
Emila Pov
Mobil berjalan kian ke dalam diantara perbukitan , masuk ke sebuah rumah panggung dengan halaman luas dipenuhi berbagai macam tanaman bunga. Dua orang bertubuh kekar dan berwajah seram menyambut mereka, berjalan mendekat ke arah mobil , membuka pintu mobil belakang dan memaksa ku keluar dari mobil lalu membawa masuk ke dalam rumah .
Mereka menempat kan aku di sebuah kamar pengap tanpa jendela hanya ada beberapa lubang angin kecil di atas .
" Paketan sudah datang siap tunggu perintah selanjut nya " Ucap salah satu dari dua lelaki yang membawa ku masuk tadi . Sebelum masuk ku lihat tadi masih ada tiga orang lagi berada di ruang itu .
" Siap Laksanakan bos dengan senang hati "
Ucap nya lagi , seperti nya Dia berbicara melalui sambungan telefon .
" Sudah kau kasih Dia makanan untuk berbuka puasa ..?! " Tanya suara yang tadi menelfon ke seseorang .
" Belum bang ! pitak yang beli makanan belum sampai Dia " Jawab seorang lelaki lain di luar kamar ku .
" Kau kasih lah Dia minum dulu untuk membatal kan puasa nya ! Kasihan juga seharian Dia sudah menahan haus dan lapar "
Ucap lelaki itu lagi .
" Baik bang ! " Jawab lelaki itu.
Cekrek ! cekrek !
Suara pintu di buka , seorang lelaki berbadan kekar masuk, memberi ku sebotol air mineral dan satu bungkus roti coklat .
" Makan ini dulu untuk membatal kan puasa mu ! " Perintah nya lembut, tanpa menatap ku.
" Terimakasih " Balas ku ramah. Dianggukan kepala nya sembari tersenyum simpul, lalu kembali mengunci ku di dalam kamar .
Segera ku buka segel kemasan botol, ku tenggak hampir seperempat air di dalam nya , membuka plastik roti, lalu ku makan mengisi perut ku yang telah keroncongan .
Aku ingin melaksanakan solat magrib tapi aku bingung dimana kiblat nya , aku tak tahu arah dan lagi tas ku disita oleh lelaki kekar yang ku rasa Dia pemimpin nya .
Cekrek ! cekrek !
Pintu kembali di buka , kali ini seorang lelaki tampan sebaya Mas Hardi masuk diikuti oleh dua orang pengawal .
Dia tersenyum menatap ku tajam , seulas senyum menghias wajah nya .
" Heemm Pantes si pischo itu sulit di pancing dengan wanita ternyata isteri nya secantik ini, lebih manis di lihat langsung di banding lihat di pict " Ucap nya pelan, mata nya ****** menatap lekat ke arah wajah ku. beberapa kali Dia meneguk saliva nya, membuat ku merinding ketakutan .
* Ya Allah lindungi hamba yang lemah ini dari kejahatan lelaki di hadapan ku, ku mohon jangan sampai kesucian ku ternodai * Bathin ku menahan cemas dalam hati .
" Sayang wanita secantik ini harus di musnah kan " Gumam nya lirih .
Seorang lelaki masuk membawa kotak makanan lengkap dengan minuman dan sebuah paperbag , si tampan mengambil kotak makan dan paperbag di sodor kan ke arah ku .
" Ini makan lah untuk mengisi perut mu habis kan ! Untuk sahur nanti akan ada jatah lagi, dan ini pakaian ganti dan mukena untuk kamu ibadah ! " Jelas nya pelan .
menaruh pakaian di atas meja rias .
__ADS_1
" arah kiblat sebelah mana " Tanya ku hati - hati , Dia kebingungan lalu diambil nya ponsel membuka aplikasi kompas .
" arah kiblat membelakangi pintu " Jelas nya .
Dan berlalu keluar mengunci kembali kamar.
Ku langkah kan kaki menuju kamar mandi mengambil wudhu lalu melaksankan solat magrib, sesudah nya baru menyantap kotak nasi yang di berikan nya tadi . Seporsi nasi dengan lauk ayam goreng , terong balado , semur tahu dan kerupuk di lengkapi buah melon potong dan satu cup kecil kolak pisang kolang - kaling serta teh hangat .
Kunikmati makanan dengan perasaan sedih bercampur cemas . Sedih karena tak bisa menikmati berbuka puasa bareng keluarga seperti hari kemarin, tak bisa merasa kan keceriaan anak - anak seperti yang lalu dan cemas denga nasib sendiri, entah apa yang akan mereka lakukan kepada ku nanti .
Sayup - sayup ku dengar suara Adzan berkumandang dari kejauhan . sudah memasuki waktu isya ternyata . ku teguk teh hangat sedikit, ku sisa kan untuk nanti selepas taraweh sendiri dalam kamar .
" Aku gak sampai hati mengeksekusi nya , aura dari sorot mata nya sungguh membuat ku melemah , jangan kan menyakiti nya bahkan untuk bicara kasar pun aku tak mampu melakukan nya " Suara si lelaki tampan yang ternyata pembunuh berdarah dingin .
" Tapi bos jika kau tak menjalankan perintah big bos nyawa mu sendiri yang akan Dia minta untuk menggantikan isteri Hardi itu ! " Balas lelaki yang sedari awal menjaga ku .
" Untuk kali ini aku menyerah biar lah aku saja yang akan menyerah kan nyawa ku untuk mengganti nyawa wanita itu " Si tampan mendesah , dari nada suara nya Dia serupa hendak melepas beban berat yang menindih di atas dada nya .
" Kita atur strategi saja gimana bos ?! Aku pun tak mau kehilangan bos sebaik kamu "
" Atur strategi bagaimana maksud mu ?! "
Nada suara si tampan terdengar penasaran .
" Kita buat sekenario seakan kita telah membunuh nya , untuk mengelabui big bos kita bawa Dia keluar negeri ! Kau kan punya rumah di singapura , Kau sembunyi kan Dia setahun dua tahun di sana , nanti jika situasi telah memungkinkan baru kau bawa kembali kemari " Jelas nya panjang lebar . Sejenak hening tak ada suara .
" Takan semudah itu ! Dia pasti akan mencari kebenaran skenario kita ! Dan lagi Dia minta bukti video kita benar - benar menghabisi nya , bagaimana kita akan buat video itu ?! "
" Kita cari saja orang gila yang sepantaran isteri Hardi di jalanan atau kita culik dari rumah sakit jiwa , kita eksekusi wanita gila itu dan buat seolah isteri Hardi yang kita bunuh "
Jelas lelaki itu lagi ..
" Heemmm ! Boleh juga ide mu ! gak biasa nya otak mu bekerja dengan baik kali ini ! "
Puji si tampan , nada nya terdengar riang .
" Besok aku cari bang orang gila sepantaran Dia yang postur tubuh nya mirip , terus kita mutilasi seperti keinginan big bos sembari kita buat video nya ! " Ucap si lelaki kaki tangan si tampan .
" Kau bawa si pitak untuk temani kau cari orang gila nya, kau bius Dia biar tak bikin repot kalian " Perintah si tampan .
" Siaap bang ! Kapan abang akan pulang ke kota ?! " Tanya lelaki tersebut .
" Aku akan tetap di sini untuk memastikan keamanan nya , aku khawatir big bos punya rencana lain di belakang kits " Balas si tampan terasa suara nya mengambang .
" Bang aku mau tanya satu hal kau jawab lah dengan jujur sekali ini saja ." Mohon nya .
" Heem .. apa yang ingin kau tahu dari ku katakan saja aku takan marah " Balas si tampan .
" Kau suka sama Dia kan Bang ! ". Selidik nya.
Seketika suasana menjadi hening .
__ADS_1
" Baaaanngg... ! " Nada si kaki tangan sedikit meninggi .
" yaaaa... ! " Suara si tampan tergagap .
" Kau jawab lah " Nada suara nya penuh tekanan .
" Sudah aku bilang kan , Dia punya aura tersendiri yang membuat ku tak tega untuk menyakiti nya " Bela si tampan .
"Aahhaaahaaaa haaa ! Sudah aku duga abang kau punya perasaan sama Dia ! Kau suka sama Dia pada pandangan pertama !".
" Bicara apa kau ini ...?! , macam paranormal saja kau main tebak ! " Ku dengar suara marah yang kentara di buat - buat .
" Bang kita bersama sedari kecil , aku tahu sekali kau orang macam gimana , selama ini tiap kau dapat perintah untuk eksekusi kau akan lakukan itu tanpa melihat siapa pun dan apa pun Dia , tapi sekarang dengan nya jangan kan membunuh bahkan bicara dengan nya pun kau sangat lembut mendayu , coba kau fikir siapa pun yang kenal kau pasti akan berfikir seperti ku ! " Jelas nya memapar kan logika .
" Jangan kau ambil kesimpulan semudah itu ,
itu hanya fikiramu saja pendapat mu saja ! "
Bantah si tampan lagi .
" Terserah kau lah Bang ! Kau tak pernah terlihat seperti ini di hadapan wanita sebelum nya , kau bahkan rela mengorban kan nyawa mu demi orang lain ! Itu bukan diri mu "
Jelas nya lagi .
" Heemm aku hanya tak sampai hati untuk melukai nya saat melihat sorot mata nya tadi,
aku ingin membawa nya jauh agar tak ada lagi yang akan menyakiti Dia ! Selama Dia masih dalam keluarga prasojo hidup nya akan selalu terancam , terlalu banyak yang akan menjadikan Dia alat untuk menjatuh kan Hardi dan Handoko ! Rasa nya aku tak terima Dia yang sepolos itu jadi tumbal kerakusan mereka yang menginginkan kehancuran prasojo grup ! " Jelas si tampan terdengar sendu .
Degg..!! Jantung ku bergemuruh, nafas ku terasa sangat sesak . Berjuta tanya memenuhi relung hati ku , apa yang dilakukan suami dan mertua ku selama ini hingga Dia bilang nyawa ku selalu dalam ancaman dan akan dijadikan alat untuk menghancur kan kerajaan bisnis prasojo..?! ..
" Itu cinta nama nya abang ! Ketika kau ingin menjaga dan melindungi nya ! ketika kau tak rela melihat nya terluka ! Kau hanya belum menyadari nya saja " Jelas si kaki tangan pelan , ku dengar suara tepukan di bahu nya berulang - ulang .
" Kau tidur lah Bang ! Dia biar aku yang jaga dan lagi di depan aku sudah menambah penjagaan , kau tak perlu khawatir dengan keselamatan nya " Ucap sang kaki tangan .
" Hem baik lah ! Ambil kan aku bantal biar aku tidur di sofa sini saja " Perintah nya.
" Kau tidur lah di dalam kamar jangan di sini bang dingin kau bisa sakit ! " Pinta nya .
" Aku tak bisa tidur jauh dari Dia , bukan aku tak percaya sama kamu ! " Ku dengar Dia mendesah dalam iringan tawa kecil si kaki tangan.
Aku rebah kan tubuh ku di atas tempat tidur , mata ku menerawang nanar ke atas langit kamar, airmata ku luruh .
* Tuhan sandiwara apa yang sedang kau lakon kan dalam hidup ku ?! Kaka bantu temukan Mamah * Bisi ku dalam hati .
----------------------------
**Hai reader terimakasih untuk kesetiaan nya membaca novel ku
Mohon bantu author untuk kelangsungan cerita ini dengan like dan vote
Salam sayang selalu dari author untuk semua pembaca😘😘**
__ADS_1