Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 24


__ADS_3

Aku masih merasa kan belaian lembut Mas Hardi di rambut dan kening sesaat sebelum


ku masuki dunia mimpi . Kali ini aku kembali dalam dunia ku belasan tahun lalu .


Sore selepas membersih kan diri di kamar kontrakam Mas Hardi, Dia mengajak ku ke sebuah salon milik sahabat Ibu nya di sebuah Mall ternama kota tetangga.


Usai memoles wajah dan rambut hampir satu jam pemilik salon menggandeng ku lembut keluar menuju ruang tunggu di mana Mas Hardi duduk santai memain kan game di ponsel nya hingga tak menyadari kehadiran kami sampai pemilik salon mendekati nya.


" Eheeemm...!! " Pemilik salon berdehem mencari perhatian Maa Hardi yang spontan mengangkat wajah nya dan slowmosione mamandang ku dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan mulut menganga dan mata membulat .


" Gimana Mas hasil karya ku.., Arlina Ibu mu pandai sekali cari menantu untuk anak nya, lihat Dia mirip artis bolywood " Bu shinta pemilik salon menepuk bahu Mas Hardi pelan menyadar kan Dia dari lamunan nya.


Mas Hardi tergagap sejenak tersenyum simpul lalu meraih tangan ku , menggenggam erat jemari ku .


" Terimakasih tante .., sesuai selera calon menantu Prasojo yang lebih suka mike up minimalis " Ucap Mas Hardi sembari menjabat tangan Bu Shinta.


Mas Hardi membawa ku keluar salon yang berada di lantai dua Mall R , sepanjang jalan dari keluar pintu salon sampai masuk lift turun ke basement menuju parkiran, kami menjadi pusat perhatian . Tak jarang mata lelaki memandangi ku lekat hingga membuat Mas Hardi jengah dan mendekap pinggang ku erat seperti takut akan ada yang mengambil ku dari sisi nya .


Mobil berjalan keluar parkiran Mall membelah kota menuju ke sebuah Hotel mewah, sempat terlintas rasa takut dan fikiran buruk dalam benak ku , mengingat apa yang telah Mas Hardi lakukan di rumah kontrakan nya yang ramai karyawan saja Dia berani berbuat mesum, apalagi ini di hotel bintang lima yang menjulang tinggi nan luas.


Ku pejam kan mata dengan menggigit bibir bawah ku tuk menahan rasa gelisah, saat mobil memasuki area Hotel. Mas Hardi yang melihat perubahan wajah ku tersenyum lembut mengusap tangan ku lembut.


" Sayang kenapa mata mu kau tutup, apa yang kau takut kan..?, buang fikiran buruk di hati mu, aku sudah janji akan menjaga mu hingga malam pertama kita..., buka mata sayang kita harus turun " Bisik nya lirih di telinga .

__ADS_1


Ku buka mata ku saat ku dengar suara pintu mobil Mas Hardi terbuka, Dia turun dari mobil berjalan ke arah ku, membuka pintu lalu meraih tangan ku lembut dan memberikan kunci mobil pada pegawai hotel.


Mas Hardi menggenggam jemari ku erat menaiki lift menuju lantai dua belas di mana Balroom berada. Memasuki Balroom yang sudah mulai di padati oleh tamu undangan aku sedikit nerves melihat penampilan mewah para tamu undangan yang berdandan glamor, meski gaun yang ku kenakan yang di pesan khusus oleh Mas Hardi dari sebuah butik ternama pun tak kalah mewah .


" Heemmm... , kenapa terlambat Nak.." Sapa Ibu Mas Hardi menyambut kedatangan kami.


Aku tak mengira orangtua nya akan datang juga dalam pesta malam ini. Ku jabat tangan Ibu Mas Hardi yang langsung memeluk ku dan menggandeng tangan ku lembut membawa ku ke kerumunan keluarga nya dan memperkenal kan ku sebagai calon menantu Beliau.


Mereka heboh mengomentari ku , semua memuji Mas Hardi yang dianggap pandai memilih calon isteri, membuat nya tersenyum bahagia dan merasa bangga .


Aku terkejut saat mengetahui ternyata party malam ini adalah pesta ulang tahun perusahaan keluarga Ibu Mas Hardi yang sengaja di adakan di kota di mana Mas Hardi tinggal saat ini untuk memudah kan bagi orangtua nya mengenal kan aku sebagai calon isteri Mas Hardi bukan hanya ke keluarga pun ke rekan bisnis mereka .


Aku pun baru mengetahui jika Ibu Mas Hardi lah yang terlahir dari keluarga konglomerat dengan memiliki bisnis di berbagai lini usaha.


Seorang saudara sepupu Mas Hardi yang ku perkirakan sepantaran mendatangi kami, Dia menatap ku lekat dan tersenyum nakal menggoda , ku buang pandangan dari nya.


" Jaga mulut mu , aku bukan kamu yang hobi gonta ganti pasangan tak jelas " Dengus nya kesal .


" Itu kebodohan mu tak memanfaat kan nama besar keluarga untuk menikmati hidup, beda dengan ku selama masih bisa kunikmati tak peduli mereka mendekati ku karena harta atau nama besar keluarga yang terpenting bisa untuk senang - senang ..hahahaaa " Saudara mengerling nakal ke arah ku .


" Ciiiihhhh..., buaya darat yang hanya bisa jadi benalu sok berlagak " Decis nya kesal .


" Macan..., kalau si Hardi ini sudah bosan dengan mu datang lah pada ku, akan ku sambut dengan lapang dada ..hahahaaa "

__ADS_1


Dia berusaha meraih tangan ku, Mas Hardi menepis nya kasar merengkuh tubuh ku menjauh dari nya.


Lelaki itu masih tertawa licik memandangi ku dengan seringai nakal.


" Sayang kamu jangan jauh - jauh dari ku, di keluarga Bunda itu banyak lelaki tak.tahu diri macam Dia yang suka mempermain kan wanita dengan mendompleng nama besar orangtua nya dan menghambur kan uang orangtua tanpa tanggung jawab " Ucap nya dengan penuh penekanan.


Kuanggukan kepala pelan tuk menjawab permintaan nya .Hana dan Hani si kembar adik Mas Hardi mendatangi kami, memeluk ku erat, mengajak ku untuk bergabung dengan saudara - saudara perempuan mereka. Mas Hardi menatap tajam ke arah mereka memberi kode untuk tidak menjauh kan ku dari nya.


Tiba pada suatu sambutan Ibu Mas Hardi naik ke atas panggung memberi sambutan lalu memanggil kami untuk mendekat ke arah orangtua Mas Hardi yang berada di ataa panggung lalu mengenal kan aku sebagai calon isteri Mas Hardi dan akan segera menggelar acara pertungan.


Sorot lampu di arah kan ke arah ku dan Mas Hardi, aku aedikit nerves tak berani menatap tamu undangan yang mengarah kan perhatian mereka ke arah kami terutama arah ku. Mas Hardi melihat perubahan wajah ku, Dia lalu menggenggam jemari ku erat memberi ku kekuatan menghilang kan rasa canggung.


" Sayang mulai saat ini kau harus membiasa kan diri menjadi sorotan orang karena kau akan mendampingi ku , pewaris keluarga Prasojo " Bisik nya lembut di telinga ku.


Usai pengumuman Mas Hardi mengajak ku ke meja makan, mengambil salad buah dan saru porsi sirloin steak, meminta ku untuk menggandeng lengan nya berjalan ke meja makan VIP dimana keluarga inti Mas Hardi duduk menikmati hidangan di sana.


" Sini sayang duduk dekat Bunda " Pinta Ibu nya Mas Hardi. seorang pelayan menarik kursi untuk aku duduki di samping Bunda dan Mas Hardi duduk di sebelah ku.


Mas Hardi menaruh makanan di atas mejja. memotong - motong steak dan menyuapi ku. Aku berusaha menolak menahan malu.


" Sudah sayang gak usah malu, biar putera ku belajar memanjakan calon isteri nya jadi kalau sudah nikah nanti tidak canggung lagi "


Ibu Mas Hardi menepuk pundak ku lembut.

__ADS_1


Usai acara pesta malam itu aku tidak pulang ke rumah , Ayah nya sudah lebih dulu meminta izin untuk aku menginap di rumah kontrakan Mas Hardi bersama orangtua dan adik - adik nya.


Malam itu aku di biarkan tidur satu kamar dengan Mas Hardi tanpa sepengetahuan orangtua ku dan seperti di sengaja oleh orangytua nya. Aku sempat merasa takut hingga tak bisa tidur. Mas Hardi meyakin kan ku Dia tidak akan sampai menodai ku, meski Dia tidur dalam posisi mendekap ku erat dari belakang.


__ADS_2