Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 63


__ADS_3

" Mah.., kenapa..?, ada apa..?, Papah gak ingin melihat Mamah menangis lagi karena Papah,


maafin Ayah semua dilakukan nya karena rasa sayang Ayah sama Mamah dan karena Ayah tahu Mamah wanita cerdas yang terbiasa aktif sedari kecil jadi gak mungkin kalau hanya jadi ibu rumah tangga, awal nya Bunda ingin menyerah kan salah satu bisnis nya tapi takut Mamah merasa tertekan menjalankan perusahaan milik mertua akhir nya Ayah punya ide menempat kan Mamah di perusahaan financial sesuai ilmu yang Mamah peroleh di bangku kuliah dulu " Mas Hardi menjelas kan dengan sangat pelan dan hati - hati sembari memeluk ku .


Airmata ku tumpah kian deras, merasa sebagai orang yang tak pandai bersyukur dan berterimaksih dengan segala kebaikan yang ku terima selama ini, Mas Hardi kebingungan mendengar tangis ku .


" Mah... maaf.. ! " Ucap nya pelan. Ku gelengkan kepala pelan .


" Harus nya aku yang minta maaf Mas, tak pandai menghargai ketulusan Ayah dan Bunda yang sebegitu menyayangi ku " Bisik ku di tengah isakan .


" Mamah begitu juga karena kesalahan Papah sebagai suami yang dulu over protektif..., ketakutan akan ditinggal kan dan kehilangan Mamah yang membuat Papah jadi sering cemburu tanpa alasan dan membuat Papah menjadi keras ke Mamah..., Maaf Mah atas kesalahan Papah mencintai dengan cara yang salah hingga menyakiti Mamah " Ucap Mas Hardi dengan menatap di kedalaman mata ku.


" Mamah juga minta maaf Pah selama ini hanya melihat Papah dari sisi buruk nya saja hingga tak menyadari kebesaran cinta Papah " Ucap ku terbata, ada perih menyelinap .


Mas Hardi menganggukan kepala dengan senyum tulus nya .


" Jangan pernah tinggal kan Papah lagi.., jangan pernah menjauh dari ku lagi.., jika ada yang Mamah tak suka katakan saja jangan ragu, Papah akan berusaha memperbaiki apa yang Mamah tak suka, Papah juga janji akan menjaga Mamah hingga maut memisah kan kita " Mas Hardi mengusap airmata ku dan merengkuh tubuh ku dalam pelukan hangat nya, mendekap erat seakan tak ingin terlepas.


Dan malam itu kami mereguk cinta seindah taman surgawi, aku meraskan kenikmatan yang tak pernah ku rasakan sebelum nya, meski belasan tahun menikah dan kami sering melakukan nya berulang kali namun tak senikmat malam ini, berapacu dalam deru nafas memburu, cucuran keringat dengan pancaran cinta dari dalam tubuh yang menyatu.


" Terimakasih Mah.., untuk kenikmatan cinta malam ini,.terimakasih sudah membuka hati untuk ku dan memberi ku kesempatan lagi "


Bisik lembut Mas Hardi sembari mencium ujung rambut ku dan menyusupkan wajah ku ke dalam dada bidang nya , usai junior nya tertidur kelelahan karena berkali - kali memancarkan aura cinta nya dan aku pun terkapar kelelahan dalam dekapan hangat menikmati wangi tubuh nya bercampur keringat, entah mengapa sekarang aku kecanduan aroma tubuh suami ku yang bercampur keringat selepas bercinta .


Aku terbangun pagi hari saat suara adzan berkumandang, dengan menahan letih aku turun untuk mandi dan menjalan kan solat subuh, Mas Hardi masih terlelap dengan dengkuran halus nya .


Usai solat aku keluar paviliun , ku edar kan pandangan menatap hamparan pepohonan tertata rapi , wajah bumi masih terselimuti kabut , mentari mulai merangkak dari peraduan tuk menampakan keelokan wajah nya , menyapa penghuni alam semesta , memberi kehangatan dalam dataran muka bumi .


Aku terpaku menatap rona jingga di atas pepohonan diantara hamparan bukit, ku hirup semerbak aroma bunga bercampur embun .


Kunikmati oksigen segar nan sehat di pagi nan cerah .


" Mah..., sedang apa di sini..? " Mas Hardi memeluk ku dari belakang .


" Sedang menikmati pemandangan pagi Pah.., lihat itu mentari merekah di balik bukit indah kan Pah ?! " Balas ku sembari menggenggam tangan suami ku yang melingkar di perut .


" Heeemm.. wangi., Mamah sudah mandi ya "


Mas Hardi mencium ujung rambut ku lama .

__ADS_1


" Hemm iya pah , gantian Papah mandi sana terus kita bangunin anak - anak ajakin joging di taman situ " Pinta ku dengan menatap nya.


Mas Hardi tersenyum meraih wajah ku lantas mencium bibir ku lembut .


" Pah iihhh kebiasaan is.., suka main slonong di sembarang tempat malu tahu ketahuan orang lain " Ku dorong wajah Mas Hardi menjauh dari wajah ku .


" Habis nya pagi gini Mamah sudah secantik ini bikin nafsu aja " Goda nya nakal .


" Cantik apa pake mike up juga engga ko "


Balas ku dengan wajah merona merah.


* Aaahhh kenapa juga sekarang aku suka malu saat di puji suami sendiri * Bisik ku kesal sendiri dalam hati .


" Mamah tanpa pake mike up juga sudah. cantik .., alami lagi " Mas Hardi tersenyum menatap ku penuh hasrat .


" Mandi sana pah..., Mamah pengin joging di taman " Rengek ku manja .


" Kalau mau joging ngapain mandi Mah ntar keringatan juga mandi lagi, Papah gosok gigi aja ya.. Mamah tunggu di sini sebentar "


Mas Hardi beranjak masuk ke dalam paviliun.


Beberapa menit kemudian Mas Hardi keluar mengenakan kaos tanpa lengan dan celana pendek mendekat ke arah ku .


" Gak dingin Pah pake kaos gitu..? "


" Gak lah kan nanti kalau sudah lari juga berkeringat " Balas Mas Hardi meraih tangan ku menggenggam erat menuju taman di seberang Villa, sampai di sana taman mulai ramai dengan pengunjung . Kami lari diantara trotoar taman dengan sesekali Mas Hardi meraih tangan ku dan menggenggam nya.


Jalan tiga putaran aku merasa lelah kuputus kan untuk istirahat , duduk selonjoran di rumput yang masih sedikit basah oleh embun , Mas Hardi mengikuti ku duduk selonjoran berhadapan dengan membentang kan kaki nya mengapit kaki ku , di usap nya peluh di kening ku dan melepas sepatu ku lantas memijat telapak kaki ku .


Perlakiuan Mas Hardi menjadi pusat perhatian orang - orang yang ada di taman, beragam komentar ku dengar sayup - sayup .


" Romantis sekali mereka , si lelaki perhatian sekali , kelihatan sayang banget sama wanita nya, sorot mata nya penuh cinta " komentar seorang wanita ke pasangan nya .


" Aaahhh.. pasangan lebay itu sih , gak inget umur sudah berumur juga masih mesra - mesraan di tempat umum " Balas lelaki nya .


" Heemm romantis ya Pak.. pasangan yang duduk di rumput itu, suami nya so sweet, lari aja ngimbangin langkah isteri nya pake gandeng tangan isteri nya.., eh isteri nya capek di hapus peluh nya di pijat kaki nya , kapan ya suami ku seperti Dia " Komentar seorang Ibu yang duduk di bangku taman bersama pasangan lain .


" Alah paling juga pasangan selingkuh , lihat tu isteri nya cantik mudaan gitu, suami nya.. iya sih kelihatan berkelas , orang kaya tapi jelek sudah berumur gitu " Balas suami nya .

__ADS_1


" Huzzz.. jangan suudzon gak baik..," Balas teman si ibu .


" Iya siapa tahu mereka baru menikah terus sedang halimun, pengantin baru mesra kan sudah biasa " Balas laki - laki lain .


" Yah.., isteri nya cantik alami gitu, suami nya berumur ya pantas lah kalau perhatian gitu "


Balas lelaki lain .


Aku dan Mas Hardi hanya tersenyum mendengar komentar mereka, Mas Hardi tanpa risih memijat kaki dan beranjak memijat bahu ku tak memperdulikan sorotan orang yang seringkali saat melintas di depan kami berhenti sesaat atau berjalan pelan melihat ke arah kami .


" Mamah.., adek caliin juga udah di cini duluan.., Mamah cama Papah culang ke taman gak ajakin adek " Daffa berlari mendekati kami merengek manja ke arah ku lalu duduk di pangkuan ku.


Aku yang asik bercanda dengan Mas Hardi tak menyadari kehadiran ketiga anak ku dengan Bik Ratmi yang berlarian kecil mengejar Daffa dan Bunda dengan Ayah berjalan santai di belakang mereka .


" Maaf Mamah kira adek masih bobo.." Balas ku sembari mencium ujung rambut Daffa .


" Adek udah bangun dali pagi cali Mamah ke kamal gak ada , kata Ka Zahwa Mamah cama Papah udah pulang tinggain adek .. Uuuu Ka Zahwa nakal Mah..., bikin adek nangis " wajah Daffa terlihat kesal memandang Kaka nya. Zahwa tersenyum meledek adik nya .


" Adek nya aja yang cengeng ding Mah "


Balas Zahwa..


Bunda menghampiri kami lalu duduk di bangku taman dekat kami i bersama Ayah , Zahwa dan Zarra . Cukup lama kami menikmati pagi di taman hingga mentari mulai beranjak tinggi memperlihat kan bias sinar nya dengan sempurna . Orang - orang yang memberi kometar akan perlakuan Mas Hardi satu persatu beranjak pergi dengan berbagai raut wajah berbeda, kebanyakan dari mereka tercengang setelah tahu kami telah memiliki tiga anak .


" Pulang Yuk .. sarapan di rumah, Bunda sudah masak nasi langgi komplit pake ayam serundeng juga " Ajak Bunda ke arah kami.


" Nggeh Bun " Balas ku meraih tangan Daffa dan menggenggam nya .


" Gendong..! " Rengek Daffa manja , Mas Hardi mengangkat tubuh Daffa di naikan di atas bahu nya, aku memegangi dari belakang, Daffa tertawa kecil kegirangan, ku lihat Ayah dan Bunda tersenyum bahagia melihat kekompakan kami , Zahwa memeluk satu tangan ku dan Zarra bergayut manja di pinggang Papah nya .


Sepanjang jalan sering ku lihat tatapan iri dari wanita - wanita lain dan tatapan kagum dari beberapa lelaki melihat kemesraan dalam keluarga kecil ku .


---------------------------------------------------------------


Haiii reader's terimakasih untuk luang waktu membaca karya ku hingga kini


Jangan lupa tinggal kan kesan dengan like vote dan point untuk penyemangat author..


ikuti terus halan cerita Emila dan Hardi ya..

__ADS_1


Semoga menghibur..


Love you all,😍😍😍


__ADS_2