
Usai solat subuh ku langkah kan kaki keluar kamar untuk membantu Bunda menyiapkan sarapan, baru juga sampai di dapur suara teriakan Mas Hardi membuat heboh .
" Mah..., Mamah..., kamu di mana..!! "
Teriakan Mas Hardi di pintu kamar lantai atas memenuhi seisi rumah . Ku abai kan dengan tetap berdiri membantu Bunda menyiap kan piring di meja .
" Emiiillll...., kembali ke kamar.. !! " Seru nya dari atas tangga. Aku menoleh, mengalih kan pandangan ke atas. Mas Hardi bergegas turun menghampiri ku di dapur , memeluk tubuh ku dari belakang .
" Naik Mah , temani Papah satu jam aja lagi, masih ngantuk " Rengek nya manja di telinga.
" Sudah pagi Pah ! , sudah bangun tidur lagi nambah pusing nanti, mandi aja siap - siap berangkat kerja " Balas ku datar .
" Masih pagi suruh berangkat malas , lagian jadwal Papah hari ini ke lapangan , berangkat nya siangan " Balas nya memain kan telinga .
" Ya udah joging aja yuk !! " Ajak ku .
" Gak mau !!, olahraga di kamar aja ! " Bisik nya manja di telinga .
" Isshhh..! , apa sih kamu , mau nya terusan sehari aja gak mesum gak bisa apa ! "
Balas ku pelan menekan nada bicara ku, malu sama Bunda dan Ibu yang sedang masak .
" Heemmm ..., Hardi .. ! Hardi...! , ngopo sih awak mu iso koyo ngono ?! ( Hem Hardi..! Hardi .. ! kenapa sih kamu bisa seperti itu " Bunda menatap tajam ke arah Mas Hardi menggeleng kan kepala heran .
" Apa sih Bun.., orang aku lagi kangen sama isteri sendiri juga ! " Balas Mas Hardi menarik paksa tangan ku naik ke atas ke dalam kamar nya lalu mengunci dari dalam .
" Nek Hardi seperti itu terus besok kalau di tinggalin Mbak yu pulang kampung terus anak - anak nya di tinggal siapa yang ngurus, wong Emil nya aja gak bisa jauh sedikit aja dari nya ! " Gumam Ibu tak mengerti dengan kelakuan manja Mas Hardi .
" Maka nya lagi tak suruh cari orang buat kerja di rumah Jeng !, buat ngurus rumah sama anak - anak, biar Emil nya gak capek "
Jelas Bunda .
Di dalam kamar Mas Hardi naik ke atas tempat tidur , menarik ku tidur di samping
nya mendekap erat .
" Tetap seperti ini satu jam saja Mah !, biar kan Papah terlelap sebentar lagi , Badan Papah masih lelah kemarin seharian di lapangan kedinginan hujan deras lagi "
Bisik nya lembut di telinga .
" Ya udah Papah tidur saja , Mamah mau turun bantuin Bunda sama Ibu " Pinta ku .
" Bunda sama Ibu sudah ada Bik Ratmi yang bantuin , Mamah temenin Papah aja tidur di sini " Mas Hardi menguap , memasukan kepala ku ke dalam dada bidang nya, kaki nya mengunci kaki ku, tangan nya mendekap pinggang ku erat, beberapa saat kemudian dengkuran halus nya terdengar nyaman .
Pelan ku coba melepas kan tubuh ku dari nya, baru juga hendak menurun kan kaki meraih ponsel di nakas sebelah ranjang ,, Mas Hardi meraih kembali tubuh ku menarik nya kembali hingga terbaring membelakangi nya lalu mendekap ku erat dari belakang . Aku hanya mampu mendesah kesal dengan menggeleng kan kepala pelan .
Ku buka aplikasi whats up, mengirim pesan pada Nadia memberitahu hari ini aku berangkat agak siang .
__ADS_1
Pukul enam tepat Mas Hardi membuka kelopak mata nya, melepas pelukan nya, menggeliat kan badan, kuangkat badan ku duduk di samping nya menghilang kan rasa pusing.
" Mah ...!! Kaannngggeeenn ..!! " Bisik nya manja di telinga ku .
" Apalagi Mas tiap hari ketemu juga "
Balas ku menyipit kan mata .
" Kemarin kan Papah di proyek sampai malam hari ini juga bakal pulang malam lagi .., kalau gak inget cuaca sih pengin nya bawa Mamah ke sana., Emmm tapi jangan agh.., orang - orang proyek itu mata nya ganas gak bisa lihat wanita cantik " Mas Hardi duduk di belakang ku mendekap tubuh ku memainkan dagu nya di bahu ku .
" Mas mandi sana sudah siang , aku harus berangkat sekarang " Pinta ku melepas lengan nya yang melingkar di perut ku .
" Bentar lagi Mah ! , sesekali berangkat terlambat gak masalah kan " Balas nya memainkan rambut ku .
" Papah masih kangen sama Mamah , hari ini Papah gak ke kantor tapi langsung ke proyek sama Taufan mau ketemu Pak Kuwu kepala dusun di desa yang dilintasi proyek "
" Ya sudah Mamah berangkat dulu nanti Erza tak minta. anter Mamah atau Arif Mamah suruh jemput ke rumah sekalian ambil mobil dinas " Balas ku pelan meminta izin .
Mas Hardi menarik nafas lalu menghembus pelan , aku mulai merasa emosi nya bangkit .
" Mah..! , nunggu Papah bentar gak sabaran sih, nanti Papah anterin ke kantor, Mamah jangan pernah pulang sama lelaki lain, nanti sore nya Mamah pulang sama Bunda, nanti Papah bilang ke Bunda suruh jempiut Mamah,
sekarang Papah cuma mau menikmati wangi tubuh Mamah sebentar lagi ! "
Balas Mas Hardi dengan nada tinggi .
" Aku ingin mengenali setiap bagian dari wajah isteri ku " Suara nya pelan hampir tak terdengar . Mas Hardi megelus kening ku meraba mata, hidung , mengusap kedua pipi, memainkan jemari nya di atas bibir ku lalu menangkup kan kedua tangan nya di kedua sisi wajah ku.
Deg...! Deg...!. Deg..!!
Entah mengapa jantungku berdebar tak menentu menerima perlakuan Mas Hardi saat ini , ada perasaan janggal dari perlakuan nya kali ini, tapi aku tak memahami kejanggalan itu apa . Aku mencoba menepis rasa galau dalam hati ku.
Tiba - tiba aku sangat merindukan wangi tubuh nya . Aku benam kan wajah ku ke dalam dada bidang suami ku, mencium aroma wangi tubuh nya sangat dalam.
Mas Hardi terangsang karena nya dan
pagi itu kami kembali mereguk kenikmatan
tanpa menyadari waktu yang terus merangkak , matahari pun menampakan wajah elok nya , membiaskan sinar cerah .
" Mah..!, kamu kangen Papah juga kan..?, seharus nya setiap hari Mamah seperti ini,
Papah suka Mamah agresif begini , jadi nambah nikmat " Desah nya manja di sela - sela permainan kami .
Entah lah aku sendiri tak mengerti mengapa aku sangat ingin menikmati semua yang ada dalam diri suami ku saat ini . Dan meski saat ini tubuh kami sedang menyatu rasa rindu menyeruak memenuhi relung jiwa ku. Rasa nya aku tak ingin melepas nya pergi ke area proyek hari ini , aku ingin mendekap nya erat selama nya .
Andai aku tak ingat tugas dan tanggung jawab yang harus ku pikul sebagai seorang pimpinan cabang , andai aku tak punya bawahan yang harus ku bina dan ku pantau setiap hari . Ingin rasa nya aku mendekam terus di dalam kamar ini bersama suami ku.
__ADS_1
Menikmati wangi tubuh nya meski aku harus di buat mabuk karena nya , menikmati kehangatan tubuh nya yang menyalur ke dalam jiwa ku, hembusan nafas , kenakalan dan kemanjaan nya .
Terbersit rasa takut mencekam dalam hati ku, takut kehilangan semua yang ku dapat dari suami ku selama ini, bukan materi nya , bukan hanya fisik nya tapi lebih jiwa nya, cinta dan segala rasa sayang serta perlakuan nya .
Ku tepis rasa takut ku dengan mengucap istighfar dalam hati .
Usai kerinduan kami terpuas kan, Mas Hardi mengangkat tubuh ku di bawa nya ke dalam kamar mandi, menurunkan tepat di bawah shower untuk mandi bersama dalam siraman air shower , sesekali Dia mencium lekukan tubuh ku di bawah percikan air penuh perasaan . Menggosokan spon lembut yang terbalut sabun cair ke seluruh tubuh ku , mencuci rambut panjang ku dengan shampo sangat hati - hati seakan takut aku akan kesakitan jika terlalu keras meremas nya . Begitu pun yang kulakukan kepada suami ku .
Saling menatap lalu tersenyum bersama di bawah guyuran air shower . Aku takut semua akan berakhir hanya sampai di sini . Ku pejam kan mata menghalau ketakutan demi ketakutan yang menghantui ku .
Usai ritual mandi , kami beranjak ke lemari untuk berganti baju , aku pilih kan baju untuk nya , Hem lengan panjang warna burgendi yang akan terlihat hidup di kulit cokelat nya . di padu setelan jas warna hitam. ku pakai kan dasi senada dengan hem nya . Ku tatap penuh cinta lelaki yang saat ini memenuhi seluruh relung jiwa ku , tak kupedulikan jika nanti nya akan ada yang mengatai ku ' Bucin '.
" Manis !! " Tanpa sengaja kata itu meluncur dari mulut ku, Mas Hardi tersenyum lebar, terlihat jelas bahagia nya .
" Terimakasih Mah ! , baru kali ini Papah di puji sama wanita apalagi yang memuji isteri sendiri, ...aahhh rasa nya mau meledak dada Papah mendengar nya " Mas Hardi mencium kening ku penuh perasaan .
Usai aku mengenakan seragam kantor dan memoleskan mike up tipis , kami beranjak turun ke bawah menuju meja makan, Bunda telah menyiapkan nasi goreng seafood kesukaan kami dengan toping cumi dan udang lebih banyak . Ku lihat jam di dinding.
Waktu menunjukan pukul 07.48 Wib, tak apalah aku berangkat terlambat hari ini .
" Papah..! Mamah..! " Sapa Daffa berlarian dari luar ruang tamu menghampiri kami .
" Papah gak boleh ke kantol hali ini.., Adek mau gendong Papah telus ! " Rajuk Daffa .
" Hari ini Papah mau ketemu Pak kuwu di pedalam proyek Papah, Adek yang nurut ya main nya sama titi, Akung sama uti dulu, besok kalau semua urusan selesai Papah ambil cuti terus main seharian sama Adek "
Bujuk Mas Hardi .
" Gak mau..! Papah gak boleh pelgi hali ini ! "
" Adek yang baik, Papah biar selesein kerjaan dulu ya , besok main sama Adek nya "
Bujuk ku lembut, Daffa masih terus merengek melarang Mas Hardi pergi bahkan sampai Erza mengeluarkan heli nya mengajak Adek mainan heli di lantai dua rumah Mas Hardi yang di jadikan tempat menjemur pakaian,
Daffa masih meronta tetap meminta Papah nya untuk tetap di rumah .
Kami memilih tetap berangkat kerja meski rengekan dan tangisan Daffa kian menjadi .
Tugas dan tanggung jawab yang harus kami laksanakan memaksa kami harus tega mengabaikan tangisan putera kami .
--------------------------------------
Terimakasih untuk Readers yang masih setia hingga kini
Tolong jangan lupa tinggalkan kesan berupa
Like komen dan vote dan klik favorit untuk mendapat up date terbaru
__ADS_1
Love you allππ