Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 111


__ADS_3

Mas Hardi memeluk pinggang ku membawa masuk ke dalam lif untuk turun ke lantai tiga.


Tiiingg !!


Pintu lif terbuka , Aula kantor sudah penuh oleh para tamu , dari mulai karyawan , dewan direksi, tamu undangan khusus mitra bisnis prasojo bahkan keluarga besar Prasojo sudah ramai berkumpul dalam kelompok sendiri - sendiri .


" Nah ini tokoh utama hari ini baru muncul "


Sambut Ayah begitu melihat aku dan Mas Hardi berjalan ke arah keluarga prsojo .


Kami berjalan mendekat membaur bersama menyalami satu persatu keluarga besar Ayah dan Bunda , lalu bergabung dengan Ibu , adik - adik ku dengan isteri dan anak - anak nya .


Ku edar kan pandangan mencari keberadaan ketiga anak ku , terutama Daffa, aku masih mencemas kan keselamtan nya .


" Bu lihat anak - anak ga ya !" Tanya ku cemas, teringat ucapan Antonio .


" Tadi sih sama kembar , Erza sama Adit juga adik saudara Pak Handoko ". Jelas Bunda .


" Aku cari anak - anak dulu Bu " Pamit ku berjalan melewati keramaian mencari keberadaan ketiga anak ku .


" Mah..,.Mau kemana ?! " Mas Hardi mencekal tangan ku saat melihat raut cemas di wajah ku.


" Aku mau cari anak - anak Mas, dari tadi gak kelihatan " Balas ku dengan nada cemas .


" Anak - anak ada di sudut belakang podium, jangan terlalu cemas Nak ! Ayah tak akan lengah , di setiap sudut dan ruangan ada pengawal yang menjaga mereka. " Jelas Ayah melihat wajah cemas ku .


Aku berjalan ke tempat dimana anak - anak ku berada sesuai petunjuk Ayah ,.aku tersenyum lega saat ku lihat mereka sedang bermain bersama Erza dan tante kembar nya serta Adit adik tante Yuni adik ipar Ayah .


" Mamah... " Teriak Daffa begitu melihat ku berjalan ke arah mereka, Daffa lari menghambur ke dalam pelukan ku .


Ku raih tubuh mungil nya , ku dekap , ku cium wajah nya dengan segenap rindu dan sayang berbalur cemas.


* Jangan ambil nyawa anak - anak ku Tuhan , lindungi Dia dari tangan orang jahat yang tak bertanggung jawab * Doa ku dalam hati .


Aku duduk bersama anak - anak ku, sementara di podium acara sudah berlangsung , saat ini Ayah yang berada di sana memberi sambutan pembukaan acara .


" Mah Ayu ke depan setelah ini kita akan naik ke atas podium " Ajak Mas Hardi .


" Za ! Tolong anak - anak ku jangan sampai lepas dari pengawasan " Pinta ku cemas.


" Iya Mbak , aku gak akan beranjak sedikit pun dari menjaga mereka " Balas Erza .


" Ka Emil gak usah khawatir, Ayah sudah menempat kan bodyguard untuk kami dan sniper jitu di beberapa sudut , itu kenapa kami berkumpul di sini , agar mereka mudah menjaga kita " Balas Hana . Aku tersenyum lega lalu beranjak jalan dengan di genggam Mas Hardi menuju ke dapan .


Baru sampai di sebelah podium , nama kami di panggil untuk naik ke atas , kami pun berjalan ke atas memberi sedikit penjelasan ke publik terutama wartawan tentang kronologi penyekapan dan pembebasan ku oleh suami sendiri yang saat ini menjabat CEO Prasojo Contruction .


Riuh rendah suara orang - orang di depan podium mendengar cerita kami, ramai wartawan memberi pertanyaan dan kilatan lampu blizt membuat kepala ku pusing , Mas Hardi menyadari perubahan wajah pucat ku, Dia mendekap ku dan membawa ku turun podium di ganti oleh seorang kyai mengisi acara kultum dan memimpin do'a untuk keselamatan kami semua .


" Mah..,.wajah mu pias sekali , kita ke ruang kesehatan saja ya " Ajak Mas Hardi.


" Gak usah Mas , aku gak mau jauh dari anak - anak lagi , lagian sebentar lagi kan buka puasa " Balas ku lemah dengan nafas tertahan . Kami berjalan ke arah anak - anak dengan pelukan Mas Hardi yang tak lepas menopang tubuh ku .


" Kamu pucat sekali Nok " Ucap Ibu cemas .


Mas Hardi meminta ku tiduran di sofa di dalam satu - satu nya ruangan yang ada di lantai tiga ini .

__ADS_1


Ibu mengambil minyak kayu putih aroma sereh , membalur kan ke kaki ku yang dingin , tangan dan memijat kening ku lembut .


Daffa memeluk ku erat , Zahwa dan Zarra memijat kaki dan telapak tangan ku.


Bunda datang membawa teh hangat saat tanda masa puasa telah berlalu , ku teguk isi minuman hingga tandas separuh isi .


" Mah ini makan puding susu kurma dulu buat isi tenaga " Mas Hardi menyuapi ku hingga satu cup puding tandas .


" Kamu makan dulu sana Mas " Pinta ku .


" Nanti kita makan bareng anak - anak , di ruang penyajian makanan masih penuh , nunggu agak longgar baru kita ke sana "


Balas Mas Hardi .


Dua orang pegawai catering masuk membawa troly makanan , menata hidangan untuk berbuka lengkap dengan takjil di atas meja besar yang di bawa masuk oleh dua orang office boy .


Setelah hidangan tertata seorang ahli pendeteksi racun , memasukan sendok perak untuk memastikan makanan aman untuk kami komsumsi, begitu pun dengan peralatan makan di periksa terlebih dulu sebelum di gunakan, begitu ada jaminan bebas racun kami di izin kan untuk menyantap makanan yang ada di atas meja .


" Berasa berada di film - film kerajaan aja , mau makan di periksa dulu makanan dan peralatan nya " Celetuk Hanie sedikit kesal.


Mas Hardi menyuapi ku makan sembari Dia sendiri ikut makan .


" Drama romansa nya jangan kebangetan kenapa Mas , bikin Adit iri aja " Celetuk Adit melihat perlakuan Mas Hardi ke aku.


" Maka nya kamu cepetan nikah Dit., ngapain membujang terus , sudah cukup umur juga "


Balas Mas Hardi .


* Hem rencana sih habis lebaran Adit mau lamar Hana Mas ,! kalau dapat izin sih "


Hana yang duduk di sebelah nya tersedak mendengar nya, Adit buru - buru mengambil kan air putih di angsur kan ke Hana , menepuk - nepuk punggung Hana lembut .


" Ehemmm cie.. cie sudah mulai perhatian nih, kalau aku sih setuju aja .., kalian kan sudah saling kenal baik " Balas Mas Hardi.


" Alhamdullillah berarti aku sudah gak ada saingan buat dapetin hati Ka Erza "


ceplos Hanie sumringah memain kan alis nya dinaikan ke atas .Berganti Erza yang tersedak, Hanie dengan cekatan memberi nya air mineral yang ada di hadapan nya . Erza meneguk nya sembari menahan nafas .


" Kamu seriusan Nie ! Memang gak ada cowok lain lagi apa sampai mau nikah sama adik kakak ipar sendiri " Selidik Adit .


" Seirus lah emang cinta bisa di ingatin apa .


He... kamu jangan jatuh cinta sama Dia ya itu adik isteri kaka kamu ! , gitu emang bisa..?! "


Sungut Hanie kesal .


Adit hanya diam mendengar gerutuan Hanie .


" Terus Prasetyo gimana Nie, Dia nungguin kamu dari SMU loh ! Kasihan kamu abai kan terus " Tanya Adit dengan menatap Hanie .


" Pras bukan tipe ku Dit ! cowok gemulai macam Dia mana doyan aku " Balas Hanie .


" Mending kamu sama Pras aja Nie , Mas dukung tuh , cowok.lembut gitu pantas sama kamu yang comel , kalau kamu nya nyerocos Dia nya cuma dengerin jadi gak perlu ada insiden perang gedean " Sela Mas Hardi .


Hanie menatap sinis ke arah Mas Hardi dengan raut kesal nya .

__ADS_1


" Yang mau jalani hidup tu siapa sih kenapa juga Mas yang nentuin aku nikah sama siapa , lagian Ayah juga gak ngelarang , kenapa Mas yang sirik." Sungut Hanie sinis .


" Jelas nya aku gak setuju kamu sama adik isteri ku , kaya gak ada yang lain lagi , Erza mau tak jodohin sama Nurma seketaris Arrahman biar nanti mereka berdua yang mengelola Arrahman " Jelas Mas Hardi , mengejut kan bukan hanya Hanie tapi aku bahkan Erza sendiri .


Ku alih kan pandangan ke arah Erza , ku lihat senyum bahagia terpancar dari sorot mata nya, aku pun ikut tersenyum melihat nya .


" Kapan Za kamu mau melamar Nurma ?! "


Tanya ku kemudian .


" Nanti Mbak kalau sudah sampai rumah aku rembugan sama keluarga dulu " Balas nya datar .


" Hem arti nya kamu setuju Za aku jodohin sama Nurma ?! " Selidik Mas Hardi .


Erza mengangkat bahu dengan senyum simpul.


" Alhamdullillah.., akhir nya " Balas ku menggoda Erza, wajah Erza bersemu merah , sedang Hanie bersungut kesal .


" Sudah kamu sama Hanif saja Nie, Dia kompeten juga, bisa diandal kan untuk mengelola perusahaan kamu yang saat ini dalam penanganan Andy " Saran Mas Hardi .


" Males sama lembek nya kaya pras, mending sama Mas Andy nya aja sekalian " Bantah Hanie .


" Beneran kamiu mau sama Andy ?! , oke aku bicarakan setelah kita sampai di rumah "


Balas Mas Hardi dengan senyum sumringah .


" Tahu agh... mau wudhu taraweh berjama'ah , Mbak Emil gak taraweh ..? " Balas Hanie .


" Ya Mbak Nyusul belum adzan ini , Kaka , Ka Zarra , Adek Wudhu yuk kita solat dulu "


Ajak ku pada anak - anak .


Mereka beranjak ke samping aula dimana telah disediakan tempat wudhu khusus.


" Mah Solat nya di belakang Papah persis ya, nanti Papah di shaf paling belakang "


Pinta Mas Hardi .


Begitu Adzan berkumandang jama'ah membentuk Shaf , Ayah beserta dewan direksi , tamu undangan dan keluarga besar Prasojo berada di Shaf terdepan untuk lelaki, dan untuk wanita di Shaff belakang , Mas Hardi memilih shaf paling belakang , adek berdiri di samping nya diapit Erza ,Eksan dan Adit seperti membentuk barisan menjaga Adek dan aku berdiri tepat di belakang Mas Hardi dengan Zahwa , Zarra , Ibu , Bunda dan si kembar di kanan dan kiri ku .


Di sudut pinggir dinding ku lihat lelaki berbaju hitam berjaga tepat di shaf antara aku dan Mas Hardi .


Bersambung....


---------------------------------


Terimakasih untuk kesetiaan pada novel ini, mohon kebijakan untuk menekan tombol like setelah membaca . Terimakasih untuk yang sudi memberi vote dan tip .


Mohon bantuan untuk share


Jangan lupa mampir juga di


# Senandung Rindu #


Salam sayang untuk semua😘💕

__ADS_1


__ADS_2