Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 81


__ADS_3

Sesampai di rumah Mas Hardi mengajak ku masuk ke dalam kamar , Bunda yang melihat wajah lelah kami membiarkan kami masuk kamar untuk istirahat .


" Tadi di tanya apa aja Mah ?! " Tanya Mas Hardi datar menatap ku yang duduk di sofa dengan memangku kepala nya .


" Ya itulah Pah, semua hal tentang bagaimana kami menemukan Papah, ide untuk mengintai dan menyergap dari siapa, terus di tanya kan kenapa tidak melaporkan ke pihak berwajib, kenapa bergerak sendiri " Jelas ku detail .


" Papah sendiri tadi di tanya apa aja ?! "


Ku belai rambut nya lembut .


" Seputar keberadaan Papah di rumah dalam hutan , sejak kapan , bagaimana kejadian nya, dan bagaimana Papah bisa mengirim pesan ke isteri sampai Papah kemudian dikeluarkan dari dalam rumah itu " Jelas Mas Hardi .


" Boleh kah Mamah tahu kejadian nya Pah, kalau Papah gak keberatan sih " Tanya ku penuh harap.


" Tapi kalau itu membuat Papah menderita mengingat nya gak usah diceritain Pah ! "


Ucap ku lagi dengan rasa cemas, betapa pun penyekapan itu pasti hal yang menyakitkan untuk diingat oleh nya, aku menyadari itu, maka nya aku dan keluarga tak pernah menanyakan , menunggu Mas Hardi siap untuk menceritakan nya sendiri .


" Sini cium dulu baru Papah akan ceritkan "


Balas nya manja, berdiri dari tiduran nya di atas pangkuan ku , lalu meraih dagu ku dan mendarat kan bibir nya di atas bibir ku , mengulum dan menyesap lumayan lama hingga nafas kami saling memburu.


" Kenapa Papah rasa nya gak pernah puas menikmati bibir ranum ini , berhari - hari tanpa kehadiran Mamah rasa nya hidup sudah berhenti bergerak " Ucap nya , memainkan jemari nya di atas bibir ku .


" Papah mau cerita Mamah dengerin ya tapi gak boleh ada airmata yang menetes ! " Mas Hardi melihat ke dalam manik mata ku .


" Gak janji Pah, mana bisa wanita gak nangis kalau denger cerita nya sedih , apalagi iniu pengalaman suami sendiri " Balas ku .


" Eemmm tapi Mamah jangan marah ya , kalau Papah cerita apa yang dilakuin Sukma ke Papah " Tanya nya lagi dengan raut cemas.


" In Syaa Allah gak Pah , setidak nya Papah sudah buktikan kesetiaan sama Mamah jadi gak ada alasan Mamah mesti cembur "


Balas ku tersenyum menepuk lembut pipi nya, Mas Hardi meraih tangan ku dicium nya lama.


Mas Hardi menarik nafas lalu menghembus kan nya perlahan, memejam kan mata lalu mulai menceritakan pengalaman pahit nya .


# Hardi Pov #


siang menjelang sore hari itu selepas kami mengadakan pertemuan dengan pemuka adat Papah berjalan menyusuri pinggiran tebing dimana di bawah nya akan kami bangun jalan lintas antar kabupaten antar provinsi . Saat kami sedang berbincang berbagai hal tiba - tiba terdengar suara gemuruh awal nya tedengar jauh lama -


lama semakin dekat dan tiba - tiba longsor menghantam bahu jalan yang sedang di kerja kan belum lagi kekagetan ku hilang , air bah datang menghantam dan menghanyutkan tubuh ku hingga berkilo - kilo .


Aku terbawa arus jauh hingga beratus meter, teromambang - ambing bersama material hutan, pohon - pohon yang tercabut dari akar nya . lalu tubuh ku menghantam batu besar


di hulu sungai tersangkut di atas ranting besar yang menjulur, sedetik kemudian aku kehilangan kesadaran , entah berapa jam aku tersangkut di sana.

__ADS_1


Sayup - sayup aku sempat mendengar suara sirine ambulance , ramai orang - orang mengangkat material dan mencari korban, aku ingin teriak namun tubuh ku yang lemah terluka oleh hantaman batu besar dan haus yang menyergap membuat suara ku tak bisa keluar tercekat di tenggorokan . Dalam lelah ku yang kuingat hanya isteri ku , aku terus bergumam memanggil nama nya.


Tak lama kemudian seseorang menemukan tubuh ku yang tersangkut di pohon, menjerit histeris memanggil nama ku, dari suara teriakan nya aku tahu Dia wanita, lalu Dia memanggil orang lain untuk membantu menurun kan aku dari pohon .


Aku sempat merasa bahagia akhir nya ada orang yang menemukan dan menolong ku, sampai kemudian aku dengar wanita itu akan membawa ku menjauh dari isteri dan anak - anak ku, mereka merencanakan dengan matang.


Beberapa saat kemudian aku mendengar suara - suara yang ku kenali memanggil ku.


" Hardi..., hardi.., dimana kamu Nak " Suara Ayah berbaur dengan suara gerimis.


" Mas Hardi...,! " Suara adik ipar , Pak Rt , Agus teman serumah saat aku kos bergantian memanggil nama ku .


" Mas Hardi dimana kamu..! , jangan pergi Mas, jangan tinggalkan kami..! " Suara wanita yang paling kurindukan terisak , hati ku sakit mendengar nya , aku ingin berteriak memberitahu keberadaan ku namun suara ku tak lagi keluar , hanya rintihan kecil saja .


Mendengar suara isteri ku mendekat ke arah kami , wanita itu meminta lelaki yang bersama nya untuk membawa ku masuk ke dalam hutan, Dia bilang di sana ada rumah panggung milik nenek dari Ibu nya yang telah lama tak di tempati tapi masih dalam keadaan layak huni , karena masih sering di bersihkan oleh pemuka adat kerabat jauh nya .


" Emiill...! kemarilah ...! Jemput aku..! " Teriak ku malam itu merintih . Aku meronta meminta di lepas kan , aku di lepaskan nya dengan sisa tenaga aku berusaha bangkit untuk berlari mengejar suara isteri ku , namun badan ku tak mampu terangkat, kaki ku tak bisa ku gerakan .


" Bawa Dia ke kamar mandi , biar aku mandi kan tubuh nya yang penuh lumpur ! "


Perintah sang wanifa kepada lelaki di depan ku, Dia menyeret ku dengan kasar .


" Hei..! perlakukan Dia dengan baik atau aku tidak akan memberi mu upah " Teriak wanifa itu lantang , Dia keluar ruangan dan kembali lagi menghampiri ku dengan membawa peralatan mandi .


Dan malam itu aku yang tak berdaya hanya bisa menangis dalam hati saat wanita lain melucuti seluruh pakaian ku, tanpa selembar benang pun melekat di tubuh Dia memandi kan aku hingga tak ada lagi sisa lumpur yang melekat di tubuh ku.


" Aaaahhh ..., kamu masih sakit kali ya A' Hardi , burung mu jadi enggan bangun, baik aku akan sabar menunggu sampai A'a pulih dan kita akan halimun ke negeri impian "


Rayu nya genit dengan ekspresi manja .


* Emiill maaf kan aku yang lemah ini, aku tak ingin menghianati mu sungguh * Gumam ku lirih, ku pejam kan mata menahan nyeri dalam hati, ku bayang kan bagaimana nanti raut Emil saat melihat ku yang telah terjamah oleh wanita lain .


" Aduh A'a.., kenapa menangis , jangan begini A' , lelaki teh harus tangguh, gak boleh cengeng " Oceh wanita itu sambil mengering kan tubuh ku .


" Bang Zaky ..! , kemari bantu eneng angkat A'a Hardi ! " Teriak wanita itu memanggil kawan nya .


" Kunaon dei neng ! ( Ada apa lagi Non ! ) " Tanya lelaki itu, mata nya menatap tajam ke arah ku, sorot nya mengejek .


" Tolong angkatin A' Hardi masuk ka dalam bilik eta ! , mau aku pake'in baju " Perintah nya , Dia ikut membantu ku berdiri dan mengangkat tubuh ku yang melemah bersama lelaki itu .


Aku di bawa nya masuk ke dalam ruangan yang lebih terang karena ada lampu emergenci dengan daya memakai Aki kering.


Aku di rebah kan di atas tempat tidur , lalu Dia membaluri ku dengan minyak kayu putih .


" Sabar ya tahan kalau terasa sakit, aku mau bantu pake'in baju nya A'a " Wanita itu memandangi ku dengan seulas senyum .

__ADS_1


" Sukma..?! " Ucap ku lirih .


" Iya A'a..!, seneng sekali A'a masih mengenali eneng " Balas nya tersenyum sumringah .


" Singkir kan tangan kotor mu , tidak ada yang boleh menyentuh tubuh ku kecuali Emil ku "


Keras ku menahan amarah .


" Sudah sih A' ulla sombong gitu , ini teh di tengah hutan terlarang dan tidak ada yang berani masuk ka dalam sini , juga di larang sama pemuka adat , terima nasib aja "


Wanita itu menatap ku teesenyum bahagia .


" A' Hardi aku suapin dulu , pasti A'a lapar ,


ini sudah hari ketiga dari bencana tanah longsor , salut sama A'a mampu bertahan selama itu " Sukma menyodor kan sesendok nasi dengan lauk nya ke mulut ku.


Ku kunci mulut ku enggan menerima suapan dan ku tatap Dia dengan penuh kebencian.


Dia benar - benar keras kepala sudah ku tolak cinta nya dari sebelum aku mengenal Emil, meski cantik tapi bukan selera ku dan aku tak pernah punya perasaan apa pun selain menganggap nya tak lebih sebagai adik karena Dia seusia dengan kembar adik ku .


" A' jangan begitu atuh, kamu teh sudah lemas begini, memang kamu mau mati di sini.?, kalau kamu mati gimana nanti sama anak - anak kamu..? , gak kasihan mereka masih kecil ,, sok makan jangan keras kepala "


Bujuk nya mengabai kan kemaraahan ku .


" Bawa Emil isteri ku kemari, cuma Emil yang boleh menyuapi ku " Pinta ku dengan sorot memohon dan putus asa.


" Susah - susah aku dapetin kamu, jauh - jauh aku bawa kamu ke dalam hutan ini terus kamu fikir aku mau lepasin kamu begitu saja ?! , kamu fikir aku akan kembalikan kamu sama wanitta munafik yang sok alim itu ?!.., jangan mimpi ya A'..., kamu milik ku sekarang dan akan aku jadikan milik ku selama nya "


Ucap nya dengan sorot amarah .


" Apa mau mu Sukma !, kamu masih muda., cantik , orangtua mu kaya punya segala nya,, tak bisakah kamu cari lelaki yang tak beristri yang pantas uuntuk mu..?! " Aku mencoba menyadar kan Dia .


" Yang aku mau itu cuma kamu A' , dari dulu eneng teh cintana cuma sama A' a Hardi , kenapa sih malah pilih gadis biasa seperti Emil itu..?!, kenapa coba A'a gak pilih neng yang punya segala nya ! " Dia menatap ku lekat menunggu jawaban ku.


" Karena aku tak mencintai mu, aku tak punya perasaan apa pun ke kamu dari dulu, dari sebelum kenal Emil, apa kamu kira cinta bisa di paksakan..?! , aku jatuh cinta pada wanita hanya sekali.., hanya pada satu wanita dari sejak aku mengenal yang nama nya cinta, hanya Emil yang bisa menggetar kan hati ku "


Balas ku mencoba tuk membuka hati nya agar Dia pahami sedalam apa rasa ku pada wanita pujaan ku , isteri ku .


--------------------------


Hallo reader..., terimakasih untuk kesetiaan nya membaca karya ku, semoga terhibur


Jangan lupa tinggal kan kesan Like pesan dan komen


Sehat...sehat..sehat selalu readers ku semua

__ADS_1


Love U all😘😍


__ADS_2