Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 82


__ADS_3

Bukan kah cinta hadir untuk menyatu kan dua hati yang berbeda , dua insan yang tak sama dengan tak memaksa kan satu keiinginan atas keinginan yang lain ?!


Bukan kah cinta hakekat nya saling mengisi saling melengkapi dan saling memahami hingga terbentuk sebuah harmoni..?!


Pantas kah di katakan cinta bila hanya satu hati yang merasa memiliki ?!..


--------------------------------------------------------


" Kau fikir cinta itu bisa di paksakan..? " Gertak ku geram, Dia masih saja tak memahami perasaan ku .


" Bisa A' .., ada pepatah jawa mengatakan witing tresno jalaran soko kulino, bisa karena terbiasa, maka nya aku mau bawa A'a keluar dari pulau jawa, menjauh sejauh - jauh nya dari Emil dan di sana hanya akan ada kita berdua saja , lama - lama juga A'a bakalan suka sama eneng dan bakal ngelupain Emil "


Ucap nya sembari tersenyum penuh percaya diri . merasa akan mampu merubah haluan cinta ku dari isteri ku kepada nya .


" A' sok atuh makan dulu , jangan menyiksa badan sendiri " Rayu nya menyodor kan sesendok nasi dengan lauk ke arah ku, aku tepis tangan nya dengan kasar hingga sendok terpelanting jauh .


" Aduuh. !! sakit A'a ..! Kalau gak mau makan ya sudah !, biar mati membusuk sekalian di dalam rumah ini gak akan ada yang menemu kan jazad mu " Gerutu nya sambil keluar dari kamar .


" Neng...! , kamu mau kemana malam - malam begini..? ! " Suara lelaki yang bersama Sukma menegur nya saat melihat Dia keluar rumah.


" Neng mau cari hiburan dulu, suntuk di sini , emosi ku bisa memuncak kalau di sini terus "


Balas Sukma .


" Abang ikut Neng ! " Balas lelaki itu .


" Jangan atuh, Abang di sini aja jagain Dia, kalau di tinggal sendirian ntar kabur gimana ?


Abang bujuk Dia giiighhh ! , biar mau makan "


Perintah nya .


" Yaaa.., si eneng masa abang cuma suruh jagain suami orang " Balas nya dengan nada kesal .


" Abang mau bayaran dari eneng enteu ?! , "


Tanya Sukma dengan nada mengancam .


" Ya mau atuh neng ..?! , ngapain juga Abang sampai ngikut ke tengah hutan kalau bukan demi fuluz " Balas lelaki itu lagi


" Ya udah kalau gitu, nurut wae sama eneng !"


Beberapa saat kemudian lelaki itu masuk ke dalam kamar ku , mengambil kotak nssi yang di taruh Sukma di meja kecil di sudut kamar.


" Hardi..., makan nasi ini gak usah keras kepala gitu kecuali kamu mau mati sia - sia


dalam rumah ini tanpa ada yang menemukan dan mengenali jazad mu ! " Ancam lelaki itu. aku bergeming dengan ancaman nya .


Dia keluar sesaat lalu masuk lagi membawa teh panas ke dalam kamar memindah kan meja kecil si sudut ruangan ke dekat ranjang tempat ku tidur tepat di samping kepala ku.

__ADS_1


" Makan ! , kamu butuh energi untuk melarikan diri dari sini , jangan jadi orang bodoh ! "


Perintah nya lagi dengan nada datar Dia menatap ku .


" Sekarang kamu sudah tahu bagaimana rasa nya jadi orang tak berdaya..?, Tuhan sedang memberi hukuman pada mu biar kamu tahu seperti apa rasa sakit yang Emil rasakan atas kekejaman mu membuat kaki nya cacat sebelah ! " Dia menyeringai dengan sorot kesal bercampur amarah menatap ku .


" Bodoh nya wanita itu , sudah tersakiti begitu dalam masih saja mau menerima kembali lelaki yang memperlakukan nya dengan kejam bahkan Dia menangis, merintih saat ini kehilangan lelaki yang tak pantas bersanding dengan nya ! " Geram nya lagi .


" Kau harus bertanggung jawab dengan apa yang telah kau perbuat , jangan membuat nya lebih lama mencari dan menunggu mu , Sukma tidak main - main dengan ucapan nya, perempuan itu sudah menyusun rencana untuk membawa mu kabur dari Emil "


Dia mendesah kesal menengadah kan wajah.


" Tolong aku !!, kembalikan aku kepada isteri ku, keluarga dan anak - anak ku, aku bisa membayar mu dua kali lipat dari yang dijanji kan Sukma " Pinta ku penuh harap .


Belum lagi Dia menjawab dari luar terdengar suara pintu terbuka .


" Bang...! kamu dimana..?! , A' Hardi...!! "


Sukma masuk dalam keadaan setengah mabuk , lelaki itu meraih tubuh Sukma .


" A' Hardi..., aaahhh akhir nya kamu mau juga sama eneng..! saayyyaaannnggg " Desah


Sukma manja menggayut di badan lelaki nya.


Dan pemandangan yang tak pantas pun terjadi, mereka bercinta di hadapan ku, di lantai dimana aku tergeletak tak berdaya di atas kasur dekat mereka mereguk nikmat .


" Sudah kau lihat seberapa ganas permainan Sukma di atas ranjang..?! kalau kau kelamaan dengan nya kau pun bisa melupakan Emil ! , jangan sakiti Dia lagi ! Carilah cara agar kau bisa keluar dari sini secepat nya ! " Ancam nya , lalu Dia keluar kamar, sesaat kemudian dalam keheningan hanya dengkuran mereka berdua yang terdengar .


Dengan sisa tenaga yang ada kuraih air teh yang ada di atas meja , meminum nya hingga tubuh ku terasa hangat . Tanpa selera aku makan nasi yang ada di atas meja. Benar yang Dia ucap kan , aku harus punya tenaga untuk bisa keluar dari nereka ini .Usai makan aku tertidur .


Aku terbangun saat merasakan nyeri di sekujur tubuh ku terutama bagian kaki , saat aku membuka mata , ku lihat Sukma sedang memoles kan salep ke bagian - bagian tubuh ku yang terluka , seorang yang baru ku lihat pagi itu , membaluri kaki ku dengan ramuan tradisional, memasang papan di kaki ku lalu membalut dengan perban .


****************


Entah di hari yang ke berapa sayup - sayup aku dengar suara alat berat proyek mulai memasuki kawasan hutan tempat ku di sekap, ada secercah harapan dalam hati untuk bisa keluar dari kekangan Sukma dan kawanan nya .


Saat malam aku dengar suara ramai dari kejauhan, lelaki yang biasa membaluri kaki


ku dengan obat tradisional melapor keadaan di luar hutan kepada Sukma.


" Proyek sudah sampai ke daerah sini Neng !, mereka sedang membuat markas di dekat jalan keluar, secepat nya kamu harus bawa Dia pergi sebelum mereka menyadari teriakan nya yang selalu memanggil nama isteri nya, saat ini Ayah nya yang mengambil alih kendali perusahaan dan rupa nya Ayah Dia lebih mahir menjalankan bisnis karena itu proyek lebih cepat terselesai kan , tapi ada kabar beberapa hari ke depan kendali perusahaan akan di alihkan pada isteri nya ." Jelas lelaki itu panjang lebar .


" Wanita munafik sok idealis pada akhir nya ketahuan juga belang nya , keyakinan ku terbukti Dia mau menikah dengan A' Hardi karena ingin menguasai perusahaan prasojo "


Gerutu nya menahan geram .


" Eneng secepat nya harus bawa Dia keluar, teriakan Dia memanggil nama isteri nya terlalu sering di dengar pekerja proyek, lama - lama mereka bisa menyadari ada sesuatu dalam hutan sini, apalagi kalau sampai isteri nya yang dengar, saya percaya seorang isteri pasti lebih mengenali suara suami nya dan biasa nya insting wanita itu lebih tajam "


Perintah nya dengan nada cemas .

__ADS_1


" Cedera di kaki nya belum kering , tubuh nya pun masih terlalu lemah untuk di papah jalan, sedang akses keluar dari dalam hutan sini hanya jalan setapak itu saja, bagaimana kalau pas kita keluar ada orang proyek yang melihat dan mengenali nya ?! " Tanya lelaki lain yang belakangan ku dengar Sukma memanggil nya Bang Zaky .


" Gini aja Sukma ke kota dulu mencari jalan untuk keluar dari hutan sini tanpa di ketahui oleh orang peoyek. Kang kamu tetap berada di lingkungan sekitar proyek, bang Zaky tolong jaga Dia malam ini , Aku mau keluar mencari bantuan untuk membawa Dia keluar dari sini dan menerbang kan ke kalimantan "


Jelas Sukma .


" Kasih Dia minum ramuan ini dulu neng ! , biar Dia tertidur malam ini , jadi Dia tidak akan bisa teriak - teriak lagi ," Suruh lelaki itu .


" ini bahaya tidak kang, maksud eneng ada efek negatif nya ! eneng gak mau A' Hardi kenapa - napa " Tanys Sukma terdengar cemas.


" Kalau cuma sekali minum sih gak terlalu ngarun Neng , kecuali kalau diminim setiap hari racun dalam ramuan ini bisa menyerang syaraf otak dan menjadi hilang ingatan "


Jelas lelaki itu .


" Bang Zaky tolong bantu akang kasih minum ramuan ini ke A' Hardi, jangan kebayakan cukup sampai membuat nya tertidur saja !"


Perintah Sukma ke Zaky.


Dua orang lelaki memaksa memasukan cairan coklat pekat ke dalam mulut ku dan sedetik kemudian aku merasakan pusing hebat di kepala ku hingga tak sadar kan diri.


Diantara mimpi ku saat aku tak sadar kan diri aku seperti melihat wanita pujaan ku berjalan menyusuri sepanjang pinggiran hutan dalam wajah murung nya ku dengar Dia mencari keberadaan ku, Dia menatap jauh ke dalam jalan setapak, aku berusaha memanggil nama nya, meminta nya untuk masuk lebih dalam lebih jauh ke dalam hutan .


" Emiillll....,! Emiiillaaaa...,! " Panggil ku berulang kali, namun suara ku tercekat, aku merasa suara ku tak sampai kepada nya.


" Emillaaa...,! Emiillll...,! Aku mau Emilaa..! "


Jerit ku lagi memaggil nama nya. ku lihat Dia berlari ke arah panggilan nama nya, aku tersenyum bahagia kekasih ku berlarian ke arah ku , tapi kemudian seorang adik nya menghentikan langkah nya dan membawa nya pergi menjauh dari ku lagi .


Aku kembali terpuruk di dalam ruangan ku ,


namun aku tak mau putus asa sebelum Sukma membawa ku menjauh dari sini, aku akan terus berusaha untuk menghubungi isteri ku dengan panggilan bathin .


Dalam hati aku terus bergumam menyebut nama nya tanpa henti, tanpa lelah dengan penuh harap panggilan bathin ku sampai kepada nya . Bukan kah hati ku telah menyatu dengan hati nya akhir ini..?, semoga kekuatan cinta ku kepada nya akan menyatukan kami kembali harap ku .


* Emil..! sayang..! wanita pujaan ku ! kekasih abadi ku , belahan jiwa ku datang lah kemari bantu aku keluar dari neraka ini , jemput lah aku, biar ku rengkuh engkau dalam pelukan hangat sepenuh jiwa ku * Mantera itu ku gaung kan berulang kali dalam setiap tarikan nafas ku .


Profil Emila Nurul Hidaya



--------------------------------


Hallo readers ku terimakasih untuk kesetiaan pada karya ku selama ini .


Tolong jangan lupa tinggal kan kesan dengan like komen dan vote


dan jadikan bacaan favorit untuk mendapat up date setiap hari nya


love u all😘😍

__ADS_1


__ADS_2