Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
1BAB 113


__ADS_3

**Bukankah masalah hati hanya Tuhan yang tahu dimana letak nya di tempat kan..,?


Dan tak ada satu pun manusia yang mampu mengelak ketika cinta tetiba bersemi




\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-



Author POV



Sementara di ujung utara belahan bumi nusantara , di sebuah panthouse milik seorang bangsawan Aceh sebuah kekacauan terjadi di pagi saat mentari baru saja merangkak melangkah pelan dari timur ke barat menggeger kan penghuni sekitar .



" Ado apo ini .. Nio ?! , kau jelas kan sekarang !! " Gertak Tengku Abdallah kesal melihat banyak nya lubang peluru dan bau anyir darah di sekitar panthouse sayap kiri milik nya yang di huni oleh sang cucu .



Antonio diam , mata nya nanar menerawang ke langit biru diantara deretan awan putih bergantung indah di angkasa .



" Nio..! Nio... ! Kau dengar indak ! " Hardik Tengku Abdallah kian kesal dengan sikap acuh cucu nya .



Antonio bergeming , tetesan kristal bening luruh melintas di wajah tampan yang dipenuhi bulu \- bulu halus .



" Hai..! Kau lelaki pantang keluar air mato , tak pantas dengan rupa kau yang garang ! "


Nada suara Tengku Abdallah melemah , melihat wajah sendu cucu tunggal yang sangat di sayangi nya , cucu yang selalu di jaga dan di lindungi meski tak diketahui oleh nya, karena tengku melakukan nya dengan diam \- diam .



" Bangun ! Tak pantas cucu keturunan Tengku Abdallah menangis hanya karena kalah dalam pertempuran kecil , bagaimana kau nanti akan ganti kakek mu ini memimpin nagari kito ! "


Perintah Kakek nya , membesar kan hati Antonio yang terlihat sendu .



" Aduhai..., sakit nian kasih tak berbalas , kurindui nya umpama pungguk merindu bulan nak jatuh ke tangan " Gumam nya pelan tapi masih dapat di dengar oleh Tengku .



" Nio , kau yang tak pandai menjaga hati , sudah tahu gadis ada yang punya sudah ada ekor nya pula masih jua kau tanam kan cinta ke atas hati nya . Macam wanito hanya Dio sajo di dunia ni " Desah Tengku prihatin .



" Andai ambo tahu Datuak kemana arah cinta ini akan bermuara , pastilah kan ku gayuh layar tuk menjauh dari nya , sayang nya ikatan rasa dan asa membelenggu sekuat baja dalam palung jiwa terdalam . Kian ku coba melupa kian besar lah cinta terasa "


Balas Antonio merana .



" Sudah lah Nio , tu hanya rasa kau sesaat lalu sajo , anggap itu teguran Tuhan agar kau tinggal kan kerja yang tak pantas di sebut pekerjaan itu , Datuak sudah lah menuo Nio. kau ganti lah kerjo Datuak mengolah kebun dan kekayaan yang kelak akan jadi milik kau juo, Nak ke siapo lagi Datuak beri kalau tak ke cucu tunggal yang ambo punyo " Rajuk Tengku Abdallah , menepuk lembut bahu Anronio



Antonio memejam kan mata, hati nya sakit menyadari wanita yang di cintai nya tak membalas perasaan nya .



" Tengok lah keluar , masih banyak wanita dari kaum kita nan elok rupa , baik pekerti yang bisa kau pinang tuk jadi pendamping mu .," Tengku Abdallah berusaha membuka hati Antonio .



Kepala urusan rumah tangga di panthouse datang mendekat ke arah mereka .



" Assallamuallaikum Tengku , mohon maaf pekerja renovasi sudah datang menunggu perintah " Ucap nya menundukan kepala memberi hormat .



" Bawa mereka kemari, beritahu mana saja yang harus di rapikan di dalam sini , sebelum orang luar tahu, semus bekas lubang peluru dan bercak darah sudah harus bersih dan rapi lagi sebelum Hari Raya " Perintah Tengku .



" Siap laksana kan Tengku " Balas nya masih dengan mode hormat , lalu berjalan keluar menemui pekerja pemelihara rumah yang telah menunggu di teras .



" Nio akan ada orang luar yang memperbaiki kerusakan rumah yang kau buat , marilah masuk tak patut mereka lihat kau serupa ini, ketua kelompok kumbang hitam merana tak berdaya serupa hidup enggan mati pun tak mau hanya karena wanita " Temgku menarik tangan cucu nya , membawa nya ke ruang utama dimana diri nya tinggal .



Di dalam ruang utama Antonio merebah kan diri di atas permadani di ruang keluarga , telentang memejam kan mata nya .



\* Tuhan mengapa kau tumbuhkan rasa cinta sedalam ini bila kau tahu pada akhir nya Dia tak akan dapat ku miliki \* Bathin nya merana.



Tengku mengeluas dada nya sendiri menahan perih melihat cucu kesayangan nya pewaris tunggal nya merana karena cinta .



\* Andai saja Dia bukan menantu Prasojo, sudah ku bantu kau untuk mendapat kan nya, mengapa kau jatuh kan hati pada wanita milik orang yang sama berkuasa dengan kita , sedari banyak wanita mengapa hanya Dia yang kau cinta dalam usia mu yang seharus nya telah memiliki keturunan untuk penerus keluarga kita \* Bisik hati Tengku kecewa .


__ADS_1


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*



Emila Pov



Aku bangun oleh sengatan sinar mentai yang menerobos masuk melalui jendela dekat balkon, Matahari telah beranjak meninggi tepat di atas kepala.



Aku menggeliat ,melemas kan otot yang terasa kaku , tubuh ku masih terass lemah setelah semalaman muntah . Ku.kerjap kan mata mengedar kan pandangan ke seluruh sudut ruangan .



" Sudah bangun Nak ?! " Sapa Ibu ramah masih mengenakan mukena .



" Jam berapa sekarang Bu " Tanya ku pelan .



" Sudah masuk waktu dzuhur Nok , tidur mu pulas sekali , Ibu sampai tak tega hendak membangun kan mu " Ibu mengusap peluh di kening ku lembut .



" Ibu di sini sedari pagi ? " Selidik ku .



" Tidak , Ibu di sini dari jam sembilan pagi, suami mu yang meminta Ibu menemani mu "


Balas Ibu ramah, ku lihat Daffa pun tertidur di Soffa sangat nyenyak .



" Mas Hardi kemana Bu ? , kenapa adek.tidur di sofa , tidak di samping ku saja " Selidik ku , menatap adek kasihan tak leluasa tidur di soffa .



" Suami mu berangkat ke kantor untuk membagi THR , Pak Handoko sudah berangkat lagi ke kantor pusat bareng Ibu mertua mu . Adek barusan saja terlelap dari tadi Dia mainan game di ponsel kamu "


Jelas Ibu .



" Bisa minta tolong pindah kan adek ke sini Bu ?, Emil masih merasa lemas " Pinta ku .



Ibu berjalan ke sofa , mengangkat tubuh Adek pelan lalu memindah kan ke atas tempat tidur di samping ku dan menyelimuti hingga sebatas dada nya . Ku belai lembut wajah polos putera tunggal ku yang terlelap begitu damai .



" Rumah sepi Bu ?, Akmal dengan Emran masih di sini apa sudah pulang Bu "




" Berarti kita sendirian di rumah ini Bu ?! , Kaka sama Zarra kemana ? " Tanya ku cemas .



" Ada. di ruang tengah sama Tente nya , lagian di luar penjagaan ketat , Pak Handoko menempat kan pengawal di setiap titik rumah, dan Hardi bilang paling lambat jam tiga sudah sampai rumah " Jelas Ibu menenang kan kecemasan dalam hati ku .



Tok ! tok ! tok !


Pintu kamar ku di ketuk dari luar, Ibu berjalan membuka nya , Bi Sumi berdiri di depan pintu dengan seorang Dokter muda cantik .



" Selamat siang Nyonya Emil , saya dapat mandat dari Pak Handoko.untuk memeriksa kondisi nyonya " Sapa nya ramah .



Ku anggukan kepala dengan seulas senyum ramah , Beliau mendekat meraih tangan ku, mengenakan alat tensi ke lengan ku , menempel kan alat pendeteksi suhu tubuh , meminta ku untuk membuka mulut , memeriksa mata dan mendeteksi detak jantung ku dengan alat stetoskop .



" Nyonya Emil sudah buang air kecil pagi ini ? " Selidik nya ramah . Ku geleng kan kepala lemah .



" Bisa saya minta Nyonya ke belakang sekarang dengan membawa alat ini ? "


Tanya nya ramah menyodor kan tespack .



Pintu kamar terbuka , Mas Hardi masuk dengan seragam lengkap nya . Aku berusaha untuk mengangkat tubuh ku tapi terasa lemah sekali . Mas Hardi mengangkat tubuh ku .



" Mamah mau ke kamat mandi ? " Tanya nya ramah, ku anggukan kepala lemah .



" Tolong basahi alat ini jangan bercampur air " Pinta Bu Dokter ramah kepada kami .



Mas Hardi melihat sekilas .


" Bukan nya ini tespack untuk mengetes kehamilan Dok..? " Tanya Mas Hardi memastikkan. Bu Dokter menganggukan kepala tersenyum ramah .

__ADS_1



Mas Hardi membawa ku ke kamar mandi , mendudukan aku di closet sangat hati \- hati.



" Mamah pipis aja biar Papah yang pegangi alat ini ." Pinta nya lembut .



" Jangan Pah , biar Mamah aja, nanti tangan Papah kotor kena air seni ku , najis kan Pah " Balas ku merasa gak nyaman .



" Gak Papah Mah , kena cipratan kencing Mamah tinggal cuci tangan tujuh kali juga sudah suci lagi " Mas Hardi memaksa tetap memegang tespack .



" Tapi Pah.." Belum lagi ku selesaikan kalimat Mas Hardi sudah menyela ucapan ku .



" Cuma kena tangan ini Mah, tiap kita main pancaran ait dari punya Mamah sering Papah sedot juga kalau Papah sedang \*\*\*\*\*\*\* milik Mamah " Balas nya santai , sementara wajah ku bersemu semerah tomat .



" Mas ... iihhh kenapa pake cerita gituan sih .., dasar mesum ! " Balas ku kesal .


Mas Hardi menyeringai menatap wajah ku yang bersemu merah .



" Kenapa pake malu sih Mah kan kita sudah biasa ngelakuin " Balas nya masih dengan gaya santai nya .



" Kenapa sih Mas , kamu kalau ngomong vulgar banget gitu " ku pukul dada nya lembut.



" Tapi kamu suka kan ..?! Mesum sama isteri sendiri, ngomong vulgar sama pasangan sendiri gak masalah Mah , asal jangan. terobos milik orang " Mas Hardi menyeringai nakal .



Dan aku pun pasrah membiar kan Mas Hardi memgang tespack ,tangan nya di julur kan ke dalam closet tepat di bawah mili ku .



" Sudah Mas gak usah terlalu basah banget "


Perintah ku .



" Habis ini diapain Mah " Tanya nya polos .



" Taruh di atas wastafel yang kering itu Pah !, tunggu bentar nanti juga kelihatan hasil nya "


Balas ku sembari membersihkan diri .



" Semoga positif ya Mah, biar nambah rame "


Balas nya antusias .



" Kamu ko seneng banget punya anak sih Mas, tiga aja sudah rame kali "



" Banyak anak banyak rezeki, nambah rame juga rumah nya " Jawab Mas Hardi tersenyum nakal .



Usai membersih kan diri Mas Hardi kembali mengangkat tubuh ku , membawa nya keluar dari kamar mandi dan merebah kan di atas tempat tidur .



\*


\*


\*


\*



Ada yang penasaran kaya nya nih..


Emil hamil lagi gak yaπŸ€”πŸ€”πŸ€”



Mau tahu hasil nya..?


tunggu aja kelanjutan cerita ini..



tolong tinggalin like ,rate\*5, vote dan bantu share tuk naikin rangking vote nya yaπŸ™



Jazakumullah khaeron khasiiro

__ADS_1



Salam sayang selaluπŸ˜˜πŸ’•πŸ’•


__ADS_2