manis bersama mantan isteri nya, Ibu Antonio yang telah lebih dulu meninggal dalam kecelakaan pesawat yang sengaja di buat oleh lawan bisnis Albertus, dan karena itu Antonio masuk dalam gengster pembunuh bayaran, untuk menemukan pembunuh sang Bunda dan membalas kan dendam nya .
Sayang nya setelah Dia berhasil melenyap kan sang pembunuh Ibu nya , Antonio kian tenggelam dalam dendam dan membentuk organisasi pembunuh bayaran independen.
Saat tengku mengetahui perubahan pada diri cucu nya setelah bertemu wanita yang di culik nya, beliau menaruh harapan akan ada jalan pencerahan untuk sang cucu dari Tuhan untuk menarik nya kembali ke jalan yang benar, cukup Beliau merasa berdosa telah salah mendidik sang puteri hingga memilih menikah dengan lelaki asing beda agama
dan masuk dalam komplotan bisnis mafia.
"Zulaikha do'a kan anak mu agar istiqomah di jalan Allah, meski Ayah pernah kecewa dengan pernikahan mu tapi Ayah masih bersyukur kau tetap bertahan dengan agama dan keyakinan dengan Allah sebagai Tuhan kita" Do'a Tengku Abdallah pelan dalam nada sendu.
*
*
*
*
__ADS_1
*
****""" BersambungBa