Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 55


__ADS_3

Pagi hari selepas solat subuh aku keluar rumah untuk joging, saat ku buka pagar rumah melihat ke rumah di depan yang sebulan lalu ada tulisan pengumuman rumah di jual di depan pagar nya lengkap dengan no Hp , pagi ini ada mobil yang terparkir nyaman di dalam teras rumah bagian garasi, yang bikin aku penasaran aku merasa familiar dengan mobil tersebut tapi aku berusaha menepis perasaan yang menggeliik hati ku .


Dan sepulang joging dari jauh aku lihat pak Rt sedang berbincang dengan seseorang berpegang pada pagar di sebrang rumah ku .


" Selamat pagi Bu Emil.., rajin sekali setiap pagi selalu joging., oh ya bu ini kenal kan pak Hardi tetangga baru kita baru pindah kemarin, Beliau kontraktor sukses Bu " Pak Rt dengan ramah memperkenal kan penghuni baru rumah di depan ku yang sempat ku duga tadi.


" Selamat pagi cantik.. makin fresh aja " Goda Mas Hardi sembari mengedip kan sebelah mata .


" Wah gak di sangka Pak Hardi dan Bu Emil sudah saling kenal ya.., syukur lah kalau begitu jadi bisa lebih akrab kan hahahaaa "


Pak Rt tertawa melihat pandangan Mas Hardi yang tak lepas dari wajah ku .


" Eehheemm maaf pak saya permisi dulu, mau mandi dan siap - siap berangkat kerja "


Pamit ku pada Pak Rt .


" Oh..nggeh Bu Emil monggo.. " Balas Pak Rt.


Aku bernjak masuk, dari dalam kaca jendela kamar ku intip mereka yang masih ngobrol sesaat kemudian Pak Rt pamit pergi dan Mas Hardi masuk rumah . Aku tak mengerti apa yang diingin kan Mas Hardi dengan pindah tinggal di depan rumah ku, yang kutahu seumur hidup Dia tidak pernah tinggal di rumah sederhana seperti ini , meski rumah di depan sudah di renovasi dan berlantai dua sekali pun ini bukan tipe hunian nya .


Tiiinnngg !!! Notifikasi WA .


Ku buka dan ku baca WA dari tertera Suamiku


* Pagi cantik sudah sarapan belum, sarapan bareng yuk Mah, gak enak makan sendirian, biasa juga Mamah temenin *


* Maaf aku sarapan di kantor, biasa seperti itu * Balas ku .


Dan saat baru saja usai mandi pintu kamar ku di ketuk dari luar, aku bergegas mengenakan baju seada nya , hanya mengenakan gamis santai dengan rambut tertutup handuk


tok..tok..tok..


" Assalamuallaikum.. Mbak Emil..,! " Suara agus tetangga ku si polisi bujang lapuk .


" Waallaikumsalam ..sebentar " Balas ku dari dalam rumah sembari berjalan keluar untuk membuka kan pintu .


" Pagi Mbak cantik.., maaf aku cuma mau kasih ini buat sarapan Mbak barangkali berkenan untuk sarapan, kebetulan pulang ngepam tadi aku mampir makan terus keingat Mbak Emil jadi aku bungkusin " Si polisi bujang lapuk berdiri sembari mengumbar senyum manis,.menyodor kan kresek putih

__ADS_1


Ku lihat Mas Hardi berdiri di depan pagar rumah nya menatap dengan sorot tak suka.


Menatap tajam ke arah ku dengan raut cemburu terpancar tegas di wajah nya .


* Terimaskasih Mas agus, wah repotin aja "


Balas ku dengan senyum tulus.


" Sama - sama Mbak Emil , saya gak merasa di repotin ko, Alhamdulillah kalau Mbak Emil suka jadi gak mubazir saya beli " Balas nya tersenyum sumringah .


' Eheeemm... ehhheeemmm ..pagi pagi sudah ada yang mesra mesraan aja " Suara bariton Mas Hardi mengusik, Agus memaling kan wajah ke belakang melihat ke arah Mas Hardi.


" Eh.., Pak Hardi selamat pagi.., tumben jam segini masih di rumah biasa nya juga sebelum subuh sudah berangkat dan pulang larut malam.., Pak Hardi rajin sekali pantes jadi pengusaha sukses " Agus pamit kepada ku dan beranjak mendekat ke tempat Mas Hardi.


Aku membulat kan mata mendengar omongan Agus . * Apa..? , jadi Mas Hardi bukan baru hari ini pindah rumah ?, sejak kapan Dia pindah ke sini, Ya Allah .. kenapa aku gak pernah menyadari selama ini * Bisik ku dalam hati. Aku kembali masuk ke dalam rumah menaruh Nasi langgi khas kota ini, Nasi kuning berisi sambel goreng tempe kering, sambal trancam ( kacang panjang plus tauge di beri bumbu urap ) , Irisan telur dadar, ayam goreng srundeng plus kacang goreng dan kerupuk udang .


Setelah menaruh kotak nasi langgi di meja makan aku bergegas berganti seragam dan mengenakan mike up tipis bersiap untuk berangkat ke kantor, jam sudah menunjukan pukul enam lebih tiga puluh lima menit, aku terbiasa berangkat jam tujuh pagi .


Triiinnnggtaaaaanngggtiiiingttiiing !!


" Ya Mas..., ada apa aku sedang siap - siap mau ke kantor " Ucap ku sembari mengenakan day cream.


" Ehheemm.. asyik ya pagi - pagi sudah ada yang kirim makanan.. yang ngasih berondong lagi pantesan di ajak sarapan bareng suami gak mau.. ternyata.. sudah ada yang ngedrop tiap pagi " Suara Mas Hardi terlihat menekan emosi .


" Apa sih Mas , pagi - pagi sudah ngajak ribut, orang baru sekali ini Agus kasih makanan, itu juga gara - gara kemarin Dia lihat aku dapet kiriman makanan " Balas ku ketus masih merapi kan penampilan ku


" Buang..., aku gak suka isteri ku makan pemberian dari lelaki lain masih lajang lagi "


Perintah nya tegas masih menekan emosi .


" Ko di buang..?,.mubazir makanan di beli untuk di makan bukan untuk di sia - sia kan "


Balas ku sewot .


" Ogh.. jadi begitu kamu lebih suka makanan pemberian lelaki lain daripada di beri suami sendiri..?." Wajah Mas Hardi sudah terlihat kesal dengan membuang nafas kasar .


" Iya udah aku gak akan makan, tapi gak aku buang juga biar bawa ke kantor buat Ob ku puas kamu.." Ku bulat kan mata ku menatap nya tajam, Mas Hardi tersenyum bahagia .

__ADS_1


" Aku tunggu di luar Mah , kita berangkat bareng mobi mu tinggal di rumah aja " Pinta nya ku lihat Mas Hardi juga sudah rapi tinggal mengenakan jas nya saja .


" Ya gak bisa begitu Mas , ini mobil fasilitas kantor buat aku keluar kalau ada urusan di luar kantor juga, kalau aku gak bawa mobil terus ada sesuatu yang harus aku selesai kan di luar kantor gimana, masa aku harus pulang ambil mobil dulu ..gak lucu " Balas ku datar .


" Ya sudah kita berangkat bareng pake mobil sendiri - sendiri , mampir di rumah makan salero Bundo , kita sarapan dulu " Pinta nya .


" Oke ni aku sudah mau keluar " Balas ku .


Ku langkah kan kaki keluar rumah sembari membawa nasi langgi ke dalam mobil untuk ku berikan Office Boy ku di kantor, aku kunci rumah di seberang Mas Hardi juga sudah siap mengeluar kan mobil dari garasi rumah nya, ku ikuti di belakang dengan mobil sendiri.


Kami konfoi menuju rumah makan yang di rekomendasikan Mas Hardi . Mobil ku parkir beriringan dengan mobil nya. Mas Hardi beranjak ke arah ku membuka pintu mobil ku, meraih tangan ku untuk keluar dari dalam mobil lalu setelah aku kunci pintu mobil ku, Mas Hardi menggenggam tangan ku erat melangkah ke dalam rumah makan .


Kami memilih duduk di sudut dekat dengan jendela menghadap ke arah jalan raya . sesaat setelah aku duduk... Deg.. !!, mata ku bertumbukan dengan Lukman dan Arif bawahan ku yang menatap dengan sorot penuh tanda tanya lalu setelah tersadar mereka berdiri dari duduk nya membungkuk kan kepala sembari tersenyum kepadaku.


Aku membalas senyuman mereka dengan kikuk dan ekpresi wajah sedkiti tak nyaman.


Mas Hardi duduk di samping ku usai memesan makanan dan mencuci tangan di wastafel dengan sabun, kebiasaan sehat nya semenjak dulu.


" Silah kan di nikmati Ibu.. Bapak.. " Ucap dua pelayan yang menata makanan di meja kami .


" Mah hari ini izin kan Papah suapin ya .., rasa nya sudah lama banget Papah gak nyuapin "


Pinta Mas Hardi lembut. Dua orang karyawan ku tersedak makanan karena terkejut mendengar yang di ucap kan Mas Hardi. Menatap ku dengan mata membulat seakan meminta jawaban dari ku .


Mas Hardi mengambil satu sendok Nasi lengkap dengan rendang daging di suap kan ke mulut ku, dua orang karyawan ku pura - pura tak melihat tapi sesekali ketahuan sedang mengintip ke arah kami .


Usai makan kami kembali ke arah mobil masing - masing meluncur membelah kota dengan Mas Hardi masih mengikuti ku sampai aku memarkir kan mobil di area parkir khusus karyawan , baru Mas Hardi melaju kan mobil nya menuju kantor sendiri .


Sesampai di dalam kantor seperti biasa aku terlebih dulu mengajak mereka untuk brifink pagi ini sebelum membuka layanan kepada masyarakat..Usai brifink !


" Pak soleh di jok depan mobil saya ada nasi langgi tolong di ambil itu buat sarapan Pak soleh " Perintah ku sembari menyodor kan kunci mobil, Pak soleh menerima nya dengan hati - hati , lalu beranjak ke mobil .


" Pak Lukman. Pak Arif tolong ke ruangan saya sebentar " Perintah ku pada dua bawahan yang tadi pagi bertemu di rumah makan salero bundo.


" Siiaap Bu..! " Jawab mereka serentak ,lalu beranjak mengikuti ku masuk ke dalam ruangan pimpinan cabang .


Aku persilah kan mereka duduk di sofa ruangan ku dan aku duduk di depan mereka, belum lagi aku bicara pintu ruangan di ketuk dari luar, Pak soleh masuk setelah aku persilah kan , mengembalikan kunci mobil ku dengan hormat dengan tangan kiri membawa bungkusan nasi kotak, mengucap kan terima kasih lalu beranjak keluar ruangan ku, menutup nya pelan .

__ADS_1


__ADS_2