Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 78


__ADS_3

Usai Mas Hardi di bawa masuk ke ruang IGD dan di tangani dokter aku beranjak ke musola rumah sakit, ku basuh wajah ku dengan air wudhu, menjalan kan dua rokaat sebagai kewajiban penghambaan ku kepada sang pemilik kehidupan Allah Azza Wajalla.


Bersimpu di hadapan Nya , dalam sujud ku ucap syukur atas kemurahan Nya lah aku kembali bertemu dengan Ayah anak - anak ku.


* Rabbi Habli milahdunka zaujan toyiban wayakunna sohiban lii fiidinii wadunya wal akhiroh Aamiin ( Ya Allah beri hamba suami dsri sisi Engkau yang juga menjadi teman ku dalam urusan agama, di dunia dan akhirat Aamiin ) *


Do'a ku di pagi hari itu berharap Mas Hardi akan menjadi temanku bukan hanya di dunia pun di akhirat dan semoga nanti Dia akan berubah menjadi muslim shalih imam terbaik untuk ku dan anak - anak .


Setelah usai aku adukan perasaan ku kepada - Nya , aku keluar mushola kembali ke ruang IGD , dari kejauhan terdengar jeritan nya memanggil nama ku , * Asttagfirullah..* seru ku dalam hati, kenapa Dia serupa anak kecil ku tinggal sebentar saja sudah serupa itu .


" Mah...! Mamah..! Bun Emil mana..?!, aku mau Emil.di sini ! " Keras nya dengan nada kesal.


" Bentar .., sabar Emil sedang solat subuh "


Balas Bunda pelan .


" Solat nya kenapa lama..!, Bun cari Emil aku gak mau jauh dari nya ! " Rengek nya manja.


" Assallamuallaiku.., ! , apa sih Mas manja banget kaya anak kecil aja " Ucap ku begitu masuk ke ruang IGD .


" Waallaikumsalam.., Nak Emil temenin bayi tua nya dulu, Bunda mau pulang urusin anak - anak, titip bayi tua Bunda jaga kalau rewel tinggalin aja ! " pamit Bunda dengan nada menggoda anak nya, aku tersenyum mendengar selorohan Bunda.


" Bunda apa sih..! jahat masa suruh Emil ninggalin aku.., mendinga aku mati aja "


Sungut Mas Hardi msih dengan gaya manja, Bunda menjewer telinga Mas Hardi sampai kesakitan .


" Manja.., ! " Hardik Bunda lalu berdiri pamit keluar ruang IGD .


Ayah masuk ke IGD memberitahu pesan dari dokter .


" Siang nanti kamu operasi pemasangan pen di kaki sebelah kiri mu, ada keretakan di sana yang harus segera di tangani, bersyukur gak sampai harus di amputasi " Jelas Ayah .


" Sakit gak Yah..! , Mah temenin Papah di dalam ruang operasi ya ! " Pinta nya dengan sorot cemas penuh harap .


" Iya nanti kalau aku jadi perawat khusus bagian operasi..!, Mas kamu tuh aneh banget mana ada orang operasi di tungguin isteri sampai masuk ke dalam ruang operasi yang ada juga Mamah nunggu nya di luar, lagian ini juga operasi kecil kali ! " Jawab ku heran dengan kelakuan manja nya yang gak hilang ,


Mas Hardi mengerucut kan bibir nya. Sebenar nya aku malu dengan pasien lain yang ada di IGD dengan tingkah kekanakan suami ku .


Sejam kemudian Mas Hardi di pindah ke ruang vip sesuai pesanan Ayah, dengan tingkah manja nya Dia meminta ku berjalan di samping nya menggenggam tangan tak boleh terlepas, perawat lelaki yang mendorong brankar sesekali terlihat tersenyum menggeleng kepala melihat kemanjaan nya .


Setelah Mas Hardi berada di tempat tidur nya dengan nyaman Ayah pamit pulang menyerah kan tas berisi baju - baju Mas Hardi dan punya ku .

__ADS_1


" Mah..! Tolong mandiin Ayah , badan ku kotor terjamah wanita gelo itu ! , jijik aku sama Dia, badan ku jadi terkena najis " Geram nya kesal.


Aku papah Mas Hardi masuk ke dalam mandi ku dudukan di kursi yang sudah tersedia di sana, mulai melepas baju nya satu persatu .


" Mah buang semua pakaian itu, jijik aku Dia yang beliin dan memakai nya saat pertama menemukan Papah terluka di pinggiran hutan "Jelas nya masih dengan nada kesal berbalur sesal , aku terkesiap merasa kesal juga ada wanita lain yang menyentuh tubuh suami ku dan aku pun pernah menyaksi kan sendiri Dia meraba nya.


Mas Hardi meraih dagu ku melihat perubahan rona wajah ku .


" Mah..! Maaf jangan marah , Papah gak berdaya saat itu dan badan Papah penuh dengan lumpur terpaksa Papah diam saja Dia memandikan dan mengganti baju ku " Pinta nya dengan sorot tulus . Ku anggukan kepala namun mulut ku belum mampu terbuka, sesak di dalam hati menahan mulut ku hingga terdiam, setetes kristal bening menggenang , Mas Hardi menghapus lalu mencium bibir ku lembut .


" Jiwa raga ku milik mu, Mah ! " Bisik nya di telinga mesra.


" Papah mandi dulu ya " Ucap ku lembut menyalakan shower menyiram nya dari ujung kaki terlebih dulu .


" Yang bersih ya Mah sabunin sampai gak ada bau wanita itu lagi di badan ku ! " Tegas nya.


Kuikuti permintaan suami ku, mengeramas rambut nya hingga tiga kali dan menyabuni nya pun hingga tiga kali .


Detik berikut nya ketika melihat baju ku ikut basah memandikan Dia , Mas Hardi melepas baju ku hingga tak selembar benang pun menempel , Dan Junior nya mengeras sempurna tanpa ku sentuh hanya dengan melihat milik ku saja.


" Mah Junior nya kangen pengen nyelam "


" Kaki mu masih sakit Mas ! , nanti aja kalau sudah sembuh " Balas ku dengan menahan rasa yang begejolak dalam hati.


" Yang sakit kaki ku bukan junior ku Mah, lagian nunggu sembuh kelamaan , gak tahan ! " Balas nya manja, meraih tubuh ku diminta nya aku naik ke atas pangkuan nya.


" Kaki mu terluka Mas ! nanti tambah sakit "


Ucap ku cemas .


" Yang terlukan kaki bawah ku Mah, bukan paha aku , udah deh Mamah jangan coba mengjhindar ya , juniot nya sudah on gini


juga banyak alasan bamget " Ucap Mas Hardi dengan raut memerah menahan gejolak dalam hati nya .


Mas Hardi menarik ku , memangku melepas kan kerinduan yang membuncah selama hampir dua minggu kami terpisah , Ku pejam kan mata menikmati permainan nya, meski Dia terluka tak mengurangi kejantanan nya.


Tapi kenapa pagi hari tadi Dia gak bereaksi dengan perempuan itu ya ?! .


Sehabis menyelesaikan rindu yang menggebu kami kembali mandi bersama menggosok bersama bergantian , lalu ku bantu suami ku mengganti baju dan memapah nya berjalan keluar kamar mandi.


" Badan Papah sudah ganti aroma wangi nya Mamah lagi sekarang " Bisik nya bahagia, membuat wajah ku merona merah .

__ADS_1


" Genit ..! " Ku buat wajah ku menjadi manyun.


" Genit sama isteri sendii sih gak Papah yang penting tetap setia , junior ku gak mau di sentuh sama yang lain "


Balas nya masih dengan gaya khas manja , menarik ku masuk dalam pelukan nya.


tok..tok..tok..!! Permisi..!


Suara ketukan pintu dari luar kamar.


Upss..!! lupa kamar aku kuncii saat mau memandikan Mas Hardi tadi .Aku beranjak ke pintu membukakan pintu , di depan Agus dengan seorang rekan nya berdiri kokoh, aku persilah kan mereka untuk masuk ke dalam menemui Mas Hardi .


" Ehhheeemmm.... , cieee..! yang baru ketemu an lagi sudah macam romeo juliet gandengan terus kereta kali ya , hahahahaaaa " Goda Agus yang ternyata sudah menunggu kami di luar kamar hampir sejam bersama seorang rekan nya sesama polisi . Wajah ku merona semerah tomat di ledek sepertii itu.


" Berisik aja kamu bujang lapuk ! Maka nya sana cari isteri gih ! , biar ngerasain surga dunia tu senikmat apa., nah loe truck aja gandengan masa loe gak bisa nggandeng cewek hihiiii .! " Balas Mas Hardi tak mau kalah menanggapi ledekan Agus .


" Ahhh.....! bener deh ni orang sudah di tolong juga gak ada terimakasih nya , tau gini sih pas loe ilang mending gue embat aja si cantik biar gue yang jadi Ayah nya Daffa " Balas Agus .


" Emil nya yang gak bakalan mau , orang Dia cinta mati nya cuma sama ini weee !!! "


Balas Mas Hardi menepuk dada nya sendiri.


" Sudah iiihhhh...!! Kalian tuh kalau ketemu sudah kaya tom sama jeri aja ! lerai ku ke arah dua lelaki yang gak pernah akur ini .


" Mas Agus terimaksih atas segala bantuan nya , terimakasih sudah percaya sama Emil saat yang lain menganggap perasaan ku cuma sekedar halu karena terlalu memikir kan suami, sekali lagi terimaksih untuk semua nya " Ucap ku tulus dari lubuk hsti .


" Iya sama - sama Mbak Emil , kalau Agus mah sama Mbak Emil selalu percaya , sekali pun Mba Emil bohong aku tetap percaya nama nya juga cinta " Balas Agus , membuat Mas Hardi membulat kan mata kesal lalu meraih tubuh ku di rengkuh nya dalam posisi Dia duduk di tepian ranjang pasien dan aku berdiri di samping nya .


Teman Agus yang duduk di sofa dalam ruang Mas Hardi tersenyum , menggeleng kan kepala melihat tingkah kedua lelaki dewasa yang bertingkah seperti anak kecil .


" Maaf Pak Hardi dan Bu Emil kedatangan kami kemari untuk meminta keterangan dari pak Hardi selaku korban penyekapan dan Bu Emil sebagai saksi yang mengungkap terjadi nya penyekapan atas suami Ibu ". Jelas polisi teman Agus .


" Baik Pak secepat nya setelah suami saya diizin kan keluar dari rumah sakit kami akan segera ke kantor kepolisian " Jawab ku seramah mungkin .


Beberapa menit setelah kedua polisi itu pergi pintu kamar kembali di ketuk kali ini seorang perawat memberitahu kan jadwal pemasangan pen pada kaki kiri Mas Hardi yang retak di bagian bawah .


Mas Hardi di bawa ke ruang operasi memakai kursi roda dan kemanjaan nya kambuh lagi, Dia memohon agar aku yang mendorong kursi roda nya , setelah sampai depan kamar operasi .


" Mamah jangan pergi ya ! tetap di sini sampai Papah keluar kamar ! " Pinta dengam.wajah memelas. Ku anggukan kepala untuk meyakinkam nya aku tidak akan pergi kemana pun . Aku duduk di kurai ruang tunggu, ku pejam kan mata yang mulai terasa lelah semalaman tak tidur bertingkah seperti detektif tuk menemukan suami ku . Dan aku terlelap tanpa ku sadari hingga operasi Mas Hardi selesai .


,--------. Bersambung -------

__ADS_1


__ADS_2