
Saran nih untuk pembaca sebaik nya di baca sehabis buka atau sebelum sahur saja untuk episode ini dan beberapa episode ke depan .
Sebab diperkirakan akan banyak meloderama yang mengobok - obok perasaan pembaca .
**Jangan lupa kasih like untuk tetap mempertahan kan eksistensi novel ini.
gratis gak di pungut beaya dan jempol pun tak akan jadi bengkak.
Terimakasih untuk yang sudah kasih sedekah vote dan rate ⭐
Salam sayang untuk semua nya 😍😘😘**
&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&
Adakah kehidupan rumah tangga yang nyaman damai tanpa ada keributan dan tanpa ada pertengkaran meski kecil..?!
Entah mengapa prahara masih enggan berlalu dari kehidupan kami .
--------------------
Usai sahur solat berjam'ah aku memutus kan membaca Al- Qur' an di ruang yang sementara di jadi kan mushola keluarga . Jika hari kemarin Mas Hardi masih protes dan meminta ku untuk membaca di kamar saja , tidak untuk hari ini, Dia cuek saja saat melihat aku dan Erza duduk bersama untuk tadarus.
Jam lima dua puluh menit pagi ku hentikan tadarus beranjak masuk ke dalam kamar, Mas Hardi tidak ada di dalam kamar , aku berjalan ke balkon baru sampai pintu ku dengar suara nya renyah sebegitu ceria nya , aku sempat merasa iri dengan si penelfon yang bisa membuat nya ceria seperti itu .
Ku lepas mukena dan bersiap untuk turun , aku ingin keluar sekedar mencari oksigen pagi hari . Sampai di depan Erza baru keluar dari dalam rumah mengenakan kaos tanpa lengan dan celana olahraga .
" Ke taman yu Mbak cari oksigen pagi biar segar tubuh kita " Ajak nya . Ku anggukan kepala lalu berjalan pelan bersama nya .
" Hai cantik.. ! Tumben pagi - pagi sudah keluar kandang tanpa pengawal ! Mana tuh bodyguard yang selalu siap dua puluh empat jam " Seloroh Agus saat berpapasan dengan kami di depan gang .Aku abaikan ucapan nya membalas hanya dengan senyuman kecut .
* Dia sedang sibuk dengan yang baru * Bathin ku menahan perih yang menyeruak . Agus ikut bergabung dengan kami jalan pagi ke taman kompleks yang tak seramai dulu .
Beberapa saat kemudian Eksan menyusul dengan Daffa dan Hani.
" Ka bayi tua mu nyari tuh ! heboh nya sudah macam dunia mau runtuh saja , bikin adek ikutan bangun !! " Dengus Hanie kesal .
" Hahaha... ! Dari awal aku sudah mikir pasti Mbak Emil keluar tanpa izin singa nya, mana mungkin Dia bolehin kamu keluar bebas gini ! " Tawa Agus pecah memekakan telinga .
" Biarin aja.. ! Sesekali juga pengin bebaa lepas dari kekangan nya ! " Balas ku mengabai kan kekawatiran Hanie, aku kian asyik bermain dengan Daffa . Mendampingi Daffa yang minta main perosotan . Erza mendekati ku .
" Ada apa Mbak ?! " Selidik nya menatap ku lekat .
" Ya...?! " Balas ku pura - pura tak mengerti .
" Aku kenal kamu lebih dari yang lain Mbak !
Cerita please ! Kalau cuma bertengkar selisih faham kamu gak bakal begini deh ! " Erza mencoba menyelidik di kedalaman hati ku .
" Gak ada apa - apa ko Za ! Mbak cuma sedang ingin bebas sesaat aja ! Bener ! " Aku berusaha untuk meyakin kan nya .
Erza menggeleng sembari tersenyum kecut.
" Kamu bisa sembuyi dari orang lain tapi tidak ke aku ! Kamu bisa berbohong dengan orang lain tapi tidak akan bisa dengan ku " Ucap nya lagi masih dengan tatapan tak lepas .
" Ah... , terserah kamu deh Za !! " Balas ku enggan, aku sedang tak ingin debat. Gemuruh dalam hati ku saja masih sulit ku redam .
" Mah ..! , dicariin juga enak - enakan berduaan di sini ! " Aku dan Erza mengalih kan pandangan pada pemilik suara bariton yang tanpa kami ketahui sudah berada di samping ku .
" Berdua apa nya ! Gak lihat tuh ada Adek, ada Hanie , Eksan dan Mas Agus juga ! " Bela ku kesal .
__ADS_1
" Iya tapi yang di sini cuma kamu sama Dia ! " Balas nya nyolot gak mau kalah .
" Lah itu adek dianggap apa ?! " Bela ku lagi .
" Adek kan anak kecil gak tahu apa - apa ! "
Dengus nya kian kesal .
" Memang nya ada apa..?! Aku cuma sedang ngobrol sama adik sendiri gak boleh ?! "
Sungut ku tak kalah dengan nada tinggi .
" Kamu kenapa sih Mah ! Ku cari baik - baik juga malah sewot, aku nungguin kamu dari tadi , hari ini aku ada sidang lanjutan jam sembilan dan mereka bertiga tuh kan mau jadi saksi juga hari ini , kenapa masih santai - santai di sini !!" " Mas Hardi mengalih kan pandangan ke arah Erza ,.Eksan dan Agus .
" Suka - suka kita dong mau santai kek itu bukan urusan kamu ! " Balas Agus ikut tersulut emosi .
" Adek ayuk pulang sebelum ada perang beneran ! " Ku gendong Daffa berlalu pergi, Mas Hardi mengejar dari belakang .
" Mah..! , tunggu ..! Kamu kenapas sih..?! "
Aku berjalan kian cepat meninggal kan nya .
" Assallamuallaikum .. " Ku ucap uluk salam .
" Waallaikumsallam..." Balas Bunda .
" Mah naik ! " Mas Hardi meraih tangan ku menyeret masuk ke dalam kamar .
" Enak ya bersenang - senang sama berondong di taman , ninggalin suami tanpa pamit ! " Hardik nya kesal .
" Yang enak enakan sama berondong siapa ?! Aku cuma ingin cari angin segar , gak boleh ?, bukan nya kamu yang lagi sibuk telefonan sama wanita lain ?! " Tanya ku kesal .
" Bisnis ..! Bisikan si manis ?! " Sungut ku .
" Heemm.. ! Jadi kamu cemburu ya Mah !,
denger ya ! Papah telefon itu biar kasus Sukma cepat selesai, Dia itu salah satu hakim pengganti dalam kasus Papah karena hakim yang lama purna tugas , kebetulan kita pernah satu kampus jadi Dia mau bantuin biar cepat kelar terus kita cepat pulang ke kota kita.
Jengah aku di sini , bujang lapuk itu masih juga mau nempel kamu terus ! " Jelas nya .
" Teman tapi mesra ! Wanita apa'an sudah tahu lelaki beristeri masih juga di goda, masih berharap bisa sahur bareng lagi ! Murahan ! "
Dengus ku tersulut Emosi .
" Dia hanya bercanda Mah ! Gak usah diambil hati kenapa ! " Bela nya .
" Bercanda ya ?!.., Bercanda juga ada tempat nya kali ! Yang seperti itu ko Bercanda "
Ku hembus kan nafas kasar, keluar dari balkon untuk meredam emosi .
* Astagfirullahal'adziiim.. * Lafadz ku dalam hati berulangkali, aku takut puasa ku menjadi mubah karena tersulut emosi .
" Mah tolong siapin baju ! Aku mau ke PN sekarang " Perintah nya . Aku beranjak masuk membuka lemari, mengambil kemeja lengan panjang warna putih plus setelan jas warna hitam , ku taruh di atas tempat tidur .
" pakein Mah ! " Perintah nya lagi .
" Pake sendiri ! Aku mau dhuha " Ketus ku . Dan beranjak keluar kamar , masuk ke kamar mandi sebelah mengambil wudhu , memakai mukena Bunda yang tersampir di hanger mushola dadakan .
Selepas dua salam, ku lihat Mas Hardi telah rapi memakai pakaian lengkap berdiri bersandar di pagar pembatas ruangan . Aku acuh kan pura - pura tak melihat terus mendengung kan dzikirullah .
__ADS_1
" Mah Aku pergi dulu ! Mamah baik - baik di rumah, gak usah ikut " Perintah nya .
" Kenapa..?! " Tanya ku menekan suara agar tak terdengar di bawah .
" Aku gak mau kamu berdekatan dengan Agus dan Erza selama aku duduk di kursi korban dengan lawyer ku ! " Ucap nya .
" Bukan nya itu hanya kamuflase ?!, Aku tahu kamu cuma ingin bebas berdua sama hakim pengganti itu ! " Balas ku kesal .
" Kamu kapan bisa percaya sama aku..,?!!, kenapa kamu terus saja curiga dengan ku ?!, Harus ku yakin kan dengan cara apa agar kamu percaya di hati ku cuma ada kamu satu - satu nya wanita yang aku cintai ! " Suara Mas Hardi menggelegar terdengar hingga ke bawah , mengalih kan seluruh penghuni rumah .
Ayah dan Si kembar berlarian ke atas takut akan terjadi insiden lagi, Daffa menangis dalam pelukan Bunda memanggil nama ku .
Zahwa dan Zarra duduk lemas di soffa ruang tengah dalam pelukan Ibu .
Mas Hardi beranjak turun , keluar rumah , beberapa saat kemudian terdengar suara mobil nya keluar dari lingkungan kompleks.
Hana dan Hanie memeluk ku .
Semampu yang aku bisa berusaha untuk tidak mengeluar kan air mata, aku tak mau puasa ku batal karena menangis .
Bunda dan Ibu naik ke atas , Ayah mengejar Mas Hardi bersama Eksan dan Erza memakai mobil Ayah .
" Kenapa Nok ...?! Ada apa lagi ..?! " Tanya Ibu lembut mendekap ku dalam pelukan nya .
" Coba cerita kan sama kami Nak Emil , barangkali kita bisa bantu " Ucap Bunda lembut . Ku geleng kan kepala pelan .
" Emil capek Bu.. Bun ! Mau istirahat dulu "
Pamit ku sopan .
" Ya sudah Nak ! tenang kan hati mu dulu ".
Saran Bunda . Ku anggukan kepala dan beranjak masuk ke dalam kamar, merebah kan diri di atas tempat tidur , ku terawang pandangan ke atas langit kamar .
Fikiraan ku kosong , buntu tak mampu mengingat apa pun , tak bisa berfikir apa pun . Hingga lama lama aku terlelap .
Jam satu siang aku terbangun oleh suara dering ponsel . Ku raih handphone yang terletak di nakas , membuka aplikasi WA membca sebuah pesan kiriman dari Erza .
' Jadi ini ya Mbak pemicu perubahan mu '
Sebuah pesan di kirim oleh Erza dengan beberapa foto kedekatan Mas Hardi dengan Citra sebelum dan seusai sidang .
Aku pegang dada ku yang terasa sesak .
Ada perih menyusup membelenggu jiwa .
Tiingg !!
Sebuah notifikasi Wa masuk , ku buka kiriman video dari Agus , memperlihat kan keakraban antara Mas Hardi dan Citra , di bawah nya tertulis .
' Mereka gak sadar kali ya ! Kalau kedekatan mereka terendus oleh pihak tersangka akan mempersulit jalan nya sidang , aku cuma mengingat kan demi kebaikan bersama '
' Jangan takut Mbak ! Aku masih menunggu janda mu ,siap jadi Ayah Daffa ' Dengan emotion love panjang .
* Astagfirullah... cobaan kenapa datang beruntun * Bathin ku lelah .
Aku turun dari tempat tidur beranjak ke kamar mandi bersuci lalu solat dzuhur . Keluar dari kamar aku lihat rumah sepi, mungkin mereka sedang istirahat . Masuk kembali ke dalam kamar mengganti baju dengan gamis syar'i .
Ku buka ponsel memesan taksi online. Aku ingin menyegar kan fikiran , ingin jalan jalan ke mall , ke taman atau ke tempat wisata .
__ADS_1
Berjalan berjingkat agar tak di ketahui oleh yang lain , ku buka pagar rumah sepelan mungkin , berjalan keluar kompleks menaiki taksi online yang menunggu di luar gerbang masuk kompleks.