Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 119


__ADS_3

Usai mengantar wanita relawan pendonor darah manager masuk lagi kali ini dengan seorang lelaki tampan bertubuh kekar ,tegap , tinggi besar dengan jambang tipis di pinggiran wajah nya , mengenakan kacamata hitam , masker dan topi laken .


" Selamat siang Tuan , ini relawan pendonor berikut nya untuk Nyonya Emil " Ucap sang manager menundukan kepala dalam mode hormat . Tuan Handoko mendekat tersenyum ramah kepada pria itu .


Hardi melepas genggaman tangan pada isteri nya , berdiri mendekat ke arah lelaki tersebut , menajam kan pandangan , mengeryit kan kening nya dan tanpa izin melepas kacamata sang pria . Hardi membelalakan mata nya lebar hingga serupa mau keluar bola mata nya .


" Hai penculik ! Besar sekali nyali mu menampakan batang hidung mu ke hadapan ku, seharus nya kemarin itu aku musnah kan kau dari muka bumi ini !! " Hardik Hardi kesal mencengkeram kerah baju lelaki tersebut .


Lelaki itu diam bergeming dari tempat nya berdiri, tak menunjukan rasa takut sedikit pun, Dia tersenyum ramah seperti tak ada masalah diantara mereka sebelum nya .


" Hardi jaga sikap mu Nak ! " Sergah Tuan Handoko dengan nada keras saat Hardi siap melepas kan bogem mentah nya ke arah lelaki yang di benci nya itu .


" Ayah tahu siapa si brengsek ini..,? Dia kumbang bangke penculik menantu mu ! "


Bela Hardi dengan nada kesal .


Tuan Handoko terkesiap sesaat lalu berusaha mengendalikan diri menahan amarah yang memuncak , dua orang bodyguard bersiaga dengan senjata api di tangan diarah kan ke pelipis Antonio .


" Ada tujuan apa kamu dengan berlagak menjadi relawan pendonor darah berani mendatangi kami , skenario apalagi yang kali ini kau main kan ! Siapa yang membayar mu !! " Selidik Tuan Handoko dengan nada tinggi ..


Antonio menyeringai lalu tersenyum manis .


" Aku datang atas kehendak ku sendiri ,tidak ada yang menyuruh dan tidak ada yang membayar ku , yang kulakukan semata demi menyelamat kan wanita yang telah memenuhi relung jiwa dan hati ku , demi nya bahkan aku rela kehilangan nyawa ku sekali pun asal Dia selamat dari maut " Jelas Antonio dengan nada dan wajah sendu .


" Bohong kamu ! Mana bisa pembunuh bayaran berdarah dingin seperti mu yang terbiasa menghilang kan nyawa orang lain semudah membunuh binatang rela mengorban kan nyawa untuk orang lain , bahkan sebelum nya kau menculik isteri ku dengan bayaran tinggi dalam perintah membunuh nya ! " Dengus Hardi dalam emosi penuh meluap .


" Drama apa yang ingin kau tunjukan Nak ?!, kau sengaja berpura - pura menjadi pendonor darah hanya untuk memastikan menantu ku benar - benar telah meninggal kan..?! , jangan bilang kau juga yang telah menaruh racun di dalam makanan nya ! " Tuduh Pak Handoko tak kalah kesal dari putera nya .


Sementara manager rumah sakit bergeming dengan wajah pucat pasi dan keringat yang mengucur deras di kening nya ,merasa telah melakukan kesalahan besar .


" Silah kan kalian berfikiran negatif tentang ku ! Silah kalian menuduh ku , memfitnah sesuai persepsi kalian ! Satu hal kuberitahu sama seperti kalian aku pun mencemas kan keselamatan nya , karena aku mencintai wanita yang terbaring lemah di sana walau aku tahu Dia milik kalian , aku tak hendak merebut dari genggaman kalian , bagi ku cukup melihat nya hidup bahagia dalam damai menjadi kebahagiaan sendiri , silah kan kau percaya dengan ku atau tidak , tak akan mempengaruhi perasaan sayang ku kepada nya " Jelas Antonio dengan nada rendah tak terprofokasi atas tuduhan Tuan Handoko .


Hardi mencengkeram kerah baju lelaki itu kian erat dalam kilatan api cemburu menyesak dalam dada nya .

__ADS_1


" Brengsek kamu ! Kau kira siapa dirimu berani mencintai isteri ku " Dengus Hardi lalu menghentakan cengkeraman nya .


" Manusia hina dan kotor serupa kamu tak pantas mencintai wanita sebaik isteri ku ! "


Luap nya dengan amarah memuncak.


Antonio menyeringai licik setengah mengejek pria yang menghardik nya .


" Jangan garang serupa ini bung ! Kau akan malu jika aib mu terbuka , kita ini sejenis bukan ?! Jangan merasa suci sendiri "


Balas Antonio masih dengan sikap tenang .


Pak Handoko mendekat melerai mereka berdua , melepas cengkeraman tangan Hardi di kerah baju Antonio .


" Kendalikan diri mu Har " Perintah Ayah nya.


Pak Handoko menepuk ringan pundak putera nya , lalu beralih memandang pria seumuran putera nya itu .


" Apa bisa ku pegang ucapan mu itu , hukuman apa yang harus aku beri jika ternyata ku temui fakta kau sengaja menyusup atas perintah seseorang untuk memastikan kematian menantu ku ?! "


" Lakukan apa pun yang kau mau, membunuh ku secara perlahan pun akan aku terima asal kalian berlaku jujur dengan tidak membuat fakta palsu , demi keselamatan wanira yang ku sayang apa pun aku rela kan " Balas nya masih dengan sikap dingin .


" Sejak kapan kau mencintai menantu ku ? , kau tahu kan Dia telah menikah bagaimana kau rela mengorban kan nyawa untuk nya "


Tanya Pak Handoko penuh selidik .


" Sejak aku bertemu pertamakali saat aku mendapat perintah menculik dan membunuh nya , sorot teduh keibuan dan aura di wajah nya malah membuat ku tak rela kehilangan Dia, shiiitt.. ! , mereka bilang aku jatuh cinta pada pandangan pertama , tapi cinta ini menyiksa ku karena status nya aku tak berani menyentuh tubuh nya hanya mampu memandang dari kejauhan saja " Antonio menggigit bibir bawah nya , menatap nanar ke atas pembaringan .


* Sorot mata nya memang dipenuhi cinta .. paras ayu dan kecantikan hati mu terlalu banyak mengikat lelaki * Bathin Pak Handoko.


" Kau benar - benar tak menodai Dia saat dalam penyekapan ?! " Tanya Pak Handoko memastikan . Antonio menggeleng lemah .


" Untuk pertamakali dalam hidup , aku tak kuasa melihat sorot sendu tanpa rasa takut saat mengetahui Dia akan di eksekusi , cara nya berkomunikasi pada Tuhan , memasrah kan diri atas hidup nya justeru membuat ku takut kehilangan Dia " Desah Antonio sendu.

__ADS_1


" Jangan kan menyentuh nya , berada di dekat nya saja jantung ku serupa mau meledak ,mendengar suara nya saja hati ku berdebar tak menentu , melihat tetes airmata nya membuat jiwa ku kesakitan dan ingin sekali menghancur kan siapa pun yang membuat nya menetes kan airmata ." Antonio menghela nafas kasar , menekan dada nya serupa ada beban yang menghimpit .


" Bagaimana bisa aku melakukan hal yang bisa membuat Dia menangis dan terluka ?? "


Antonio mengerang pedih , mendesah pelan.


" Sedalam itu perasaan mu..?! " Gumam lirih Pak Handoko .


" Lebih dari yang kau tau " Balas nya lirih .


Hardi mengambil nafas dalam lalu menghembuskan nya kasar , menatap penuh amarah ke arah Antonio .


" Kau .. tak ada wanita yang mau dengan mu kan..?!, maka nya isteri orang pun kau ingin kan ! " Hardik Hardi kesal .


" Setidak nya aku tidak seperti mu yang tak menghargai perasaan wanita , mempermain kan seenak perut mu . Egois...! Tak kau lihat bagaimana isteri mu meratapi kelakuan ganjen mu " Antonio tersenyum mengejek .


" ******* kau... !! Keluar dari ruangan ini, aku tak sudi darah mu menyatu dalam tubuh isteri ku " Kecam Hardi penuh amarah .


" Har... diam kamu ! Dikira cari golongan darah AB resus negatif itu mudah..?!, apa kau lebih memilih kehilangan nyawa nya ? " Hardik Pak Handoko emosi .


Hardi mendesah kesal , mengepal kan tangan erat memukul bantal di bed kecil tempat tidur penunggu pasien . Hati nya di penuhi kekesalan , seperti makan simalakama, Dia tak rela darah lelaki yang menjadi musuh nya harus bercampur dalam tubuh isteri nya tapi jika Dia menolak donor dari nya kemungkinan terburuk bisa saja terjadi pada wanita yang sangat dicintai nya .


---------------------------------------


Reader......, bantu tenangin Hati Hardi donk


Tolong tekan tombol like nya ya


Kasih vote nya juga donkπŸ™πŸ˜‚πŸ€£πŸ€£


Terimakasih yang mau bantu share ke teman, saudara dan sahabat lain nya


Terimaksih yang sudah tekan ⭐5

__ADS_1


Salam sayang selalu πŸ’“πŸ’“πŸ˜πŸ˜.


__ADS_2