Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 122


__ADS_3

Hallo readers pa kabar


Maaf banget nih,.lama gak up so author kedatangan tamu baru yang cantik mungil


Mohon Do'a nya untuk adek baru


saking bahagia nya dapet putri so tiga kaka nya cowok semua jadi gak punya waktu buat bikin cerita


maaf ya🙏🙏



--------------------------------------------


Pagi menjelang siang Tengku Abdallah mengajak cucu nya untuk ziarah di makan puteri nya, Bunda dari Antonio diikuti juga oleh Papy Antonio dan isteri nya .


Di depan makam sang Bunda untuk pertamakali nya Antonio membaca umul kitab yang sebenar nya telah di hafal nya di luarpl kepala selama ini karena terlalu sering nya mendengar ayat tersebut di dengungkan dalam panthouse sang kakek.


Bulir airmata menggenang di pelupuk mata Tengku Abdallah yang duduk sila, melipat kan kedua kaki nya di depan makam.


"Zulaikha Alhamdullillah atas karunia Allah Subhanallahu wata'alla, keinginan mu untuk menjadikan putera mu sebagai muslim akhir nya terkabul juga, semoga kau merasakan kebahagia'an di alam mu sana, meski kau tak dapat melihat dan merasakan langsung"


Ucap Tengku Abdallah pelan.


"Bunda do'a kan agar aku bisa istiqomah mengikuti agama mu, maaf aku baru bisa memenuhi keinginan Bunda saat ini, setelah berpuluh tahun aku kehilangan mu, Bunda Do'a kan aku mendapat wanita pendamping yang sebaik Bunda, saat ini aku mengenal seseorang seperti mu, sayang nya Dia telah menjadi milik orang " Ucap Antonio pelan.


Diarahkan nya pandangan ke atas langit, berharap bisa melihat bayangan sosok sang Bunda di atas sana.


"Assallamuallaikum Tengku Datuk..,.Ka Nio, minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir bathin" Sapa seorang wanita lembut dari arah samping.


"Wa'allaikumussallam.., Cut apa kabar " Balas Tengku Abdallah tersenyum ramah .


"Alhamdullillah baik Tengku, maaf tadi tidak bisa hadir di acara Ka Nio, Bunda buru-buru mengajak ke makam Ayah" Balas Cut Meuthia sopan.


"Tidak mengapa Cut, kami memahami, Do'a kan saja kaka mu ini istiqomah di jalan Allah tuhan kita" Balas Tengku sembari menepuk bahu Antonio lembut.


Antonio reflek mengalih kan pandangan ke arah wanita yang berdiri tepat di hadapan nya, Cut Meuthia menundukan pandangan nya ke bawah menutupi wajah nya yang bersemu merah karena tatapan lembut Antonio.


Tengku menyadari ada getar diantara mereka Beliau tersenyum dengan selipan Do'a dalam hati semoga Allah mengikatkan benang perjodohan diantara mereka. Cut wanita keturunan bangsawan yang sangat dikenal trah nya oleh Tengku dikenal sebagai muslimah yang baik, sopan dan banyak diinginkan oleh lelaki bangsawan lain tapi entah mengapa Dia seperti menutup diri dari lelaki manapun.


"Cut mana Bunda kau tak nampak oleh kita"

__ADS_1


Sapa Tengku mencairkan suasana yang tetiba saja berubah menjadi hening.


"Bunda sudah pulang sama amak dan family lain Tengku, tadi pas lewat saya lihat ada Ka Nio dengan Tengku di sini, jadi saya minta izin pada Bunda untuk menyapa Tengku"


Balas Cut ramah masih menundukan pandangan menghindari tatapan Antonio.


*Ah, kalau begitu pulang bersama pake kereta kita saja" Ajak Tengku ramah.


"Terimakasih Tengku, tak usah, merepotkan nanti, biar saya naik otto saja" Balas Cut Meuthia berhati-hati.


"Ndak ada yang direpotkan, kami senang bila Cut berkenan ikut bersama.., iya kan Nio ?"


Tengku mrngarahkan pandangan nya ke Antonio dan di balas dengan senyum simpul.


"Tak baik anak perempuan jalan sendiri, ikut saja dengan kami" Ucap Antonio datar.


Tengku tersenyum penuh arti, Antonio mengarahkan tangan kanan nya kepada Cut Meuthia untuk jalan di depan nya, supir Tengku sigap membuka pintu untuk sang Tuan, Antonio membuka pintu mobil bagian belakang dan meminta Cut untuk masuk.ke dalam mobil, Dia menutup pintu dan berjalan memutari mobil, membuka pintu di sisi lain, duduk di samping Cut, lalu mobil berjalan pelan meninggal kan area makam.


------------------------------------


Sore hari selepas ashar Emil keluar dari rumah sakit atas permintaan sendiri dengan tetap dalam pengawasan team medis yang akan memantau setiap hari dengan mendatang kan Dokter dan perawat ke rumah.


Antonio berdecis kesal saat diketahui Emil tak lagi dapat terpantau dari layar monitor nya.


"Assallamuallaikum abang, pucuk dicinta ulam pun tiba, hampir tak percaya aku dengar kabar terbaru dari abang.., sebesar itu pengaruhnya kah dalam kehidupan abang sampai rela pindah keyakinan" Suara di sebrang sambungan telefon agak getir.


"Hemm.., terserah lah kau mau cakap apa, Bunda ku sedari kecil sangat menginginkan aku satu keyakinan dengan nya, kau tahu sendiri Elo, Dady aku punya pengaruh lebih besar menetukan agama dalam hidup ku dan sekarang aku sudah dewasa, entah mengapa aku merasa lebih nyaman dengan Datuk dan aku merasa ajaran yang Datuk beri lebih mengena di hati daripada ajaran religi yang aku kenal selama ini" Jelas Antonio panjang lebar.


"Dan kau lebih meyakini setelah kau mengenal wanita itu, akui itu lah bang" Balas Elo dalam nada kecewa.


"Adaapa dengan mu Elo, nada mu serupa kecewa ?" Selidik Antonio tak mengerti.


"Bukan Bang, maaf aku takut aja abang nanti lupa diri" Balas Danielo terbata.


"Sudah kau temukan siapa pemberi racun dalam makanan nya?" Tanya Antonio tegas tak mau lagi basa basi.


"Ya Bang !, seperti dugaan abang ada orang nya Sendy menyusup di kandang prasojo"


Balas Danielo.


"Shitt !, Ha bilang nya punya sekuritas tingkat tinggi nyata nya masih bisa di masuki penyusup" Dengus Antonio kesal.

__ADS_1


"Masukan akses ku ke sana sekarang !" Perintah nya dalam nada tinggi.


"Tapi Bang..." Belum lagi Danielo selesai bicara Antonio sudah lebih dulu memotong.


"Kenapa ! Jangan bilang kau tak mampu, jangan kecewakan aku !" Nada Antonio semakin Emosi.


"Bukan begitu Bang !, terlalu beresiko, sudah lah lupakan wanita itu, masih banyak yang lebih pantas untuk kau perjuangankan !" Saran Danielo berhati-hati.


"Tau apa kau ! kalau kau tak mampu aku bisa bayar hacker yang mau kerja untuk ku !"


Kecam Antonio kesal.


"Cepat naik darah kali kau brow, bukan aku tak mau, aku hanya tak ingin kau terjebak nanti, ingat lah Dia isteri orang, sedang hamil pula"


Jelas Danielo lebih hati-hati.


"Aku cuma minta kau retas kediaman Prasojo, aku cuma mau pastikan keselamatan nya saja apa susah nya sih !" Nada Antonio masih tinggi menahan emosi.


"Oke brow, misal aku retas terus kau setiap waktu melihat wajah nya, memandangi nya, setiap detik mu waktu hanya habis untuk pantau Dia, nah apa kau bisa jamin kau tak kian tenggelam dengan perasaan sendiri ?"


Keheningan menyergap sesaat diantara mereka.


"Brow maaf saja lah bukan aku hendak turut dalam perasaan mu, hanya saja aku tu tak pernah merasa kau serupa ini, kalau Dia wanita tanpa pemilik tak mengapalah kau berlaku serupa itu.., sayang nya Dia tuh kan isteri orang, suami nya benci kau pula" Danielo mendesah pelan.


"Sudah lah biar aku saja yang menyusup ke kandang Prasojo" Dengus Antonio kesal.


"Jangan Nio ! Hai dengar lah kali ini saja, Nio !.." Suara Danielo terputus setelah Antonio memutus sambungan.


"Shiitt...! Tak bisa aku ajak kerjasama Dia !"


Geram antonio kesal bercampur gelisah, mengingat masih ada orang Sendy yang menyusup dalam kediaman Prasojo dan suatu waktu bisa saja mencelakai wanita pujaan nya.


Antonio terus berfikir mencarai jalan untuk mengingat kan wanita nya akan bahaya yang sedang menimpa mereka.


*


*


*


*

__ADS_1


*******Bersambung


__ADS_2