Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 50


__ADS_3

" Emmm baik pak saya terima Hp nya maaf sudah mengganggu waktu Anda " Jawab ku sembari tersenyum ramah .


" Terimakasih Mbak, maaf sudah merepot kan Anda " Ucap ku kepada kasir toko dengan seulas senyum tulus.


" Eh..iya Bu sama - sama, tidak ko Bu Emil tidak merepot kan saya " Jawab nya tergagap.


" Jangan sungkan untuk datang lagi ke toko kami jika butuh Hp atau gadget baru Bu " Ucap pemilik toko tersenyum ramah.


Ku jawab dengan menganggukan kepala dan seulas senyum ramah , lalu berjalan keluar toko dengan menyeret kaki ku .


Di luar toko sembari berjalan menuju mobil Erza yang terparkir di luar , aku berhenti sejenak mengedar kan pandangan berharap Mas Hardi ada di sekitar toko .


" Mbak Emil ayoo sini , jangan kelamaan di situ , memang gak ngerasain udara nya panas gini apa " Akmal membuyar kan lamunan ku .


Aku tergagap lalu kembali menyeret kaki berjalan mendekat ke parkiran dengan Erza di samping ku setia menemani . Aku masuk ke dalam mobil yang di kemudikan Akmal, duduk di bangku belakang sendirian, Erza duduk di sebelah Akmal. Mobil melaju membelah kota,


" Mal .., bisa minta tolong anterin ke makam Mas Nano Mbak ingin nyekar sudah lama gak mampir " Pinta ku .


" Oke Mbak tapi aku turunin di makam aku bantas ke swohroom nanti Erza yang jemput Mbak Emil " Jelas Akmal.


" Yupz " Jawab ku lembut .


Mobil melaju menuju area pemakaman kampung Mas Nano di pesisir pantura . Sampai di gerbang pemakaman, Akmal menghentikan mobil nya, Erza membuka pintu mobil di sebelah ku dan membantu turun dari mobil .


" Assallamualaika Ya ahli kubur minal muslimin wal muslimat wal mukminin wal mukminat..." Sapa ku kepada penghuni kubur.


Aku berjalan sedikit ke timur di mana kekasih ku bersemayam puluhan tahun ini. duduk bersila di depan makam.yang telah rata. Ku usap batu nisan yang terbuat dari marmer pemberian ku setahun setelah kepergian nya, ku beli dari uang hasil kerja, upah bulan pertama ku bekerja.


Ku lafadzkan Surat Al- Fatikhah , ayat Qursi, Yasiin , surat Al- ikhlas tiga kali, Al - Falaq dan An - Naas dan ku tutup dengan do'a .


" Assallamualaika Mas Nano, maaf aku baru bisa berkunjung setelah sekian tahun, bukan aku melupakan mu .. kesibukan , jarak dan waktu yang membuat ku seperti melupakan mu, tapi jauh di lubuk hati kau tetap yang terindah tak pernah terganti " Kembali ku usap batu Nisan yang tertulis Nama kekasih abadi ku .


" Semoga engkau damai di alam mu Mas, di sini aku belum menemukan kebahagiaan serupa bahagia ku bersama mu dulu, mungkin ini balasan Tuhan atas diri ku yang telah melukai hati mu tanpa ku sadari "


Butiran kristal bening membasah di wajah ku.


ku peluk batu nisan nya serupa aku memeluk tubuh kekasih ku.


Dua tangan kekar memeluk ku dari belakang, meraih tubuh melepas kan pelukan ku pada batu nisan kekasih ku .


" Mbak.., jangan seperti ini, ingat pesan ajengan ahmad suryana, Mbak gak boleh terlalu larut dalam kesedihan " Erza menatap ku cemas, membetul kan jilbab ku yang tersibak angin .


" Kita pulang Mbak.." Pinta nya lembut.

__ADS_1


" Mbak ingin ke pantai Za " Pinta ku meratap.


" Jangan dulu Mbak " Jawab Erza cemas .


" Kenapa..?! " Tanya ku menekan nada bicara.


" Di sana gak baik untuk Mbak " Erza mendesah lirih, menatap ku sendu .


" Tapi Mbak gak ingin pulang dulu "


" Ya sudah kita ke taman aja Mbak " Saran Erza masih memeluk tubuh ku.


Ku anggukan kepala tanda setuju .


" Selamat tinggal Mas Nano , semoga kelak kita bertemu lagi di alam yang berbeda "


Bisik ku lirih dalam hati .


Erza memapah ku keluar area pemakaman sekilas ku lihat seseorang serupa Mas Hardi, Dia kelur makam lebih dulu dari kami. membonceng motor matik yang di kemudikan lelaki berjaket kulit warna coklat .


* Mas Hardi kah..?, tidak mungkin Dia mau membonceng motor, setahu ku Dia tak pernah lepas dari mobil nya , apa Dia menyewa orang untuk membuntuti aku..,? " * Bisik ku dalam hati .


Erza melaju kan mobil ke arah taman dekat lapangan sepak bola yang lebih sering di sebut alun - alun kecamatan oleh warga sekitar . Memarkir kan mobil di bawah pohon mangga besar yang terawat rapi . Erza membuka pintu mobil nya lalu beranjak ke arah ku, membuka pintu dan meraih tangan ku membantu turun , menggenggam tangan menuju bangku kosong di dekat pohon pucuk merah yang tertata rapi .


* Masya Allah lukisan mu benar - benar indah Tuhan ., Subhanallah * Bisik ku dalam hati .


Langit nan cerah menampakan keelokan wajah nya , awan berarak yang serupa menggantung di atas sana serupa menunjuk kan jika yang di tulis dalam kitab - Nya bahwa langit itu berlapis tujuh adalah benar ada nya.


Tiinng..!!


Suara notifikasi Wa dari Hp ku, aku menatap kebingungan bagaimana Hp tanpa Simcard bisa menerima Wa. Ku buka WA ada kiriman dari nama tertera suami ku .


** Sedalam itu cinta mu pada nya hingga cinta di depan mata mu terabai kan, semua salah ku terlalu berharap bisa menjadi pengganti nya di hati mu, nyata nya meski Dia telah berkalang tanah pun cinta mu tetap tulus untuk nya ,,,, seandai nya bisa aku ingin menjadi diri nya yang bisa memiliki seluruh hatimu dan aku hanya pemilik raga mu selama ini tanpa mendapat hati mu **


Ada perih menyayat lubuk hati ku membaca kalimat itu , ku pejam kan mata menahan lara.


Erza mendatangi ku membawa dua gelas cendol hitam yang di beli nya di seberang taman, menyerah kan satu kepada ku.


" Za aku kirim WA ke kamu ya nanti kamu cek no Hp yang ada di sini " Pinta ku lembut.


" Loh memang tadi diisi simcard sekalian Mbak ? lembaran pembungkus simcard nya mana ? " Tanya Erza sembari memasukan sesendok cendol ke mulut nya .


" Nah itu yang Mbak bingung perasaan belum beli simcard tapi ko sdh bisa terima WA " Jawab ku datar.

__ADS_1


Tiiinnggg !!


Suara notifikasi WA di Hp Erza.


" Coba Za berapa nomer nya " Pinta ku.


Erza membuka WA di Hp nya lalu menunjukan kepada ku.


* My Prety nice * Nama yang tertera di WA Erza.


" Ni no lama kamu Mbak, selama ini Mbak masih menyimpan no Hp sendiri..? " Tanya Erza dengan sorot meminta penjelasan .


" Enggak Za.., Hp nya di mana juga Mbak gak tahu ko " Jawab ku jujur .


Erza membulat kan mata , lalu meminjam Hp ku, di buka nya kontak dan WA di Hp ku di dalam daftar kontak tersimpan no Hp dan nama yang tersimpan di HP lama ku, di buka nya kotak galeri, sudah terisi beberapa foto foto yang tersimpan di HP lama ku, membuat kami menyimpan tanya .


" Mbak ini simcard yang ada di Hp lama, darimana counter itu dapat kan., bukan dari Mbak Emil..? " Erza menatap ku penuh tanya.


* Sudah ku bilang kan Za sejak kejadian itu terus aku di rawat di rumah sakit sama sekali tidak tahu menahu dengan keberadaan Hp maupun simcard yang ada dalam Hp "


Jelas ku dengan menekan rasa kesal .


" Kita tanyakan ke pihak counter aja ya Mbak "


Saran Erza sembari menatap lembut .


" Eemmm seperti nya ini Mas Hardi yang suruh mereka Za, soal nya pas aku mau bayar ke kasir ternyata sudah di bayar sama Dia, Mbak maksa gak mau terima pegawai kasir minta pengertian, terus pemilik toko keluar telefon Dia , akhit nya Mbak pasrah daripads nanti pegawai kasir kena masalah " Jelas ku .


" Memang Mas Hardi ngancam ya Mbak ? "


Tanya Erza penasaran. Ku gelengkan kepala.


" Terus Dia ngomong apa sampai Mbak mau terima juga " Erza masih menatap ku mencari. tahu yang terjadi di kasir tadi .


" Dia minta Mbak memohon pemberian nya sebagai permintaan maaf telah merusak Hp yang lama " Jawab ku datar .


Ku tengadah kan kepala menatap awan yang berarak serupa menggantung di atas tanpa pengait., rasa nya aku ingin terbang melayang mendekat ke atas sana terasa damai tanpa duka dan lara .


-------------------------------------------


Hallo readers ku semua terimakasih. masih mengikuti karya ku hingga kini


Jangan lupa like dan vote nya

__ADS_1


matur thankyouπŸ™πŸ˜˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜


__ADS_2