Maaf Terlambat Mencintai Mu

Maaf Terlambat Mencintai Mu
BAB 97


__ADS_3

Sebuah mobil Ayla silver telah menunggu di sebrang , Ku buka pintu belakang mobil dan duduk di jok belakangno , mobil meluncur pergi meninggal kan jalan kompleks . Ku pejam kan mata di sepanjang perjalanan, air mata mengalir tanpa mampu ku bendung .


Tiga puluh menit berlalu aku baru sadar mobil tidak pergi sesuai rute menuju arah tempat yang ku pesan lewat aplikasi .


" Maaf Mas , bukan nya aku pesan ke pusat kota ?! Dan kenapa ini mobil malah meluncur keluar kota ..? Anda mau bawa saya kemana ?! " Tanya ku mulai cemas .


Supir itu diam tak menjawab pertanyaan ku.


Degg !! Dan saat ku alih kan pandangan ke depan , supir ini terlihat aneh , Dia memakai kacamata hitam , topi yang menutup sebagian wajah dan masker .


" Siapa kamu..?! Apa mau mu..?! Mau kau bawa kemana aku ..?! " Tanya ku mulai histeris.


Dia tak bergeming sedikit pun tetap fokus dengan jalanan yang berkelok melajukan mobil dengan kecepatan tinggi . Aku mulai panik, berkali - kali ku lafadz kan do'a memohon pertolongan Tuhan ku . Ku sebut nama Ibu dan anak - anak ku serta Erza berulangkali berharap ada telepati yang masuk dalam jiwa mereka .


* Ibu tolong Emil , Erza bantu temukan aku, Zahwa gunakan kemampuan mu untuk mengetahui keberadaan Mamah , Zarra ... Daffa bantu Mamah * Bathin ku berulang ulang dalam hati .


Mobil meluncur kian menjauh dari kota, jalan yang di lalui menikung tajam dan masuk ke jalan yang lebih mirip jalan setapak hanya bisa di lewati satu mobil saja, jalan yang sangat sepi, sepanjang perjalanan tak pernah ku temui satu kendaraan maupun manusia bahkan hewan pun seperti nya enggan lewat jalan ini .


Aku berserah diri kepada - Nya , Allah Azza Wajalla sang pemilik kehidupan , berharap akan ada pertolongan yang diberikan oleh Nya , mengharap belas kasihan - Nya .


****************


Author Pov


Sementara lima belas menit setelah mobil yang membawa Emil pergi Hardi sampai di rumah nya , dan Dia langsung memasuki kamar berharap bertemu isteri nya untuk menyampai kan hasil sidang yang memutus kan Sukma bersalah dan harus menjalani hukuman penjara selama lima tahun enam bulan di potong masa percobaan dan Zaky sebagai kaki tangan Sukma mendapat hukuman tiga tahun penjara karena terbukti ikut melakukan kejahatan penculikan .


" Mah..! Emil..! ..Emil.. dimana kamu.. Mah..!" Suara Hardi menggelegar saat tak di temui nya Emil di dalam kamar nya . Dia mencari di kamar mandi, keluar ke balkon pun tidak di temui nya Emil . Hardi keluar kamar mencari Emil di setiap sudut ruangan .


" Ada apa to Har..! Teriak - teriak begitu "


Tanya Bunda yang sengaja naik ke atas saat di dengar putera nya kalap mencari isteri nya.


" Emil mana Bun ?! " Tanya Hardi kesal .


" Loh bukan nya Emil di dalam kamar dari sejak kalian ribut terus kamu pergi ke PN "


Jawab Bunda tak mengerti .


" Kalau Emil ada di dalam kamar nya , aku gak akan teriak - teriak mencari nya Bun ! "


Dengus Hardi kesal . Dia turun setengah berlari keluar rumah , mengira Emil ada di rumah sebrang .


Di depan rumah sebrang Dia bertemu Ibu yang baru keluar pagar menyambut kedua putera nya pulang bersama besan nya , Ayah Hardi dari persidangan kasus penculikan menantu nya .


" Emil nya mana Bu ?! " Tanya Hardi begitu bertemu dengan mertua nya .

__ADS_1


" Emil..?! Bukan nya Dia ada di kamar dari sejak kamu pergi tinggalin Dia ?! " Tanya Ibu dengan wajah tak mengerti .


" Kalau Emil ada di dalam kamar atau ada di rumah sana aku gak akan mencari nya ke sini Bu ! Tolong jangan sembunyi kan Emil " Seru Hardi kesal , Dia menyeret kaki nya masuk ke dalam rumah , mencari di setiap sudut rumah.


" Tolong jangan main - main dengsn ku ! Jangan coba - coba sembunyikan Dia dari ku, beritahu dimana Emil !!! " Teriak Hardi kalap.


" Ada apa ini ..?! " Tanya Erza kebingungan melihat raut suami kaka nya merah padam menahan amarah .


" Dimana Emil..?! Dimana kamu sembuyikan Dia..?! Jangan coba - coba merebut nya dari ku..! Kamu takkan pernah bisa memiliki nya ! Jangan pernah berharap ! Hanya aku pemilik Emil..! Cepat kembalikan pada ku !! " Teriakan Hardi menggelegar di sore itu mengalih kan perhatian penghuni kompleks yang berdatangan berkerumun di depan rumah mencari tahu apa yang terjadi sebenar nya .


" Apa maksud mu bicara seperti itu..?! Aku pun baru pulang dari pengadilan bersama Ayah mu dan Eksan ! Bagaimana bisa kamu menuduh ku menyembunyi kan nya ! Gila kamu dasar tidak waras ! " Bentak Erza tak mau kalah sama kalap nya .


Sementara Eksan , Bunda , Ayah ,.Hana dan Hanie berulangkali mencoba menghubungi nomer selular Emil namun tak pernah bisa terhubung .


" Ada apa rame - rame berkerumun di sini ! "


Tanya Agus yang baru pulang masih mengenakan seragam .


" Kamu sembunyi kan Emil ku dimana ?! ".


Bentak Hardi keras begitu melihat Agus ,


Agus bingung tak mengerti dengan tuduhan Hardi yang di lontar kan ke arah nya. sebagian tetangga berkusak - kusuk mengeluar kan argumen berdasar perasaan mereka masing - masing , sebagian mempertanya kan hujatan Hardi kepada Agus .


" Sudah..! Sudah..! Jangan bertengkar ! Jangan ribut gak baik di lihat tetengga dan lagi ini kan bulan puasa jadi tolong jaga Emosi kalian ! " Lerai Pak Abas ketua RW yang merangkap menjadi imam masjid .


" Mamah...! Mamah.. ! Tolongin Mamah Pah !


Om Erza Mamah di culik..! Mamah di bawa pergi pake mobil silver ..! " Teriak Zahwa lari keluar rumah dari dalam kamar nya dalam keadaan mata terpejam .


".Apa yang kamu bicara kan Ka !! " Tanya Hardi dan Erza bersamaan .


" Mamah di bawa pergi pake mobil silver ! "


Balas Zahwa masih dengan mode setengah


tertidur .


" Kamu tahu darimana Mamah mu di culik ?! "


Sigap Agus, naluri pelacak nya mulai bekerja.


" Mamah minta tolong sama Kaka ..! Sama om Erza.. dan sama semua nya ! Mamah kirim pesan minta di temukan " Jelas Zahwa lagi setengah meracau .


" Kaka bisa kasih tahu dimana kira - kira Mamah saat ini berada ?! Tolong tanya kan dimana lokasi nya saat ini " Tanya Erza pelan , Dia tahu keponakan nya ini punya indera keenam seperti hal nya sang ibu .

__ADS_1


" Jalan sempit cuma bisa lewat satu mobil, sepi sekali gak ada manusia bahkan hewan seperti gak ada kehidupan .Kasihan Mamah ketakutan .Hikss... hikk... Om tolongin Mamah keluarin dari mobil itu " Nada suara Zahwa sangat ketakutan .


" Shiiiitt... ! Siapa yang tega menculik Mbak Emil , Dia orang baik gak pernah punya musuh, ini pasti karena kamu ! Orang yang menculik Mbak Emil itu pastii musuh kamu atau sebenar nyaa kamu sendiri dalang penculikan ini ! Sebelum pergi tadi kamu kan marah - marah dengan Mbak Emil ! " Geram Erz nafas nya memburu karena tersulut amarah membuncah .


Ibu tak sadar kan diri begitu mengetahu Emil di culik oleh. seseorang , ketiga anak - anak Emil menangis memanggil mamah nya . Hardi terduduk lemas di lantai teras , air mata nya tumpah menggenang .


" Harus nya tadi aku bawa saja ke pengadilan, atau aku kunci di dalam kamar ." Gumam Hardi menjambak rambut nya sendiri .


" Kalian paham sekarang , kenapa aku tak izin kan isteri ku pergi tanpa aku..?! Kalian bisa mengerti kenapa aku mengurung nya dalam kamar ..?! Karena aku takut akan ada yang menyakiti nya ! Dan. sekarang semua ketakutan ku menjadi kenyataan ! " Suara Hardi putus asa menggelegar di lorong jalan.


Bunda , Eksan dan kembar sibuk menyadar kan Ibu yang terus mengigau memanggil nama puteri satu - satu nya .


" DI sebrang gerbang itu ada cctv kan..?! Kita bisa cari tahu mobil yang membawa Emil dari cctv ! " Suara Agus seperti memberi sedikit harapan . Semua mengalih kan perhatian ke arah nya .


" Bukan nya mini market sebelah kanan gerbang itu juga di lengakapi cctv ? , coba minta bantuan pihak mini market untuk melihat cctv bagian depan nya ! Nak Agus kamu kan masih mengenakan seragam aparat , coba kamu yang meminta nya pasti pihak mini market tidak akan berani menolak "


Jelas Ayah begitu mendengar kata cctv .


" Iya benar di sana ada cctv mas Agus ! "


Tegas Pak Rt dengan sorot memohon . Tak menunggu waktu lama Pak Handoko , Agus dan Pak Rt berjalan bersama menuju mini market , sesampai di sana mereka meminta untuk bertemu dengan pihak managemen .


" Selamat sore bapak - bapak ada yang bisa saya bantu ?! " Sapa manager ramah .


" Maaf Pak boleh minta bantuan nya ?! Saya ingin minta tolong untuk melihat rekaman cctv bagian depan toko beberapa saat yang lalu " Ucap Agus memohon .


" Boleh Pak ! Mari ikut saya ke ! " Manager mini market mempersilahkan rombongan masuk ke dalam , naik ke lantai atas dimana ruang cctv berada .


Sesampai di dalam manager membuka tayangan cctv di mulai dari pukul dua siang sesuai perkiraan dimana pada jam itu semua penghuni mulai terlelap dan di menit delapan puluh pukul tiga lebih duapuluh menit terlihat sebuah mobil ayla silver terparkir tepat di sebrang toko , dua meter dari gerbang kompleks perumahan . lima menit kemudian terlihat seorang wanita mengenakan gamis tosca mendekati mobil lalu masuk ke dalam mobil dan meluncur meninggal kan lokasi .


" Tolong di perbesar di bagian belakang mobil Pak untuk memperjelas plat nomer kendaraan " Pinta Agus, setelah nya Agus mencatat nomer kendaraan Dia menghubungi rekan nya di satlantas untuk mencari jejak mobil tersebut .


Pak Handoko menghubungi anak buah nya , meminta mereka mengerahkan orang untuk mencari tahu keberadaan mobil tersebut dengan menyebar foto dan plat mobil . Agus kemudian mengajak Erza untuk membuat laporan berita orang hilang di kepolisian .


Di rumah Hardi masih seperti orang tidak waras, menangis , merutuk dan menyesali telah mengabai kan perasaan Emil yang berakibat fatal. Dia tak pernah menduga Emil senekad itu pergi dari rumah tanpa pamit pada siapa pun .


---------------------------------


**Hai pembaca budiman terimakasih untuk kesetiaan nya pada novel ku


jangan lupa tinggalkan kesan berupa like vote dan jadikan favorit untuk mendapat update setiap hari.


untuk yang ingin lebih dekat dengan penulis silahkan masuk grup chat penulis


salam sayang untuk semua😘**

__ADS_1


__ADS_2